“Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 12, Irfan Meldy Setiawan pun memberikan klarifikasinya.
Dikutip dari portalberau.com, dia membantah jika SMP Negeri 12 tak mendapat perhatian. Terkait tak adanya kursi dan meja belajar diruang kelas tersebut memang benar, karena sebelumnya ada 4 kelas yang lulus dan saat penerimaan siswa baru melebihi yang lulus sehingga terbagi menjadi 5 kelas.
“Memang ini lebih 1 kelas karena yang masuk banyak. Kursi itu sudah ada hanya belum di distribusikan kesini karena ada beberapa hal yang harus diurus terlebih dahulu oleh dinas,” ungkapnya saat ditemui Portalberau.com diruang kerjanya.”
(GFD-2017-2634) “Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 12, Irfan Meldy Setiawan pun memberikan klarifikasinya. Dikutip dari portalberau.com, dia membantah jika SMP Negeri 12 tak mendapat perhatian. Terkait tak adanya kursi dan meja belajar diruang kelas tersebut memang benar, karena sebelumnya ada 4 kelas yang lulus dan saat penerimaan siswa baru melebihi yang lulus sehingga terbagi menjadi 5 kelas. “Memang ini lebih 1 kelas karena yang masuk banyak. Kursi itu sudah ada hanya belum di distribusikan kesini karena ada beberap
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 06/12/2017
Berita
Hasil Cek Fakta
“Potret Pendidikan di Berau”
.
Tak ada kursi tak ada meja, beginilah nasib pelajar kelas VII, SMPN 12 Berau yang ada di Kampung Tepian Buah, Kecamatan Segah. Sudah hampir 6 bulan murid di SMP ini harus belajar dengan beralaskan lantai, ada kursi namun jumlahnya sangat terbatas, itupun tak memiliki meja. .
.
.
Dari informasi yang di himpun, meski sudah berupaya meminta penyediaan kursi dan meja kepada pihak Dinas Pendidikan, namun hingga sampai saat ini belum mendapatkan respon, bahkan upaya meminta bantuan kepada pihak perusahaan swasta yang ada di sekitar kampung tak juga mendapatkan respon.”.
.
Tak ada kursi tak ada meja, beginilah nasib pelajar kelas VII, SMPN 12 Berau yang ada di Kampung Tepian Buah, Kecamatan Segah. Sudah hampir 6 bulan murid di SMP ini harus belajar dengan beralaskan lantai, ada kursi namun jumlahnya sangat terbatas, itupun tak memiliki meja. .
.
.
Dari informasi yang di himpun, meski sudah berupaya meminta penyediaan kursi dan meja kepada pihak Dinas Pendidikan, namun hingga sampai saat ini belum mendapatkan respon, bahkan upaya meminta bantuan kepada pihak perusahaan swasta yang ada di sekitar kampung tak juga mendapatkan respon.”.

