• [SALAH] Tautan Survei Berhadiah dari Honda untuk Memperingati HUT Ke-70

    Sumber: Whatsapp.com
    Tanggal publish: 15/08/2021

    Berita

    (diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia)

    “HUT ke-70 HONDA!
    Akses tautan di atas untuk berpartisipasi dalam survei, dan raih kesempatan untuk memenangkan Honda Vision!
    xxtzx[dot]cn”

    Undian honda

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah pesan melalui WhatsApp terkait survei berhadiah yang diselenggarakan oleh Honda untuk memperingati HUT ke-70. Pesan tersebut juga disertai dengan sebuah tautan yang harus diakses untuk menjawab beberapa pertanyaan survei guna memenangkan hadiah Honda Vision.

    Melansir dari Liputan 6, Direktur Business Innovation and Sales & Marketing PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy menegaskan bahwa pihaknya tidak menyelenggarakan program survei berhadiah untuk merayakan HUT ke-70. Yusak juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menanggapi pesan tersebut. Pesan serupa juga pernah beredar di Nepal, dan telah dibantah oleh Honda Nepal melalui situs resminya, honda.com.np.

    Lebih lanjut, PT Honda Prospect Motor pertama kali didirikan pada tahun 1973 sebagai agen Honda satu-satunya di Indonesia, sehingga usia perusahaan baru mencapai 48 tahun, bukan 70 tahun seperti yang tercantum pada pesan yang beredar.

    Dengan demikian, pesan yang beredar melalui WhatsApp tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten Palsu/Fabricated Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).

    Pihak Honda menegaskan bahwa pihaknya tidak menyelenggarakan program survei berhadiah untuk merayakan HUT ke-70. PT Honda Prospect Motor pertama kali didirikan pada tahun 1973 sebagai agen Honda satu-satunya di Indonesia, sehingga usia perusahaan baru mencapai 48 tahun.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Rockefeller Foundation Telah Rencanakan Skenario Pandemi Covid-19 Sejak 2010

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 14/08/2021

    Berita

    Sebuah video beredar lewat media social Facebook yang menyatakan bahwa wabah Covid-19 dan mekanisme lockdown telah direncanakan oleh segelintir elit dunia sejak tahun 2010 lalu. Rencana ini kemudian dipublikasikan lewat sebuah tulisan yang berkedok kajian ilmiah serta melibatkan banyak universitas ternama dunia dan para akademisi dan tokoh-tokoh penting.

    Hasil Cek Fakta

    Namun setelah melakukan penelusuran, diketahui ternyata bahwa informasi ini merupakan kekeliruan. Dokumen “Scenario of the Future of Technology and International Development” bukan merupakan dokumen operasi untuk merencanakan pandemi Covid-19. Melansir dari Tim CekFakta Tempo, dokumen yang dikeluarkan oleh Rocfeller Foundation pada tahun 2010 ini adalah kajian analisis yang dibuat untuk membayangkan bagaimana dunia akan terkena dampak dalam empat skenario yang berbeda, salah satunya adalah pandemi global. Scenario tersebut dibuat untuk merencanakan adaptasi internasional dan pembentukan kemampuan untuk mengantisipasinya melalui teknologi. Dalam dokumen tersebut sama sekali tidak disebutkan mengenai SARS-CoV-2 atau pandemi Covid-19.

    Skenario tentang pandemi global tersebut tercantum pada halaman 18 yang ditulis berdasarkan pengalaman saat wabah flu H1N1 pada 2009. Skenarionya, pandemi global akan menimpa pada 2012 dengan jenis virus yang sangat ganas dan mematikan. Bahkan, negara yang paling siap menghadapi pandemi dengan cepat kewalahan ketika virus melanda seluruh dunia, menginfeksi hampir 20 persen populasi global, dan membunuh 8 juta orang hanya dalam waktu tujuh bulan, di mana mayoritas dari mereka adalah orang dewasa muda yang sehat. Pandemi ini juga memiliki efek mematikan pada ekonomi: mobilitas internasional baik orang maupun barang menjerit, menghentikan industri yang melemahkan pariwisata dan menghancurkan rantai pasokan global. Organisasi pemeriksa fakta AS, Snopes, pun telah menjelaskan bahwa dokumen tersebut juga mengekplorasi bagaimana populasi global dapat bereaksi selama pandemi, bukan rencana tentang operasi manual untuk membuat virus jenis baru.

    Rockefeller Foundation sendiri adalah yayasan yang bergerak dalam pengembangan di bidang kesehatan modern dan vaksin. Yayasan ini berfokus pada komitmen untuk mempromosikan kesehatan masyarakat dan mengatasi tantangan global.

    Jadi dapat disimpulkan bahwa video yang menginformasikan bahwa pandemi Covid-19 telah direncanakan oleh Rockefeller Foundation adalah informasi hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)

    Faktanya, informasi tersebut adalah hoaks. Rockefeller Foundatin memang membuat sebuah dokumen tentang skenario pandemic, namun pandemic yang dimaksud bukan pandei Covid-19.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Akun Whatsapp Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi “0831-2295-5675”

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 14/08/2021

    Berita

    Beredar akun Whatsapp Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengirimkan pesan penggalangan donasi yang akan digunakan untuk berbagi kepada yayasan serta pondok pesantren. Akun tersebut memakai foto wali kota mengenakan kemeja putih tengah membaca koran.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, melansir dari beritajatim.com, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara memastikan bahwa akun tersebut palsu.

    “Jadi dipastikan semuanya tidak benar. Nomor itu bukanlah milik wali kota,” kata Febri, saat dihubungi beritajatim.com, Senin (9/8/2021).

    Ia mengimbau dan meminta kepada seluruh pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), maupun pihak swasta untuk lebih berhati-hati dan waspada segala bentuk penipuan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, seta melakukan kroscek terlebih dahulu agar tidak langsung memercayai apabila nomor tersebut mengatasnamakan wali kota dengan tujuan tertentu.

    Dengan demikian, akun Whatsapp Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dapat dikategorikan sebagai Konten Tiruan/Imposter Content.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Rahmah an nisaa (UIN Sunan Ampel Surabaya).

    Faktanya, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara, memastikan bahwa akun tersebut palsu.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Bantuan Subsidi Upah KEMNAKER Meminta Data Calon Penerima

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 14/08/2021

    Berita

    Beredar pesan singkat via Whatsapp tentang bantuan subsidi upah (BSU) dari Kemnaker. Dalam pesan tersebut meminta calon penerima BSU agar mengirimkan data berupa NIK, nomor telepon, tempat tanggal lahir, email aktif hingga nama ibu kandung.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah dilakukan penulusuran, informasi yang beredar adalah hoaks. Pihak Kemnaker menegaskan melalui akun Twitter resminya bahwa pihaknya tidak pernah meminta data apapun kepada calon penerima BSU atau BLT BPJS Ketenagakerjaan.

    “HOAKS Informasi resmi terkait Bantuan Subsidi Upah (BSU) melalui website http://Kemnaker.go.id dan Media Sosial Kemnaker.”, tulis pihak Kemnaker pada Sabtu (4/8/2021).

    Informasi resmi terkait BSU hanya melalui website resmi kemnaker.go.id dan akun sosial media resmi Kemnaker seperti Instagram (@Kemnaker), Twitter (@Kemnaker RI), Facebook dan Youtube (Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia).

    Jadi berdasarkan penelusuran dapat disimpulkan bahwa narasi bantuan subsisi upah dari Kemnaker meminta data calon penerima BSU adalah hoaks kategori fabricated content atau konten palsu.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta (Rahmah an nisaa) UIN Sunan Ampel Surabaya.

    Faktanya bantuan tersebut adalah hoaks. Pihak Kemnaker tidak pernah meminta data apapun terhadap calon penerima BSU dan informasi resmi terkait BSU hanya melalui website kemnaker.go.id dan akun sosial media resmi Kemnaker.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini