• [SALAH] Penggunaan Masker dapat Menyebabkan Kematian Akibat Covid-19

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 11/04/2021

    Berita

    Pada 8 April 2021 sebuah akun Facebook milik Dheeraj D mengatakan bahwa penggunaan masker dapat menyebabkan kematian yang disebabkan oleh Covid-19. Narasi dalam unggahan tersebut mengatakan bahwa kematian bisa terjadi karena masker menghalangi virus yang keluar ketika bernafas atau bersin. Akibatnya masker memuat lebih banyak virus, yang menyebabkan sistem imun tubuh harus menghadapi lebih banyak virus karena virus tidak dikeluarkan.
    Masker membunuh

    Hasil Cek Fakta

    Setelah dilakukan penelusuran, hal tersebut tidak benar. Penggunaan masker ketika bersin tidak membuat virus terhirup kembali. Melansir dari laman berita Detik, dr. Jaka Pradipta, seorang dokter spesialis paru RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet mengatakan bahwa masker yang digunakan oleh seseorang ketika bersin hanya membuat masker tersebut infeksius atau memuat banyak virus, sehingga masker perlu diganti. Hal ini juga mengindikasikan bahwa penggunaan masker ketika bersin tidak membuat kondisi kesehatan seseorang bertambah buruk.

    Penggunaan masker ketika bersin juga merupakan salah satu etika bersin dan batuk. Melansir dari situs resmi Dinas Kesehatan Kota Padang penggunaan masker merupakan bagian dari etika batuk atau bersin yang benar. Dengan tidak menggunakan masker ketika batuk atau bersin justru akan membahayakan kesehatan orang lain karena adanya tetesan air atau droplets yang menyebar melalui pernapasan.

    Dengan demikian, maka dapat dikatakan bahwa narasi yang diunggah oleh akun Facebook Dheeraj D tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Informasi menyesatkan. Penggunaan masker justru akan menyelamatkan orang lain, karena mencegah droplets menyebar melalui pernapasan ketika bersin.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Judul Berita Reqnews “Xanana Gusmao Membantu Korban Bencana di NTT”

    Sumber: Laman Berita
    Tanggal publish: 11/04/2021

    Berita

    Pada tanggal 9 April 2021 laman berita Reqnews memuat narasi Xanana Gusmao membantu korban bencana. Judul yang disematkan dalam narasi tersebut mengatakan bahwa Xanana Gusmao membantu korban bencana NTT.
    NARASI:
    “Aksi Xanana Gusmao Bantu Korban Bencana NTT Viral, Ini yang dilakukannya.”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, judul tersebut tidak sesuai dengan isi narasi dalam laman berita tersebut. Isi narasi berita tersebut menunjukkan bahwa Xanana Gusmao membantu korban banjir di Dili, Timor Leste. Hal ini kemudian diperkuat dengan narasi berita yang dimuat dalam Liputan6 dan Tribun Jateng yang sama-sama mengatakan bahwa Xanana Gusmao membantu korban banjir di Dili, bukan di NTT.

    Dengan demikian, maka dapat dikatakan bahwa judul berita Reqnews tidak sesuai dengan isi narasi berita dan masuk ke dalam kategori false connection atau koneksi yang salah.

    Kesimpulan

    Judul tersebut tidak sesuai dengan narasi berita yang disampaikan dalam laman berita Reqnews. Mantan Presiden Timor Leste, Xanana Gusmao memanglah membantu korban banjir. Namun, tindakan tersebut TIDAK dilakukan di NTT, melainkan di Dili, Timor Leste.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Rayakan Pembukaan Toko ke-1000, Alfamart Bagikan Berbagai Hadiah Gratis

    Sumber: Blog
    Tanggal publish: 11/04/2021

    Berita

    “Celebrating the opening of the 1,000th store
    More than 100 computers and mobile devices, and 50 cash prizes

    All you have to do is open the correct gift box.
    You have 3 tries, good luck!”

    Hasil Cek Fakta

    Telah beredar kembali tautan yang mengatasnamakan Alfamart yang membagikan berbagai hadiah gratis seperti 100 unit komputer dan ponsel serta 50 uang tunai dalam rangka perayaan pembukaan toko Alfamart ke-1000. Setelah tautan tersebut dibuka, calon penerima hadiah diminta untuk mengikuti petunjuk yang ada pada laman undian berhadiah tersebut.

    Berdasarkan hasil penelusuran, tautan tersebut merupakan hoaks lama yang telah dimodifikasi dengan klaim yang berbeda. Melalui akun Twitter resmi Alfamart (@alfamart), pihaknya mengklarifikasi bahwa situs berhadiah tersebut bukan situs resmi milik Alfamart. Masyarakat juga diminta untuk waspada terhadap pihak yang mengatasnamakan Alfamart dengan mengiming-imingi pemberian hadiah. Informasi resmi terkait program berhadiah dapat diakses melalui situs dan media sosial resmi Alfamart, yakni Twitter dan Facebook.

    Informasi serupa terkait pembagian hadiah yang dilakukan Alfamart sebelumnya pernah dibahas dalam artikel Turn Back Hoax berjudul [SALAH] Tautan Alfamart Bagikan Gift Card Senilai Rp800.000.

    Dari berbagai fakta di atas, tautan berhadiah yang mengatasnamakan Alfamart itu dapat dikategorikan sebagai konten tiruan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)

    Faktanya, Alfamart membantah adanya pembagian hadiah melalui situs tersebut. Semua yang berkaitan dengan program hadiah Alfamart hanya dapat diakses melalui situs dan media sosial resmi Alfamart.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [DISINFORMASI] Rapid Test Dihapus di Seluruh Bandara dan Stasiun Kereta Mulai 1 Februari 2021

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 10/04/2021

    Berita

    Rapid test dihapus

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah pesan berantai yang berisi informasi bahwa mulai 1 Februari 2021 rapid test dihapuskan di seluruh bandara dan stasiun kereta api karena harganya yang mahal.

    Faktanya, informasi tersebut adalah keliru, sejauh ini belum ada pengumuman resmi dari pemerintah terkait dicabutnya persyaratan wajib rapid test di bandara dan stasiun kereta. Merujuk pada situs resmi PT KAI penumpang.kai.id, disebutkan bahwa salah satu persyaratan wajib bagi penumpang kereta api jarak jauh dan menengah di masa pandemi adalah menunjukkan surat keterangan hasil pemeriksaan genose test atau rapid test antigen atau RT-PCR yang menyatakan negatif Covid-19, hal tersebut berdasarkan pada surat edaran Kemenhub Nomor 11 Tahun 2021. Sementara itu, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta juga akan menerapkan sistem baru dengan mewajibkan fasilitas kesehatan yang menerbitkan surat hasil PCR test atau rapid test antigen bagi calon penumpang untuk mengunggah dokumen itu ke dalam Electronic Health Alert Card (e-HAC) guna menghindari surat hasil swab test palsu. Aturan perjalanan baru ini wacananya akan berlaku mulai bulan Februari 2021.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini