Cek Fakta: Bantuan Insentif untuk Semua Guru Tahun 2026
Sumber:Tanggal publish: 29/04/2030
Berita
SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah unggahan di media sosial facebook mengklaim tentang adanya Program Bantuan Insentif Untuk Semua Guru ASN/PNS & Info Taspen (Pensiunan).
Unggahan tersebut mengklaim adanya pencairan bantuan hingga Rp21 juta dan mengarahkan pengguna untuk mendaftar melalui sebuah link.
Akun Facebook dengan username @BUMN mengunggahnya pada 22 Januari 2026 dengan narasi sebagai berikut:
“Program Bantuan Insentif Untuk Semua Guru ASN/PNS & INFO TASPEN (PENSIUNAN)Pemerintah kembali menyalurkan bantuan INSENTIF GURU ASN, PNS, senilai 21.000.000 raih peluang di tahun 2026!
Namun, benarkah klaim ini?
Hasil penelusuran Tim Cek Fakta Sukabumiupdate.com menunjukkan bahwa informasi tersebut tidak benar dan Hoax. Dimana link yang diunggah yang mengklaim sebagai akses mendapatkan bantuan insentif Rp21 juta ternyata mengarah ke phising.
Dikutip dari TurnBackHoax, berdasarkan penelusuran tim Pemeriksa Fakta Mafindo bahwa klaim dan tautan tersebut bukan merupakan situs resmi pemerintah maupun kanal lembaga yang menangani program insentif guru.
Melalui akun Instagram resmi Kemendikbud, disampaikan bahwa saat ini banyak beredar pesan berantai disertai tautan di media sosial maupun grup WhatsApp yang mengklaim adanya bantuan Insentif dan BSU serta meminta data rekening pencairan.
Kemendikbud menghimbau bahwa informasi bantuan Insentif dan BSU yang tidak berasal dari laman resmi Puslapdik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merupakan hoaks.
Informasi resmi terkait bantuan Insentif dan BSU hanya tersedia melalui akun Info GTK masing-masing guru yang dapat diakses di laman info.gtk.dikdasmen.go.id atau melalui akun resmi @ditjen.gtk.kemdikbud.
Hasil Cek Fakta
Kesimpulan
Sumber: Turnbackhoax
CEK FAKTA: Hoaks! Kemenkes Bagikan Kondom Secara Gratis untuk Mahasiswa
Sumber:Tanggal publish: 20/10/2029
Berita
SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah akun media sosial di Instagram mengunggah postingan dengan narasi bahwa Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) akan membagikan alat kontrasepsi (kondom) secara gratis kepada mahasiswa.
Akun Instagram @jawi.news.network merilis unggahan pada 20 September 2025, yang menarasikan bahwa Kemenkes mendukung program pembagian kondom gratis bagi mahasiswa semester empat ke atas.
Dalam keterangan unggahannya, akun tersebut menuliskan bahwa program tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit menular sekaligus meningkatkan kesadaran tentang kesehatan reproduksi di kalangan muda.
Baca Juga: CEK FAKTA: Video Gibran Tawarkan Bansos di Facebook Ternyata Hoaks
Dalam unggahannya tertulis caption:
“Kementerian Kesehatan dikabarkan tengah mendukung program distribusi kondom gratis bagi mahasiswa/i mulai semester 4 ke atas, dengan alasan mencegah penyebaran penyakit menular sekaligus meningkatkan kesadaran akan kesehatan reproduksi. ,” tulisnya.
Unggahan tersebut juga menimbulkan beragam reaksi publik. Hingga Senin (20/10/2025), postingan tersebut telah mendapat lebih dari 184 ribu likes, 18 ribu komentar, dan 8 ribu kali dibagikan.
Lalu apakah postingan tersebut benar adanya?
CEK FAKTA
Tim Cek Fakta Sukabumiupdate.com melakukan penelusuran dan menemukan bahwa informasi tersebut tidak benar (hoaks). Pencarian dengan kata kunci “Kemenkes kondom gratis” di Google tidak menemukan sumber resmi yang valid terkait program tersebut, bahkan media-media kredibel kompak memberitakan jika itu adalah hoaks.
Lebih lanjut, melalui akun Instagram resminya, @kemenkes_ri, Kemenkes menegaskan bahwa informasi tersebut hoaks dan tidak pernah ada program pembagian kondom gratis untuk mahasiswa.
Dalam klarifikasinya, Kemenkes menulis:
HOAX ALERT!
“Belakangan beredar isu bahwa Kemenkes membagikan kondom gratis untuk mahasiswa. Faktanya, informasi tersebut tidak benar. Kemenkes RI tidak pernah memiliki program tersebut. Kondom dalam program kesehatan hanya digunakan untuk pencegahan HIV dan IMS pada kelompok berisiko tinggi seperti pekerja seks, pasangan ODHA, dan populasi kunci lainnya. Distribusi kondom gratis pun dilakukan secara terbatas melalui fasilitas kesehatan setelah pemeriksaan, atau lewat LSM dan komunitas pendamping.”
Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada kabar menyesatkan, serta selalu memverifikasi informasi melalui situs resmi dan akun media sosial resmi Kemenkes RI.
Akun Instagram @jawi.news.network merilis unggahan pada 20 September 2025, yang menarasikan bahwa Kemenkes mendukung program pembagian kondom gratis bagi mahasiswa semester empat ke atas.
Dalam keterangan unggahannya, akun tersebut menuliskan bahwa program tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit menular sekaligus meningkatkan kesadaran tentang kesehatan reproduksi di kalangan muda.
Baca Juga: CEK FAKTA: Video Gibran Tawarkan Bansos di Facebook Ternyata Hoaks
Dalam unggahannya tertulis caption:
“Kementerian Kesehatan dikabarkan tengah mendukung program distribusi kondom gratis bagi mahasiswa/i mulai semester 4 ke atas, dengan alasan mencegah penyebaran penyakit menular sekaligus meningkatkan kesadaran akan kesehatan reproduksi. ,” tulisnya.
Unggahan tersebut juga menimbulkan beragam reaksi publik. Hingga Senin (20/10/2025), postingan tersebut telah mendapat lebih dari 184 ribu likes, 18 ribu komentar, dan 8 ribu kali dibagikan.
Lalu apakah postingan tersebut benar adanya?
CEK FAKTA
Tim Cek Fakta Sukabumiupdate.com melakukan penelusuran dan menemukan bahwa informasi tersebut tidak benar (hoaks). Pencarian dengan kata kunci “Kemenkes kondom gratis” di Google tidak menemukan sumber resmi yang valid terkait program tersebut, bahkan media-media kredibel kompak memberitakan jika itu adalah hoaks.
Lebih lanjut, melalui akun Instagram resminya, @kemenkes_ri, Kemenkes menegaskan bahwa informasi tersebut hoaks dan tidak pernah ada program pembagian kondom gratis untuk mahasiswa.
Dalam klarifikasinya, Kemenkes menulis:
HOAX ALERT!
“Belakangan beredar isu bahwa Kemenkes membagikan kondom gratis untuk mahasiswa. Faktanya, informasi tersebut tidak benar. Kemenkes RI tidak pernah memiliki program tersebut. Kondom dalam program kesehatan hanya digunakan untuk pencegahan HIV dan IMS pada kelompok berisiko tinggi seperti pekerja seks, pasangan ODHA, dan populasi kunci lainnya. Distribusi kondom gratis pun dilakukan secara terbatas melalui fasilitas kesehatan setelah pemeriksaan, atau lewat LSM dan komunitas pendamping.”
Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada kabar menyesatkan, serta selalu memverifikasi informasi melalui situs resmi dan akun media sosial resmi Kemenkes RI.
Hasil Cek Fakta
Kesimpulan
Klaim bahwa Kementerian Kesehatan mendukung program pembagian kondom gratis untuk mahasiswa semester 4 ke atas adalah tidak benar (hoaks) dan termasuk dalam kategori misleading content (konten menyesatkan).
Cek Fakta: Klaim Habib Rizieq Ajak Perang KDM Pakai Golok
Sumber:Tanggal publish: 18/05/2029
Berita
SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah video yang diunggah oleh akun YouTube Afie Channel menarasikan klaim bahwa Habib Rizieq mengajak perang Kang Dedi Mulyadi (KDM) menggunakan golok, disertai narasi pidato KDM yang disebut membuat para penyinyir ketakutan, serta klaim bahwa warga Jawa Barat mengamuk hingga merusak mobil Habib Rizieq.
Video tersebut diunggah pada 26 Desember 2025 dan dikemas dengan judul serta visual Thumbnail yang seolah-olah menggambarkan peristiwa nyata, sehingga berpotensi menyesatkan publik.
Lantas, benarkah klaim dalam video tersebut?
Hasil penelusuran Jabar Saber Hoaks menunjukkan bahwa thumbnail video merupakan hasil manipulasi, yakni penggabungan beberapa gambar yang berasal dari konteks dan waktu berbeda.
Gambar KDM mengenakan pakaian serba putih saat berpidato identik dengan cuplikan video yang diunggah kanal YouTube Lembur Pakuan Channel pada 2 Mei 2025, berjudul “INI PIDATO KDM DI ACARA HARDIKNAS | PETUGAS UPACARA DIGUYUR BONUS”. Dalam video asli tersebut, tidak ditemukan pernyataan maupun konteks konflik antara KDM dan Habib Rizieq.
Sementara itu, gambar Habib Rizieq yang digunakan dalam thumbnail identik dengan foto yang dimuat di situs wowkeren.com pada 8 Juni 2017, berjudul “Habib Rizieq Ajukan Perpanjang Visa, Ketua PBNU Said Aqil: Ngapain Lari”. Foto tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan KDM maupun klaim yang disampaikan dalam video.
Adapun gambar mobil rusak yang dikerumuni warga identik dengan foto dalam artikel gosumut.com tertanggal 12 Januari 2017, berjudul “Terjadi Kericuhan Usai Habib Rizieq Diperiksa, Massa FPI Diserang Saat Akan Tinggalkan Mapolda Jabar”. Peristiwa tersebut terjadi jauh sebelum KDM menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.
Penelusuran melalui mesin pencari Google juga tidak menemukan informasi atau laporan resmi yang membenarkan adanya ajakan perang atau kericuhan antara Habib Rizieq dan Kang Dedi Mulyadi. Video yang diunggah Afie Channel diketahui hanya berisi kompilasi potongan video yang tidak saling berkaitan, seperti opini publik tentang KDM, pidato KDM dalam acara keagamaan umat Kristen, serta pidato pada peringatan Hari Guru Nasional.
Hasil Cek Fakta
Kesimpulan
Sumber: Jabar Saber Hoaks
Cek Fakta: Masyarakat Harus Beli Regulator Rp1,5 Juta untuk Tabung Pink Bright Gas
Sumber:Tanggal publish: 22/04/2029
Berita
SUKABUMIUPDATE.com - Beredar informasi bahwa masyarakat diharuskan membeli regulator seharga Rp1,5 Juta untuk Bright Gas karena regulator lama gas 3 kg tidak bisa dipakai. Informasi itu tesebar di aplikasi perpesanan WhatsApp Group RT warga Kota Sukabumi.
Cek Fakta: Beredar Informasi masyarakat harus membeli regulator Rp1,5 juta untuk tabung pink Bright Gas karena regulator lama gas 3 kg tidak bisa dipakai.
Lebih spesifik, narasi tertulis bahwa masyarakat harus membeli regulator baru, "Ini ibu-ibu disingsieunan (Ini ibu-ibu ditakut-takuti), harus beli regulator baru, karena nanti regulator yang lama ga bisa dipake di bright gas" bunyi pesan yang beredar di Grup WhatsApp warga Sukabumi, Rabu, 22 Januari 2025.
Pesan lain turut menyebut, banyak warga yang tidak percaya pemerintah mengimbau masyarakat membeli regulator Bright Gas baru seharga Rp1.500.000, "Iya mangkanya, ga mungkin pemerintah berani nyuruh beli regulator 1,5 juta", tulis pesan tersebut.
Himbauan pesan pembelian regulator Bright Gas baru sebesar Rp1,5 juta itu juga diiringi dengan narasi penarikan gas 3 kg yang disebut akan diganti ke tabung pink.
Cek Fakta: Beredar informasi masyarakat harus membeli regulator Rp1,5 juta untuk tabung pink Bright Gas karena regulator lama gas 3 kg tidak bisa dipakai.
"Pemerintah mau narik semua gas 3 kg di ganti ke tabung pink" tulis narasi dalam pesan WhatsApp Group Warga Sukabumi.
Lantas, benarkah masyarakat harus membeli regulator Rp1,5 juta untuk tabung pink Bright Gas karena regulator lama gas 3 kg tidak bisa dipakai? Cek faktanya!
Hasil Cek Fakta
Informasi Hoaks Regulator Gas 3Kg dan Tabung Pink
Informasi Hoaks Regulator Gas 3Kg dan Tabung Pink beredar di Grup WA Warga Sukabumi
Hasil penelusuran Cek Fakta sukabumiupdate.com menunjukkan, informasi yang menerangkan "masyarakat harus membeli regulator Rp1,5 juta untuk tabung pink Bright Gas karena regulator lama gas 3 kg tidak bisa dipakai" adalah tidak benar.
Hal itu telah dikonfirmasi langsung kepada pihak Pertamina, melalui Direct Message (DM) Instagram resmi Bright Gas yang menjelaskan tentang penjualan regulator dari Pertamina.
"Pertamina tidak pernah memproduksi dan menjual regulator dan tidak pernah bekerjasama dengan pihak mananpun terkait penjualan regulator." jelas Risa, salah satu Admin Bright Gas kepada sukabumiupdate.com via Instagram/@brightgas, Rabu, 22 Januari 2024.
Risa turut menegaskan, apabila ada yang menjual mengatasnamakan Pertamina hal tersebut adalah penipuan dan disarankan untuk tidak membelinya. Sementara itu, pengguna Bright Gas yang ingin membeli regulator sebaiknya membeli regulator berstandar SNI.
"Apabila mengalami kerugian (penipuan), disarankan untuk menghubungi pihak berwajib" pungkas Risa.
Saat dikonfirmasi, Admin Bright Gas lain mengatakan informasi bahwa "masyarakat harus membeli regulator Rp1,5 juta untuk tabung pink Bright Gas karena regulator lama gas 3 kg tidak bisa dipakai" adalah hoaks.
"Iya Sob (hoaks), mohon untuk berhati-hati kepada pihak yang mengatasnamakan Pertamina. Terima kasih." tutur Shela, Admin Bright Gas lainnya.
Informasi Penggantian Gas Melon ke Tabung Pink
Warga Dihimbau Hati-hati terhadap Informasi Hoaks Regulator Gas 3Kg dan Tabung Pink Brigh Gas
Narasi kedua yang ditelusuri adalah soal penukaran gas melon ke tabung pink, yang juga beredar di pesan WhatsApp Group Warga Sukabumi.
"Untuk penukaran tabung reguler LPG 3 Kg ke Bright Gas dapat mengubungi Call Center 135, dengan jam pengantaran mulai dari pukul 08.00-17.00 waktu setempat." kata Via, Admin Bright Gas saat dihubungi via media sosial Instagram/@BrightGas, Rabu (22/1/2025).
Jika pemesanan diatas pukul 14.00, lanjut Via, maka akan diantarkan esok hari, dengan maksimal pengantaran 1x24 jam. Kemudian, apabila pemesanan tidak mendapatkan konfirmasi dalam estimasi 1 jam, maka pemesanan akan batal secara otomatis.
"Untuk informasi harga dan ongkos kirim mengikuti yang tersedia pada pds.mypertamina.id/ dan akan dikonfirmasi kembali oleh pihak agen ya" tuturnya.
Informasi Hoaks Regulator Gas 3Kg dan Tabung Pink beredar di Grup WA Warga Sukabumi
Hasil penelusuran Cek Fakta sukabumiupdate.com menunjukkan, informasi yang menerangkan "masyarakat harus membeli regulator Rp1,5 juta untuk tabung pink Bright Gas karena regulator lama gas 3 kg tidak bisa dipakai" adalah tidak benar.
Hal itu telah dikonfirmasi langsung kepada pihak Pertamina, melalui Direct Message (DM) Instagram resmi Bright Gas yang menjelaskan tentang penjualan regulator dari Pertamina.
"Pertamina tidak pernah memproduksi dan menjual regulator dan tidak pernah bekerjasama dengan pihak mananpun terkait penjualan regulator." jelas Risa, salah satu Admin Bright Gas kepada sukabumiupdate.com via Instagram/@brightgas, Rabu, 22 Januari 2024.
Risa turut menegaskan, apabila ada yang menjual mengatasnamakan Pertamina hal tersebut adalah penipuan dan disarankan untuk tidak membelinya. Sementara itu, pengguna Bright Gas yang ingin membeli regulator sebaiknya membeli regulator berstandar SNI.
"Apabila mengalami kerugian (penipuan), disarankan untuk menghubungi pihak berwajib" pungkas Risa.
Saat dikonfirmasi, Admin Bright Gas lain mengatakan informasi bahwa "masyarakat harus membeli regulator Rp1,5 juta untuk tabung pink Bright Gas karena regulator lama gas 3 kg tidak bisa dipakai" adalah hoaks.
"Iya Sob (hoaks), mohon untuk berhati-hati kepada pihak yang mengatasnamakan Pertamina. Terima kasih." tutur Shela, Admin Bright Gas lainnya.
Informasi Penggantian Gas Melon ke Tabung Pink
Warga Dihimbau Hati-hati terhadap Informasi Hoaks Regulator Gas 3Kg dan Tabung Pink Brigh Gas
Narasi kedua yang ditelusuri adalah soal penukaran gas melon ke tabung pink, yang juga beredar di pesan WhatsApp Group Warga Sukabumi.
"Untuk penukaran tabung reguler LPG 3 Kg ke Bright Gas dapat mengubungi Call Center 135, dengan jam pengantaran mulai dari pukul 08.00-17.00 waktu setempat." kata Via, Admin Bright Gas saat dihubungi via media sosial Instagram/@BrightGas, Rabu (22/1/2025).
Jika pemesanan diatas pukul 14.00, lanjut Via, maka akan diantarkan esok hari, dengan maksimal pengantaran 1x24 jam. Kemudian, apabila pemesanan tidak mendapatkan konfirmasi dalam estimasi 1 jam, maka pemesanan akan batal secara otomatis.
"Untuk informasi harga dan ongkos kirim mengikuti yang tersedia pada pds.mypertamina.id/ dan akan dikonfirmasi kembali oleh pihak agen ya" tuturnya.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil Cek Fakta sukabumiupdate.com, informasi bahwa masyarakat harus membeli regulator Rp1,5 juta untuk tabung pink Bright Gas karena regulator lama gas 3 kg tidak bisa dipakai adalah TIDAK BENAR. Hal itu sebagaimana merujuk keterangan resmi Pertamina melalui konfirmasi langsung ke pihak Bright Gas.
Halaman: 1/8345



