• [SALAH] Akun IDX di Telegram

    Sumber: Telegram
    Tanggal publish: 22/01/2021

    Berita

    Beredar akun Indonesia Stock Exchange (IDX) di Telegram. Beberapa di antaranya bernama IDX Indonesia Exchange Stock (@Idxindonesiagroup), IDX INDONESIA EXCHANGE INVESTOR (t.me[slash]IDXinvestasisahamgroup), INDONESIA EXCHANGE STOCK (@idxinvestasisaham). Postingan yang diunggah dalam akun tersebut berisi seputar promosi investasi di pasar modal.

    Indonesia Stock Exchange (IDX) atau Bursa Efek Indonesia adalah perusahaan tempat memperdagangkan surat berharga seperti saham dan obligasi.

    Hasil Cek Fakta

    Melalui akun Twitter resmi yang terverifikasi, IDX mengungkapkan pihaknya tidak memiliki akun di Telegram.

    “Waspada! IDX Tidak Memiliki Akun Telegram”.

    Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan IDX.

    “Harap berhati-hati terhadap pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan IDX”.

    Untuk mengetahui berita resmi dari IDX/BEI, harap untuk mengunjungi https://idx.co.id .

    Berdasarkan fakta yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa akun IDX di Telegram adalah HOAX dan termasuk kategori KONTEN PALSU.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Surat Pengangkatan Tenaga Honorer dari Menteri PANRB

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 22/01/2021

    Berita

    Telah beredar di media sosial Facebook sebuah surat berisi edaran dari Menteri PANRB terkait pengangkatan Pegawai Honorer menjadi ASN tanpa melalui tahapan tes. Pada surat edaran tersebut juga mencantumkan nama Menteri PANRB Tjahjo Kumolo.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri informasi tersebut dibantah oleh Kepala Biro hukum, komunikasi, dan informasi Publik Kementrian PANRB Andi Rahadian.

    Menurut Andi, surat sejenis juga sempat beredar pada tahun 2020. Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dalam menerima informasi, terlebih jika mengatasnamakan PANRB dan meminta sejumlah imbalan.

    Dengan demikian informasi yang beredar di Facebook terkait surat edaran dari Kementrian PANRB terkait pengangkatan Pegawai Honorer menjadi ASN tanpa melalui tahap seleksi tersebut tidak benar sehingga informasi tersebut masuk dalam kategori konten palsu.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Badanmu akan terlihat seperti ini jika kamu beruntung tetap hidup setelah tersambar petir

    Sumber: Instagram.com
    Tanggal publish: 22/01/2021

    Berita

    Kembali beredar sebuah foto punggung seorang pria yang diklaim merupakan kondisi tubuh manusia setelah tersambar petir dan masih dalam keadaan hidup maka akan terlihat seperti pada foto tersebut.

    Hasil Cek Fakta

    Faktanya, informasi tersebut tidak benar. Setelah dilakukan penelusuran foto punggung yang terdapat luka memar tersebut adalah hasil Prosthetic makeup atau FX Prosthesis untuk lukisan tubuh bagian belakang zombie.

    Informasi terkait foto punggung yang diklaim merupakan kondisi tubuh manusia yang masih hidup setelah terkena Sambaran petir tersebut sempat beredar sebelumnya dan telah dilakukan pemeriksaan faktanya oleh turnbackhoax.id berjudul [SALAH] Foto “badan akan terlihat seperti ini jika kamu beruntung masih hidup setelah tersambar petir” pada 8 September 2020 lalu.

    Dengan demikian informasi yang beredar di Instagram terkait foto punggung memar tersebut tidak benar, sehingga informasi tersebut masuk dalam kategori konten palsu.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Penjelasan Erick Thohir Terkait Chip COVID-19 dalam Vaksin Dapat Mengontrol Manusia Seumur Hidup

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 21/01/2021

    Berita

    Akun Twitter sarang hamnida (@kharimakharima1) mengunggah cuitan berupa satu video kompilasi beberapa potongan video, seperti video wawancara Erick Thohir di Mata Najwa, presentasi Bill Gates, dan Jay Walker selaku CEO APIJECT di CBN News. Cuitan tersebut disertai dengan narasi yang menyebutkan bahwa Erick Thohir menjelaskan chip yang terdapat dalam vaksin COVID-19 dapat mengontrol manusia setelah disuntikannya.

    Vaksin & chip

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, narasi cuitan tersebut tidak tepat. Pertama, pada video wawancara Erick Thohir di Mata Najwa episode “Vaksin Siapa Takut” hari Rabu, 13 Januari 2021, Erick Thohir tidak menyebutkan adanya chip di dalam vaksin, melainkan barcode pada botol dan kemasan vaksin COVID-19 yang diperlukan dalam pelacakan vaksin, seperti mengetahui kepada siapa vaksin tersebut disuntikkan.

    “Kembali kita bicara kepada sebuah sistem yang harus bisa meminimalisir resiko, apalagi ini menyangkut rakyat Indonesia. Maka dari itu, sejak awal, Biofarma melakukan barcode di sini (menunjukkan botol vaksin) bisa terlihat. Jadi misalkan tadi Raffi habis disuntik itu masuk ke barcode. Satu kotak ini ada barcodenya, nanti masuk ke cool chain yang dikirim ke daerah yang truk-truknya bisa kita lacak sudah sampai dimana, nomor mobilnya apa, dan ada kejadian apa,” ujar Erick Thohir sambil menunjukkan botol dan kotak vaksin.

    Mengutip dari detikfinance, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga membantah adanya chip dalam vaksin COVID-19. Ia menjelaskan, barcode yang ada pada kemasan vaksin diperlukan agar vaksin dapat terdata dan tidak dipalsukan.

    “Pasti yang menyebarkan ini hoaks ya, memelintir lah informasi, yang dimaksud Pak Erick Thohir itu adalah bahwa yang namanya barcode itu, vaksin itu, itu terdata supaya jangan ada barcode yang palsu. Vaksin yang satu ini punyanya si A gitu, jadi ketahuan langsung dia datanya. Jadi semuanya ada barcode-nya, jadi vaksin yang ini dipakai untuk yang ini,” jelas Arya.

    Kedua, video Bill Gates yang digunakan dalam cuitan tersebut merupakan video yang direkam saat Bill Gates menyampaikan pesan di Global Policy Forum (GRF) yang diadakan oleh Alliance for Financial Inclusion di Kuala Lumpur, Malaysia pada 10-12 September 2013. Ia menyebutkan, salah satu inovasi seperti vaksin telah mengubah masa depan miliaran orang. Ia juga sama sekali tidak menyinggung adanya chip di dalam vaksin.

    Ketiga, video terakhir yang digunakan dalam video kompilasi itu adalah video Jay Walker selaku CEO APIJECT yang diwawancarai oleh CBN News pada 22 Mei 2020. Ia memaparkan bahwa projek yang sedang ia jalani bertujuan untuk memastikan jutaan dosis vaksin siap disuntikkan pada akhir tahun 2020 di Amerika Serikat. Selain itu, ia juga menjelaskan chip dengan nomor serial pada vaksin didesain layaknya barcode untuk mengetahui dosis yang tepat belum kadaluwarsa dan tidak ada informasi lain selain terkait dosis vaksin.

    Dari berbagai fakta yang telah dijelaskan, cuitan unggahan akun Twitter sarang hamnida (@kharimakharima1) dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini