(GFD-2020-3875) Warga Lubeg Positif Corona, Kadinkes: Dia Karyawan Toko di Pasar Raya Padang

Sumber: Media Online
Tanggal publish: 29/04/2020

Berita

Pekerja Toko Seroja Padang terkena virus covid-19

Covesia.com - Seorang pedagang di Pasar Raya Padang Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dinyatakan positif terinfeksi virus corona baru atau Covid-19, pekan lalu.

Hari ini, Jumat (17/4/2020), viral sebuah video melalui pesan berantai di percakapan Whatsapp.

Di dalam video itu, seorang laki-laki, yang kemungkinan pengambil video, mengatakan ada seorang pasien positif Covid-19 di Kelurahan Lubuk Begalung Kota Padang yang dijemput tim medis.

Di dalam video itu, lelaki tersebut bercakap dengan seorang ibu di tepi jalan yang juga ikut menyaksikan proses evakuasi pasien. Di dalam video, ibu tersebut mengatakan pasien yang bersangkutan adalah pegawai di sebuah toko di Pasar Raya Padang.

Berdasarkan percakapan lelaki pengambil video itu dengan seorang ibu tersebut, diketahui bahwa pasien itu adalah pegawai di sebuah toko kain di Pasar Raya Padang.

Berdasarkan video yang beredar tersebut, Covesia mencoba mengklarifikasi kepada Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal bahwa pada hari ini terjadi penambahan tiga pasien positif Covid-19 di Kota Padang.

Salah satu pasien tersebut berjenis kelamin laki-laki (57) berkerja sebagai karyawan toko.

Berdasarkan data di situs https://dinkes.padang.go.id, salah seorang warga Kota Padang yang dinyatakan positif Covid-19 pada hari ini adalah warga Kelurahan Lubuk Begalung Kota Padang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani membenarkan warga Kelurahan Lubuk Begalung yang dinyatakan positif Covid-19 pada hari ini adalah karyawan dari toko milik pedagang yang sebelumnya positif Covid-19 pada Sabtu, 11 April 2020 lalu.

"Ya," ujarnya saat dikonfirmasi oleh Covesia via telepon.

Dia menuturkan pegawai toko yang positif Covid-19 itu awalnya diisolasi mandiri di rumahnya, dan rencananya dikarantina di Balpekes Padang.

Feri enggan menjawab berapa jumlah orang yang pernah kontak erat dengan pedagang di Pasar Raya yang dinyatakan positif Covid-19.

"Yang jelas, men-tracing itu adalah tugas kami, bukan tugas wartawan," imbuhnya.

Sebenarnya, saat konferensi pers daring bersama rekan-rekan wartawan yang digelar Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Sumbar via Zoom, Minggu, 12 April 2020, malam, Feri telah memberikan imbauan.

Dia meminta masyarakat yang pernah ke Pasar Raya Padang dalam waktu semingu sebelum pengumuman kasus pedagang positif corona, dan mengalami gejala batuk, demam, atau sesak napas untuk melapor ke Dinkes atau Puskesmas setempat.

Hasil Cek Fakta

Hari ini, Covesia mencoba mengkonfrontasi Feri bahwa positif Covid-19 itu ada dua kemungkinan, yakni bergejala dan tanpa gejala.

Minggu lalu, Dinkes hanya memberikan imbauan kepada masyarakat yang mengalami gejala. Lalu, bagaimana dengan warga yang pernah ke Pasar Raya Padang dan tidak memiliki gejala batuk, demam, atau sesak napas?

"Kita fokus dulu (menangani kontak erat) yang bergejala," jawabnya.

(fkh)

Rujukan