[SALAH] Video Fenomena Alam Petir Menyambar Sungai
Sumber: facebook.comTanggal publish: 08/11/2020
Berita
Kamera keamanan (CCTV) berada di tempat yang tepat untuk menangkap sambaran petir yang menakjubkan ini dari awal hingga akhir. Petir awalnya menghantam batu di tepi kiri dan kemudian “melompat” ke air. Tonton sampai akhir dan lihat berapa lama waktu yang dibutuhkan air untuk berhenti mendidih dan kembali ke “normal” … Ini akan membuat semua orang sadar akan *bahaya dan kekuatan sambaran petir!* Jika anda berada di kolam atau di mana pun dan ada potensi petir – *keluarlah dari air atau pergilah menjauh…!*
Hasil Cek Fakta
Sebuah akun Facebook bernama Ulul Arham membagikan video yang memperlihatkan proses sambaran petir dan kekuatannya. Serta imbauan untuk menjauh dari tempat yang berpotensi tersambar petir.
Setelah ditelusuri, video tersebut diunggah di akun Youtube perusahaan teknik air Finlandia Rannikon Merityö dengan keterangan web perusahaan tentang penambangan dan peledakan bawah air. Cahaya yang menyerupai petir itu merupakan kabel detonator yang menyala dan setelah ledakan terlihat potongan puing yang mengapung.
Dilansir dari AFP, sebenarnya video tersebut menunjukkan ledakan bawah air terkontrol di Finlandia pada tahun 2012. Juru bicara perusahaan Rannikon Merityö berkata video tersebut menunjukkan ledakan batuan padat bawah air.
“Pekerjaan peledakan semacam ini merupakan bagian dari layanan yang diberikan oleh perusahaan kami. Bagaimana pun itu adalah hal buatan manusia, bukan fenomena alam,” ujarnya melalui surat elektronik.
Sehingga video mengenai fenomena alam proses petir menyambar sungai merupakan hoaks dengan kategori konten yang salah.
Setelah ditelusuri, video tersebut diunggah di akun Youtube perusahaan teknik air Finlandia Rannikon Merityö dengan keterangan web perusahaan tentang penambangan dan peledakan bawah air. Cahaya yang menyerupai petir itu merupakan kabel detonator yang menyala dan setelah ledakan terlihat potongan puing yang mengapung.
Dilansir dari AFP, sebenarnya video tersebut menunjukkan ledakan bawah air terkontrol di Finlandia pada tahun 2012. Juru bicara perusahaan Rannikon Merityö berkata video tersebut menunjukkan ledakan batuan padat bawah air.
“Pekerjaan peledakan semacam ini merupakan bagian dari layanan yang diberikan oleh perusahaan kami. Bagaimana pun itu adalah hal buatan manusia, bukan fenomena alam,” ujarnya melalui surat elektronik.
Sehingga video mengenai fenomena alam proses petir menyambar sungai merupakan hoaks dengan kategori konten yang salah.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Aisyah Adilah (Anggota Komisariat MAFINDO Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik Jakarta)
Faktanya, itu bukan fenomena alam melainkan buatan manusia. Video tersebut merupakan salah satu bagian dari layanan yang diberikan perusahaan pengerukan, penggalian, dan konstruksi pantai yang berbasis di Finlandia.
Faktanya, itu bukan fenomena alam melainkan buatan manusia. Video tersebut merupakan salah satu bagian dari layanan yang diberikan perusahaan pengerukan, penggalian, dan konstruksi pantai yang berbasis di Finlandia.
Rujukan
[SALAH] Surat Penerimaan PJLP Harus Bisa Baca AL-Qur’an dan Shalat
Sumber: facebook.comTanggal publish: 08/11/2020
Berita
Jika ini benar adanya, maka sama artinya non muslim tidak diperkenankan mendaftar “DILARANG”. Perhatikan Nomor urut 18 dan 19 .
#JAKARTA_DIPERUNTUKAN_MUSLIM_ATAU_NASIONAL ???
#JAKARTA_ITU_INDONESIA_ATAU_BUKAN ???
#ABANG_JAGO
Sudahkah kita merdeka? Masyarakat sendiri di kecam.. Berarti kemerdekaan itu, BELUM…….
#JAKARTA_DIPERUNTUKAN_MUSLIM_ATAU_NASIONAL ???
#JAKARTA_ITU_INDONESIA_ATAU_BUKAN ???
#ABANG_JAGO
Sudahkah kita merdeka? Masyarakat sendiri di kecam.. Berarti kemerdekaan itu, BELUM…….
Hasil Cek Fakta
Melalui media sosial Facebook, akun Frans Parulian Manalu mengunggah foto surat bahwa Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan (Jaksel) melakukan penerimaan calon Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) untuk Satuan Tugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) dan Petugas Sosial Kesiapsiagaan Bencana (PSKB) tahun 2021, yang memberikan syarat antara lain harus bisa membaca Al-Qur’an dan shalat.
Namun nyatanya, surat tersebut tidak benar. Dilansir dari news.detik.com, Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi dan Pemberdayaan Sosial Sudinsos Jakarta Selatan Anshori membantah pihaknya menerbitkan surat seperti yang beredar. Diduga oknum tidak bertanggung jawab yang menyebarluaskannya. Surat tersebut juga sempat tersebar luas di grup Whatsapp.
“Itu tak benar,” ujar Kepala Rehabilitasi dan Pemberdayaan Sosial Sudinsos Jakarta Selatan Anshori saat dimintai konfirmasi pada Jumat (6/10/20).
Dikutip dari jalahoaks, surat tersebut hoaks, dan tidak bertanda tangan pejabat berwenang. Selain itu persyaratan penerimaan penyedia di lingkungan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip kemajemukan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Jadi dapat disimpulkan bahwa, surat penerimaan PLJP harus bisa baca Al-Qur’an dan shalat adalah hoaks kategori konten palsu.
Namun nyatanya, surat tersebut tidak benar. Dilansir dari news.detik.com, Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi dan Pemberdayaan Sosial Sudinsos Jakarta Selatan Anshori membantah pihaknya menerbitkan surat seperti yang beredar. Diduga oknum tidak bertanggung jawab yang menyebarluaskannya. Surat tersebut juga sempat tersebar luas di grup Whatsapp.
“Itu tak benar,” ujar Kepala Rehabilitasi dan Pemberdayaan Sosial Sudinsos Jakarta Selatan Anshori saat dimintai konfirmasi pada Jumat (6/10/20).
Dikutip dari jalahoaks, surat tersebut hoaks, dan tidak bertanda tangan pejabat berwenang. Selain itu persyaratan penerimaan penyedia di lingkungan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip kemajemukan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Jadi dapat disimpulkan bahwa, surat penerimaan PLJP harus bisa baca Al-Qur’an dan shalat adalah hoaks kategori konten palsu.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Rahmah An Nisaa (Uin Sunan Ampel Surabaya).
Informasi tersebut tidak berdasar. Faktanya, Dinas Sosial DKI Jakarta membantah adanya surat penerima calon Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) untuk Satuan Tugas Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) dan Petugas Sosial Kesiapsiagaan Bencana (PSKB) yang memberikan syarat calon peserta harus bisa mengaji dan harus salat lima waktu.
Informasi tersebut tidak berdasar. Faktanya, Dinas Sosial DKI Jakarta membantah adanya surat penerima calon Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) untuk Satuan Tugas Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) dan Petugas Sosial Kesiapsiagaan Bencana (PSKB) yang memberikan syarat calon peserta harus bisa mengaji dan harus salat lima waktu.
Rujukan
[SALAH] 43 Ekor Buaya Lepas di Aliran Sungai Cisadane
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 08/11/2020
Berita
“Assalamu’alaikum wr wb,
Himbauan untuk warga sekitar bantaran sungai Cisadane, untuk tidak beraktifitas di sekitaran bantaran kalo Cisadane, untuk yang mempunyai anak tolong di jaga Jagan sampai berenang di sungai,di karenakan sekira nya 43 ekor buaya lepas di aliran sungai Cisadane,sudah sampai Serpong Cisadane !!! Sekian Himbauan ini saya berikan..”
Himbauan untuk warga sekitar bantaran sungai Cisadane, untuk tidak beraktifitas di sekitaran bantaran kalo Cisadane, untuk yang mempunyai anak tolong di jaga Jagan sampai berenang di sungai,di karenakan sekira nya 43 ekor buaya lepas di aliran sungai Cisadane,sudah sampai Serpong Cisadane !!! Sekian Himbauan ini saya berikan..”
Hasil Cek Fakta
Beredar pesan berantai di Whatsapp tentang himbauan untuk warga bantaran sungai Cisadane untuk tidak beraktifitas di sekitar bantaran karena ada 43 ekor buaya yang lepas di aliran Sungai Cisadane.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, informasi tersebut diketahui tidak berdasar. Melansir dari detik.com Penyidik BKSDA Wilayah I Bogor Sudrajat memastikan informasi itu tidak valid. Sebab berdasarkan pemantauan pihaknya, tidak ada penangkaran buaya di wilayah Bogor.
“Enggak ada itu (43 buaya terlepas dari penangkaran). Di Bogor enggak ada penangkaran buaya,” kata Sudrajat.
Pernyataan serupa juga dituturkan oleh Walikota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah telah menanggapi hal tersebut lewat postingan di akun Instagram resminya.
“43 buaya air yang di beritakan lepas ke Sungai Cisadane sudah di pastikan hoaks ya
Terimakasih team @bpbdkotatangerang
Yang sudah antisipasi dgn menyusuri sungai”
Klarifikasi juga dituturkan oleh BPBD Kota Tangerang melalui media sosial Instagramnya, yang juga memperlihatkan video BPBD sedang menyusuri Sungai Cisadane. “Menurut berita media online sore ini (04/11/2020), Penyidik Kehutanan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah Bogor, mengatakan di Bogor tidak ada penangkaran buaya.”
Lewat postingan Instagramnya, BPBD tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan bila ada sesuatu hal di sungai tersebut bisa menghubungi 112 atau BPBD Kota Tangerang.
Dengan demikian, informasi 43 ekor buaya lepas di Sungai Cisadane adalah tidak berdasar dan masuk dalam kategori konten palsu.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, informasi tersebut diketahui tidak berdasar. Melansir dari detik.com Penyidik BKSDA Wilayah I Bogor Sudrajat memastikan informasi itu tidak valid. Sebab berdasarkan pemantauan pihaknya, tidak ada penangkaran buaya di wilayah Bogor.
“Enggak ada itu (43 buaya terlepas dari penangkaran). Di Bogor enggak ada penangkaran buaya,” kata Sudrajat.
Pernyataan serupa juga dituturkan oleh Walikota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah telah menanggapi hal tersebut lewat postingan di akun Instagram resminya.
“43 buaya air yang di beritakan lepas ke Sungai Cisadane sudah di pastikan hoaks ya
Terimakasih team @bpbdkotatangerang
Yang sudah antisipasi dgn menyusuri sungai”
Klarifikasi juga dituturkan oleh BPBD Kota Tangerang melalui media sosial Instagramnya, yang juga memperlihatkan video BPBD sedang menyusuri Sungai Cisadane. “Menurut berita media online sore ini (04/11/2020), Penyidik Kehutanan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah Bogor, mengatakan di Bogor tidak ada penangkaran buaya.”
Lewat postingan Instagramnya, BPBD tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan bila ada sesuatu hal di sungai tersebut bisa menghubungi 112 atau BPBD Kota Tangerang.
Dengan demikian, informasi 43 ekor buaya lepas di Sungai Cisadane adalah tidak berdasar dan masuk dalam kategori konten palsu.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Luthfiyah Oktari Jasmien (Institut Agama Islam Negeri Surakarta).
Informasi tersebut tidak benar. Penyidik Kehutanan BKSDA mengatakan di Bogor tidak ada penangkaran buaya. Klarifikasi juga disampaikan oleh Walikota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah yang menyatakan informasi tersebut hoaks.
Informasi tersebut tidak benar. Penyidik Kehutanan BKSDA mengatakan di Bogor tidak ada penangkaran buaya. Klarifikasi juga disampaikan oleh Walikota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah yang menyatakan informasi tersebut hoaks.
Rujukan
[SALAH] Polisi Medan Tewas Ditembak
Sumber: facebook.comTanggal publish: 08/11/2020
Berita
“Seorang Anggota Polisi Satlantas resort Medan, yang bernama Ringgo Manurung, dengan pangkat Briptu, di temukan tewas di jalan tadi pagi Korban di tembak di bagian dada. Para pelaku di perkirakan 3 orang dengan mengendarai sepeda motor”
Hasil Cek Fakta
Melalui laman media sosial Facebook pemilik akun Ci Ling-ling membagikan sebuah kiriman yang menyertakan tangkapan layar portal berita CNN Indonesia dengan judul berita “Seorang Anggota Polisi Satlantas resort Medan, yang bernama Ringgo Manurung, dengan pangkat Briptu, di temukan tewas di jalan tadi pagi Korban di tembak di bagian dada. Para pelaku di perkirakan 3 orang dengan mengendarai sepeda motor”.
Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, diketahui foto yang digunakan pada postingan portal berita tersebut tidak pernah termuat dalam index pemberitaan m.cnnindonesia.com.Melansir dari suara.com polisi korban penembakan di Medan Aiptu Robinson Silaban sudah mulai membaik usai menjalani operasi di rumah sakit Bhayangkara Medan.
Berdasarkan seluruh referensi yang ada klaim polisi Medan tewas ditembak termasuk hoaks dengan kategori konten yang dimanipulasi.
Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, diketahui foto yang digunakan pada postingan portal berita tersebut tidak pernah termuat dalam index pemberitaan m.cnnindonesia.com.Melansir dari suara.com polisi korban penembakan di Medan Aiptu Robinson Silaban sudah mulai membaik usai menjalani operasi di rumah sakit Bhayangkara Medan.
Berdasarkan seluruh referensi yang ada klaim polisi Medan tewas ditembak termasuk hoaks dengan kategori konten yang dimanipulasi.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Erviana Hasan (Universitas Halu Oleo)
Faktanya, pemberitaan tersebut sudah melalui penyuntingan dan tidak termuat dalam index pemberitaan m.cnnindonesia.com.
Faktanya, pemberitaan tersebut sudah melalui penyuntingan dan tidak termuat dalam index pemberitaan m.cnnindonesia.com.
Rujukan
Halaman: 7084/8537



