(GFD-2017-2430) [HOAX] Presiden Jokowi Di Dalam Dokumen Asli PKI Tidak Sepenuhnya Bersalah Mereka Hanya Terkena Fitnah Di Zaman Itu

Sumber:
Tanggal publish: 22/09/2017

Berita

JAKARTA - Saat di temui para sejumlah wartawan yang memang pada penasaran dengan rencana Presiden Jokowi tentang pemutaran film G30 S PKI, Presiden Jokowi mengusulkan untuk segera pembaharuan film tersebut di lakukan karna dinilai film tersebut tidak sesuai dengan jalur sejarah yang sebenarnya, ujar Jokowi saat di temui di istana merdeka 19, September 2017.
Presiden Jokowi menanggapi dengan serius tentang pembaharuan film tersebut . Beliau mengatakan sedikit tentang isi dari dokumen yang sebenarnya,bahwa sebenarnya PKI tidak dapat di salahkan sepenuhnya, mereka ( PKI ) tidak dapat di pandang dari segi negativ nya saja, mereka banyak melakukan perjuangan di jaman itu mereka juga banyak terkena fitnah di jaman itu, maka dari itu tujuan saya sebagai pemimpin mengusulkan adanya pembaharuan film tersebut.
Kita tidak mau sejarah itu salah, sebagai masyarakat ini sudah menjadi tugas kita semua untuk meluruskan sejarah yang pernah ada di negri ini, ujar Presiden Jokowi .
Berita di atas benar atau tidak, masih dalam pemantauan redaksi dan publik. Dan kalau ternyata hoax, maka harus dianggap tak ada dan dianggap sampah informasi saja. .( Seputar Indonesia-top, 19 September, 2017 )”

Hasil Cek Fakta

Di tengah gencarnya teknologi digital dan informasi membuat siapa saja makin mudah membuat situs berita. Sayangnya ada beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab membuat situs berita dengan mendompleng nama media yang sudah besar.
Kondisi ini dialami oleh Koran SINDO dan SINDOnews yang merupakan media cetak dan media online besar di Indonesia. Sebuah situs berita menyerupai tampilan milik Seputar Indonesia. Seperti diketahui, sebelum berubah nama menjadi Koran SINDO, media ini dulunya bernama Harian Seputar Indonesia.
Redaktur Pelaksana SINDOnews Puguh Hariyanto menyayangkan adanya media online dengan memakai nama seolah-olah media tersebut satu group dengan SINDOnews dan Koran SINDO. "Tindakan ini jelas merugikan kami," ujar Puguh, Kamis (21/9/2017).
Puguh yakin masyarakat dan pembaca setia SINDOnews dan Koran SINDO tidak tertipu dengan media online tersebut karena isinya tidak bisa dipertanggungjawabkan. "Kami yakin masyarakat sudah cerdas dan bisa menilai mana media yang asli dan palsu," ujarnya.

Rujukan