(GFD-2026-34689) [SALAH] Jokowi Dinobatkan Jadi Salah Satu Alumni Terbaik UGM

Sumber: Facebook.com
Tanggal publish: 26/05/2026

Berita

Beredar unggahan foto [arsip] dari akun Facebook “Herman Syachh” pada Selasa (10/5/2026). Unggahan beserta narasi :

“BERITA PERTAMA

JOKOWI DINOBATKAN MENJADI SALAH SATU ALUMNI TERBAIK UNIVERSITAS GAJAH MADA

MASIH AJA ADA YANG GAK PERCAYA IJAZAHNYA”

Hingga Selasa (26/5/2026) unggahan telah mendapatkan 366 tanda suka, 489 komentar dan telah dibagikan ulang 4 kali.

Hasil Cek Fakta

Tim pemeriksa fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Jokowi dinobatkan jadi alumni terbaik UGM” ke mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan publikasi resmi dari Universitas Gajah Mada (UGM) terkait penobatan Jokowi sebagai salah satu alumni terbaik.

Penelusuran justru mengarah ke pemberitaan tvonenews.com “Jokowi Dinobatkan Sebagai Alumnus UGM Paling Memalukan oleh BEM KM UGM, Banner Besar Terpampang di Kampus” yang tayang Sabtu (9/12/2023). Dalam aksi tersebut, mahasiswa memberikan predikat simbolik “alumnus UGM paling memalukan” kepada Jokowi sebagai bentuk kritik terhadap kondisi demokrasi dan dinamika politik nasional saat itu. 

Dilansir dari suara.com, Ketua BEM KM UGM Gielbran Muhammad Noor secara simbolik menyerahkan sertifikat bertuliskan “alumnus UGM paling memalukan” kepada sosok yang mengenakan topeng Jokowi dalam acara di Bundaran UGM.  

Sementara itu, foto dalam unggahan akun Facebook “Herman Syachh” berasal dari pemberitaan harianjogja.com. Foto tersebut merupakan momen Presiden ke-7 Joko Widodo ditemui seusai menghadiri Rapat Senat Terbuka Fakultas Kehutanan UGM Dies Natalis pada Jumat (17/10/2025) di Auditorium Fakultas Kehutanan UGM. 

Sepanjang penelusuran tidak ditemukan pernyataan resmi yang menyebut Jokowi dinobatkan sebagai salah satu alumni terbaik UGM.

Kesimpulan

Faktanya, tidak ditemukan pernyataan resmi yang menyebut Jokowi dinobatkan sebagai salah satu alumni terbaik UGM. Unggahan dengan klaim “Jokowi dinobatkan jadi salah satu alumni terbaik UGM” adalah konten palsu (fabricated content).

Rujukan