KOMPAS.com - Hingga Sabtu (11/7/2020) siang, tercatat lebih dari 12,6 juta orang dari 213 negara terinfeksi Covid-19. Dari jumlah tersebut, 562.888 orang meninggal dunia dan 7.366.488 di antaranya sembuh. Dengan memahami bagaimana virus corona jenis SARS-CoV-2 menyebar, kita dapat mengambil langkah yang tepat untuk terhindar dari infeksi Covid-19. Dilansir WebMD, para ahli percaya bahwa virus corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 menyebar terutama dari manusia ke manusia.
Penyebaran virus corona sebenarnya lewat apa ya pak? Byk info berseliweran macam2
(GFD-2020-4348) Virus Corona Menyebar di Udara, Kenali Rute Lain Penularan Covid-19
Sumber:Tanggal publish: 14/07/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Ada beberapa rute penularan yang bisa terjadi yang sudah diketahui hingga saat ini, yakni:
1. Droplet atau aerosol Saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, berbicara, dan menguap, droplet (tetesan) dan partikel kecil yang disebut aerosol dapat membawa virus ke udara dari hidung atau mulut mereka. Siapapun yang berjarak sekitar dua meter dari ornag yang terinfeksi, droplet atau aerosol yang terinfeksi dapat masuk ke tubuh dan menginfeksi orang lain. Laporan terbaru WHO juga melihat kemungkinan virus ditularkan dari ibu ke anak.
2. Transmisi melalui udara atau airborne Kemarin Jumat (10/7/2020), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi mengonfirmasi bahwa virus corona dapat berada di udara atau airborne. Dalam rilis resmi berisi 10 halaman yang dapat dibaca di sini, penularan melalui udara didefinisikan sebagai penyebaran agen penularan yang disebabkan oleh tetesan nukleus (aerosol). Aerosol adalah tetesan pernafasan yang sangat kecil sehingga dapat menempel di udara selama tiga jam dan dalam jarak jauh. Penularan SARS-CoV-2 melalui udara dapat terjadi ketika petugas medis melakukan prosedur seperti memasukkan tabung pernapasan ke pasien. Namun dalam pernyataan terbaru WHO, penularan di udara juga dapat terjadi di dalam ruangan tertutup yang dipadati banyak orang dan memiliki ventilasi buruk. Perhitungan fisika dari udara yang dihembuskan dan aliran udara di dalam ruangan menghasilkan hipotesis tentang kemungkinan mekanisme transmisi SARS-CoV-2 melalui aerosol. Dengan demikian, saat seseorang menghirup aerosol yang mengandung virus SARS-CoV-2, dia akan terinfeksi Covid-19. Namun, berapa banyak proporsi droplet yang dapat menghasilkan aerosol tidak diketahui. Begitu pun dengan dosis SARS-CoV-2 di dalam aerosol yang dapat menyebabkan infeksi. Ini masih perlu studi lebih lanjut.
3. Penularan melalui benda atau permukaan Cara lain terinfeksi virus corona SARS-CoV-2 adalah saat Anda menyentuh permukaan atau benda-benda yang terkontaminasi virus. Benda-benda dapat terkontaminasi bila seseorang yang terinfeksi Covid-19 batuk atau bersin dan ditutup dengan tangan, kemudian tangan itu menyentuh benda-benda. Nah, saat benda yang terkontaminasi disentuh orang lain dan kemudian menyentuh hidung, mulut, atau mata, virus ini akan menginfeksi orang lain. Virus dapat bertahan di permukaan seperti plastik dan stainless steel selama dua sampai tiga hari. Untuk mencegah penularan dengan rute ini, bersihkan dan seringlah menyemprot cairan disinfeksi ke semua permukaan beberapa kali sehari.
1. Droplet atau aerosol Saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, berbicara, dan menguap, droplet (tetesan) dan partikel kecil yang disebut aerosol dapat membawa virus ke udara dari hidung atau mulut mereka. Siapapun yang berjarak sekitar dua meter dari ornag yang terinfeksi, droplet atau aerosol yang terinfeksi dapat masuk ke tubuh dan menginfeksi orang lain. Laporan terbaru WHO juga melihat kemungkinan virus ditularkan dari ibu ke anak.
2. Transmisi melalui udara atau airborne Kemarin Jumat (10/7/2020), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi mengonfirmasi bahwa virus corona dapat berada di udara atau airborne. Dalam rilis resmi berisi 10 halaman yang dapat dibaca di sini, penularan melalui udara didefinisikan sebagai penyebaran agen penularan yang disebabkan oleh tetesan nukleus (aerosol). Aerosol adalah tetesan pernafasan yang sangat kecil sehingga dapat menempel di udara selama tiga jam dan dalam jarak jauh. Penularan SARS-CoV-2 melalui udara dapat terjadi ketika petugas medis melakukan prosedur seperti memasukkan tabung pernapasan ke pasien. Namun dalam pernyataan terbaru WHO, penularan di udara juga dapat terjadi di dalam ruangan tertutup yang dipadati banyak orang dan memiliki ventilasi buruk. Perhitungan fisika dari udara yang dihembuskan dan aliran udara di dalam ruangan menghasilkan hipotesis tentang kemungkinan mekanisme transmisi SARS-CoV-2 melalui aerosol. Dengan demikian, saat seseorang menghirup aerosol yang mengandung virus SARS-CoV-2, dia akan terinfeksi Covid-19. Namun, berapa banyak proporsi droplet yang dapat menghasilkan aerosol tidak diketahui. Begitu pun dengan dosis SARS-CoV-2 di dalam aerosol yang dapat menyebabkan infeksi. Ini masih perlu studi lebih lanjut.
3. Penularan melalui benda atau permukaan Cara lain terinfeksi virus corona SARS-CoV-2 adalah saat Anda menyentuh permukaan atau benda-benda yang terkontaminasi virus. Benda-benda dapat terkontaminasi bila seseorang yang terinfeksi Covid-19 batuk atau bersin dan ditutup dengan tangan, kemudian tangan itu menyentuh benda-benda. Nah, saat benda yang terkontaminasi disentuh orang lain dan kemudian menyentuh hidung, mulut, atau mata, virus ini akan menginfeksi orang lain. Virus dapat bertahan di permukaan seperti plastik dan stainless steel selama dua sampai tiga hari. Untuk mencegah penularan dengan rute ini, bersihkan dan seringlah menyemprot cairan disinfeksi ke semua permukaan beberapa kali sehari.