(GFD-2025-26237) [HOAKS] Zat dalam Pembalut Dapat Memicu Gangguan Hormon dan Kanker

Sumber:
Tanggal publish: 19/03/2025

Berita

KOMPAS.com - Di media sosial beredar narasi mengenai zat kimia berbahaya yang terdapat dalam pembalut wanita.

Terdapat zat klorin, phthalates, dan BPA yang diklaim dapat memicu gangguan hormon dan kanker.

Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau merupakan hoaks.

Narasi mengenai zat dalam pembalut menyebabkan gangguan hormon dan kanker disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 7 Maret 2025:

Ya Allah!!

Ternyata beberapa pembalut mengandung bahan pemicu gangguan Hormon bahkan ber3siko k4nk3r

Kerja BPOM apaan sihh

akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, 7 Maret 2025, mengenai zat dalam pembalut menyebabkan gangguan hormon dan kanker.

Hasil Cek Fakta

Berdasarkan Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009, pembalut wanita tergolong alat kesehatan dengan risiko rendah.

Sehingga, setiap produk pembalut wanita yang beredar di pasaran wajib memiliki izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Setiap produk yang mendapat izin edar telah melalui proses evaluasi untuk memastikan bahwa produk tersebut telah memenuhi standar keamanan dan mutu.

Dilansir lama Satu Sehat, izin edar Kemenkes mewajibkan setiap pembalut harus memenuhi standar, termasuk tidak berfluoresensi kuat.

SNI mensyaratkan hasil uji fluoresensi untuk mengecek ada tidaknya kandungan chlorine dalam pembalut.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Aji Muhawarman menginformasikan, setiap tahunnya pemerintah rutin melakukan pengawasan terhadap seluruh produk, produsen, dan distributor alat kesehatan.

"Untuk produk alat kesehatan yang beredar, pemerintah juga melakukan pemastian mutu dalam bentuk pengujian laboratorium," kata Aji melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (18/3/2025).

Masyarakat dapat mengecek izin edar alat kesehatan di laman www.infoalkes.kemkes.go.id atau melalui aplikasi Alkes Mobile.

"Jika terdapat kekhawatiran terkait keamanan produk pembalut wanita, sebaiknya merujuk pada sumber resmi seperti kanal resmi Kementerian Kesehatan guna memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya," imbau Aji.

Berikut hasil pengecekan izin edar dari beberapa produk pembalut wanita di laman info alat kesehatan Kemenkes.

Kesimpulan

Narasi mengenai zat dalam pembalut menyebabkan gangguan hormon dan kanker merupakan hoaks.

Produk pembalut wanita yang beredar di Indonesia tergolong alat kesehatan risiko rendah yang harus mendapat izin edar dari Kemenkes.

Masyarakat dapat mengecek izin edar suatu produk di laman Kemenkes atau aplikasi Alkes Mobile.

Kemenkes menyatakan produk yang terdaftar dan mendapat izin edar dipastikan aman.

Rujukan