• [SALAH] “Dugem pesta kawinan?”

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 18/11/2020

    Berita

    Beredar sebuah postingan pada Akun “ꦩꦸꦂꦠꦝ” (twitter.com/MurtadhaOne1), ditampilkan suasana pesta perkawinan dengan Dugem dan sudah dibagikan 30 kali per arsip dibuat.
    dugem pesta perkawinan

    Hasil Cek Fakta

    - SUMBER membangun kesimpulan keliru, mengaitkan video unggahan BULAN LALU dengan acara pernikahan putri Habib Rizieq Shihab (HRS) yang berlangsung pada BULAN INI (November 2020).

    - Tangkapan layar oleh Warganet cuitan yang sebelumnya oleh SUMBER yang sudah tidak bisa diakses per artikel ini disusun.

    - Per artikel periksa fakta ini disusun pengguna tersebut sudah TIDAK ada di TikTok.

    - UrleBird: “Balas @najwamahri ini cuplikan video resepsinya ya? #fyp #foryoupage #arabwedding” (hanya thumbnail, TANPA video).

    - Wolipop: “Resepsi pernikahan yang berlangsung pada Minggu, 15 November 2020”.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Akun Facebook Gubernur Riau Syamsuar

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 17/11/2020

    Berita

    Beredar akun Facebook mengatasnamakan Gubernur Riau, H. Syamsuar dengan nama pengguna “Drsh Syamsuar Msi” (@drshsyamsuar.msi.9) dan foto H. Syamsuar yang sedang menggunakan pakaian dinas.

    Hasil Cek Fakta

    Dari penelusuran diketahui akun tersebut palsu. Menurut Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominfotik) Riau, Chairul Riski, akun Facebook yang resmi dikelola oleh admin Gubernur Riau hanya satu akun dan berupa halaman Facebook.

    “Facebook yang resmi dikelola admin Bapak Gubernur Riau, sudah disukai lebih dari 127.000 netizen dan yang mengikuti sudah lebih dari ratusan ribu,” kata Riski dilansir dari fixriaupesisir.pikiran-rakyat.com, Sabtu 14/11/2020.

    Sementara itu akun Facebook resmi Gubernur Riau, H. Syamsuar bernama “Drs. H. Syamsuar, Msi” (@PakSyamSiak) yang saat ini memuat foto profil sang Gubernur mengenakan baju berwarna hijau dan mengenakan kopiah hitam bukan menggunakan pakaian dinas. Lebih lanjut Riski menyampaikan, agar masyarakat khususnya netizen tidak mudah percaya dengan akun Facebook yang lainya. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan bersama. Dari penelusuran di atas, akun Facebook mengatasnamakan “Drsh Syamsuar Msi” (drshsyamsuar.msi.9) masuk kategori Konten Palsu.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Penyanyi Drake Meninggal Dunia

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 17/11/2020

    Berita

    Pengguna Twitter 0rnis mengunggah sebuah hasil tangkapan layar (14/11) situs genius.com yang memberitakan kabar bahwa penyanyi Drake telah meninggal dunia. Unggahan tersebut juga disertai dengan tagar #RIPDrake.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, genius.com tidak pernah mengunggah berita bahwa Drake telah meninggal dunia. Lebih lanjut, baik perwakilan dari Drake maupun situs media terpercaya lainnya tidak pernah merilis pernyataan bahwa Drake telah meninggal dunia. Pihak Twitter juga telah memberi bantahan pada tagar #RIPDrake yang sempat menjadi tren Twitter di Amerika Serikat, bahwa Drake tidak meninggal dunia. Drake sendiri masih aktif di media sosial Instagram miliknya, champagnepapi, dan sempat mengunggah sebuah Instagram story pada 15 November 2020 waktu setempat.

    Informasi dengan topik serupa juga pernah dimuat dalam situs Snopes dengan judul artikel ‘No, Drake is Not Dead’ dan mengategorikannya sebagai false.

    Dengan demikian, informasi yang diunggah oleh Pengguna Twitter 0rnis dapat dikategorikan sebagai Konten Palsu/Fabricated Content.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Tuduhan Covid-19 Hanya Konspirasi karena Hasil Tes Positif pada Pepaya dan Kambing di Tanzania Tidak Terbukti

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 17/11/2020

    Berita


    KLAIM
    Klaim bahwa "hasil tes positif Covid-19 pada pepaya dan kambing di Tanzania menunjukkan penyakit tersebut hanyalah konspirasi" beredar di Facebook. Klaim itu terdapat dalam unggahan akun M Ulum pada 15 November 2020. Akun tersebut membagikan gambar yang memuat foto Presiden Tanzania John Magufuli.
    Dalam gambar itu, terdapat pula teks yang berbunyi, "Presiden Tanzania, John Magufuli, sengaja mengimpor test kit yang disediakan WHO untuk menguji keabsahan alat tersebut. Hasilnya, buah pepaya, kambing, hingga oli dinyatakan positif corona!” Akun M Ulum pun menulis, "Waduh kalau begini semua bisa terinfeksi virus corona dong, corona sebenarnya konspirasi atau beneran?”
    Hingga artikel ini dimuat, unggahan tersebut telah mendapatkan lebih dari 1.700 reaksi dan 434 komentar serta dibagikan sebanyak 95 kali.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook M Ulum.

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo membandingkannya dengan pemberitaan media asing yang kredibel. Dikutip dari kantor berita Reuters, pada 3 Mei 2020, Presiden Tanzania John Magufuli memang menyatakan bahwa alat tes Covid-19 yang diimpor oleh negaranya mengalami kesalahan teknis karena mendeteksi kambing dan pepaya positif Covid-19.
    Pernyataan itu disampaikan Magufuli dalam sebuah acara di Chato, barat laut Tanzania. Magufuli telah menginstruksikan pasukan keamanan Tanzania untuk memeriksa kualitas alat tes. Secara acak, mereka mengumpulkan beberapa sampel non-manusia, termasuk pepaya, kambing, dan domba, namun ditulis dengan nama dan usia manusia.
    Sampel-sampel ini kemudian dikirim ke laboratorium Tanzania untuk diuji Covid-19. Teknisi laboratorium tidak mengetahui asal-usul sampel tersebut. Sampel dari pepaya dan kambing kemudian dinyatakan positif Covid-19, dan hal ini dikaitkan dengan adanya kemungkinan beberapa orang yang dikonfirmasi positif padahal tidak terinfeksi virus Corona.
    Sehari setelah menyatakan hal itu, Magufuli melakukan skorsing terhadap kepala laboratorium kesehatan nasional yang bertanggung jawab atas pengujian Covid-19, seperti dilansir dari Al Jazeera. Magufuli mencurigai adanya “permainan kotor” di laboratorium dan memerintahkan penyelidikan dengan membentuk tim yang beranggotakan 10 orang pada 4 Mei 2020.
    Masalahnya, Magufuli tidak terbuka mengenai merek dan asal alat tes Covid-19 tersebut diimpor. Al Jazeera menulis bahwa pemerintahan Magufuli konsisten meremehkan virus Corona. Dia banyak menerima kritik karena sebelumnya merahasiakan pandemi Covid-19 dan meminta rakyat Tanzania berdoa untuk menyingkirkan virus Corona.
    Pihak oposisi di Tanzania menuduh pemerintahan Magufuli menyembunyikan informasi dan gagal menangani penyakit itu dengan serius. Sekolah dan universitas telah ditutup, tapi pasar, halte bus, dan toko ramai seperti biasanya. Bahkan, Magufuli mendesak warga untuk terus bekerja keras dan tetap pergi ke gereja atau masjid.
    Tanzania mengumumkan kasus Covid-19 pertamanya pada 16 Maret 2020, dan telah mencatatkan 480 kasus serta 16 kematian pada awal Mei 2020. Infeksi dan kematian Covid-19 yang dilaporkan di seluruh Afrika memang relatif rendah dibandingkan dengan di Amerika Serikat atau sebagian Asia dan Eropa. Tapi Afrika juga memiliki tingkat pengujian yang sangat rendah, hanya sekitar 500 tes per satu juta orang.
    Hasil Investigasi
    Dilansir dari kantor berita Xinhua, hasil investigasi terhadap laboratorium kesehatan nasional Tanzania dipublikasikan pada 24 Mei 2020. Menurut menteri kesehatan setempat, Ummy Mwalimu, hasil penyelidikan menunjukkan beberapa kekurangan, termasuk mesin yang rusak untuk menguji sampel Covid-19.
    Kekurangan lain yang diidentifikasi oleh tim penyelidikan antara lain adalah kurangnya pengawasan teknis untuk pengujian sampel Covid-19, buruknya kualitas hasil tes Covid-19, dan jeleknya penyimpanan sampel yang diuji untuk tes Covid-19. Tim juga mengungkap laboratorium yang didirikan pada 1968 itu kekurangan tenaga profesional di bidang bioteknologi dan biologi molekuler.
    Menindaklanjuti temuan itu, Kementerian Kesehatan Tanzania memindahkan pengujian sampel Covid-19 ke laboratorium kesehatan nasional yang baru, yang selesai dibangun pada Mei 2020. Laboratorium yang dilengkapi dengan fasilitas berteknologi tinggi ini berada di kawasan Mabibo, Dar es Salaam.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa "hasil tes positif Covid-19 pada pepaya dan kambing di Tanzania menunjukkan penyakit tersebut hanyalah konspirasi" tidak terbukti. Pertama, tidak ada informasi bahwa alat tes yang digunakan di Tanzania tersebut diimpor dari WHO mengingat, sebagai organisasi kesehatan di bawah PBB, mereka tidak menangani penjualan alat tes Covid-19. Kedua, hasil penyelidikan tim Kementerian Kesehatan Tanzania menemukan kerusakan pada mesin tes Covid-19, kurangnya pengawasan teknis untuk pengujian sampel Covid-19, buruknya kualitas hasil tes Covid-19, dan jeleknya penyimpanan sampel yang diuji untuk tes Covid-19 di laboratorium kesehatan nasional mereka yang dibangun pada 1968. Faktor-faktor ini mempengaruhi hasil positif Covid-19 pada pepaya dan kambing.
    IKA NINGTYAS
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini