• Salah, Pfizer Rilis Daftar Efek Samping Vaksin Covid-19

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/06/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengklaim bahwa Pfizer secara resmi baru saja menerbitkan daftar efek samping yang diperkirakan dari vaksin Covid-19. Pengunggah mengklaim bahwa hal itu termasuk tindakan kriminal.

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Key Vanora Mauriska Noerhayadi” (arsip), pada Kamis (14/05/2026). Di dalam unggahan tersebut terlihat gambar botol vaksin Covid-19 dan ilustrasi janin.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “TEMAN-TEMAN SAYA! INI RESMI! PFIZER BARU SAJA MENERBITKAN DAFTAR EFEK SAMPING YANG MUNGKIN, DARI "VAKSIN COVID" NYA! INI KRIMINAL!

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    1) Pembekuan darah,

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    2) Cedera ginjal akut,

    3) Myelitis flaccid akut,

    4) Antibodi anti-sperma positif,

    5) Embolisme batang otak,

    6) Trombosis batang otak,

    7) Gagal jantung (ratusan kasus),

    😎 Gagal jantung,

    9) Trombosis ventrikel jantung...

    10) Syok kardiogenik,

    11) Vaskulitis sistem saraf pusat,

    12) Kematian neonatal,

    13) Trombosis vena dalam,

    14) Ensefalitis batang otak,

    15) Ensefalitis hemoragik,

    16) Epilepsi lobus frontal,

    17) Psikosis epilepsi,

    18) Kelumpuhan wajah,

    19) Sindrom kesusahan janin,

    20) Amiloidosis gastrointestinal,

    21) Kejang tonik-klonik umum,

    22) Ensefalopati Hashimoto,

    23) Trombosis vena hati,

    24) Reaktivasi herpes zoster,

    25) * Reaktivasi kanker...

    26) Kanker turbo,

    27) Hepatitis imun-dimediasi,

    28) Penyakit paru interstisial,

    29) Embolisme vena jugularis,

    30) Epilepsi mioklonik remaja,

    31) Kerusakan hati,

    32) Berat lahir rendah,

    34) Sindrom inflamasi multisistem pada anak-anak,

    35) Miokarditis,

    36) Kejang neonatal,

    37) Pankreatitis,

    38) Pneumonia,

    39) Kematian janin,

    40) Takikardia,

    41) Epilepsi lobus temporal,

    43) Autoimunitas testis,

    44) Stroke trombotik,

    45) Diabetes mellitus tipe 1,

    46) Trombosis vena neonatal,

    47) Trombosis arteri vertebral,

    48) Perikarditis,

    49) Sindrom kematian bayi mendadak.

    AKIBAT SERIUS dari apa yang disebut vaksin yang tidak melindungi baik terhadap penyakit, maupun penularannya, maupun bentuk-bentuk parahnya!

    "Saya dihina, disebut sebagai teori konspirasi yang berbahaya, saya kehilangan teman-teman karena mengatakan bahwa, untuk obat apa pun, ada efek samping, karena dengan keras menyatakan bahwa vaksin yang disebut, yang membunuh lebih banyak daripada penyakit, tidak ada alasan untuk digunakan atau dibuat wajib.

    Saya kehilangan pekerjaan saya sebagai ahli bedah karena itu!" Dokter RESIMONT.” Demikian narasi yang tertulis dalam keterangan unggahan.

    Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (03/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 5 likes.

    Lantas, benarkah daftar tersebut merupakan efek samping vaksin Covid-19?

    Baca juga:Hoaks, Video Penyanyi Alami Kematian Mendadak Setelah Vaksin

    Periksa Fakta Efek vaksin Covid Pfizer. foto/Hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Daftar resmi efek samping vaksin Covid-19” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman National Library of Medicine yang menunjukkan bahwa hasil penelitian tidak menemukan bahwa vaksin menyebabkan penyakit baru seperti hantavirus. Efek samping yang dilaporkan merupakan reaksi umum pasca vaksinasi, seperti nyeri pada lengan, demam, kelelahan, dan sakit kepala.

    Penelitian tersebut dilakukan terhadap 832 penerima dosis pertama vaksin AstraZeneca di Ethiopia. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa 96,3% responden mengalami, setidaknya, satu efek samping setelah vaksinasi. Efek samping yang paling sering dilaporkan adalah nyeri di lokasi suntikan, kelelahan, demam, dan sakit kepala.

    Efek samping lebih banyak ditemukan pada laki-laki, kelompok usia 50–60 tahun, dan individu dengan penyakit penyerta. Gejala umumnya muncul dalam 12–17 jam setelah vaksinasi dan berlangsung sekitar dua hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efek samping vaksin AstraZeneca umumnya bersifat ringan dan sementara sebagai respons normal tubuh terhadap vaksin.

    “This study was the first study conducted in Ethiopia that tried to assess gender and age disparities in adverse effects following the AstraZeneca COVID-19 vaccine among the population in Eastern Ethiopia. In the study, commonly reported adverse effects by participants were local pain at the injection site, fatigue, fever, and headache.” Begitu dikutip dalam laman PMC.

    Sementara itu, efek samping yang diklaim dalam unggahan Facebook tersebut memang sesuai dengan daftar dari dokumen Pfizer tahun 2021. Dokumen tersebut mencantumkan semua efek samping yang dilaporkan dan dicatat setelah vaksinasi, di samping daftar masalah medis yang telah ditentukan sebelumnya yang secara teoritis dapat dikaitkan dengan vaksinasi.

    Daftar efek samping yang beredar di media sosial tersebut telah disalahartikan sebagai daftar efek samping akibat vaksin COVID-19 Pfizer. Padahal, daftar tersebut hanya berisi laporan dugaan kejadian medis yang muncul setelah vaksinasi dan bukan bukti bahwa vaksin menjadi penyebabnya. Badan Obat dan Alat Kesehatan Kroasia (HALMED) menegaskan bahwa setiap kejadian yang terjadi setelah vaksinasi tidak serta-merta disebabkan oleh vaksin.

    “Information about reports of suspected side effects does not mean that the medicine or active substance causes the observed effect or that it is unsafe for use. Only a thorough review and scientific assessment of all available data allows for conclusions to be drawn about the benefits and risks of a medicine.” Begitu dikutip AFP.

    Laman AFP Fact Check, menyebutkan bahwa vaksin Covid-19 Pfizer dianggap aman dan efektif oleh otoritas kesehatan. Kesimpulan ini berasal dari hasil analisis data yang dikumpulkan, dari miliaran suntikan yang diberikan di seluruh dunia.

    Pada Februari 2025, beredar klaim yang menyebut daftar rilis oleh Pfizer yang menunjukkan efek samping berbahaya dari vaksin tersebut. Namun, klaim tersebut salah. Kondisi dan penyakit dalam daftar tersebut berbeda dari efek samping yang mungkin terjadi yang telah dicatat oleh regulator.

    Badan Pengawas obat-obatan Eropa mengatakan kepada AFP Fact Check bahwa keamanan vaksin terus dipantau dan informasi diperbarui secara berkala dengan temuan para ahli. Pfizer sendiri telah membantah merilis daftar tersebut dan mengatakan bahwa daftar itu tidak mencerminkan kemanjuran dan keamanan vaksin yang telah terbukti. Jadi, klaim bahwa Pfizer merilis daftar efek samping baru vaksin COVID-19 yang mencakup henti jantung, kematian mendadak, kematian bayi baru lahir, stroke, diabetes, atau psikosis epileptik adalah keliru.

    Otoritas kesehatan seperti European Medicines Agency (EMA) dan badan regulator obat nasional terus memantau keamanan vaksin melalui laporan berkala dan investigasi sinyal keamanan. Hingga pembaruan keamanan terbaru, EMA menyatakan bahwa manfaat vaksin Comirnaty tetap lebih besar daripada risikonya dan tidak menemukan bukti baru yang menunjukkan adanya efek samping serius seperti yang diklaim dalam unggahan viral. Pfizer juga menegaskan bahwa daftar tersebut bukan publikasi resmi perusahaan dan tidak mencerminkan profil keamanan vaksin yang telah ditetapkan.

    “Pfizer did not publish this list, which does not reflect the established efficacy and safety profile of the vaccine,” begitu keterangan seorang juru bicara perusahaan mengatakan kepada AFP Fact Check melalui email.

    Sebagian besar efek samping yang diketahui bersifat ringan dan berlangsung singkat. Efek samping serius mungkin terjadi, tetapi sangat jarang. Kematian hanya dilaporkan dalam beberapa kasus langka.

    “The vast majority of known side effects are mild and short-lived. Serious side effects may occur, but they are very rare. Fatal outcomes have been reported in very few of these rare cases,” begitu sebagaimana dikutip dalam Ema.

    Dengan demikian, klaim yang menyebutkan Pfizer merilis daftar efek samping Covid-19 adalah tidak benar dan tidak didukung oleh fakta ilmiah.

    Baca juga:Tidak Benar, Bill Gates Sebut Vaksin untuk Mengurangi Penduduk

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan yang mengklaim Pfizer merilis daftar efek samping vaksin Covid-19 bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Pfizer membantah klaim bahwa mereka baru saja merilis daftar rahasia berisi ribuan efek samping mematikan dari vaksin COVID-19. Sebagian besar efek samping yang dilaporkan bersifat ringan, namun terdapat beberapa kondisi serius yang sangat jarang terjadi.

    Dokumen yang beredar tersebut sebenarnya merupakan kumpulan laporan pengawasan keamanan rutin (surveilans pasca-pemasaran) yang mencatat seluruh kejadian medis yang dilaporkan masyarakat setelah menerima suntikan. Laporan tersebut tidak membuktikan bahwa semua kondisi di dalamnya disebabkan langsung oleh vaksin Pfizer.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks, Hantavirus 2026 Sudah Diprediksi Sejak 2022

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/06/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook mengklaim pemilik akun di platform X bernama @iamasoothsayer telah memprediksi akan ada kemunculan hantavirus pada tahun 2026 setelah pandemi coronavirus berakhir pada tahun 2023.

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Marlintho Aditama Ishal” (arsip) dalam grup obrolan “Kabar Palestina Terkini” pada Jumat (08/05/2026). Unggahan tersebut memperlihatkan gambar akun ‘soothsayer’ dengan tulisan “2023: Corona ended, 2026: Hantavirus” yang diunggah pada 11 Juni 22.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Tanggal 11 juni 2022 Pemilik akun X ini sudah memprediksi akan ada HANTAVIRUS ditahun 2026. Mungkin Pemilik Akun ini Rajin membaca Teori-Teori konspirasi dan berita-berita perkembangan teknologi...😁😁😁” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Selasa (02/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 101 likes, 23 komentar, dan 30 kali dibagikan ulang. Kolom komentar dipenuhi dengan pertanyaan masyarakat terkait kebenaran informasi tersebut.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    “Di edit gak tuuu...?” begitu salah satu komentar dalam unggahan tersebut.

    Lantas, benarkah Hantavirus sudah diprediksi sejak tahun 2022?

    Baca juga:Salah, Video Klaim Rekayasa Produksi Hantavirus Gunakan APD

    Periksa Fakta Prediksi Hantavirus. foto/Hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran mengarah pada akun Instagram @jawapos yang menampilkan gambar serupa dan menyatakan bahwa unggahan hantavirus dari sebuah akun X tahun 2022 mendadak viral usai kasus kematian di kapal pesiar ramai dibahas. Warganet menyebut postingan tersebut seperti prediksi karena kembali disorot setelah muncul laporan dugaan infeksi hantavirus di Samudra Atlantik.

    Tiga penumpang kapal pesiar MV Hondius dilaporkan meninggal dunia, sementara satu penumpang lain masih menjalani perawatan intensif di Afrika Selatan.

    WHO menyebut hantavirus umumnya menular melalui urine, air liur, atau kotoran hewan pengerat yang terinfeksi. Virus ini dapat menyerang paru-paru dan ginjal dengan gejala berat. Meski penularan antar manusia tergolong jarang, otoritas kesehatan tetap menyelidiki kemungkinan penyebaran di antara penumpang kapal.

    Lebih lanjut, akun bernama “Soothsayer” tersebut bergabung dengan X sejak Juni 2022 dan berbasis di Filipina, persis di tengah situasi pandemi Covid-19. Cuitan akun Soothsayer tersebut beredar tanpa konteks sejarah yang utuh.

    Melansir laman Tempo, pihaknya telah melayangkan permohonan konfirmasi kepada pemilik akun melalui platform X, namun belum menerima tanggapan hingga artikel ini diterbitkan.

    Faktanya, virus hanta bukan hal baru melainkan ancaman lama yang telah memicu wabah besar di Korea Selatan sejak era 1950-an.

    Artikel berjudul Hantaviruses pada laman ScienceDirect, menuliskan bahwa sebuah riset yang dilakukan Mohammed A. Mir, peneliti Kansas University Medical Center, terbitan tahun 2010, mengungkapkan bahwa demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS) menyerang lebih dari 3.000 pasukan PBB saat Perang Korea pada kurun 1951 sampai 1953. Rentetan kasus mematikan ini mendorong para ilmuwan melacak asal-usul penyakit.

    Hasilnya, pada 1978 peneliti berhasil mengisolasi virus penyebab demam tersebut dari tikus yang terinfeksi di sekitar Sungai Hantan, Korea Selatan. Temuan itu kemudian dinamai virus Hantaan, merujuk pada nama sungai tersebut, sebelum akhirnya diklasifikasikan dalam genus baru bernama Hantavirus pada 1981.

    Artikel pada laman Centers for Disease Control berjudul “COVID-19 vs. Hantavirus Pulmonary Syndrome” merangkum perbedaan mendasar antara Covid-19 dan hantavirus pemicu Sindrom Paru Hantavirus (HPS). Dari aspek historis, Covid-19 baru teridentifikasi pada 2019 di Wuhan, Cina. Sebaliknya, wabah virus hanta telah terlacak sejak era 1950-an di Korea Selatan sebelum akhirnya berhasil diisolasi dan dikenali pada 1978.

    Pola penularan dan struktur biologis kedua virus ini juga bertolak belakang. Covid-19 menyebar secara massal lewat percikan cairan saluran pernapasan atau droplet. Sementara itu, manusia tertular HPS akibat menghirup udara atau debu yang terkontaminasi kotoran, urine, atau air liur tikus pembawa virus.

    Senada dengan hal tersebut, Tirto dalam artikel “IDAI Sebut Risiko Penyebaran Hantavirus Tidak seperti COVID-19” menyebutkan bahwa Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meminta masyarakat tidak panik menyusul merebaknya pembahasan mengenai Hantavirus, khususnya varian Andes yang dikaitkan dengan kasus kematian penumpang kapal pesiar MV Hondius. IDAI menegaskan risiko penyebaran hantavirus tidak seperti COVID-19 dan kecil kemungkinan memicu wabah besar.

    Anggota Unit Kerja Koordinasi Penyakit Infeksi Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Dominicus Husada, mengatakan Hantavirus berbeda dengan SARS-CoV-2 maupun influenza dari sisi pola penularan.

    “Yang jelas virus Hanta ini relatif jarang bermutasi, tidak seperti SARS-CoV-2 itu atau yang lebih jahat adalah influenza dan HIV. Jadi dia ini relatif lebih jarang mengalami mutasi ya,” begitu keterangan Dominicus dalam seminar yang diselenggarakan secara daring, Jumat (8/5/2026).

    Menurut Dominicus, hantavirus, khususnya varian Andes, memiliki tingkat penularan yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan campak maupun COVID-19. Ia menyebut sejumlah literatur bahkan tidak mencantumkan angka reproduksi dasar atau basic reproduction number (R0) virus tersebut karena sangat kecil. Ia pun membandingkan tingkat penularan hantavirus dengan campak yang dikenal sangat mudah menular.

    Dengan demikian, klaim yang menyebutkan bahwa kemunculan hantavirus pada 2026 sudah diprediksi sejak tahun 2022 adalah tidak benar dan tidak didukung dengan fakta ilmiah.

    Baca juga:Hoaks, Hantavirus Efek Samping dari Vaksin Pfizer

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan bahwa hantavirus sudah diprediksi sejak 2022 bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading). Tidak ada argumen dan bukti ilmiah yang mendasari klaim tersebut.

    Dari aspek historis, Covid-19 baru teridentifikasi pada 2019 di Wuhan, Cina. Sebaliknya, wabah virus hanta telah terlacak sejak era 1950-an di Korea Selatan sebelum akhirnya berhasil diisolasi dan dikenali pada 1978.

    Pola penularan dan struktur biologis kedua virus ini juga bertolak belakang. Covid-19 menyebar secara massal lewat percikan cairan saluran pernapasan atau droplet. Sementara itu, manusia tertular HPS akibat menghirup udara atau debu yang terkontaminasi kotoran, urine, atau air liur tikus pembawa virus.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Lowongan Kerja Petrosea

    Sumber: tiktok.com
    Tanggal publish: 03/06/2026

    Berita

    Akun TikTok “PT PETROSEA (TBK)” pada Kamis (9/4/2026) mengunggah foto [arsip] disertai takarir:

    LOWONGAN KERJA PT PETROSEA DI SELURUH INDONESIA!

    Periode Rekrutmen 2026-2027

    KUALIFIKASI UMUM:

    Min. SMA/SMK-S1 (sesuai posisi)

    Siap bekerja di lapangan

    Komunikatif & jujur

    Mampu bekerja dengan target (khusus posisi lapangan)

    POSISI DIBUKA:

    Engineering

    Foreman / Supervisor

    Operator Alat Berat (Heavy Equipment)

    Mekanik

    Welder

    Electrician

    Safety Officer / HSE

    Project Control

    Procurement

    Logistik / Warehouse

    Admin Proyek

    Dan posisi pendukung lainnya

    Daftar sekarang - klik link di bio!

    #lokerpetrosea #petroseatbk #lowongankerja #loker2026 #lokerterbaru #lokerindonesia #lokertambang #lokerbumn #infoloker

    Hasil Cek Fakta

    TurnBackHoax mengakses tautan dalam bio pengunggah. Diketahui, tautan mengarah ke halaman mencurigakan yang berisi formulir digital yang meminta pengisian data pribadi seperti nama, alamat dan nomor telegram.

    TurnBackHoax kemudian memasukkan kata kunci “pendaftaran lowongan kerja PT Petrosea”. Hasil penelusuran mengarah ke laman resmi career.petrosea.com⁠. Diketahui, pendaftaran lowongan kerja PT Petrosea hanya dapat dilakukan melalui laman resmi tersebut.

    Calon pelamar perlu mengeklik bagian “lowongan” untuk melihat posisi yang tersedia, kemudian membuat akun untuk melanjutkan proses melamar.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi foto “pendaftaran lowongan kerja Petrosea” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Lowongan Kerja Bank Mega 2026

    Sumber: tiktok.com
    Tanggal publish: 03/06/2026

    Berita

    Akun TikTok “LOWONGAN KERJA 2026 - PT Bank Mega Tbk” pada Kamis (14/5/2026) mengunggah foto [arsip] disertai takarir:

    LOWONGAN KERJA 2026 - PT Bank Mega Tbk

    Kesempatan berkarir bersama bankmega sebagai bagian dari industri perbankan modern Indonesia. Bank Mega membuka peluang bagi fresh graduate maupun berpengalaman untuk bergabung dan berkembang bersama perusahaan Bank Mega

    Posisi Tersedia:

    Teller

    Customer Service

    Staff Administrasi

    Relationship Manager

    Frontliner

    Marketing Staff

    Retail Funding Officer

    Operation Staff

    Kualifikasi:

    Pendidikan minimal SMA/SMK sederajat

    D3/S1 semua jurusan

    Fresh Graduate dipersilakan melamar

    Mampu bekerja secara individu maupun tim

    Memiliki komunikasi yang baik

    Berpenampilan rapi dan sopan

    Bersedia ditempatkan sesuai kebutuhan perusahaan

    tinggi badan dan usia sesuai dengan standar bank

    Fasilitas:

    • Gaji pokok

    Tunjangan kerja

    BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan

    Bonus & insentif

    Jenjang karir

    Pelatihan dan pengembangan kerja

    Status Pekerjaan: Full Time / Kontrak / Program Training

    Penempatan: Cabang Bank Mega seluruh Indonesia#loker #lowongankerja #tiktokgogempar #promomakanharian

    Dari pengamatan Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax), terdapat tautan di bio akun tersebut

    Hasil Cek Fakta

    TurnBackHoax mengakses tautan dalam bio akun pengunggah. Diketahui, tautan mengarah ke halaman mencurigakan yang berisi formulir digital yang meminta pengisian data pribadi seperti nama, alamat dan nomor telegram.

    TurnBackHoax kemudian memasukkan kata kunci “pendaftaran lowongan kerja Bank Mega 2026”. Hasil penelusuran mengarah ke laman resmi career.bankmega.com. Dari pengamatan TurnBackHoax saat mengakses menu informasi perusahaan, terdapat dua kategori rekrutmen, yakni Karir Bank dan Karir Digital. Untuk melihat posisi yang tersedia, pelamar perlu mengeklik menu “Lowongan”. Saat ini belum ada lowongan yang tersedia.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi tautan “pendaftaran lowongan kerja Bank Mega 2026” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini