Turnbackhoax Sebut Dua Info Loker Ini Palsu: Hati-hati! Impostor Content
Sumber:Tanggal publish: 05/09/2030
Berita
SUKABUMIUPDATE.com - Periset MAPINDO menyebut dua informasi lowongan kerja yang beredar di media sosial adalah hoax. Kedua info loker tersebut mencantumkan link pendaftaran ke tautan tidak resmi, hingga disimpulkan sebagai konten tiruan atau impostor content.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax), menemukan foto [arsip] dari akun TikTok “loker.bumn1” pada Rabu (29/4/2026) berisi narasi sebagai berikut:
LOWONGAN KERJA Bank Indonesia
Posisi :
Program Magang Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tahun 2026
Kualifikasi Umum:
Pria dan Wanita
Jenjang pendidikan: Peserta magang: D3//D4/S1
Peserta magang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Semua jurusan yang tersedia
Dari pengamatan ada tautan pendaftaran di bio akun. TurnBackHoax mengakses tautan yang tertulis di bio akun TikTok “loker.bumn1”. Diketahui, tautan mengarah ke laman yang meminta pengisian data pribadi berupa nama dan nomor Telegram.
TurnBackHoax kemudian meriset informasi tersebut dengan memasukkan kata kunci “lowongan program magang kantor perwakilan Bank Indonesia” ke mesin pencari Google. Hasilnya ditemukan unggahan akun media sosial X “Bank Indonesia”, yang tayang pada Rabu (24/9/2025) tentang permohonan magang Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia dapat ditujukan langsung ke KPw BI yang dituju.
Penelusuran berlanjut dengan memasukkan kata kunci “alur pendaftaran permohonan magang ke KPw BI” ke mesin pencari Google. Diketahui, calon pemagang yang berminat perlu mengirimkan proposal pengajuan ke KPw BI wilayah masing-masing, seperti yang diumumkan “Bank Indonesia Malang” dan “Bank Indonesia Purwokerto”.
Selain dengan pengiriman proposal keKPw BI, terdapat kantor wilayah yang melakukan pendaftaran melalui pengisian tautan resmi, seperti yang diterapkan “Bank Indonesia Lampung” dan “Bank Indonesia Jakarta”.
Hasil Cek Fakta
Kesimpulan
Tim turnbackhoax juga menemukan foto [arsip] dari akun TikTok “updateinfo.loker.2026” pada Kamis (16/4/2026) berisi narasi:
OPEN REKRUTMEN
KEJAKSAAN NEGERI PETUGAS PTSP KEJAKSAAN
UNTUK SMA SMK D3 S1
PERSYARATAN DAFTAR:
Pria dan Wanita
Usia 18 - 35 Tahun
Minimal Lulusan SMA Sederajat
Penampilan Menarik dan Berperilaku Baik
Disini terdapat tautan pendaftaran di bio akun. TurnBackHoax mengakses tautan yang tertulis di bio akun TikTok “updateinfo.loker.2026”. Diketahui, tautan mengarah ke laman yang meminta pengisian data pribadi berupa nama, nomor Telegram, jenis kelamin, hingga asal Provinsi, Kabupaten/Kota. Kecamatan, dan asal Kecamatan/Desa.
TurnBackHoax kemudian memasukkan kata kunci “rekrutmen petugas PTSP Kejaksaan” ke mesin pencari Google. Hasilnya, ditemukan pemberitaan kompas.tv “Lowongan Kerja Kejaksaan Negeri Nunukan Dibuka hingga 31 Maret 2026, Lulusan SMA Bisa Daftar”.
Berita yang tayang pada Kamis (12/3/2026) tersebut menjelaskan bahwa Kejari (Kejaksaan Negeri) Nunuka
OPEN REKRUTMEN
KEJAKSAAN NEGERI PETUGAS PTSP KEJAKSAAN
UNTUK SMA SMK D3 S1
PERSYARATAN DAFTAR:
Pria dan Wanita
Usia 18 - 35 Tahun
Minimal Lulusan SMA Sederajat
Penampilan Menarik dan Berperilaku Baik
Disini terdapat tautan pendaftaran di bio akun. TurnBackHoax mengakses tautan yang tertulis di bio akun TikTok “updateinfo.loker.2026”. Diketahui, tautan mengarah ke laman yang meminta pengisian data pribadi berupa nama, nomor Telegram, jenis kelamin, hingga asal Provinsi, Kabupaten/Kota. Kecamatan, dan asal Kecamatan/Desa.
TurnBackHoax kemudian memasukkan kata kunci “rekrutmen petugas PTSP Kejaksaan” ke mesin pencari Google. Hasilnya, ditemukan pemberitaan kompas.tv “Lowongan Kerja Kejaksaan Negeri Nunukan Dibuka hingga 31 Maret 2026, Lulusan SMA Bisa Daftar”.
Berita yang tayang pada Kamis (12/3/2026) tersebut menjelaskan bahwa Kejari (Kejaksaan Negeri) Nunuka
Cek Fakta: Bantuan Insentif untuk Semua Guru Tahun 2026
Sumber:Tanggal publish: 29/04/2030
Berita
SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah unggahan di media sosial facebook mengklaim tentang adanya Program Bantuan Insentif Untuk Semua Guru ASN/PNS & Info Taspen (Pensiunan).
Unggahan tersebut mengklaim adanya pencairan bantuan hingga Rp21 juta dan mengarahkan pengguna untuk mendaftar melalui sebuah link.
Akun Facebook dengan username @BUMN mengunggahnya pada 22 Januari 2026 dengan narasi sebagai berikut:
“Program Bantuan Insentif Untuk Semua Guru ASN/PNS & INFO TASPEN (PENSIUNAN)Pemerintah kembali menyalurkan bantuan INSENTIF GURU ASN, PNS, senilai 21.000.000 raih peluang di tahun 2026!
Namun, benarkah klaim ini?
Hasil penelusuran Tim Cek Fakta Sukabumiupdate.com menunjukkan bahwa informasi tersebut tidak benar dan Hoax. Dimana link yang diunggah yang mengklaim sebagai akses mendapatkan bantuan insentif Rp21 juta ternyata mengarah ke phising.
Dikutip dari TurnBackHoax, berdasarkan penelusuran tim Pemeriksa Fakta Mafindo bahwa klaim dan tautan tersebut bukan merupakan situs resmi pemerintah maupun kanal lembaga yang menangani program insentif guru.
Melalui akun Instagram resmi Kemendikbud, disampaikan bahwa saat ini banyak beredar pesan berantai disertai tautan di media sosial maupun grup WhatsApp yang mengklaim adanya bantuan Insentif dan BSU serta meminta data rekening pencairan.
Kemendikbud menghimbau bahwa informasi bantuan Insentif dan BSU yang tidak berasal dari laman resmi Puslapdik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merupakan hoaks.
Informasi resmi terkait bantuan Insentif dan BSU hanya tersedia melalui akun Info GTK masing-masing guru yang dapat diakses di laman info.gtk.dikdasmen.go.id atau melalui akun resmi @ditjen.gtk.kemdikbud.
Hasil Cek Fakta
Kesimpulan
Sumber: Turnbackhoax
CEK FAKTA: Hoaks! Kemenkes Bagikan Kondom Secara Gratis untuk Mahasiswa
Sumber:Tanggal publish: 20/10/2029
Berita
SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah akun media sosial di Instagram mengunggah postingan dengan narasi bahwa Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) akan membagikan alat kontrasepsi (kondom) secara gratis kepada mahasiswa.
Akun Instagram @jawi.news.network merilis unggahan pada 20 September 2025, yang menarasikan bahwa Kemenkes mendukung program pembagian kondom gratis bagi mahasiswa semester empat ke atas.
Dalam keterangan unggahannya, akun tersebut menuliskan bahwa program tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit menular sekaligus meningkatkan kesadaran tentang kesehatan reproduksi di kalangan muda.
Baca Juga: CEK FAKTA: Video Gibran Tawarkan Bansos di Facebook Ternyata Hoaks
Dalam unggahannya tertulis caption:
“Kementerian Kesehatan dikabarkan tengah mendukung program distribusi kondom gratis bagi mahasiswa/i mulai semester 4 ke atas, dengan alasan mencegah penyebaran penyakit menular sekaligus meningkatkan kesadaran akan kesehatan reproduksi. ,” tulisnya.
Unggahan tersebut juga menimbulkan beragam reaksi publik. Hingga Senin (20/10/2025), postingan tersebut telah mendapat lebih dari 184 ribu likes, 18 ribu komentar, dan 8 ribu kali dibagikan.
Lalu apakah postingan tersebut benar adanya?
CEK FAKTA
Tim Cek Fakta Sukabumiupdate.com melakukan penelusuran dan menemukan bahwa informasi tersebut tidak benar (hoaks). Pencarian dengan kata kunci “Kemenkes kondom gratis” di Google tidak menemukan sumber resmi yang valid terkait program tersebut, bahkan media-media kredibel kompak memberitakan jika itu adalah hoaks.
Lebih lanjut, melalui akun Instagram resminya, @kemenkes_ri, Kemenkes menegaskan bahwa informasi tersebut hoaks dan tidak pernah ada program pembagian kondom gratis untuk mahasiswa.
Dalam klarifikasinya, Kemenkes menulis:
HOAX ALERT!
“Belakangan beredar isu bahwa Kemenkes membagikan kondom gratis untuk mahasiswa. Faktanya, informasi tersebut tidak benar. Kemenkes RI tidak pernah memiliki program tersebut. Kondom dalam program kesehatan hanya digunakan untuk pencegahan HIV dan IMS pada kelompok berisiko tinggi seperti pekerja seks, pasangan ODHA, dan populasi kunci lainnya. Distribusi kondom gratis pun dilakukan secara terbatas melalui fasilitas kesehatan setelah pemeriksaan, atau lewat LSM dan komunitas pendamping.”
Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada kabar menyesatkan, serta selalu memverifikasi informasi melalui situs resmi dan akun media sosial resmi Kemenkes RI.
Akun Instagram @jawi.news.network merilis unggahan pada 20 September 2025, yang menarasikan bahwa Kemenkes mendukung program pembagian kondom gratis bagi mahasiswa semester empat ke atas.
Dalam keterangan unggahannya, akun tersebut menuliskan bahwa program tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit menular sekaligus meningkatkan kesadaran tentang kesehatan reproduksi di kalangan muda.
Baca Juga: CEK FAKTA: Video Gibran Tawarkan Bansos di Facebook Ternyata Hoaks
Dalam unggahannya tertulis caption:
“Kementerian Kesehatan dikabarkan tengah mendukung program distribusi kondom gratis bagi mahasiswa/i mulai semester 4 ke atas, dengan alasan mencegah penyebaran penyakit menular sekaligus meningkatkan kesadaran akan kesehatan reproduksi. ,” tulisnya.
Unggahan tersebut juga menimbulkan beragam reaksi publik. Hingga Senin (20/10/2025), postingan tersebut telah mendapat lebih dari 184 ribu likes, 18 ribu komentar, dan 8 ribu kali dibagikan.
Lalu apakah postingan tersebut benar adanya?
CEK FAKTA
Tim Cek Fakta Sukabumiupdate.com melakukan penelusuran dan menemukan bahwa informasi tersebut tidak benar (hoaks). Pencarian dengan kata kunci “Kemenkes kondom gratis” di Google tidak menemukan sumber resmi yang valid terkait program tersebut, bahkan media-media kredibel kompak memberitakan jika itu adalah hoaks.
Lebih lanjut, melalui akun Instagram resminya, @kemenkes_ri, Kemenkes menegaskan bahwa informasi tersebut hoaks dan tidak pernah ada program pembagian kondom gratis untuk mahasiswa.
Dalam klarifikasinya, Kemenkes menulis:
HOAX ALERT!
“Belakangan beredar isu bahwa Kemenkes membagikan kondom gratis untuk mahasiswa. Faktanya, informasi tersebut tidak benar. Kemenkes RI tidak pernah memiliki program tersebut. Kondom dalam program kesehatan hanya digunakan untuk pencegahan HIV dan IMS pada kelompok berisiko tinggi seperti pekerja seks, pasangan ODHA, dan populasi kunci lainnya. Distribusi kondom gratis pun dilakukan secara terbatas melalui fasilitas kesehatan setelah pemeriksaan, atau lewat LSM dan komunitas pendamping.”
Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada kabar menyesatkan, serta selalu memverifikasi informasi melalui situs resmi dan akun media sosial resmi Kemenkes RI.
Hasil Cek Fakta
Kesimpulan
Klaim bahwa Kementerian Kesehatan mendukung program pembagian kondom gratis untuk mahasiswa semester 4 ke atas adalah tidak benar (hoaks) dan termasuk dalam kategori misleading content (konten menyesatkan).
Cek Fakta: Klaim Habib Rizieq Ajak Perang KDM Pakai Golok
Sumber:Tanggal publish: 18/05/2029
Berita
SUKABUMIUPDATE.com - Sebuah video yang diunggah oleh akun YouTube Afie Channel menarasikan klaim bahwa Habib Rizieq mengajak perang Kang Dedi Mulyadi (KDM) menggunakan golok, disertai narasi pidato KDM yang disebut membuat para penyinyir ketakutan, serta klaim bahwa warga Jawa Barat mengamuk hingga merusak mobil Habib Rizieq.
Video tersebut diunggah pada 26 Desember 2025 dan dikemas dengan judul serta visual Thumbnail yang seolah-olah menggambarkan peristiwa nyata, sehingga berpotensi menyesatkan publik.
Lantas, benarkah klaim dalam video tersebut?
Hasil penelusuran Jabar Saber Hoaks menunjukkan bahwa thumbnail video merupakan hasil manipulasi, yakni penggabungan beberapa gambar yang berasal dari konteks dan waktu berbeda.
Gambar KDM mengenakan pakaian serba putih saat berpidato identik dengan cuplikan video yang diunggah kanal YouTube Lembur Pakuan Channel pada 2 Mei 2025, berjudul “INI PIDATO KDM DI ACARA HARDIKNAS | PETUGAS UPACARA DIGUYUR BONUS”. Dalam video asli tersebut, tidak ditemukan pernyataan maupun konteks konflik antara KDM dan Habib Rizieq.
Sementara itu, gambar Habib Rizieq yang digunakan dalam thumbnail identik dengan foto yang dimuat di situs wowkeren.com pada 8 Juni 2017, berjudul “Habib Rizieq Ajukan Perpanjang Visa, Ketua PBNU Said Aqil: Ngapain Lari”. Foto tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan KDM maupun klaim yang disampaikan dalam video.
Adapun gambar mobil rusak yang dikerumuni warga identik dengan foto dalam artikel gosumut.com tertanggal 12 Januari 2017, berjudul “Terjadi Kericuhan Usai Habib Rizieq Diperiksa, Massa FPI Diserang Saat Akan Tinggalkan Mapolda Jabar”. Peristiwa tersebut terjadi jauh sebelum KDM menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.
Penelusuran melalui mesin pencari Google juga tidak menemukan informasi atau laporan resmi yang membenarkan adanya ajakan perang atau kericuhan antara Habib Rizieq dan Kang Dedi Mulyadi. Video yang diunggah Afie Channel diketahui hanya berisi kompilasi potongan video yang tidak saling berkaitan, seperti opini publik tentang KDM, pidato KDM dalam acara keagamaan umat Kristen, serta pidato pada peringatan Hari Guru Nasional.
Hasil Cek Fakta
Kesimpulan
Sumber: Jabar Saber Hoaks
Halaman: 1/8467



