Terkait covid-19 apa benar ada pasien di rshs bandung yg meninggal pada 19 maret 2020 karena virus tersebut. Pasien bernama Deddy Junaedi laki-laki umur 52 tahun.
Pesan audio di group wa yang berisi daerah zona merah atau red zone covid 19 di seputar jalan atau daerah RSHS rumah sakit hasan sadikin bandung hoax???
Info tentang ada wakil pendeta gereja meninggal dunia di RSHS Bandung karena COVID19 apakah itu benar? Dan beliau tinggal di cihanjuang cimahi
Gaiiss... Wakil pdt gereja kami barusan diinfokan meninggal dunia di RSHS covid.19 bbrp hr yg lalu plg dr JKt, dan beliau tinggal di Cihanjuang Cimahi 😔😔
(GFD-2020-4429) Cek Fakta: Klaim Pesan Suara soal Kondisi RS Hasan Sadikin Bandung Tidak Terbukti
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 24/07/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar viral yang mengklaim kondisi Rumah Sakit Hasan Sadikin yang semakin parah akibat Covid-19, dengan menghubungi pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.
Direktur Utama Rumah Sakit Hasan Sadikin Rina Susana Dewi mengatakan, informasi yang ada dalam pesan suara yang viral tersebut tidak benar.
"Tidak benar ada residen Anestesi yang meninggal karena Covid-19. Sampai saat ini tidak ada petugas kesehatan yang diisolasi, dan tidak ada 5 yang suspek," kata Rina.
Menurutnya, Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung telah memberlakukan pengolahan higienis sanitasi yang sesuai dengan standar, sehingga keamanan dan kesehatan petugas dan masyarkat di lingkungan Rumah Sakit Hasan Sadikin terjamin.
"Adapun bagi petugas kesehatan yang kontak erat dengan pasien positif sesuai pedoman pencegahan dan penanggulangan COVID-19 Kementerian Kesehatan, mereka tergolong dalam ODP (orang dalam pemantauan) yang dijamin dan dipantau kesehatannya oleh manajemen RSHS. 10 orang petugas kesehatan telah di tes Covid-19 dan seluruhnya negatif," papar Rina.
Terkait pasien terkonfirmasi positif COVID-19, Rina sudah menyampaikanya ke media masa. "Terkait pasien Covid-19 yang meninggal, sebagaimana karakteristik pasien positif yang meninggal di rumah sakit lain, pasien di RSHS meninggal disebabkan adanya penyakit penyerta," tutup Rina.
Pihak RS Hasan Sadikin juga mengunggah bantahan atas kabar yang viral di situs resminya dan akun instagram.
Direktur Utama Rumah Sakit Hasan Sadikin Rina Susana Dewi mengatakan, informasi yang ada dalam pesan suara yang viral tersebut tidak benar.
"Tidak benar ada residen Anestesi yang meninggal karena Covid-19. Sampai saat ini tidak ada petugas kesehatan yang diisolasi, dan tidak ada 5 yang suspek," kata Rina.
Menurutnya, Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung telah memberlakukan pengolahan higienis sanitasi yang sesuai dengan standar, sehingga keamanan dan kesehatan petugas dan masyarkat di lingkungan Rumah Sakit Hasan Sadikin terjamin.
"Adapun bagi petugas kesehatan yang kontak erat dengan pasien positif sesuai pedoman pencegahan dan penanggulangan COVID-19 Kementerian Kesehatan, mereka tergolong dalam ODP (orang dalam pemantauan) yang dijamin dan dipantau kesehatannya oleh manajemen RSHS. 10 orang petugas kesehatan telah di tes Covid-19 dan seluruhnya negatif," papar Rina.
Terkait pasien terkonfirmasi positif COVID-19, Rina sudah menyampaikanya ke media masa. "Terkait pasien Covid-19 yang meninggal, sebagaimana karakteristik pasien positif yang meninggal di rumah sakit lain, pasien di RSHS meninggal disebabkan adanya penyakit penyerta," tutup Rina.
Pihak RS Hasan Sadikin juga mengunggah bantahan atas kabar yang viral di situs resminya dan akun instagram.
Kesimpulan
Klaim dalam pesan suara kondisi Rumah Sakit Hasan Sadikin semakin parah akibat Covid-19 dibantah Direktur Utama Rumah Sakit Hasan Sadikin, Rina Susana Dewi.
Ia menyatakan, sampai saat ini tidak ada petugas kesehatan yang diisolasi, dan tidak benar ada lima dari mereka yang suspect.
Sejauh ini, tak ada bukti sahih yang menguatkan klaim dalam pesan suara seseorang yang mengaku sebagai Intan.
Ia menyatakan, sampai saat ini tidak ada petugas kesehatan yang diisolasi, dan tidak benar ada lima dari mereka yang suspect.
Sejauh ini, tak ada bukti sahih yang menguatkan klaim dalam pesan suara seseorang yang mengaku sebagai Intan.