Keliru, Cover Majalah Tempo Berjudul Sang Dalang Perusak Bhinneka
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 09/12/2020
Berita
Sebuah gambar yang menyerupai cover Majalah Tempo dengan judul "Sang Dalang Perusak Bhinneka" beredar di media sosial dan grup-grup percakapan WhatsApp pada 9 Desember 2020. Di bagian kanan bawah gambar tersebut, tertulis bahwa edisi ini terbit pada 7-13 Desember 2020.
Di bawah judul, terdapat paragraf yang berbunyi: "Rekaman suara Danny Pomanto membongkar keterlibatan Jusuf Kalla dalam strategi menjatuhkan wibawa pemerintah Indonesia dan mengamankan jaringan bisnis keluarga. Gerindra disusupi 'HMI Connection' yang pro Habib Rizieq."
Di atas tulisan "Tempo", tercantum teks yang berbunyi "Maraknya Ideologi Pro Khilafah di Kalangan Birokrasi" dan "Beranikah Polri Tangkap Rizieq Shihab?". Terdapat pula ilustrasi empat pria yang mirip dengan mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, penyidik KPK Novel Baswedan, pemimpin FPI Rizieq Shihab, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Gambar hoaks yang diklaim sebagai cover Majalah Tempo edisi 7-13 Desember 2020.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan verifikasi Tim CekFakta Tempo, Majalah Tempo tidak pernah menerbitkan edisi dengan cover yang memuat ilustrasi empat pria yang mirip dengan Jusuf Kalla, Novel Baswedan, Rizieq Shihab, dan Anies Baswedan serta berjudul "Sang Dalang Perusak Bhinneka", termasuk edisi 7-13 Desember 2020.
Di situs Majalah Tempo, majalah.tempo.co, diketahui bahwa Majalah Tempo edisi 7-13 Desember 2020 yang terbit pada 5 Desember berjudul "Outlook Ekonomi 2021: Saatnya Berubah". Di bawah judul, terdapat paragraf yang berbunyi "Pandemi Covid-19 seharusnya jadi momentum mendorong ekonomi hijau. Sektor bisnis mana yang paling siap?".
Gambar hoaks yang diklaim sebagai cover Majalah Tempo edisi 7-13 Desember 2020 (kiri) dan cover Majalah Tempo edisi 7-13 Desember 2020 yang asli (kanan).
Adapun dua judul berita dalam edisi tersebut, yang tercantum di atas tulisan "Tempo", adalah "Perang Dinasti Pilkada Serentak" dan "Macetnya Perkara Korupsi Kemenpora". Ilustrasi dalam cover pun memperlihatkan tiga kera dan tiga pria.
Saat dihubungi, Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Wahyu Dhyatmika membantah bahwa cover dengan judul tersebut pernah diterbitkan oleh Majalah Tempo. "Ini saya pastikan hoaks. Tempo tidak pernah menerbitkan cover itu," kata Wahyu pada 9 Desember 2020.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa cover yang berjudul "Sang Dalang Perusak Bhinneka" adalah cover Majalah Tempo edisi 7-13 Desember 2020, keliru. Majalah Tempo tidak pernah menerbitkan edisi dengan cover yang juga memuat ilustrasi empat pria yang mirip dengan Jusuf Kalla, Novel Baswedan, Rizieq Shihab, dan Anies Baswedan tersebut, termasuk edisi 7-13 Desember 2020. Majalah Tempo edisi 7-13 Desember berjudul "Outlook Ekonomi 2021: Saatnya Berubah". Pemimpin Redaksi Majalah Tempo pun telah memastikan bahwa cover tersebut hoaks.
ANGELINA ANJAR SAWITRI
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
[SALAH] Foto “Enam Jenazah Anggota FPI yang Ditembak Polisi, Berlumuran Darah, Wajah Penuh Luka Lebam”
Sumber: ArtikelTanggal publish: 08/12/2020
Berita
Beredar artikel berjudul “Foto-foto Enam Jenazah Anggota FPI yang Ditembak Polisi, Berlumuran Darah, Wajah Penuh Luka Lebam” yang dimuat di situs introdutions[dot]xyz pada Senin, 07 Desember 2020.
Berikut kutipan artikel tersebut:
“Pasca insiden penyerangan anggota polri di Tol Jakarta- Cikampek KM 50 yang mengakibatkan 6 anggota laskar FPI tewas ditembak anggota kepolisian. Beredar luas foto-foto 6 anggota laskar di media sosial. Dalam foto itu terlihat 6 orang pria terkapar dengan kondisi pakaian lengkap. Jenazah mereka dijejer di salah satu tempat yang diduga merupakan ruang penyimpanan jenazah.”
Berikut kutipan artikel tersebut:
“Pasca insiden penyerangan anggota polri di Tol Jakarta- Cikampek KM 50 yang mengakibatkan 6 anggota laskar FPI tewas ditembak anggota kepolisian. Beredar luas foto-foto 6 anggota laskar di media sosial. Dalam foto itu terlihat 6 orang pria terkapar dengan kondisi pakaian lengkap. Jenazah mereka dijejer di salah satu tempat yang diduga merupakan ruang penyimpanan jenazah.”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, adanya foto yang diklaim sebagai foto-foto enam jenazah anggota FPI yang ditembak polisi, berlumuran darah dan wajah penuh luka lebam adalah klaim yang salah.
Faktanya, bukan foto jenazah enam anggota FPI. Foto itu adalah foto dua pelaku perampokan bersenjata api di toko emas Cahaya Murni di Sungai Lilin Muba, Sumatera Selatan yang ditembak mati oleh petugas, saat penangkapan berlangsung, Sabtu (28/03/2020).
Foto yang identik, dimuat di artikel berjudul “Dua Perampok Toko Emas Cahaya Muri Ditembak Mati, Satu Pelaku lainnya Dilumpuhkan” yang tayang di situs beritapagi.co.id pada 28 Maret 2018.
Foto tersebut juga diunggah di situs vivasumsel.com di artikel berjudul “Dua Perampok Toko Emas Cahaya Muri Ditembak Mati” yang tayang pada 28 Maret 2020.
Dilansir dari situs beritapagi.co.id, Unit IV Subdit III Jatanras Polda Sumsel bersama Satreskrim Polres Muba berikan tindakan tegas kepada tiga pelaku perampokan bersenjata api di toko emas Cahaya Murni di Sungai Lilin Muba.
Namun, dua diantaranya ditembak mati lantaran mencoba menembak ke arah petugas menggunakan senjata api rakitan (senpira) jenis Revolver, Sabtu (28/3/2020) dini hari. Ketiga pelakunya yakni Pendi (40), Mail (48) dan M Nasir (44) yang merupakan warga Tanjung Raja, Ogan Ilir Sumsel.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Siallagan didampingi Kasubnit III Jatanras , Kompol Suryadi mengatakan, kedua pelaku yang ditembak mati yakni Pendi dan Mail sedangkan Nasir mengalami luka tembak di kakinya.
Keduanya sempat dibawa ke RS Bhayangkara namun ditengah perjalanan meninggal dunia. Sementara M Nasir diberi tindakan tegas oleh anggota lantaran berusaha melarikan diri mengenai kedua kakinya.
Diketahui perampokan ini terjadi Kamis (26/3/2020) sekitar pukul 12.15, dimana para pelaku berhasil mengambil 6,5 kilogram emas dari toko emas Cahaya Murni di Jalan Inpres Pasar Sungai Lilin, Muba.
Faktanya, bukan foto jenazah enam anggota FPI. Foto itu adalah foto dua pelaku perampokan bersenjata api di toko emas Cahaya Murni di Sungai Lilin Muba, Sumatera Selatan yang ditembak mati oleh petugas, saat penangkapan berlangsung, Sabtu (28/03/2020).
Foto yang identik, dimuat di artikel berjudul “Dua Perampok Toko Emas Cahaya Muri Ditembak Mati, Satu Pelaku lainnya Dilumpuhkan” yang tayang di situs beritapagi.co.id pada 28 Maret 2018.
Foto tersebut juga diunggah di situs vivasumsel.com di artikel berjudul “Dua Perampok Toko Emas Cahaya Muri Ditembak Mati” yang tayang pada 28 Maret 2020.
Dilansir dari situs beritapagi.co.id, Unit IV Subdit III Jatanras Polda Sumsel bersama Satreskrim Polres Muba berikan tindakan tegas kepada tiga pelaku perampokan bersenjata api di toko emas Cahaya Murni di Sungai Lilin Muba.
Namun, dua diantaranya ditembak mati lantaran mencoba menembak ke arah petugas menggunakan senjata api rakitan (senpira) jenis Revolver, Sabtu (28/3/2020) dini hari. Ketiga pelakunya yakni Pendi (40), Mail (48) dan M Nasir (44) yang merupakan warga Tanjung Raja, Ogan Ilir Sumsel.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Siallagan didampingi Kasubnit III Jatanras , Kompol Suryadi mengatakan, kedua pelaku yang ditembak mati yakni Pendi dan Mail sedangkan Nasir mengalami luka tembak di kakinya.
Keduanya sempat dibawa ke RS Bhayangkara namun ditengah perjalanan meninggal dunia. Sementara M Nasir diberi tindakan tegas oleh anggota lantaran berusaha melarikan diri mengenai kedua kakinya.
Diketahui perampokan ini terjadi Kamis (26/3/2020) sekitar pukul 12.15, dimana para pelaku berhasil mengambil 6,5 kilogram emas dari toko emas Cahaya Murni di Jalan Inpres Pasar Sungai Lilin, Muba.
Kesimpulan
BUKAN foto jenazah enam anggota FPI. Foto itu adalah foto dua pelaku perampokan bersenjata api di toko emas Cahaya Murni di Sungai Lilin Muba, Sumatera Selatan yang ditembak mati oleh petugas, saat penangkapan berlangsung, Sabtu (28/03/2020).
Rujukan
[SALAH] Video “5 detik 6 orang FP* yang menyerang polisi tumbang
Sumber: facebook.comTanggal publish: 08/12/2020
Berita
Akun Ahmad Tsauri (fb.com/ahmad.tsauri.92) menngunggah sebuah foto dengan narasi sebagai berikut:
“Saya sudah melihat videonya, dalam 5 detik 6 orang FP* yang menyerang polisi tumbang. Petugasnya keren. Dan senjata FP* berjatuhan. Hanya dalam 5 detik.
Tembakannya sangat akurat, kalau meleset saja sedikit pasti anggota polisi ada yang mati ditembak mereka. Newbie verses expert. Ternyata ada penembak lebih jitu dari adegan filem-filem hhhe.
Aparat pasti punya durasi dari berbagai sudut. 4 orang yang kabur bisa dijerat pasal terorisme dan jika dibuka semua, soal senjata dan jaringan teroris di FP*.
Ormas tak berijin ini pasti dibubarkan karena terlibat dalam jaringan terorisme. Mohon jangan ada yang inbox minta video, kita tunggu rilis resmi dari aparat.”
“Saya sudah melihat videonya, dalam 5 detik 6 orang FP* yang menyerang polisi tumbang. Petugasnya keren. Dan senjata FP* berjatuhan. Hanya dalam 5 detik.
Tembakannya sangat akurat, kalau meleset saja sedikit pasti anggota polisi ada yang mati ditembak mereka. Newbie verses expert. Ternyata ada penembak lebih jitu dari adegan filem-filem hhhe.
Aparat pasti punya durasi dari berbagai sudut. 4 orang yang kabur bisa dijerat pasal terorisme dan jika dibuka semua, soal senjata dan jaringan teroris di FP*.
Ormas tak berijin ini pasti dibubarkan karena terlibat dalam jaringan terorisme. Mohon jangan ada yang inbox minta video, kita tunggu rilis resmi dari aparat.”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya gambar potongan video yang terkait penembakan terhadap 6 anggota FPI adalah klaim yang salah.
Faktanya, bukan gambar potongan video terkait 6 anggota FPI. Gambar yang diunggah sumber klaim merupakan potongan dari video penembakan terhadap dua pemuda hingga tewas yang terjadi di dekat Taman La Judea, daerah perkotaan El Santuario, Antioquia, Kolombia pada Januari 2020.
Video berdurasi 5 detik ini, salah satunya diunggah oleh akun Twitter @Nurburuuj pada 6 Juli 2020.
Dilansir dari artikel berjudul “[SALAH] “Pelaku perampokan dan pembacokan supir truk di Ranca ekek Bandung ,di tembak mati tim Buser”, sebelumnya video yang sama pernah diklaim sebagai video penembakan terhadap pelaku perampokan dan pembacokan supir truk di Rancaekek, Bandung.
Berdasarkan artikel berjudul “SE TOMAN MEDIDAS ESPECIALES EN EL SANTUARIO, TRAS MUERTE DE DOS VENEZOLANOS.” yang dimuat di situs Primero Oriente pada 29 Januari 2020, disebutkan bahwa penembakan itu merenggut dua orang warga negara Venezuela. Lokasinya berada di dekat Taman La Judea, daerah perkotaan El Santuario, Antioquia, Kolombia.
Penembakan yang terjadi pada Selasa (28/1/2020) dini hari itu menewaskan dua pemuda asal Venezuela. Mereka bernama Hernán de Jesús Medina Cerrudo, 21, dan Carlos José Cano Villasmin, 19. Setelah menembak dua orang, pelaku langsung kabur ke daerah pedesaan El Santuario.
Menurut artikel di situs Semana, publikasi ancaman dan rencana pembunuhan melalui Instagram dilakukan anggota geng yang menyebut dirinya ”Los Pepes” ke arah kelompok musuh. Kepolisian Antioquia telah mengerahkan tim khusus untuk menyelidiki pembunuhan dan kelompok tersebut. Mereka menilai publikasi ancaman pembunuhan sebagai bentuk intimidasi yang telah memicu rasa ketakutan warga di El Santuario.
Faktanya, bukan gambar potongan video terkait 6 anggota FPI. Gambar yang diunggah sumber klaim merupakan potongan dari video penembakan terhadap dua pemuda hingga tewas yang terjadi di dekat Taman La Judea, daerah perkotaan El Santuario, Antioquia, Kolombia pada Januari 2020.
Video berdurasi 5 detik ini, salah satunya diunggah oleh akun Twitter @Nurburuuj pada 6 Juli 2020.
Dilansir dari artikel berjudul “[SALAH] “Pelaku perampokan dan pembacokan supir truk di Ranca ekek Bandung ,di tembak mati tim Buser”, sebelumnya video yang sama pernah diklaim sebagai video penembakan terhadap pelaku perampokan dan pembacokan supir truk di Rancaekek, Bandung.
Berdasarkan artikel berjudul “SE TOMAN MEDIDAS ESPECIALES EN EL SANTUARIO, TRAS MUERTE DE DOS VENEZOLANOS.” yang dimuat di situs Primero Oriente pada 29 Januari 2020, disebutkan bahwa penembakan itu merenggut dua orang warga negara Venezuela. Lokasinya berada di dekat Taman La Judea, daerah perkotaan El Santuario, Antioquia, Kolombia.
Penembakan yang terjadi pada Selasa (28/1/2020) dini hari itu menewaskan dua pemuda asal Venezuela. Mereka bernama Hernán de Jesús Medina Cerrudo, 21, dan Carlos José Cano Villasmin, 19. Setelah menembak dua orang, pelaku langsung kabur ke daerah pedesaan El Santuario.
Menurut artikel di situs Semana, publikasi ancaman dan rencana pembunuhan melalui Instagram dilakukan anggota geng yang menyebut dirinya ”Los Pepes” ke arah kelompok musuh. Kepolisian Antioquia telah mengerahkan tim khusus untuk menyelidiki pembunuhan dan kelompok tersebut. Mereka menilai publikasi ancaman pembunuhan sebagai bentuk intimidasi yang telah memicu rasa ketakutan warga di El Santuario.
Kesimpulan
BUKAN potongan video terkait 6 anggota FPI. Gambar yang diunggah sumber klaim merupakan potongan dari video penembakan terhadap dua pemuda hingga tewas yang terjadi di dekat Taman La Judea, daerah perkotaan El Santuario, Antioquia, Kolombia pada Januari 2020.
Rujukan
- https://twitter.com/Nurburuuj/status/1280053499812671490 (Arsip –
- https://archive.md/a6qmv)
- https://turnbackhoax.id/2020/07/14/salah-pelaku-perampokan-dan-pembacokan-supir-truk-di-ranca-ekek-bandung-di-tembak-mati-tim-buser/
- http://primerooriente.com/se-toman-medidas-especiales-en-el-santuario-tras-muerte-de-dos-venezolanos/
- https://www.semana.com/nacion/articulo/los-asesinatos-y-las-amenazas-que-se-publicitan-por-instagram-en-antioquia/650238/
[SALAH] Foto “Sosoж ргеsiDей jokoщi mейбiйVдSi Bэrlin (Sosok Presiden Jokowi Menginvasi Berlin)”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 08/12/2020
Berita
Akun Febrian Kun (fb.com/100019788311047) mengunggah sebuah foto dengan narasi sebagai berikut:
“Sosoж ргеsiDей jokoщi mейбiйVдSi Bэrlin”
Narasi ini ketika dibaca adalah : “Sosok Presiden Jokowi Menginvasi Berlin”
Sosok Presiden Jokowi Menginvansi Berlin
Sosok jokowi menginvansi berlin
“Sosoж ргеsiDей jokoщi mейбiйVдSi Bэrlin”
Narasi ini ketika dibaca adalah : “Sosok Presiden Jokowi Menginvasi Berlin”
Sosok Presiden Jokowi Menginvansi Berlin
Sosok jokowi menginvansi berlin
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya foto beserta narasi sosok Presiden Jokowi menginvasi Berlin adalah klaim yang salah.
Faktanya, foto itu adalah foto editan atau suntingan hasil penggabungan 2 foto yang berbeda, yaitu foto pengemudi tank T 90 yang wajahnya penuh lumpur dan foto wajah Presiden Joko Widodo saat mendampingi Megawati pada apel peringatan Hari Pancasila, 1Juni 2013.
Foto asli pengemudi tank itu, salah satunya diunggah pada 29 September 2016 pada situs reddit.com dengan narasi “T-90 driver enjoy the ride. [750×1061]”
Sementara itu, foto asli wajah Presiden Jokowi diambil dari foto saat Jokowi yang waktu itu masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta mendampingi Megawati pada apel peringatan Hari Pancasila, 1 Juni 2013. Foto itu dimuat di situs merdeka.com pada artikel yang berjudul “Jokowi dampingi Mega apel peringatan Hari Pancasila”
Tank T 90 atau GPO Uralvagonzavod T-90 adalah sebuah Tank tempur utama rancangan Russia yang dikembangkan dari T-72, dan sampai saat ini menjadi tank paling modern di angkatan darat dan marinir Rusia. Saat ini tank ini juga dioperasikan beberapa negara lain, terutama India. Sebagai penerus dari T-72BM, T-90 menggunakan senjata dan 1G46 gunner sight dari T-80U, sebuah mesin baru, dan pengindera panas .
Faktanya, foto itu adalah foto editan atau suntingan hasil penggabungan 2 foto yang berbeda, yaitu foto pengemudi tank T 90 yang wajahnya penuh lumpur dan foto wajah Presiden Joko Widodo saat mendampingi Megawati pada apel peringatan Hari Pancasila, 1Juni 2013.
Foto asli pengemudi tank itu, salah satunya diunggah pada 29 September 2016 pada situs reddit.com dengan narasi “T-90 driver enjoy the ride. [750×1061]”
Sementara itu, foto asli wajah Presiden Jokowi diambil dari foto saat Jokowi yang waktu itu masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta mendampingi Megawati pada apel peringatan Hari Pancasila, 1 Juni 2013. Foto itu dimuat di situs merdeka.com pada artikel yang berjudul “Jokowi dampingi Mega apel peringatan Hari Pancasila”
Tank T 90 atau GPO Uralvagonzavod T-90 adalah sebuah Tank tempur utama rancangan Russia yang dikembangkan dari T-72, dan sampai saat ini menjadi tank paling modern di angkatan darat dan marinir Rusia. Saat ini tank ini juga dioperasikan beberapa negara lain, terutama India. Sebagai penerus dari T-72BM, T-90 menggunakan senjata dan 1G46 gunner sight dari T-80U, sebuah mesin baru, dan pengindera panas .
Kesimpulan
Foto editan / suntingan hasil penggabungan 2 foto yang berbeda, yaitu foto pengemudi tank T 90 yang wajahnya penuh lumpur dan foto Presiden Joko Widodo saat mendampingi Megawati pada apel peringatan Hari Pancasila, 1Juni 2013.
Rujukan
Halaman: 7014/8542




