(GFD-2022-10993) Cek Fakta: Tidak Benar Vaksin COVID-19 Mengandung Microchip dan Robot Berukuran Sel
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 23/11/2022
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang vaksin COVID-19 mengandung microchip dan robot berukuran sel beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 13 November 2022.
Akun Facebook tersebut mengunggah narasi bahwa microchip dan robot berukuran sel ditemukan dalam kandungan vaksin COVID-19.
"MICROCHIP
Robot berukuran sel itu juga ditemukan dalam vaxx C19 baru.
Nanoteknology yang seukuran sel ini merespons sinyal RF (5G), mengumpulkan dan mengirimkan data. Robot berukuran sel tersebut tidak memerlukan daya apapun, sangat kecil sehingga hanya bekerja dari frekuensi magnetik RF," tulis salah satu akun Facebook.
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 6 kali ditonton dan mendapat beberapa respons dari warganet.
Benarkah vaksin COVID-19 mengandung microchip dan robot berukuran sel? Berikut penelusurannya.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim bahwa vaksin COVID-19 mengandung microchip dan robot berukuran sel. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "vaccine nano robot and microchip" di kolom pencarian Google Search.
Hasilnya terdapat beberapa artikel yang membantah klaim tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "This video shows an experiment with frog cells, not vaccines" yang dilansir situs factcheck.afp.com pada 24 Desember 2021.
Dalam artikel tersebut disebutkan bahwa tidak ada robot berukuran sel dalam vaksin COVID-19. Hal ini disampaikan oleh Profesor Teknik Biomedis dari Universitas Boston, Catherine Klappercih.
Menurut Catherine, pembuatan vaksin COVID-19 memanfaatkan nanoteknologi lebih tepatnya disebut nano lipid. Namun, ia menyesalkan bahwa kata nanoteknologi telah disalahartikan dari waktu ke waktu untuk menyatakan bahwa ada semacam komponen hidup aktif yang akan masuk ke tubuh seperti robot kecil, berbaris dan melakukan hal-hal jahat.
"Tapi sebenarnya, kata 'nanoteknologi' hanya berarti bahwa ini adalah teknologi atau bahan yang berskala nanometer, dan hanya itu. Ini (gelembung lemak kecil yang disebut partikel nano lipid yang digunakan dalam vaksin mRNA) sebenarnya adalah bahan yang sangat pasif. Itu lipid," tutur Catherine.
"Tidak ada yang mekanis, tidak ada yang elektrik, tidak ada yang bersifat magnetis. Tanpa lipid, sangat sedikit mRNA yang akan masuk ke dalam sel dan respons imun tidak akan terlalu kuat," tambah Catherine.
Kesimpulan
Klaim vaksin COVID-19 mengandung microchip dan robot berukuran sel ternyata tidak benar. Faktanya, partikel nano dalam vaksin COVID-19, tidak berisi microchip dan robot berukuran sel. Partikel nano dalam vaksin berfungsi sebagai pengirim untuk melindungi mRNA saat vaksin disuntikkan ke tubuh.