• [SALAH] “bawang merah untuk penangkalan apabila tergigit Ular atau binatang apa saja yg mempunyai bisa”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 15/02/2021

    Berita

    Akun Facebook Ardo Graphic (fb.com/ardo.graphic) pada 13 Februari 2021 membagikan informasi sebagai berikut:

    “Ngapuntene pak ketua, badhe share mugi² bermanfaat..
    *BILA DIPATUK ULAR, JANGAN PANIK, …. PERTOLONGAN PERTAMA, …. LAKUKAN SEPERTI INI …. !!!*
    _Mengatasi gigitan ular berbisa uming Ular cobra , maka saya akan berbagi penangkalan apabila tergigit Ular atau binatang apa saja yg mempunyai bisa ._
    _Caranya :_
    _*Apabila tergigit ular berbisa anda secepatnya lari kerumah yang terdekat, minta bawang merah, nggak usah di kupas langsung dikunyah sampai lembut, terus tempelkan pada bagian yg tergigit . Insya Allah sembuh seketika.*_
    _*Ini penangkal oleh² dari orang Dayak Kaltim. Pengalaman teman pernah digigit cobra dan terkena bisanya sampai sudah bengkak , begitu aku tanya , katanya terkena ular kobra . Ambil bawang terus dikunyah lembut dan balurkan ke bagian yg luka. Alhasil 5 menit kemudian langsung kempes .*_ _Semoga bisa membantu untuk semua orang._
    _Terimakasih ._ _*semoga bermanfaat*_”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa bawang merah bisa menjadi penangkal bisa ular atau hewan apa saja yang berbisa adalah klaim palsu dengan cara dikunyah lalu dibalurkan ke luka gigitan merupakan klaim yang keliru.

    Faktanya, klaim ini merupakan informasi palsu. Klaim ini juga merupakan hoaks lama yang beredar kembali. Menurut tanggapan dari para ahli medis menyatakan bahwa informasi seputar bawang merah bisa menjadi penawar racun gigitan ular kobra adalah tidak benar alias hoaks.

    Sebelumnya, klaim yang sama pernah diperiksa faktanya dan dibuatkan artikel berjudul “[SALAH] Bawang Merah Mampu Tangkal Racun Ular Kobra” yang dimuat di situs turnbackhoax.id pada 18 Desember 2019.

    Dilansir dari artikel tersebut, dokter umum Amalia Usmaianti menyatakan bahwa dirinya baru pertama kali mendengar bawang merah bisa menjadi penawar bisa ular.

    “Saya sempat baca juga nih. Senyum-senyum juga tapi ya saya baru pertama ini dengar bawang merah sebagai antibias ular. Kebetulan saya pernah juga diskusi sama dokter di Papua mengenai penanganan gigitan ular karena daerah kita banyak ular berbisa,” pungkas dr Lia.

    Dokter Lia juga menegaskan bahwa masyarakat jangan mudah percaya dengan informasi yang tidak valid. Hal tersebut ditakutkan adanya korban jiwa akibat informasi tersebut.

    Selain itu, dilansir dari Kompas, Pakar Gigitan Ular dan Toksikologi, Dr dr Tri Maharani MSi SpEm menegaskan, informasi penanganan gigitan ular berbisa dengan bawang merah tersebut tidak benar alias hoaks.

    “Ini hoaks yang enggak habis-habis. Teganya ada yang menyesatkan bangsa kita dengan informasi yang salah seperti ini,” ujar Tri saat dihubungi tim Cek Fakta Kompas.com, Minggu (14/2/2021).

    Dia menjelaskan, dalam menangani korban tergigit ular berbisa seperti kobra, yang harus dilakukan adalah imobilisasi atau dibuat tidak bergerak sepenuhnya. Setelah itu, korban harus secara cepat dibawa ke fasilitas layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan secara medis.

    “Jadi setelah imobilisasi ya dibawa ke fasilitas kesehatan,” papar Tri.

    Mengapa imobilisasi setelah tergigit ular berbisa?

    Berikut hal yang perlu dipahami. Venom dari ular, kata Tri, ketika masuk ke dalam tubuh manusia tidak melewati pembuluh darah. Venom tersebut masuk melalui lymphogen atau lewat kelenjar lymfe.

    “Jadi kelenjar lymfe itu secara fisiologis pumpingnya dari pergerakan otot. Jadi ketika ada pergerakan otot maka aliran cairan lymfe beredar keseluruhan tubuh. Ya begitulah jadi venom menyebar,” kata Tri.

    Setelah sampai di fasilitas layanan kesehatan, korban gigitan ular akan diberikan beberapa tindakan pemeriksaan. Jika hasil pemeriksaan didapati dalam fase yang masih lokal, cukup observasi selama 48 jam dengan first aid dan obat-obat untuk sign dan symptom.

    “Kalau menjadi fase yang sudah lebih lanjut di mana udah menyebar dan merusak organ atau multiple organ disfunction, ya diberi obat antivenom atau antibisa ular obat anticholinesterase,” kata Tri. Jika korban mengeluhkan adanya gangguan di jalan napas, maka akan diberikan ventilator.

    Berikut hal-hal yang perlu dilakukan dan jangan dilakukan saat tergigit ular berbisa dilansir dari JawaPos:

    – Jika mengenai organ gerak, hindari pergerakan otot yang bisa berpotensi menyebarkan bisa.

    – Pertahankan pasien dalam posisi berbaring dan tenang.

    – Balut segera bagian di bawah dan atas gigitan dengan perban tebal nonelastis. Pastikan balutan rapat seperti saat membalut cedera terkilir.

    – Pasang bidai (atau bilah kayu/bambu yang bersih) dan kencangkan dengan mitela atau kain.

    – Jika gigitan ada di bagian tangan, gunakan sling atau gendongan.

    – Bila muncul bengkak, tandai bengkak dengan plester setelah dibidai.

    – Untuk keluhan nyeri, berikan analgesik atau obat pereda nyeri.

    – Segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

    – Jika mengenai mata, pada beberapa kasus, ular menembakkan (spitting) bisa hingga 2–3 meter. Berikut langkah awal yang harus dilakukan.

    – Baringkan pasien dan aliri kedua mata pasien dengan air bersih atau cairan infus. Jumlah cairan yang dibutuhkan 3–6 liter.

    – Untuk mempermudah, gunakan slang untuk mengalirkan air ke mata.

    – Bisa ular bersifat mirip dengan cairan asam. Hindari mengucek atau menggosok bagian mata. Jika telanjur, segera hubungi spesialis mata untuk penanganan lebih lanjut.

    Kesimpulan

    Hoaks lama beredar kembali. Menurut tanggapan dari para ahli medis menyatakan bahwa informasi seputar bawang merah bisa menjadi penawar racun gigitan ular kobra adalah tidak benar alias hoaks.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Foto Kondisi Tajikistan setelah Dilanda Gempa

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 14/02/2021

    Berita

    Pengguna Twitter khangirl_123 mengunggah tiga buah foto (12/2) yang menunjukkan reruntuhan bangunan akibat gempa. Unggahan foto tersebut juga disertai dengan keterangan yang menyatakan bahwa foto-foto tersebut merupakan kondisi dari Tajikistan setelah dilanda gempa pada 12 Februari 2021 waktu setempat.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut bukan merupakan foto kondisi Tajikistan setelah dilanda gempa pada 12 Februari 2021 waktu setempat. Foto pertama dan ketiga merupakan foto kondisi kota Elazig, Turki, setelah dilanda gempa pada 24 Januari 2020 waktu setempat. Kedua foto ini telah diunggah oleh situs Daily Mail dalam artikel berjudul “Turkey Earthquake Death Toll Rises to 29 with More than 1,000 Injured as Rescuers Continue Desperate Search for 30 People Buried under Rubble” pada 24 Januari 2020 yang lalu. Sedangkan foto kedua merupakan foto kondisi kota Sisilia, Italia, setelah dilanda gempa pada 26 Desember 2018 waktu setempat. Foto tersebut dapat ditemukan dalam artikel yang diunggah oleh situs SBS News pada 27 Desember 2018 lalu, dengan judul artikel “Mount Etna Volcano Triggers 4.8-magnitude Quake in Sicily, Italy”.

    Dengan demikian, foto yang diunggah oleh pengguna Twitter khangirl_123 tersebut dapat dikategorikan sebagai Konteks yang Salah/False Context.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Armand Maulana Meninggal Dunia

    Sumber: tiktok.com
    Tanggal publish: 14/02/2021

    Berita

    turut berduka kang arman moga amal dan ibadahnya D terima oleh Allah. amin

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah akun Tiktok bernama @ade_gari mengunggah foto musisi Armand Maulana dengan menambahkan kata-kata turut berduka untuk Armand. Unggahan tersebut telah dibagikan sebanyak 9.628 kali.

    Setelah ditelusuri, ternyata informasi Armand Maulana meninggal itu salah. Armand membantah kabar tersebut melalui akun Instagramnya @armandmaulana04.

    “Ini teh kenapa? Tiba-tiba handphone saya jadi ramai, terus semua orang nanyain: ‘Apakah saya baik-baik saja?’ Alhamdulillah ya Allah, saya masih baik dan sehat.”

    Ternyata kabar meninggalnya Armand bermula dari berita Pikiran Rakyat yang berjudul “Salah Satu Musisi Tanah Air Meninggal Dunia, Armand Maulana: Yaa Allah…”

    Jika dibaca secara utuh, judul berita tersebut bermaksud mengutip pernyataan dari Armand yang berbela sungkawa terhadap musisi tanah air Marthin Enrico Saba. Melalui kejadian ini, Armand juga mengingatkan pentingnya budaya membaca.

    Sehingga, klaim mengenai Armand Maulana yang meninggal dunia dapat dikatakan hoaks dengan kategori konten palsu.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Aisyah Adilah (Anggota Komisariat MAFINDO Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik Jakarta)

    Armand Maulana membantah informasi tersebut melalui akun Instagramnya.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “Covid-19 BUKAN Virus, Sumber : Kementerian Kesehatan Italy”

    Sumber: Whatsapp.com
    Tanggal publish: 14/02/2021

    Berita

    “📢📢📢📢📢📢📢📢
    BREAKING NEWS!!!!!!!!!

    Berita gempar Dunia : ITALY telah melakukan proses bedah mayat terhadap pasien Corona yg telah meninggal Dunia, yg mana di katakan seperti Wahyu Besar yg diterima seluruh manusia di Dunia ini.

    Italy telah menjadi Negara Pertama di Dunia yg melakukan Bedah mayat COVID -19 & setelah penyelidikan menyeluruh dibuat, mendapati bahwa Covid-19 BUKAN Virus, tetapi suatu Rahasia yg sangat besar dibongkar, yg mana yg dikatakan virus itu adalah 1 Penipuan Global sangat besar. Yg terjadi sebenarnya, Penderita Covid-19 yg mati adalah di sebabkan oleh “Amplified Global 5G Electro magnetic Radiation (Poison)”.”

    Covid 19 bukan virus

    "Kementrian kesehatan italy"

    Bedah mayat di Italy

    Bedah mayat

    Italy melakukan bedah mayat

    Kementrian italia

    Kementrian italy otopsi pasien covid

    Corona italy

    Itally melakukan bedah jenasah covid
    Covid bakteri italy
    Bedah italy

    BREAKING NEWS...!!!

    ITALY TELAH MENJADI NEGARA PERTAMA YANG MELAKUKAN BEDAH MAYAT COVID-19, YANG DIANGGAP MERUPAKAN WAHYU BESAR YANG DITERIMA OLEH SELURUH MANUSIA DI DUNIA

    Berita gempar Dunia : ITALY telah melakukan proses bedah mayat terhadap pasien Corona yg telah meninggal Dunia, yg mana di katakan seperti Wahyu Besar yg diterima seluruh manusia di Dunia ini.

    Italy telah menjadi Negara Pertama di Dunia yg melakukan Bedah mayat COVID -19 & setelah penyelidikan menyeluruh dibuat, mendapati bahwa Covid-19 BUKAN Virus, tetapi suatu Rahasia yg sangat besar dibongkar, yg mana yg dikatakan virus itu adalah 1 Penipuan Global sangat besar. Yg terjadi sebenarnya, Penderita Covid-19 yg mati adalah di sebabkan oleh "Amplified Global 5G Electro magnetic Radiation (Poison)".

    Dokter di Italy nekat telah Melanggar Undang² WHO, yg mana WHO tidak membenarkan Autopsi (Postmortem) pd mayat orang yg telah mati akibat Virus Corona. Namun begitu, Pakar Pengobatan di Italy telah nekat melakukan Autopsi mayat penderita Covid- 19 untuk mengetahui apa sebab sebenarnya kematian setelah beberapa jenis penemuan Saientifik. Dapat dikatakan sepenuhnya bahwa itu bukan Virus, tetapi Bakteri. Yg menyebabkan kematian adalah Bakteri yg menyebabkan pembekuan darah terbentuk didalam pembuluh darah yaitu gumpalan darah diurat & saraf yg disebabkan oleh Bakteri ini & inilah yg menyebabkan kematian pada pasien.

    Pakar pengobatan Italy telah mengalahkan Virus Covid-19 yg tersebar meluas di seluruh Dunia dengan menyatakan bahwa "tidak lain & tidak bukan puncak kematian pada pasien Covid-19 adalah Berpuncak pada pembekuan phelia-intra vaskular (trombosis) & cara menanganinya adalah dengan menyembuhkannya yaitu dengan mengambil Obat²an seperti tablet anti biotik, anti-radang & mengambil anti koagulan (aspirin) & ini dapat menyembuhkan pasien yg terkena Virus COVID-19".

    Dengan penemuan ini, maka menunjukkan kepada seluruh Penduduk Dunia bahwa pengobatan bagi penyakit Covid-19 telah di temukan & berita sensasi ini dibagikan keseluruh Dunia. Penemuan ini telah disiapkan oleh Pakar & dokter dari Italy dengan cara Autopsi (Postmortem) mayat pasien Covid-19. Menurut beberapa Saientis Italy yg lain, Ventilator & ICU tidak pernah diperlukan. Protokol untuk ini kini telah dikeluarkan di Italy.

    Terdapat pendapat umum mengatakan, bahwa China sebenarnya sudah mengetahui tentang penemuan ini tetapi tidak pernah membuat pengumuman terbuka kepada negara lain didunia.

    Dengan penemuan ini, info ini dimohon untuk dibagikan kepada semua keluarga, tetangga, kenalan, kawan sekantor agar mereka dapat keluar dari ketakutan Covid-19 & memahami bahwa ini bukan Virus sama sekali tetapi hanya Bakteri yg terkena radiasi 5G & ini adalah berbahaya bagi orang yg mempunyai Immune yg sangat rendah. Juga menyebabkan radang & hipoksia. Mereka yg menjadi korban ini harus mengambil Asprin-100 mg & Apronix atau Paracetamol 650 mg.

    Kenapa?, Kerena telah terbukti bahwa Covid-19 menyebabkan darah membeku yg menyebabkan Trombosis orang tsb & disebabkan oleh darah beku di vena & disebabkan oleh otak, jantung & paru² tidak dapat mendapat Oksigen kerena orang tersebut menjadi sukar bernafas & seseorang mati dg cepat kerena Sesak Nafas.

    Dokter di Italy tidak mematuhi Protokol WHO & melakukan bedah mayat yg mati kerena Covid-19. Dokter membuka lengan, kaki & bagian tubuh yg lain & setelah memeriksa dengan betul, mereka melihat bahwa saluran darah melebar & vena penuh dengan Trombi yg bisa menghentikan darah mengalir, & juga mengurangi aliran Oksigen ke dlm badan yang menyebabkan pasien mati. Setelah mengetahui penyelidikan ini, Kementerian Kesehatan Italy segera mengubah Protokol Covid-19, & memberikan Aspirin 100 mg kepada pasien yg Positif, & memberi Empromax. Hasilnya, para pasien mulai pulih & kesehatan mereka mulai menunjukkan peningkatan yg baik. Kementerian Kesehatan Italy mengeluarkan lebih dari 14,000 pasien dlm 1 (satu) hari & mereka pulang ke rumah masing².

    Sumber : Kementerian Kesehatan Italy
    Aspirin 100 mg dan paracetamol 650 mg

    Covid bukan virus
    Bedah mayat di Italia
    Covid bohong
    Corona bohong
    Covid19 tidak ada
    Virus buatan
    Corona virus buatan
    Covid-19 BUKAN Virus

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER mengedarkan narasi yang tidak berdasarkan fakta sehingga menyebabkan kesimpulan yang menyesatkan.

    TIDAK ada pernyataan tersebut dari Pemerintah Italia, situs resmi Kementrian Kesehatan Italia:

    “Tentang virus dan penyakitnya

    Apa itu SARS-CoV-2? Apa itu COVID-19?

    Sindrom pernapasan akut parah Coronavirus-2 (SARS-CoV-2) adalah nama yang diberikan untuk virus corona 2019 yang baru.

    * COVID-19 adalah nama yang diberikan untuk penyakit yang terkait dengan virus.

    * SARS-CoV-2 adalah jenis baru virus korona yang sebelumnya belum teridentifikasi pada manusia.”

    The Guardian: “Tidak ada bukti ilmiah bahwa teknologi mengancam kesehatan manusia, kata para ahli

    5G aman, menurut badan internasional yang bertanggung jawab untuk menetapkan batas paparan radiasi, yang telah memperbarui pedoman penasehatnya untuk pertama kalinya dalam lebih dari 20 tahun. …

    Terlepas dari banyak bukti bahwa 5G, seperti standar seluler sebelumnya, aman untuk publik, komunitas besar yang skeptis khawatir hal itu akan menyebabkan – atau sudah menyebabkan – masalah kesehatan, termasuk, diduga, virus corona . Tidak ada bukti yang mendukung hubungan antara keduanya.”

    PMC: “Abstrak

    Akhirnya, kami berpendapat bahwa cara produktif untuk memahami apa yang terjadi dengan 5G adalah dengan melihat melampaui teori konspirasi ke serangkaian masalah yang lebih besar.Kami berpendapat bahwa pertarungan untuk mengontrol infrastruktur 5G dapat dipahami secara produktif dalam istilah geopolitik, sebagai bentuk tata negara ekonomi, yang sebagian menjelaskan mengapa pemerintah semakin khawatir untuk melawan kesalahan informasi dan disinformasi seputar 5G.”

    TIDAK ada larangan dari WHO untuk mengautopsi, dokumen panduan untuk autopsi hingga pemakaman sudah tersedia:

    “Otopsi, termasuk teknik dan pengendalian lingkungan

    * Prosedur keamanan untuk orang meninggal yang terinfeksidengan COVID-19 harus konsisten dengan itu digunakan untuk otopsi orang yang telah meninggal penyakit pernapasan akut. Jika seseorang meninggal selama periode infeksi COVID-19, paru-paru dan organ lain mungkin masih mengandung virus hidup, dan perlindungan pernapasan tambahan diperlukan selama prosedur yang menimbulkan aerosol (misalnya prosedur yang menghasilkan aerosol partikel kecil, seperti penggunaan gergaji listrik atau pencucian usus);

    * Jika ada tubuh yang diduga atau terkonfirmasi COVID-19 dipilih untuk otopsi, fasilitas perawatan kesehatan harus memastikan bahwa langkah-langkah keamanan tersedia untuk melindungi mereka yang melakukan otopsi; 4

    * Lakukan otopsi di ruangan yang berventilasi memadai, yaitu setidaknya dengan ventilasi alami 160L / s / aliran udara pasien atau ruang tekanan negatif dengan setidaknya 12 perubahan udara per jam (ACH) dan arah aliran udara yang terkontrol saat menggunakan ventilasi mekanis; 5

    * Hanya sedikit staf yang harus dilibatkandalam otopsi;

    * APD yang sesuai harus tersedia, termasuk a scrub suit, gaun tahan cairan lengan panjang, sarung tangan (baik dua pasang atau satu pasang sarung tangan otopsi), dan pelindung wajah (lebih disukai) atau kacamata, dan sepatu bot. SEBUAH respirator partikulat (masker N95 atau FFP2 atau FFP3 atau padanannya) harus digunakan dalam kasusprosedur yang menghasilkan aerosol.

    Kesimpulan

    Daur ulang dengan modifikasi dari hoaks yang sudah pernah beredar sebelumnya. FAKTANYA, Kementrian Kesehatan Italia TIDAK pernah membuat pernyataan tersebut. Selain itu, klaim-klaim lainnya mengenai mati karena 5G, WHO melarang autopsi, trombosis, dan penggunaan antibiotik, adalah SALAH.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini