“Lope yuuu pak Erdogan…😍😍
Erdogan memang TOP dia memberi tahu (Macron) yang najis ini,
Izinkan saya pergi dengan Anda Merkel,
Saya tidak bisa duduk bersamanya ..”
[SALAH] Erdogan Tidak Mau Duduk Bersama Macron
Sumber: facebook.comTanggal publish: 28/11/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Bang Biem Biem mengunggah sebuah potongan video berdurasi 0.08 detik yang memperlihatkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tengah bersalaman dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Rusia Vladimir Putin sedangkan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang berada di belakang Erdogan dihiraukan dan seolah-olah Erdogan ingin pergi dan tidak mau duduk bersama Macron. Postingan tersebut diunggah pada 27/11/2020 dan sudah mendapat 5 komentar dan 37 kali dibagikan oleh pengguna akun Facebook lain.
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim Erdogan tidak mau duduk bersama Macron adalah salah. Faktanya, potongan video itu adalah bagian dari video ketika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Kanselir Jerman Angela Markel, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengakhiri konferensi pers di Istana Presiden Vahdettin setelah KTT Suriah di Istanbul, Turki pada 27 Oktober 2018 yang kemudian diakhiri dengan bergandengan tangan.
Video serupa juga pernah ditayangkan oleh akun resmi Youtube Ruptly sebuah situs berita yang berbasis di Berlin, Jerman dengan judul “LIVE: Erdogan, Putin, Macron, Merkel give statement following Syiria summit” tayang pada 27/10/2018.
Para pemimpin empat negara tersebut memberikan pernyataan pers bersama setelah pertemuan puncak untuk membahas situasi yang sedang berlangsung di Suriah. Konferensi tingkat tinggi ini digelar sehari setelah terbunuhnya tujuh warga sipil oleh pasukan pemerintah Suriah dalam pertempuran di barat laut provinsi Idlib. Menurut lembaga pemantau hak asasi manusia, jumlah korban itu tertinggi sejak gencatan senjata disepakati pada bulan lalu.
Dengan demikian, klaim Erdogan tidak mau duduk bersama Macron adalah tidak benar karena tidak sesuai fakta dan termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim Erdogan tidak mau duduk bersama Macron adalah salah. Faktanya, potongan video itu adalah bagian dari video ketika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Kanselir Jerman Angela Markel, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengakhiri konferensi pers di Istana Presiden Vahdettin setelah KTT Suriah di Istanbul, Turki pada 27 Oktober 2018 yang kemudian diakhiri dengan bergandengan tangan.
Video serupa juga pernah ditayangkan oleh akun resmi Youtube Ruptly sebuah situs berita yang berbasis di Berlin, Jerman dengan judul “LIVE: Erdogan, Putin, Macron, Merkel give statement following Syiria summit” tayang pada 27/10/2018.
Para pemimpin empat negara tersebut memberikan pernyataan pers bersama setelah pertemuan puncak untuk membahas situasi yang sedang berlangsung di Suriah. Konferensi tingkat tinggi ini digelar sehari setelah terbunuhnya tujuh warga sipil oleh pasukan pemerintah Suriah dalam pertempuran di barat laut provinsi Idlib. Menurut lembaga pemantau hak asasi manusia, jumlah korban itu tertinggi sejak gencatan senjata disepakati pada bulan lalu.
Dengan demikian, klaim Erdogan tidak mau duduk bersama Macron adalah tidak benar karena tidak sesuai fakta dan termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Konaah (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta).
Klaim yang salah. Faktanya, potongan video itu adalah bagian dari video ketika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Kanselir Jerman Angela Markel, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Rusia Vladimir Putin ketika mengakhiri konferensi pers di Istana Presiden Vahdettin setelah KTT Suriah di Istanbul, Turki, 27 Oktober 2018 yang kemudian diakhiri dengan bergandengan tangan.
Klaim yang salah. Faktanya, potongan video itu adalah bagian dari video ketika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Kanselir Jerman Angela Markel, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Rusia Vladimir Putin ketika mengakhiri konferensi pers di Istana Presiden Vahdettin setelah KTT Suriah di Istanbul, Turki, 27 Oktober 2018 yang kemudian diakhiri dengan bergandengan tangan.
Rujukan
[SALAH] Video Pesan Terakhir Bupati Situbondo Sebelum Meninggal Akibat Covid-19
Sumber: FacebookTanggal publish: 28/11/2020
Berita
Sebuah video yang diklaim sebagai pesan terakhir dari Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto viral di media sosial. Pesan itu diklaim dibuat Dadang Wigiarto sebelum meninggal dunia akibat virus corona covid-19.
Salah satu akun yang mengunggah klaim pesan terakhir Bupati Situbondo sebelum meninggal dunia akibat covid-19 adalah Hotspot Manado. Dia mengunggah video itu pada Jumat (27/11/2020) pagi.
Begini narasinya:
"Pesan Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto, S.H Sebelum Meninggal Dunia Akibat Covid 19".
Dalam video, orang yang diklaim sebagai Dadang Wigiarto mengatakan:
"Gaes, jaga kesehatan, jangan disepelekan tapi juga jangan takut. Ingat covid-19 itu ada
Aku wis 3 hari isolasi di RS. Jangan disepelekan, cuci tangan, pakai masker, rasane ora enak blas, sesek demam.
Tetap semangat, jaga kesehatan semuanya, GBU all"
Salah satu akun yang mengunggah klaim pesan terakhir Bupati Situbondo sebelum meninggal dunia akibat covid-19 adalah Hotspot Manado. Dia mengunggah video itu pada Jumat (27/11/2020) pagi.
Begini narasinya:
"Pesan Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto, S.H Sebelum Meninggal Dunia Akibat Covid 19".
Dalam video, orang yang diklaim sebagai Dadang Wigiarto mengatakan:
"Gaes, jaga kesehatan, jangan disepelekan tapi juga jangan takut. Ingat covid-19 itu ada
Aku wis 3 hari isolasi di RS. Jangan disepelekan, cuci tangan, pakai masker, rasane ora enak blas, sesek demam.
Tetap semangat, jaga kesehatan semuanya, GBU all"
Hasil Cek Fakta
Untuk menelusuri klaim tersebut, Cek Fakta Liputan6.com mencarinya dengan menggunakan CrowdTangle dengan kata kunci: 'hoaks'. Hasil penelusuran mengarahkan ke akun Facebook resmi pemerintah Kabupaten Situbondo.
Akun Facebook resmi pemerintah Kabupaten Situbondo itu membantah pria yang berada di video viral tersebut adalah Dadang Wigiarto. Begini bantahan mereka atas video viral tersebut:
"Telah beredar video dan caption yang menyatakan bahwa kabar diatas adalah Alm. Bapak Bupati Situbondo. Namun kami, Selaku Pemerintah Kabupaten Situbondo menyatakan bahwa info yang telah beredar bukan Alm. Bapak Bupati.
Info yang telah beredar tersebut adalah HOAX!, maka untuk seluruh masyarakat Situbondo kita harus tetap waspada terhadap info yang tidak benar, dan tetap selalu patuhi protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19.
Stay safe untuk seluruh masyarakat Kabupaten Situbondo."
Cek Fakta Liputan6.com juga menemukan bantahan serupa di Instagram Kabupaten Situbondo, @situbondokab. Akun Instagram itu ditemukan di Twitter Kabupaten Situbondo yang sudah memiliki centang biru atau terverifikasi.
Merujuk artikel di Liputan6.com dengan judul: "Bupati Situbondo Dadang Wigiarto Meninggal Dunia karena COVID-19", Dadang Wigiarto meninggal dunia akibat virus corona covid-19 di RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo, Kamis (26/11/2020) sore WIB.
Bupati Situbondo Dadang Wigiarto dinyatakan terpapar COVID-19 sejak 24 November 2020. Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Situbondo Syaifullah mengatakan, Tim Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Situbondo telah melakukan sterilisasi Pendopo Kabupaten dan ruang kantor Bupati Dadang di Pemkab Situbondo.
Akun Facebook resmi pemerintah Kabupaten Situbondo itu membantah pria yang berada di video viral tersebut adalah Dadang Wigiarto. Begini bantahan mereka atas video viral tersebut:
"Telah beredar video dan caption yang menyatakan bahwa kabar diatas adalah Alm. Bapak Bupati Situbondo. Namun kami, Selaku Pemerintah Kabupaten Situbondo menyatakan bahwa info yang telah beredar bukan Alm. Bapak Bupati.
Info yang telah beredar tersebut adalah HOAX!, maka untuk seluruh masyarakat Situbondo kita harus tetap waspada terhadap info yang tidak benar, dan tetap selalu patuhi protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19.
Stay safe untuk seluruh masyarakat Kabupaten Situbondo."
Cek Fakta Liputan6.com juga menemukan bantahan serupa di Instagram Kabupaten Situbondo, @situbondokab. Akun Instagram itu ditemukan di Twitter Kabupaten Situbondo yang sudah memiliki centang biru atau terverifikasi.
Merujuk artikel di Liputan6.com dengan judul: "Bupati Situbondo Dadang Wigiarto Meninggal Dunia karena COVID-19", Dadang Wigiarto meninggal dunia akibat virus corona covid-19 di RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo, Kamis (26/11/2020) sore WIB.
Bupati Situbondo Dadang Wigiarto dinyatakan terpapar COVID-19 sejak 24 November 2020. Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Situbondo Syaifullah mengatakan, Tim Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Situbondo telah melakukan sterilisasi Pendopo Kabupaten dan ruang kantor Bupati Dadang di Pemkab Situbondo.
Kesimpulan
Video yang mengklaim tentang pesan terakhir Bupati Situbondo sebelum meninggal dunia akibat virus corona covid-19 adalah hoaks karena pria dalam video bukan Dadang Wigiarto.
Rujukan
- https://www.facebook.com/situbondokabofficial/
- https://www.instagram.com/p/CIFNLmMJuTR/?utm_source=ig_embed
- https://surabaya.liputan6.com/read/4418790/bupati-situbondo-dadang-wigiarto-meninggal-dunia-karena-covid-19?source=search
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4419518/cek-fakta-benarkah-ini-pesan-terakhir-bupati-situbondo-sebelum-meninggal-akibat-covid-19-simak-buktinya
[SALAH] Minum Air Panas, Susu Panas, Teh Panas dan Menghirup Uapnya Dapat Membunuh Virus Corona
Sumber: facebook.comTanggal publish: 27/11/2020
Berita
Do you know how Chinese successfully control this Coronavirus? Drink Hot water 6 times / day, Hot Milk and Hot Tea 4 times / day ~ That’s all
(narasi dalam video)
“…..Do you know how they controlled the virus? It was in this manner. The Chinese drink hot water six times a day. They also drink hot milk and tea four times daily. That’s not all, they inhale the steam as many times a day as possible. When you do this for four days, the coronavirus that’s within you slowly dies off and you cured on the fifth day when the whole world is searching for vaccine for COVID-19. This is how China succesfully control this virus….”
(Terjemahan)
Taukah kamu bagaimana China berhasil mengontrol virus corona? Minum air panas 6 kali sehari, susu panas, dan teh panas 4 kali sehari ~itu saja.
(narasi dalam video)
Taukah kamu bagaimana mereka mengontrol virus? Yakni dengan cara ini. Orang-orang China meminum air panas 6 kali sehari. Mereka juga minum susu panas dan teh panas 4 kali sehari. Itu saja, mereka juga menghirup uap air mendidih sebanyak mungkin dalam sehari. Jika kamu melakukan ini dalam sehari, virus corona yang ada di tubuhmu perlahan akan mati dan kamu akan sembuh di hari kelima ketika semua orang di dunia masih mencari vaksin untuk COVID-19. Inilah bagaimana China sukses untuk mengontrol virus.
(narasi dalam video)
“…..Do you know how they controlled the virus? It was in this manner. The Chinese drink hot water six times a day. They also drink hot milk and tea four times daily. That’s not all, they inhale the steam as many times a day as possible. When you do this for four days, the coronavirus that’s within you slowly dies off and you cured on the fifth day when the whole world is searching for vaccine for COVID-19. This is how China succesfully control this virus….”
(Terjemahan)
Taukah kamu bagaimana China berhasil mengontrol virus corona? Minum air panas 6 kali sehari, susu panas, dan teh panas 4 kali sehari ~itu saja.
(narasi dalam video)
Taukah kamu bagaimana mereka mengontrol virus? Yakni dengan cara ini. Orang-orang China meminum air panas 6 kali sehari. Mereka juga minum susu panas dan teh panas 4 kali sehari. Itu saja, mereka juga menghirup uap air mendidih sebanyak mungkin dalam sehari. Jika kamu melakukan ini dalam sehari, virus corona yang ada di tubuhmu perlahan akan mati dan kamu akan sembuh di hari kelima ketika semua orang di dunia masih mencari vaksin untuk COVID-19. Inilah bagaimana China sukses untuk mengontrol virus.
Hasil Cek Fakta
Sebuah video beredar di media sosial yang mengklaim bahwa minum minuman panas dan menghirup uap air mendidih dapat membunuh virus corona. Salah seorang yang menyebarkan video tersebut salah satunya dari akun Facebook bernama Cho Lay yang membuat postingan pada 20 Oktober 2020 dan mendapat likes sebanyak 4 kali.
Klaim tersebut tidak benar. Minuman panas dan menghirup uap air panas tidak bisa mematikan virus corona yang sudah terjangkit dalam tubuh.
Dikatakan langsung oleh Ahli Penyakit Dalam (Dokter Spesialis Paru) FKKMK UGM, dr. Sumardi, Sp.PD, KP., FINASIM., menyatakan bahwa virus corona tidak dapat mati meski kita minum air panas. Dokter Sumardi menambahkan, minum air panas tidak dapat menjangkau atau mematikan virus, karena corona mengendap di sel-sel tubuh.
“Jika virus masuk ke dalam tubuh maka suhu tubuh akan naik dengan sendirinya untuk menetralkan virus tersebut. Jadi tidak perlu minum atau mandi air panas karena akan mengganggu sistem tubuh,” jelas Sumardi.
Selain itu dengan minum air panas dapat membahayakan kesehatan seseorang seperti dapat melemahkan perut.
Hal ini sejalan dengan yang diungkapkan oleh Ron Eccles, pakar penyakit pernapasan di Universitas Cardiff di Inggris dan mantan direktur Common Cold Center, pada BBC bahwa minum air panas tidak dapat membunuh virus karena sampai saat ini tidak ada hasil penelitian yang membuktikannya.
Begitu pula dengan menghirup uap air panas juga tidak dapat mematikan virus dalam tubuh. Menurut Dr. Jason McKnight, Asisten Profesor Klinis di Departemen Perawatan Primer dan Population Health di Texas A&M University, mengatakan lewat email pada agensi berita AFP, bahwa menghirup uap air panas mungkin meredakan gejalanya saja, seperti batuk, hidung tersumbat, dan dada tersumbat, namun tidak sampai menyembuhkan infeksi virus corona.
Dokter McKnight juga menambahkan bahwa dengan menghirup uap air panas malah dapat membahayakan kesehatan lain seperti luka bakar pada wajah, mata, hingga saluran pernapasan.
Para dokter menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada penelitian yang membuktikan minuman panas dan menghirup uapnya dapat mematikan virus corona dalam tubuh, pun WHO tidak pernah memberi imbauan pencegahan ataupun pengobatan dengan cara tersebut. Menurut para dokter dan ahli menyatakan cara yang efektif untuk mencegah diri dari infeksi virus corona adalah dengan mentaati protokol kesehatan secara ketat seperti sering cuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak. Sehingga klaim video pada postingan akun Cho Lay adalah HOAX dan termasuk kategori KONTEN MENYESATKAN.
Klaim tersebut tidak benar. Minuman panas dan menghirup uap air panas tidak bisa mematikan virus corona yang sudah terjangkit dalam tubuh.
Dikatakan langsung oleh Ahli Penyakit Dalam (Dokter Spesialis Paru) FKKMK UGM, dr. Sumardi, Sp.PD, KP., FINASIM., menyatakan bahwa virus corona tidak dapat mati meski kita minum air panas. Dokter Sumardi menambahkan, minum air panas tidak dapat menjangkau atau mematikan virus, karena corona mengendap di sel-sel tubuh.
“Jika virus masuk ke dalam tubuh maka suhu tubuh akan naik dengan sendirinya untuk menetralkan virus tersebut. Jadi tidak perlu minum atau mandi air panas karena akan mengganggu sistem tubuh,” jelas Sumardi.
Selain itu dengan minum air panas dapat membahayakan kesehatan seseorang seperti dapat melemahkan perut.
Hal ini sejalan dengan yang diungkapkan oleh Ron Eccles, pakar penyakit pernapasan di Universitas Cardiff di Inggris dan mantan direktur Common Cold Center, pada BBC bahwa minum air panas tidak dapat membunuh virus karena sampai saat ini tidak ada hasil penelitian yang membuktikannya.
Begitu pula dengan menghirup uap air panas juga tidak dapat mematikan virus dalam tubuh. Menurut Dr. Jason McKnight, Asisten Profesor Klinis di Departemen Perawatan Primer dan Population Health di Texas A&M University, mengatakan lewat email pada agensi berita AFP, bahwa menghirup uap air panas mungkin meredakan gejalanya saja, seperti batuk, hidung tersumbat, dan dada tersumbat, namun tidak sampai menyembuhkan infeksi virus corona.
Dokter McKnight juga menambahkan bahwa dengan menghirup uap air panas malah dapat membahayakan kesehatan lain seperti luka bakar pada wajah, mata, hingga saluran pernapasan.
Para dokter menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada penelitian yang membuktikan minuman panas dan menghirup uapnya dapat mematikan virus corona dalam tubuh, pun WHO tidak pernah memberi imbauan pencegahan ataupun pengobatan dengan cara tersebut. Menurut para dokter dan ahli menyatakan cara yang efektif untuk mencegah diri dari infeksi virus corona adalah dengan mentaati protokol kesehatan secara ketat seperti sering cuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak. Sehingga klaim video pada postingan akun Cho Lay adalah HOAX dan termasuk kategori KONTEN MENYESATKAN.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Ani Nur MR (Universitas Airlangga).
Faktanya, minum minuman panas dan menghirup uapnya tidak dapat membunuh virus corona. Menurut WHO cara paling efektif agar tidak terjangkit virus corona adalah menerapkan secara ketat protokol kesehatan.
Faktanya, minum minuman panas dan menghirup uapnya tidak dapat membunuh virus corona. Menurut WHO cara paling efektif agar tidak terjangkit virus corona adalah menerapkan secara ketat protokol kesehatan.
Rujukan
[SALAH] Kebijakan Ticketmaster, Wajibkan Vaksin Covid-19 Sebelum Menghadiri Konser
Sumber: twitter.comTanggal publish: 27/11/2020
Berita
“BREAKING: @Ticketmaster reportedly planning mandatory COVID-19 vaccine verification policy for concert attendance.
Young healthy people are NOT the target population for this vaccine and Ticketmaster is not your physician. Boycott this.”
Terjemahan ke bahasa Indonesia:
“BREAKING: @Ticketmaster dilaporkan merencanakan kebijakan verifikasi vaksin COVID-19 wajib untuk kehadiran konser.
Orang muda yang sehat BUKAN populasi target untuk vaksin ini dan Ticketmaster bukanlah dokter Anda. Boikot ini”
Young healthy people are NOT the target population for this vaccine and Ticketmaster is not your physician. Boycott this.”
Terjemahan ke bahasa Indonesia:
“BREAKING: @Ticketmaster dilaporkan merencanakan kebijakan verifikasi vaksin COVID-19 wajib untuk kehadiran konser.
Orang muda yang sehat BUKAN populasi target untuk vaksin ini dan Ticketmaster bukanlah dokter Anda. Boikot ini”
Hasil Cek Fakta
Akun Dr. Simone Gold (@/drsimonegold) membuat sebuah cuitan pada tanggal 12 November 2020 yang menyatakan bahwa Ticketmaster memberikan persyaratan wajib vaksin Covid-19 sebelum menonton/menghadiri konser. Cuitan ini mendapat atensi yang banyak dengan 17.616 menyukai, dan 8.633 dicuit ulang.
Berdasarkan penelusuran dengan menggunakan mesin pencari Google memakai kata kunci ‘Ticketmasters Vaccine Covid-19′ terdapat artikel dari BBC dimuat pada tanggal 12 November 2020 dengan judul ‘No, Ticketmaster won’t force you to have a Covid vaccine’ yang menyatakan bahwa klaim tersebut salah. Faktanya itu hanyalah sebuah konsep yang ditawarkan Ticketmaster dan bukan mewajibkan untuk menggunakan konsep yang ditawarkan tersebut.
Kepada BBC, Ticketmaster menyatakan tidak punya kebijakan untuk mengatur seseorang wajib vaksin Covid-19 sebelum menghadiri konser.
“Ticketmaster tidak memiliki kekuasaan untuk menetapkan kebijakan seputar persyaratan keselamatan / masuk, yang akan mencakup vaksin dan / atau protokol pengujian,” katanya kepada BBC (12/11/2020).
Lebih lanjut, perusahaan yang berfokus pada penjualan tiket itu juga memberikan klarifikasi di media sosial Twitter pada 13 November 2020 menyatakan bahwa klaim yang menyebut mereka mewajibkan vaksin Covid-19 sebelum memasuki konser adalah tidak benar.
“We know there’s been some incorrect information being reported around safety/entry requirements and want to ensure everyone has all the facts. To clarify, there is absolutely no requirement from Ticketmaster mandating vaccines/testing”.
Dalam bahasa Indonesia:
“Kami tahu ada beberapa informasi salah yang dilaporkan seputar persyaratan keselamatan / masuk dan ingin memastikan semua orang mengetahui semua fakta. Untuk memperjelas, sama sekali tidak ada persyaratan dari Ticketmaster yang mewajibkan vaksin / pengujian”.
Laman periksa fakta Fullfact juga menulis hasil periksa faktanya dengan judul ‘Ticketmaster won’t demand proof of a Covid-19 vaccine for concert entry’ pada 16 November 2020 dan menyatakan bahwa klaim Ticketmaster mewajibkan syarat vaksin Covid-19 sebelum masuk konser adalah tidak benar.
Dengan demikian, tidak benar adanya Ticketmaster memberikan syarat wajib vaksin Covid-19 sebelum menghadiri konser dan hoaks ini masuk dalam kategori konten palsu.
Berdasarkan penelusuran dengan menggunakan mesin pencari Google memakai kata kunci ‘Ticketmasters Vaccine Covid-19′ terdapat artikel dari BBC dimuat pada tanggal 12 November 2020 dengan judul ‘No, Ticketmaster won’t force you to have a Covid vaccine’ yang menyatakan bahwa klaim tersebut salah. Faktanya itu hanyalah sebuah konsep yang ditawarkan Ticketmaster dan bukan mewajibkan untuk menggunakan konsep yang ditawarkan tersebut.
Kepada BBC, Ticketmaster menyatakan tidak punya kebijakan untuk mengatur seseorang wajib vaksin Covid-19 sebelum menghadiri konser.
“Ticketmaster tidak memiliki kekuasaan untuk menetapkan kebijakan seputar persyaratan keselamatan / masuk, yang akan mencakup vaksin dan / atau protokol pengujian,” katanya kepada BBC (12/11/2020).
Lebih lanjut, perusahaan yang berfokus pada penjualan tiket itu juga memberikan klarifikasi di media sosial Twitter pada 13 November 2020 menyatakan bahwa klaim yang menyebut mereka mewajibkan vaksin Covid-19 sebelum memasuki konser adalah tidak benar.
“We know there’s been some incorrect information being reported around safety/entry requirements and want to ensure everyone has all the facts. To clarify, there is absolutely no requirement from Ticketmaster mandating vaccines/testing”.
Dalam bahasa Indonesia:
“Kami tahu ada beberapa informasi salah yang dilaporkan seputar persyaratan keselamatan / masuk dan ingin memastikan semua orang mengetahui semua fakta. Untuk memperjelas, sama sekali tidak ada persyaratan dari Ticketmaster yang mewajibkan vaksin / pengujian”.
Laman periksa fakta Fullfact juga menulis hasil periksa faktanya dengan judul ‘Ticketmaster won’t demand proof of a Covid-19 vaccine for concert entry’ pada 16 November 2020 dan menyatakan bahwa klaim Ticketmaster mewajibkan syarat vaksin Covid-19 sebelum masuk konser adalah tidak benar.
Dengan demikian, tidak benar adanya Ticketmaster memberikan syarat wajib vaksin Covid-19 sebelum menghadiri konser dan hoaks ini masuk dalam kategori konten palsu.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Muhammad Padhliansyah (Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin)
Informasi Palsu. Faktanya, Ticketmaster memberikan klarifikasi bahwa tidak ada persyaratan terkait wajib vaksin Covid-19 untuk menghadiri/menonton konser.
Informasi Palsu. Faktanya, Ticketmaster memberikan klarifikasi bahwa tidak ada persyaratan terkait wajib vaksin Covid-19 untuk menghadiri/menonton konser.
Rujukan
Halaman: 7040/8542


