(GFD-2026-35018) Salah, Pfizer Rilis Daftar Efek Samping Vaksin Covid-19

Sumber:
Tanggal publish: 04/06/2026

Berita

tirto.id - Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengklaim bahwa Pfizer secara resmi baru saja menerbitkan daftar efek samping yang diperkirakan dari vaksin Covid-19. Pengunggah mengklaim bahwa hal itu termasuk tindakan kriminal.

Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Key Vanora Mauriska Noerhayadi” (arsip), pada Kamis (14/05/2026). Di dalam unggahan tersebut terlihat gambar botol vaksin Covid-19 dan ilustrasi janin.

let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

“TEMAN-TEMAN SAYA! INI RESMI! PFIZER BARU SAJA MENERBITKAN DAFTAR EFEK SAMPING YANG MUNGKIN, DARI "VAKSIN COVID" NYA! INI KRIMINAL!

let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

#gpt-inline3-passback{text-align:center;}

1) Pembekuan darah,

let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

#gpt-inline4-passback{text-align:center;}

2) Cedera ginjal akut,

3) Myelitis flaccid akut,

4) Antibodi anti-sperma positif,

5) Embolisme batang otak,

6) Trombosis batang otak,

7) Gagal jantung (ratusan kasus),

😎 Gagal jantung,

9) Trombosis ventrikel jantung...

10) Syok kardiogenik,

11) Vaskulitis sistem saraf pusat,

12) Kematian neonatal,

13) Trombosis vena dalam,

14) Ensefalitis batang otak,

15) Ensefalitis hemoragik,

16) Epilepsi lobus frontal,

17) Psikosis epilepsi,

18) Kelumpuhan wajah,

19) Sindrom kesusahan janin,

20) Amiloidosis gastrointestinal,

21) Kejang tonik-klonik umum,

22) Ensefalopati Hashimoto,

23) Trombosis vena hati,

24) Reaktivasi herpes zoster,

25) * Reaktivasi kanker...

26) Kanker turbo,

27) Hepatitis imun-dimediasi,

28) Penyakit paru interstisial,

29) Embolisme vena jugularis,

30) Epilepsi mioklonik remaja,

31) Kerusakan hati,

32) Berat lahir rendah,

34) Sindrom inflamasi multisistem pada anak-anak,

35) Miokarditis,

36) Kejang neonatal,

37) Pankreatitis,

38) Pneumonia,

39) Kematian janin,

40) Takikardia,

41) Epilepsi lobus temporal,

43) Autoimunitas testis,

44) Stroke trombotik,

45) Diabetes mellitus tipe 1,

46) Trombosis vena neonatal,

47) Trombosis arteri vertebral,

48) Perikarditis,

49) Sindrom kematian bayi mendadak.

AKIBAT SERIUS dari apa yang disebut vaksin yang tidak melindungi baik terhadap penyakit, maupun penularannya, maupun bentuk-bentuk parahnya!

"Saya dihina, disebut sebagai teori konspirasi yang berbahaya, saya kehilangan teman-teman karena mengatakan bahwa, untuk obat apa pun, ada efek samping, karena dengan keras menyatakan bahwa vaksin yang disebut, yang membunuh lebih banyak daripada penyakit, tidak ada alasan untuk digunakan atau dibuat wajib.

Saya kehilangan pekerjaan saya sebagai ahli bedah karena itu!" Dokter RESIMONT.” Demikian narasi yang tertulis dalam keterangan unggahan.

Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (03/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 5 likes.

Lantas, benarkah daftar tersebut merupakan efek samping vaksin Covid-19?

Baca juga:Hoaks, Video Penyanyi Alami Kematian Mendadak Setelah Vaksin

Periksa Fakta Efek vaksin Covid Pfizer. foto/Hotline periksa fakta tirto

Hasil Cek Fakta

Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Daftar resmi efek samping vaksin Covid-19” pada mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman National Library of Medicine yang menunjukkan bahwa hasil penelitian tidak menemukan bahwa vaksin menyebabkan penyakit baru seperti hantavirus. Efek samping yang dilaporkan merupakan reaksi umum pasca vaksinasi, seperti nyeri pada lengan, demam, kelelahan, dan sakit kepala.

Penelitian tersebut dilakukan terhadap 832 penerima dosis pertama vaksin AstraZeneca di Ethiopia. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa 96,3% responden mengalami, setidaknya, satu efek samping setelah vaksinasi. Efek samping yang paling sering dilaporkan adalah nyeri di lokasi suntikan, kelelahan, demam, dan sakit kepala.

Efek samping lebih banyak ditemukan pada laki-laki, kelompok usia 50–60 tahun, dan individu dengan penyakit penyerta. Gejala umumnya muncul dalam 12–17 jam setelah vaksinasi dan berlangsung sekitar dua hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efek samping vaksin AstraZeneca umumnya bersifat ringan dan sementara sebagai respons normal tubuh terhadap vaksin.

“This study was the first study conducted in Ethiopia that tried to assess gender and age disparities in adverse effects following the AstraZeneca COVID-19 vaccine among the population in Eastern Ethiopia. In the study, commonly reported adverse effects by participants were local pain at the injection site, fatigue, fever, and headache.” Begitu dikutip dalam laman PMC.

Sementara itu, efek samping yang diklaim dalam unggahan Facebook tersebut memang sesuai dengan daftar dari dokumen Pfizer tahun 2021. Dokumen tersebut mencantumkan semua efek samping yang dilaporkan dan dicatat setelah vaksinasi, di samping daftar masalah medis yang telah ditentukan sebelumnya yang secara teoritis dapat dikaitkan dengan vaksinasi.

Daftar efek samping yang beredar di media sosial tersebut telah disalahartikan sebagai daftar efek samping akibat vaksin COVID-19 Pfizer. Padahal, daftar tersebut hanya berisi laporan dugaan kejadian medis yang muncul setelah vaksinasi dan bukan bukti bahwa vaksin menjadi penyebabnya. Badan Obat dan Alat Kesehatan Kroasia (HALMED) menegaskan bahwa setiap kejadian yang terjadi setelah vaksinasi tidak serta-merta disebabkan oleh vaksin.

“Information about reports of suspected side effects does not mean that the medicine or active substance causes the observed effect or that it is unsafe for use. Only a thorough review and scientific assessment of all available data allows for conclusions to be drawn about the benefits and risks of a medicine.” Begitu dikutip AFP.

Laman AFP Fact Check, menyebutkan bahwa vaksin Covid-19 Pfizer dianggap aman dan efektif oleh otoritas kesehatan. Kesimpulan ini berasal dari hasil analisis data yang dikumpulkan, dari miliaran suntikan yang diberikan di seluruh dunia.

Pada Februari 2025, beredar klaim yang menyebut daftar rilis oleh Pfizer yang menunjukkan efek samping berbahaya dari vaksin tersebut. Namun, klaim tersebut salah. Kondisi dan penyakit dalam daftar tersebut berbeda dari efek samping yang mungkin terjadi yang telah dicatat oleh regulator.

Badan Pengawas obat-obatan Eropa mengatakan kepada AFP Fact Check bahwa keamanan vaksin terus dipantau dan informasi diperbarui secara berkala dengan temuan para ahli. Pfizer sendiri telah membantah merilis daftar tersebut dan mengatakan bahwa daftar itu tidak mencerminkan kemanjuran dan keamanan vaksin yang telah terbukti. Jadi, klaim bahwa Pfizer merilis daftar efek samping baru vaksin COVID-19 yang mencakup henti jantung, kematian mendadak, kematian bayi baru lahir, stroke, diabetes, atau psikosis epileptik adalah keliru.

Otoritas kesehatan seperti European Medicines Agency (EMA) dan badan regulator obat nasional terus memantau keamanan vaksin melalui laporan berkala dan investigasi sinyal keamanan. Hingga pembaruan keamanan terbaru, EMA menyatakan bahwa manfaat vaksin Comirnaty tetap lebih besar daripada risikonya dan tidak menemukan bukti baru yang menunjukkan adanya efek samping serius seperti yang diklaim dalam unggahan viral. Pfizer juga menegaskan bahwa daftar tersebut bukan publikasi resmi perusahaan dan tidak mencerminkan profil keamanan vaksin yang telah ditetapkan.

“Pfizer did not publish this list, which does not reflect the established efficacy and safety profile of the vaccine,” begitu keterangan seorang juru bicara perusahaan mengatakan kepada AFP Fact Check melalui email.

Sebagian besar efek samping yang diketahui bersifat ringan dan berlangsung singkat. Efek samping serius mungkin terjadi, tetapi sangat jarang. Kematian hanya dilaporkan dalam beberapa kasus langka.

“The vast majority of known side effects are mild and short-lived. Serious side effects may occur, but they are very rare. Fatal outcomes have been reported in very few of these rare cases,” begitu sebagaimana dikutip dalam Ema.

Dengan demikian, klaim yang menyebutkan Pfizer merilis daftar efek samping Covid-19 adalah tidak benar dan tidak didukung oleh fakta ilmiah.

Baca juga:Tidak Benar, Bill Gates Sebut Vaksin untuk Mengurangi Penduduk

Kesimpulan

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa unggahan yang mengklaim Pfizer merilis daftar efek samping vaksin Covid-19 bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

Pfizer membantah klaim bahwa mereka baru saja merilis daftar rahasia berisi ribuan efek samping mematikan dari vaksin COVID-19. Sebagian besar efek samping yang dilaporkan bersifat ringan, namun terdapat beberapa kondisi serius yang sangat jarang terjadi.

Dokumen yang beredar tersebut sebenarnya merupakan kumpulan laporan pengawasan keamanan rutin (surveilans pasca-pemasaran) yang mencatat seluruh kejadian medis yang dilaporkan masyarakat setelah menerima suntikan. Laporan tersebut tidak membuktikan bahwa semua kondisi di dalamnya disebabkan langsung oleh vaksin Pfizer.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Rujukan