UH YAA AMPUUUNN.. PENCULIK JAMAN NOW PADA JAGO ACTING YAA.. ???
Belakangan ini, penculikan anak semakin marak terjadi. Bahkan dalam 2 tahun terakhir, kasus penculikan anak meningkat 2 kali lipat. Banyak orang tua tidak tahu tentang taktik penculikan yang satu ini. Pelaku sangat berani, walaupun Anda orang tuanya berada di samping… selengkapnya di bagian REFERENSI
(GFD-2018-2184) Penculik Jaman Now Pada Jago Acting
Sumber: facebook.comTanggal publish: 10/02/2018
Berita
Hasil Cek Fakta
1. Di bagian “Baru-baru ini, ada seorang netizen membagikan kejadian yang dialaminya ke internet”, dimana? Whatsapp? Situs web? Berdasarkan pencarian ditemukan satu situs yang memuat yaitu di https://goo.gl/56S5dU yang di akhir artikel tidak menyertakan sumber yang jelas.
2. Di bagian “Ibu itu tanya-tanya anak saya umur berapa, kapan lahir, lahir di mana, berat badannya, bla bla bla, terus dia juga cerita tentang cucu dia. Saya pikir dia cuma ajak ngobrol biasa, namanya ibu-ibu, duduk di kereta, kebetulan sama-sama bawa anak, yah ngobrol. Dia juga tanya anak saya minum susu apa, seberapa sering, yah saya jawab aja. Tapi entah kenapa semakin lama pertanyaannya semakin aneh… makin mendalam dan mendetil.”, ini termasuk teknik “social engineering”.
3. Di bagian “Turun di stasiun, ibu itu bantu saya bawa koper tanpa disuruh. Kita jalan bareng sampai pintu luar stasiun. Dia tanya apakah saya ada yang jemput. Saya bilang tidak… (padahal ada)”, di stasiun normalnya ada CCTV. Jika benar peristiwanya terjadi, silakan sertakan rekaman CCTV-nya agar bisa diverifikasi mengenai kebenaran kejadiannya.
4. Di bagian “Setelah sampai di rumah, sudah agak tenang, kami langsung lapor polisi. Ternyata polisi juga bilang kalau akhir-akhir ini kerap terjadi penculikan anak.”, lapornya di kantor Polisi mana? Setiap laporan yang masuk ada rekaman atau buktinya, jadi jika memang benar lapor ke kantor Polisi berdasarkan rekaman tersebut bisa diverifikasi kebenaran kejadiannya.
5. Di bagian “Dengar-dengar belum lama ini juga ada kejadian anak diculik di pasar.”, dengar dari siapa? Sumbernya bisa dipercaya?
6. Di bagian “Sumber: Grup Whatsapp Komunitas”, komunitas yang mana? Komunitas tersebut sumbernya dari mana? Bisa dipercaya?
2. Di bagian “Ibu itu tanya-tanya anak saya umur berapa, kapan lahir, lahir di mana, berat badannya, bla bla bla, terus dia juga cerita tentang cucu dia. Saya pikir dia cuma ajak ngobrol biasa, namanya ibu-ibu, duduk di kereta, kebetulan sama-sama bawa anak, yah ngobrol. Dia juga tanya anak saya minum susu apa, seberapa sering, yah saya jawab aja. Tapi entah kenapa semakin lama pertanyaannya semakin aneh… makin mendalam dan mendetil.”, ini termasuk teknik “social engineering”.
3. Di bagian “Turun di stasiun, ibu itu bantu saya bawa koper tanpa disuruh. Kita jalan bareng sampai pintu luar stasiun. Dia tanya apakah saya ada yang jemput. Saya bilang tidak… (padahal ada)”, di stasiun normalnya ada CCTV. Jika benar peristiwanya terjadi, silakan sertakan rekaman CCTV-nya agar bisa diverifikasi mengenai kebenaran kejadiannya.
4. Di bagian “Setelah sampai di rumah, sudah agak tenang, kami langsung lapor polisi. Ternyata polisi juga bilang kalau akhir-akhir ini kerap terjadi penculikan anak.”, lapornya di kantor Polisi mana? Setiap laporan yang masuk ada rekaman atau buktinya, jadi jika memang benar lapor ke kantor Polisi berdasarkan rekaman tersebut bisa diverifikasi kebenaran kejadiannya.
5. Di bagian “Dengar-dengar belum lama ini juga ada kejadian anak diculik di pasar.”, dengar dari siapa? Sumbernya bisa dipercaya?
6. Di bagian “Sumber: Grup Whatsapp Komunitas”, komunitas yang mana? Komunitas tersebut sumbernya dari mana? Bisa dipercaya?
