Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut menggelar debat Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut tahap kedua di Hotel Mecure, Tateli, Minahasa, Sulut, Rabu (11/11/2020). Tiga paslon yang tampil adalah Cristiany E Paruntu – Sehan S Landjar, Vonny A Panambunan – Hendry Runtuwene, Olly Dondokambey – Steven O Kandou.
Dalam sesi debat itu, Vonny mengatakan, Sulut berada di peringkat 32 untuk kualitas pendidikan di Indonesia. Atau berada di nomor dua terbelakang dari 34 provinsi di Indonesia.
“Sulut berada di nomor dua dari belakang untuk kualitas pendidikan di Indonesia,” ujar Vonny.
CEK FAKTA: Vonny Sebut Sulut Peringkat 32 Bidang Pendidikan, Benarkah?
Sumber: Debat Pilkada 2020Tanggal publish: 11/11/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran tim cek fakta, hasil Ujian Nasional (UN) SMA/SMK tahun 2019, Sulut berada di deretan terbawah nasional. Untuk SMA di urutan 32 dari 34 provinsi, sementara SMK di urutan 31 atau ketiga terbawah secara nasional.
Menanggapi pernyataan Vonny, Cagun Steven O Kandouw mengatakan, kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari nilai lulusan siswa SMA dan SMK. Karena ada banyak faktor yang mempengaruhinya.
“Apalagi saat ini UN sudah dihapus,” ujar Kandou.
Menanggapi hal ini, akademisi dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Manado (Unima) di Tondano Dr Aldjon Dapa mengatakan, kualitas pendidikan artinya indikator penilaian mutu pendidikan berlaku untuk semua jenjang mulai dari Pendidikan Anau Usia Dini (PAUD) hingga SMA dan SMK.
“Ada 8 indikator penilaian kualitas atau mutu pendidikan,” ujar Aldjon.
Delapan indikator pendidikan itu adalah kompetensi lulusan, isi pendidikan, proses pembelajaran, penilaian pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan pendidikan, serta pembiayaan pendidikan. (*)
Menanggapi pernyataan Vonny, Cagun Steven O Kandouw mengatakan, kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari nilai lulusan siswa SMA dan SMK. Karena ada banyak faktor yang mempengaruhinya.
“Apalagi saat ini UN sudah dihapus,” ujar Kandou.
Menanggapi hal ini, akademisi dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Manado (Unima) di Tondano Dr Aldjon Dapa mengatakan, kualitas pendidikan artinya indikator penilaian mutu pendidikan berlaku untuk semua jenjang mulai dari Pendidikan Anau Usia Dini (PAUD) hingga SMA dan SMK.
“Ada 8 indikator penilaian kualitas atau mutu pendidikan,” ujar Aldjon.
Delapan indikator pendidikan itu adalah kompetensi lulusan, isi pendidikan, proses pembelajaran, penilaian pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan pendidikan, serta pembiayaan pendidikan. (*)
Rujukan
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Muncul Notifikasi Pornhub dalam Siaran Berita Pilpres AS di CNN?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 11/11/2020
Berita
Video pendek yang memperlihatkan cuplikan ketika notifikasi Pornhub, situs penyedia konten dewasa, muncul dalam siaran stasiun televisi CNN viral. Dalam video berdurasi 11 detik ini, notifikasi itu tampak muncul saat dua pembawa berita CNN, Wolf Blitzer dan John King, menunjukkan hasil Pemilihan Presiden Amerika Serikat atau Pilpres AS. Ketika notifikasi Pornhub tiba-tiba muncul di sisi kanan atas layar yang menunjukkan hasil Pilpres AS tersebut, King lantas menutupnya.
Di Twitter, video itu dibagikan salah satunya oleh akun Young Simba, @Mufaa6, pada 6 November 2020. Akun ini menulis, "CNN had pornhub pop up on national television (CNN menampilkan pornhub di televisi nasional)." Hingga artikel ini dimuat, unggahan video akun tersebut telah ditonton lebih dari 500 ribu kali, di-retweet lebih dari 6.700 kali, dan disukai lebih dari 26 ribu kali.
Gambar tangkapan layar unggahan akun Twitter Young Simba.
Apa benar muncul notifikasi Pornhub dalam siaran berita Pilpres AS di CNN?
Hasil Cek Fakta
Menurut hasil verifikasi Tim CekFakta Tempo, dalam video asli siaran berita Pilpres AS di CNN yang dibawakan oleh Wolf Blitzer dan John King tersebut, tidak muncul notifikasi situs penyedia konten dewasa Pornhub, melainkan notifikasi lain.
Isu tentang munculnya notifikasi Pornhub dalam siaran berita di CNN itu sudah dibantah oleh King melalui akun Twitter miliknya saat seorang warganet bertanya mengenai video tersebut. “Not. Some clown taking time away from lying about something else apparently because they don’t like math,” kata King dalam cuitannya pada 6 November 2020.
Salah satu koresponden olahraga CNN, Tancredi Palmeri, kemudian membagikan video asli siaran di CNN saat Blitzer dan King memberitakan hasil Pilpres AS tersebut. Dalam video berdurasi 10 detik ini, memang muncul sebuah notifikasi yang kemudian ditutup oleh King. Namun, dalam notifikasi itu, tidak ada logo Pornhub.
Palmeri mendapatkan video asli tersebut dari seorang jurnalis kantor berita Prancis A2PRL, Boris Kharlamoff, yang membagikannya pada tanggal yang sama. Kharlamoff menulis, "No, no Pornhub tab has appeared on air on CNN. You can resume normal activity."
Gambar tangkapan layar video yang memperlihatkan munculnya notifikasi Pornhub dalam siaran berita di CNN (kiri) dan video asli siaran berita tersebut yang dibagikan oleh jurnalis Prancis Boris Kharlamoff (kanan).
Saat dihubungi Tempo, Kharlamoff menjelaskan bahwa ia mendapatkan video asli itu karena sebelumnya telah merekam siaran langsung CNN tersebut. “I recorded this video during the CNN live,” kata Kharlamoff lewat pesan di Twitter pada 10 November 2020.
Sejumlah situs pemeriksa fakta AS pun telah membantah klaim tersebut berdasarkan keterangan dari John King dan video yang dibagikan oleh Tancredi Palmeri. Beberapa di antaranya adalah Snopes dan PolitiFact.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa "muncul notifikasi Pornhub dalam siaran berita Pilpres AS di CNN" keliru. Logo Pornhub dalam notifikasi yang muncul di video itu adalah hasil suntingan. Dalam video asli siaran di CNN saat Wolf Blitzer dan John King memberitakan hasil Pilpres AS tersebut, tidak ada notifikasi Pornhub yang muncul.
IKA NINGTYAS
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/pornhub
- https://archive.is/8fho5
- https://www.tempo.co/tag/cnn
- https://twitter.com/JohnKingCNN/status/1324708318796021760
- https://twitter.com/tancredipalmeri/status/1324681758441414657
- https://twitter.com/BorisKharlamoff/status/1324664602593009665
- https://www.snopes.com/fact-check/pornhub-logo-cnn/
- https://www.politifact.com/factchecks/2020/nov/06/instagram-posts/no-porn-site-logo-didnt-appear-cnn-broadcast/
- https://www.tempo.co/tag/pilpres-as
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Foto Erdogan yang Tolak Jabat Tangan Macron usai Polemik Kartun Nabi Muhammad?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 11/11/2020
Berita
Foto yang diklaim sebagai foto saat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menolak berjabat tangan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron beredar di Facebook. Menurut klaim itu, Erdogan menolak bersalaman dengan Macron sebagai buntut atas kasus pemenggalan seorang guru Prancis, Samuel Paty, yang dianggap melecehkan Islam karena menunjukkan gambar kartun Nabi Muhammad milik Charlie Hebdo kepada murid-muridnya.
Dalam foto itu, Erdogan dan Macron terlihat berada dalam suatu forum. Terdapat bendera Turki dan Prancis di belakang keduanya. Macron pun tampak sedang mengulurkan tangannya kepada Erdogan. Namun, Erdogan terlihat membelakangi Macron.
Foto beserta narasi tersebut dibagikan oleh akun Hery Ardiyanto ke grup Kajian Al Qur’an dan Sunnah pada 8 November 2020. Dia mengunggah tulisan panjang yang diawali dengan narasi bahwa Erdogan enggan berjabat tangan dengan Macron. Tulisan itu pun memuat narasi sebagai berikut:
“Sikap bela agama ditunjukkan presiden turkey ERDOGAN ketika kedua pemimpin bertemu guna membahas penghinaan yang dilakukan presiden perancis MARCOON kepada Nabi Muhammad saw nabi umat islam di seluruh dunia. 'Saya akan bertindak tegas kepada siapa pun/pemimpin manapun yang menghina Nabi Muhammad,karena dia (Muhammad) junjungan umat islam diseluruh penjuru dunia.'tegas Erdogan.”
Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Hery Ardiyanto.
Apa benar foto tersebut adalah foto Erdogan yang menolak berjabat tangan dengan Macron usai polemik kartun Nabi Muhammad?
Hasil Cek Fakta
Hasil verifikasi Tim CekFakta Tempo menunjukkan bahwa foto tersebut adalah foto lama yang diambil saat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menghadiri sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-73 di New York, Amerika Serikat, pada 25 September 2018. Selain itu, ditemukan fakta lain bahwa keduanya sebenarnya berjabat tangan.
Untuk memeriksa klaim dalam unggahan Hery Ardiyanto, Tempo mula-mula menelusuri jejak digital foto tersebut denganreverse image toolGoogle. Hasilnya, ditemukan bahwa foto ini pernah dipublikasikan oleh CNN Arabic pada 26 Oktober 2020. CNN Arabic memberikan keterangan bahwa foto tersebut diambil saat Erdogan dan Macron berada dalam sebuah pertemuan pada September 2018.
Lewat penelusuran di situs stok foto Getty Images, Tempo menemukan bahwa foto tersebut adalah foto jepretan fotografer kantor berita Agence France-Presse (AFP) Ludovic Marin pada 26 September 2018 dengan keterangan “UN Assembly Diplomacy France-Turkey” atau "Diplomasi Majelis PBB Prancis-Turki".
Tempo pun menelusuri pemberitaan terkait dengan memasukkan kata kunci “Erdogan and Macron meet at UN Assembly 2018” ke mesin perambah Google. Hasilnya, ditemukan foto saat Erdogan dan Macron berjabat tangan dalam sidang Majelis Umum PBB ke-73 di New York, AS, pada 25 September 2018. Foto itu dipublikasikan oleh kantor berita Turki Anadolu Agency.
Foto milik kantor berita Turki Anadolu Agency yang memperlihatkan Presiden Prancis Emmanuel Macron berjabat tangan dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam sidang Majelis Umum PBB pada 25 September 2018.
Foto tersebut identik dengan foto yang dimuat baik oleh CNN maupun Getty Images. Kesamaannya terlihat dari dasi yang digunakan Erdogan, yang berwarna merah dengan motif berwarna emas, serta sebuah papan berbentuk kotak di belakang keduanya yang berwarna abu-abu.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto di atas merupakan foto Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang menolak berjabat tangan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron usai polemik kartun Nabi Muhammad, keliru. Foto tersebut merupakan foto lama yang diambil saat keduanya bertemu dalam sidang Majelis Umum PBB ke-73 di New York, AS, pada 25 September 2018. Klaim bahwa dalam foto itu Erdogan menolak bersalaman dengan Macron pun keliru. Faktanya, sebuah foto yang dilansir oleh kantor berita Turki Anadolu Agency, yang diambil dari pertemuan yang sama, menunjukkan keduanya berjabat tangan.
IKA NINGTYAS
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/recep-tayyip-erdogan
- https://www.tempo.co/tag/kartun-nabi-muhammad
- https://www.tempo.co/tag/prancis
- https://archive.vn/NtxLg
- https://www.tempo.co/tag/turki
- https://arabic.cnn.com/world/article/2020/10/26/turkey-erdogan-attacks-french-president-macron-again
- https://www.gettyimages.in/detail/news-photo/french-president-emmanuel-macron-meets-with-his-couterpart-news-photo/1040458104
- https://www.aa.com.tr/en/pg/photo-gallery/erdogan-at-the-73rd-general-assembly-of-the-un/0
- https://www.tempo.co/tag/emmanuel-macron
[SALAH] Kabar Pesawat TNI Jatuh di Papua pada Senin 9 November 2020
Sumber: FacebookTanggal publish: 10/11/2020
Berita
Beredar di media sosial dan aplikasi percakapan Whatsapp kabar kecelakaan yang menimpa pesawat TNI. Kabar ini ramai dibagikan sejak Senin (9/11/2020) siang.
Salah satu yang membagikannya adalah akun bernama Darma. Ia mengunggahnya di Facebook, Senin (9/11/2020) sore.
Dalam postingannya terdapat tiga buah foto pesawat TNI yang sedang jatuh. Postingan tersebut juga disertai narasi:
"*Innaa lilahi wa innaa ilaihi rooji'uun.**NKRI Berduka*
Baru saja pesawat Hercules milik TNI yang membawa 100 anggota prajurit TNI menuju Papua jatuh di wilayah Papua pada tanggal 09-11-2020 pukul 09:00, anggota yg meninggal hingga kini baru diketahui 10 orang dan korban luka parah baru 4 orang yang di antaranya.
Korban terluka:
1. Letda Rizqul Khoiri
2. Letda Husain Ilham
3. Pratu Randi
4. Serda Adi Prayoga
Semoga korban yang meninggal yang hendak berjuang meninggal dalam keadaan Husnul khotimah dan ditempatkan di syurganya Allah SWT tanpa hisab, serta korban yg selamat semoga mereka diberikan kekuatan serta kesabaran dalam menghadapi semuanya, Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin."
Salah satu yang membagikannya adalah akun bernama Darma. Ia mengunggahnya di Facebook, Senin (9/11/2020) sore.
Dalam postingannya terdapat tiga buah foto pesawat TNI yang sedang jatuh. Postingan tersebut juga disertai narasi:
"*Innaa lilahi wa innaa ilaihi rooji'uun.**NKRI Berduka*
Baru saja pesawat Hercules milik TNI yang membawa 100 anggota prajurit TNI menuju Papua jatuh di wilayah Papua pada tanggal 09-11-2020 pukul 09:00, anggota yg meninggal hingga kini baru diketahui 10 orang dan korban luka parah baru 4 orang yang di antaranya.
Korban terluka:
1. Letda Rizqul Khoiri
2. Letda Husain Ilham
3. Pratu Randi
4. Serda Adi Prayoga
Semoga korban yang meninggal yang hendak berjuang meninggal dalam keadaan Husnul khotimah dan ditempatkan di syurganya Allah SWT tanpa hisab, serta korban yg selamat semoga mereka diberikan kekuatan serta kesabaran dalam menghadapi semuanya, Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin."
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri fakta dengan menghubungi Kapuspen TNI Mayjen Achmad Riad. Dia menjelaskan kabar itu tidak benar.
"Saya sampaikan bahwa berita itu tidak benar. Kejadiannya sudah lama, tahun 2016," ujar Mayjen Achmad Riad saat dihubungi Liputan6.com, Senin (9/11/2020).
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI Fadjar Adrianto.
"Itu kabar hoax," ujarnya singkat pada Liputan6.com.
"Saya sampaikan bahwa berita itu tidak benar. Kejadiannya sudah lama, tahun 2016," ujar Mayjen Achmad Riad saat dihubungi Liputan6.com, Senin (9/11/2020).
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI Fadjar Adrianto.
"Itu kabar hoax," ujarnya singkat pada Liputan6.com.
Kesimpulan
Kabar yang menyebutkan ada pesawat TNI jatuh di Papua adalah tidak benar. Faktanya pesawat yang diunggah dalam postingan tersebut adalah pesawat yang kecelakaan tahun 2016.
Rujukan
Halaman: 7077/8537





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3291565/original/020430800_1604926783-cek_fakta_TNI.jpg)