(GFD-2025-26205) [HOAKS] TNI Jemput Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia untuk Antisipasi Serangan

Sumber:
Tanggal publish: 17/03/2025

Berita

KOMPAS.com - Tentara Nasional Indonesia (TNI) disebut mempersiapkan 20.000 personel untuk menjemput pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia.

Menurut narasi yang disebarkan di Facebook, penjemputan PMI itu dalam rangka mengantisipasi apabila Malaysia melancarkan serangan.

Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.

Narasi TNI akan menjemput PMI dari Malaysia untuk mengantisipasi apabila terjadi serangan dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

Berikut narasi yang dibagikan:

TNI Siap Jemput TKI Dari Malaysia

Narasi tersebut disertai video dengan penuturan narator sebagai berikut:

Pemerintah akan kerahkan TNI besar-besaran untuk mengantisipasi apabila terjadi serangan dari Malaysia. Saat ini disampaikan bahwa banyak buruh migran dari Malaysia akan kembali ke Indonesia.

Hasil Cek Fakta

Setelah dicermati, narasi video tersebut mirip dengan isi pemberitaan CNBC Indonesia, 3 April 2020. Artikel itu berjudul "Urus TKI Pulang dari Malaysia, TNI Siapkan 20.000 Personel".

Kesamaan dapat ditemukan pada bagian kutipan langsung pernyataan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I, Laksamana Madya TNI Yudo Margono.

"Saat ini disampaikan bahwa banyak (buruh) migran dari Malaysia akan kembali ke Indonesia. Sudah dikoordinir untuk pelaksanaan pemulangan. Dari Kemenko Maritim akan ada 20 ribu personil," kata Yudo dalam pemberitaan CNBC Indonesia.

Pada 2020, TNI memang mempersiapkan 20.000 personel untuk menjemput PMI dari Malaysia. Namun, penjemputan itu bukan untuk mengantisipasi adanya serangan.

Sebagaimana diberitakan Antara, 3 April 2020, TNI mengerahkan kapal perang untuk menjemput para PMI yang pulang dari Malaysia menyusul kebijakan karantina wilayah Negeri Jiran itu sebagai antisipasi penyebaran Covid-19.

Sedikitnya 35.000 PMI pulang dari Malaysia melalui berbagai pelabuhan di Kepri. Para pekerja migran itu akan dipulangkan ke Pulau Jawa dan Sulawesi menggunakan KRI Semarang.

Kesimpulan

Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi TNI akan menjemput PMI dari Malaysia untuk mengantisipasi apabila terjadi serangan adalah hoaks.

Pada 2020, TNI memang mempersiapkan 20.000 personel untuk menjemput PMI yang pulang dari Malaysia. Namun, penjemputan itu bukan untuk mengantisipasi adanya serangan.

Rujukan