Jakarta (ANTARA/JACX) – Beredar tangkapan layar percakapan WhatsApp yang menampilkan sebuah nomor yang menggunakan nama serta foto profil dengan atribut kejaksaan.
Dalam pesan tersebut, pengirim menyapa penerima pesan dan memperkenalkan diri seolah-olah sebagai pejabat atau pegawai di lingkungan kejaksaan. Isi pesan tersebut memberi kesan bahwa pengirim merupakan pihak resmi dari institusi kejaksaan.
Tampilan kontak yang menggunakan nama dan atribut menyerupai pejabat kejaksaan tersebut berpotensi membuat penerima pesan percaya bahwa nomor tersebut benar berasal dari pihak kejaksaan.
Waspada whatsapp mengatasnamakan pejabat atau pegawai kejaksaan
Sumber:Tanggal publish: 16/03/2026
Berita
Hasil Cek Fakta
Faktanya, informasi tersebut tidak benar. Kejaksaan Negeri Brebes menyatakan bahwa nomor WhatsApp yang beredar dan mengatasnamakan pejabat atau pegawai kejaksaan tersebut bukan milik pihak resmi Kejaksaan Negeri Brebes.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Kejaksaan juga menegaskan bahwa institusi kejaksaan tidak pernah meminta uang, bantuan, maupun data pribadi kepada masyarakat melalui WhatsApp.
Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak merespons pesan dari nomor yang mencurigakan, tidak memberikan data pribadi, serta tidak melakukan transaksi dalam bentuk apa pun apabila menerima pesan serupa.
Masyarakat juga diimbau untuk segera mengabaikan atau memblokir nomor tersebut serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan, khususnya penipuan phishing yang kerap mengatasnamakan instansi atau pejabat tertentu.
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Kejaksaan juga menegaskan bahwa institusi kejaksaan tidak pernah meminta uang, bantuan, maupun data pribadi kepada masyarakat melalui WhatsApp.
Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak merespons pesan dari nomor yang mencurigakan, tidak memberikan data pribadi, serta tidak melakukan transaksi dalam bentuk apa pun apabila menerima pesan serupa.
Masyarakat juga diimbau untuk segera mengabaikan atau memblokir nomor tersebut serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan, khususnya penipuan phishing yang kerap mengatasnamakan instansi atau pejabat tertentu.
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
Keliru, Kabar Purbaya Gagal Jadi Gubernur Bank Indonesia
Sumber:Tanggal publish: 16/03/2026
Berita
tirto.id - Beredar di media sosial Facebook unggahan yang mengklaim Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa pernah didepak oleh DPR dan gagal menjadi Gubernur Bank Indonesia karena tidak sanggup membayar kursinya yang dijual 900 miliar oleh anggota dewan.
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Murshid 2” (arsip) pada Kamis (12/02/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar Purbaya Yudhi Sadewa bersama Puan Maharani, Ketua DPR RI saat ini, dengan latar belakang gambar yang menampilkan gedung MPR RI dan tumpukan uang kertas rupiah. Ini memperkuat narasi finansial dan politik yang diangkat pada unggahan.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Jakarta Geger! Purbaya Dulu Pernah di Depak Oleh DPR. Purbaya Gagal Jadi Gubernur Bank Indonesia Karena Kursinya Dijual 900 M Oleh Anggota Dewan! Mentri Purbaya Dikabarkan Pernah Melamar Jadi Gubernur BI Namun Usahanya Kandas Karena Nggak Sanggup Bayar. Netizen: Wow Proyek DPR Luar Biasa yaa, Untuk Jual Kursi Empuk Doang?” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (13/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan seribu tanda suka, 228 komentar, dan 64 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi reaksi percaya dari masyarakat terhadap informasi tersebut. Beberapa komentar tampak menyudutkan DPR dan mengklaim memiliki kekayaan karena menjual jabatan.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Purbaya Curhat Dimaki-maki di TikTok Imbas Rupiah Jeblok
ADVERTISEMENT
Periksa Fakta Purbaya dulu pernah didepak DPR. foto/Hotline periksa fakta tirto
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Murshid 2” (arsip) pada Kamis (12/02/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar Purbaya Yudhi Sadewa bersama Puan Maharani, Ketua DPR RI saat ini, dengan latar belakang gambar yang menampilkan gedung MPR RI dan tumpukan uang kertas rupiah. Ini memperkuat narasi finansial dan politik yang diangkat pada unggahan.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Jakarta Geger! Purbaya Dulu Pernah di Depak Oleh DPR. Purbaya Gagal Jadi Gubernur Bank Indonesia Karena Kursinya Dijual 900 M Oleh Anggota Dewan! Mentri Purbaya Dikabarkan Pernah Melamar Jadi Gubernur BI Namun Usahanya Kandas Karena Nggak Sanggup Bayar. Netizen: Wow Proyek DPR Luar Biasa yaa, Untuk Jual Kursi Empuk Doang?” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (13/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan seribu tanda suka, 228 komentar, dan 64 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi reaksi percaya dari masyarakat terhadap informasi tersebut. Beberapa komentar tampak menyudutkan DPR dan mengklaim memiliki kekayaan karena menjual jabatan.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Purbaya Curhat Dimaki-maki di TikTok Imbas Rupiah Jeblok
ADVERTISEMENT
Periksa Fakta Purbaya dulu pernah didepak DPR. foto/Hotline periksa fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Purbaya pernah gagal jadi gubernur BI karena didepak oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Kemudian, Tirto mengamati gambar yang beredar. Gambar tersebut menampilkan Purbaya dan Puan Maharani. Tirto menemukan kejanggalan visual pada gambar tersebut. Wajah Purabaya dan Puan terlihat tidak proporsional, ekspresi wajah terlihat kaku, tidak natural, dan mata tidak fokus. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).
Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam gambar. Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar tersebut memiliki probabilitas 99,9 persen sebagai hasil rekayasa AI.
Lebih lanjut, Tirto menelusuri kebenaran klaim dengan mengetikkan kata kunci “Purbaya gagal jadi gubernur Bank Indonesia” di mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman Kompas bahwa Purbaya pernah diklaim gagal untuk maju sebagai gubernur Bank Indonesia (BI) pertengahan Februari 2026. Alasannya, Purbaya mengaku tidak sanggup membayar Rp900 miliar. Menurut Kompas, narasi tersebut adalah tidak benar.
Melansir Instagram Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Keuangan, melalui akun tersebut Kemenkeu menegaskan bahwa narasi yang mengklaim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditolak menjadi Gubernur Bank Indonesia oleh Puan Maharani karena tidak bisa menyediakan uang Rp900 miliar merupakan berita tidak benar. Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Keuangan Purbaya.
Purbaya Yudhi Sadewa saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia dilantik pada 8 September 2025, dan Purbaya tidak pernah terlibat dalam transaksi untuk posisi Gubernur Bank Indonesia.
Baca juga:Defisit APBN Melonjak 342% di Februari, Ini Penjelasan Purbaya
Kemudian, Tirto mengamati gambar yang beredar. Gambar tersebut menampilkan Purbaya dan Puan Maharani. Tirto menemukan kejanggalan visual pada gambar tersebut. Wajah Purabaya dan Puan terlihat tidak proporsional, ekspresi wajah terlihat kaku, tidak natural, dan mata tidak fokus. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).
Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam gambar. Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar tersebut memiliki probabilitas 99,9 persen sebagai hasil rekayasa AI.
Lebih lanjut, Tirto menelusuri kebenaran klaim dengan mengetikkan kata kunci “Purbaya gagal jadi gubernur Bank Indonesia” di mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman Kompas bahwa Purbaya pernah diklaim gagal untuk maju sebagai gubernur Bank Indonesia (BI) pertengahan Februari 2026. Alasannya, Purbaya mengaku tidak sanggup membayar Rp900 miliar. Menurut Kompas, narasi tersebut adalah tidak benar.
Melansir Instagram Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Keuangan, melalui akun tersebut Kemenkeu menegaskan bahwa narasi yang mengklaim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditolak menjadi Gubernur Bank Indonesia oleh Puan Maharani karena tidak bisa menyediakan uang Rp900 miliar merupakan berita tidak benar. Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Keuangan Purbaya.
Purbaya Yudhi Sadewa saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia dilantik pada 8 September 2025, dan Purbaya tidak pernah terlibat dalam transaksi untuk posisi Gubernur Bank Indonesia.
Baca juga:Defisit APBN Melonjak 342% di Februari, Ini Penjelasan Purbaya
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan bahwa Purbaya gagal menjadi Gubernur Bank Indonesia karena didepak DPR RI adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).
Purbaya saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk periode 2025–2029. Purbaya tidak pernah terlibat dalam transaksi apapun untuk posisi Gubernur Bank Indonesia.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).
Purbaya saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk periode 2025–2029. Purbaya tidak pernah terlibat dalam transaksi apapun untuk posisi Gubernur Bank Indonesia.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://web.facebook.com/murshidd2/posts/pfbid0qinBA4g398ZNPj62ATqb2WDJB7BedJi73vufpztRD4a7GmADejbP7hfqbMjG117Gl?_rdc=1&_rdr#
- https://archive.ph/UYNU0
- https://tirto.id/purbaya-curhat-dimaki-maki-di-tiktok-imbas-rupiah-jeblok-hssm
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2026/03/02/155900882/infografik--hoaks-purbaya-gagal-jadi-gubernur-bi-karena-tolak-bayar-rp
- https://www.instagram.com/p/DUoeOsWk2-z/
- https://tirto.id/defisit-apbn-melonjak-342-di-februari-ini-penjelasan-purbaya-hsrR
Keliru, Kabar Purbaya Gagal Jadi Gubernur Bank Indonesia
Sumber:Tanggal publish: 16/03/2026
Berita
tirto.id - Beredar di media sosial Facebook unggahan yang mengklaim Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa pernah didepak oleh DPR dan gagal menjadi Gubernur Bank Indonesia karena tidak sanggup membayar kursinya yang dijual 900 miliar oleh anggota dewan.
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Murshid 2” (arsip) pada Kamis (12/02/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar Purbaya Yudhi Sadewa bersama Puan Maharani, Ketua DPR RI saat ini, dengan latar belakang gambar yang menampilkan gedung MPR RI dan tumpukan uang kertas rupiah. Ini memperkuat narasi finansial dan politik yang diangkat pada unggahan.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Jakarta Geger! Purbaya Dulu Pernah di Depak Oleh DPR. Purbaya Gagal Jadi Gubernur Bank Indonesia Karena Kursinya Dijual 900 M Oleh Anggota Dewan! Mentri Purbaya Dikabarkan Pernah Melamar Jadi Gubernur BI Namun Usahanya Kandas Karena Nggak Sanggup Bayar. Netizen: Wow Proyek DPR Luar Biasa yaa, Untuk Jual Kursi Empuk Doang?” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (13/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan seribu tanda suka, 228 komentar, dan 64 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi reaksi percaya dari masyarakat terhadap informasi tersebut. Beberapa komentar tampak menyudutkan DPR dan mengklaim memiliki kekayaan karena menjual jabatan.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Purbaya Curhat Dimaki-maki di TikTok Imbas Rupiah Jeblok
ADVERTISEMENT
Periksa Fakta Purbaya dulu pernah didepak DPR. foto/Hotline periksa fakta tirto
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Murshid 2” (arsip) pada Kamis (12/02/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar Purbaya Yudhi Sadewa bersama Puan Maharani, Ketua DPR RI saat ini, dengan latar belakang gambar yang menampilkan gedung MPR RI dan tumpukan uang kertas rupiah. Ini memperkuat narasi finansial dan politik yang diangkat pada unggahan.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Jakarta Geger! Purbaya Dulu Pernah di Depak Oleh DPR. Purbaya Gagal Jadi Gubernur Bank Indonesia Karena Kursinya Dijual 900 M Oleh Anggota Dewan! Mentri Purbaya Dikabarkan Pernah Melamar Jadi Gubernur BI Namun Usahanya Kandas Karena Nggak Sanggup Bayar. Netizen: Wow Proyek DPR Luar Biasa yaa, Untuk Jual Kursi Empuk Doang?” Begitu keterangan tertulis dalam unggahan.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Sampai artikel ini ditulis pada Jumat (13/03/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan seribu tanda suka, 228 komentar, dan 64 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi reaksi percaya dari masyarakat terhadap informasi tersebut. Beberapa komentar tampak menyudutkan DPR dan mengklaim memiliki kekayaan karena menjual jabatan.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Purbaya Curhat Dimaki-maki di TikTok Imbas Rupiah Jeblok
ADVERTISEMENT
Periksa Fakta Purbaya dulu pernah didepak DPR. foto/Hotline periksa fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasil penelusuran tidak ditemukan berita kredibel yang membenarkan klaim bahwa Purbaya pernah gagal jadi gubernur BI karena didepak oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Kemudian, Tirto mengamati gambar yang beredar. Gambar tersebut menampilkan Purbaya dan Puan Maharani. Tirto menemukan kejanggalan visual pada gambar tersebut. Wajah Purabaya dan Puan terlihat tidak proporsional, ekspresi wajah terlihat kaku, tidak natural, dan mata tidak fokus. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).
Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam gambar. Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar tersebut memiliki probabilitas 99,9 persen sebagai hasil rekayasa AI.
Lebih lanjut, Tirto menelusuri kebenaran klaim dengan mengetikkan kata kunci “Purbaya gagal jadi gubernur Bank Indonesia” di mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman Kompas bahwa Purbaya pernah diklaim gagal untuk maju sebagai gubernur Bank Indonesia (BI) pertengahan Februari 2026. Alasannya, Purbaya mengaku tidak sanggup membayar Rp900 miliar. Menurut Kompas, narasi tersebut adalah tidak benar.
Melansir Instagram Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Keuangan, melalui akun tersebut Kemenkeu menegaskan bahwa narasi yang mengklaim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditolak menjadi Gubernur Bank Indonesia oleh Puan Maharani karena tidak bisa menyediakan uang Rp900 miliar merupakan berita tidak benar. Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Keuangan Purbaya.
Purbaya Yudhi Sadewa saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia dilantik pada 8 September 2025, dan Purbaya tidak pernah terlibat dalam transaksi untuk posisi Gubernur Bank Indonesia.
Baca juga:Defisit APBN Melonjak 342% di Februari, Ini Penjelasan Purbaya
Kemudian, Tirto mengamati gambar yang beredar. Gambar tersebut menampilkan Purbaya dan Puan Maharani. Tirto menemukan kejanggalan visual pada gambar tersebut. Wajah Purabaya dan Puan terlihat tidak proporsional, ekspresi wajah terlihat kaku, tidak natural, dan mata tidak fokus. Karakteristik semacam ini kerap ditemukan pada konten yang diduga merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi akal imitasi (AI).
Untuk memastikannya, kami menggunakan situs Hive Moderation untuk mengetahui persentase penggunaan AI dalam gambar. Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar tersebut memiliki probabilitas 99,9 persen sebagai hasil rekayasa AI.
Lebih lanjut, Tirto menelusuri kebenaran klaim dengan mengetikkan kata kunci “Purbaya gagal jadi gubernur Bank Indonesia” di mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah pada laman Kompas bahwa Purbaya pernah diklaim gagal untuk maju sebagai gubernur Bank Indonesia (BI) pertengahan Februari 2026. Alasannya, Purbaya mengaku tidak sanggup membayar Rp900 miliar. Menurut Kompas, narasi tersebut adalah tidak benar.
Melansir Instagram Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Keuangan, melalui akun tersebut Kemenkeu menegaskan bahwa narasi yang mengklaim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditolak menjadi Gubernur Bank Indonesia oleh Puan Maharani karena tidak bisa menyediakan uang Rp900 miliar merupakan berita tidak benar. Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Menteri Keuangan Purbaya.
Purbaya Yudhi Sadewa saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia dilantik pada 8 September 2025, dan Purbaya tidak pernah terlibat dalam transaksi untuk posisi Gubernur Bank Indonesia.
Baca juga:Defisit APBN Melonjak 342% di Februari, Ini Penjelasan Purbaya
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebutkan bahwa Purbaya gagal menjadi Gubernur Bank Indonesia karena didepak DPR RI adalah bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).
Purbaya saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk periode 2025–2029. Purbaya tidak pernah terlibat dalam transaksi apapun untuk posisi Gubernur Bank Indonesia.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Hasil analisis menunjukkan bahwa gambar yang beredar terindikasi kuat merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).
Purbaya saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk periode 2025–2029. Purbaya tidak pernah terlibat dalam transaksi apapun untuk posisi Gubernur Bank Indonesia.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://web.facebook.com/murshidd2/posts/pfbid0qinBA4g398ZNPj62ATqb2WDJB7BedJi73vufpztRD4a7GmADejbP7hfqbMjG117Gl?_rdc=1&_rdr#
- https://archive.ph/UYNU0
- https://tirto.id/purbaya-curhat-dimaki-maki-di-tiktok-imbas-rupiah-jeblok-hssm
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://www.kompas.com/cekfakta/read/2026/03/02/155900882/infografik--hoaks-purbaya-gagal-jadi-gubernur-bi-karena-tolak-bayar-rp
- https://www.instagram.com/p/DUoeOsWk2-z/
- https://tirto.id/defisit-apbn-melonjak-342-di-februari-ini-penjelasan-purbaya-hsrR
Cek Fakta: Tidak Benar Video Purbaya Umumkan Bantuan untuk Masyarakat yang Membutuhkan
Sumber:Tanggal publish: 15/03/2026
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan program bantuan untuk masyarakat yang membutuhkan. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 8 Maret 2026.
Berikut isi unggahannya:
"Assalamualaikum wr.wb
Program bantuan dana dari MenkeuPurbaya di tahun ini untuk Masyarakat yang membutuhkan.
Semoga bermanfaat dan di
Pergunakan dengan baik langsun
DM.Saya Untuk Daftarkan data diri
Anda..."
Sementara itu, video unggahan ini menyertakan logo dari televisi berita iNews dengan menyertakan narasi sebagai berikut:
"Masukkan data anda untuk mendapatkan bantuan keuangan dari saya, cara hubungi saya"
Terdapat menu kirim pesan pada postingan yang beredar tersebut.
Lalu benarkah klaim video Menkeu Purbaya mengumumkan program bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan?Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Menkeu Purbaya mengumumkan program bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Peneluran menemukan, video tersebut identik dengan kegiatan Purbaya seperti dalam unggahan akun Instagram Situs Web Berita & Media iNews yakni @officialinewstv pada 30 September 2025.
Dalam unggahannya yang berjudul "Menkeu Purbaya Ancam Copot Dirjen Kemenkeu jika Subidi dan Kompensasi BUMN Telat Dibayar", Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan mempercepat proses pembayaran kompensasi kepada BUMN penugasan.
Jika sebelumnya pelunasan tagihan dilakukan secara kuartalan atau setiap tiga bulan, ke depan proses tersebut ditargetkan hanya memakan waktu satu bulan.
Purbaya menilai bahwa proses audit dan peninjauan yang terlalu lama justru menghambat kinerja BUMN, terutama dalam penugasan energi dan non-energi.
Tidak ada pernyataan mengenai program bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan seperti dalam video klaim di Facebook.
Cek Fakta Liputan6.com pun menelusuri klaim video menggunakan perangkat pendeteksi AI lewat situs Hive Moderation. Dari hasil penelusuran, video klaim Purbaya mengumumkan program bantuan untuk masyarakat yang membutuhkan menunjukkan 23,1 persen hasil buatan AI, sedangkan audio menunjukkan 99,6 persen dihasilkan oleh AI.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Menkeu Purbaya mengumumkan program bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, tidak benar.
Rujukan
Halaman: 464/8610


