Akun facebook يوسف زين العابدين mengunggah video (6/08/2020) yang memperlihatkan seorang anak bayi yang mempunyai tiga mata dengan narasi sebagai berikut:
“سبحنان الله🌺طفل مولود بثلاث عيون”
(Puji Bagi Allah 🌺 anak yang lahir dengan tiga mata)
[SALAH] “Video Bayi Bermata Tiga”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 25/08/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut hasil suntingan/editan. Tidak ada informasi valid mengenai bayi yang mempunyai mata ketiga di dahi seperti yang ada dalam video. Bila diamati dengan seksamavideo tersebut, maka akan terlihat mata ketiga yang berada di dahi pada bayi telah diedit. Terlihat mata ketiga yang berada di dahi pada bayi mirip dengan mata sebelah kiri. Mata kiri bayi dan mata ketiga di dahi bergerak serentak ke arah yang sama persis.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, terdapat sebuah laporan kasus 2018 yang diterbitkan di West Journal of Radiology berbicara tentang ‘duplikasi kraniofasial’ bayi yang lahir dengan kelainan genetik, yakni kasus seorang anak laki-laki berumur 1 tahun yang dirujuk ke rumah sakit dengan kelainan genetik di Nigeriayang mempunyai mata ekstra (mata ketiga) di sisi kiri kepala dan bentuk kepala yang tidak normal yang terlihat sejak lahir, namun foto yang dimuat di jurnal tersebut berbeda dengan bayi yang ada di video itu.
Video yang sama juga ditemukan di channel Youtube 10NEWS INDIA yang membagikan video tersebut dengan deskripsi yang menyebutkan ‘Craniofacial duplication’, atau duplikasi wajah sebagai alasan dibalik mata ketiga bayi dalam video tersebut. Akan tetapi, keterangan deskripsi pada unggahan video itu, ditemukan pada sebuah laporan kasus 2018 yang diterbitkan di West Journal of Radiology berbicara tentang ‘duplikasi kraniofasial’ bayi yang lahir dengan kelainan genetik di Nigeria.
“Craniofacial duplication known as diprosopus is a rare congenital disorder whereby parts or all of the face are duplicated on the head. This is a case of a 1-year-old boy referred to our hospital with an extra eye (third eye) on the left side of the head and an abnormally shaped head, which were noticed since birth, Jan 2, 2018”
(diartikan: “Duplikasi kraniofasial yang dikenal sebagai diprosopus adalah kelainan bawaan langka di mana sebagian atau seluruh wajah diduplikasi di kepala. Ini adalah kasus seorang anak laki-laki berumur 1 tahun yang dirujuk ke rumah sakit kami dengan mata ekstra (mata ketiga) di sisi kiri kepala dan bentuk kepala yang tidak normal, yang terlihat sejak lahir. 2 Jan 2018”).
Setelah ditelusuri lebih lanjut, terdapat sebuah laporan kasus 2018 yang diterbitkan di West Journal of Radiology berbicara tentang ‘duplikasi kraniofasial’ bayi yang lahir dengan kelainan genetik, yakni kasus seorang anak laki-laki berumur 1 tahun yang dirujuk ke rumah sakit dengan kelainan genetik di Nigeriayang mempunyai mata ekstra (mata ketiga) di sisi kiri kepala dan bentuk kepala yang tidak normal yang terlihat sejak lahir, namun foto yang dimuat di jurnal tersebut berbeda dengan bayi yang ada di video itu.
Video yang sama juga ditemukan di channel Youtube 10NEWS INDIA yang membagikan video tersebut dengan deskripsi yang menyebutkan ‘Craniofacial duplication’, atau duplikasi wajah sebagai alasan dibalik mata ketiga bayi dalam video tersebut. Akan tetapi, keterangan deskripsi pada unggahan video itu, ditemukan pada sebuah laporan kasus 2018 yang diterbitkan di West Journal of Radiology berbicara tentang ‘duplikasi kraniofasial’ bayi yang lahir dengan kelainan genetik di Nigeria.
“Craniofacial duplication known as diprosopus is a rare congenital disorder whereby parts or all of the face are duplicated on the head. This is a case of a 1-year-old boy referred to our hospital with an extra eye (third eye) on the left side of the head and an abnormally shaped head, which were noticed since birth, Jan 2, 2018”
(diartikan: “Duplikasi kraniofasial yang dikenal sebagai diprosopus adalah kelainan bawaan langka di mana sebagian atau seluruh wajah diduplikasi di kepala. Ini adalah kasus seorang anak laki-laki berumur 1 tahun yang dirujuk ke rumah sakit kami dengan mata ekstra (mata ketiga) di sisi kiri kepala dan bentuk kepala yang tidak normal, yang terlihat sejak lahir. 2 Jan 2018”).
Kesimpulan
Klaim video yang salah. Video tersebut hasil suntingan/editan. Tidak ada informasi valid mengenai bayi bermata tiga seperti yang terdapat dalam video tersebut.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2020/08/25/salah-video-bayi-bermata-tiga/
- https://www.vishvasnews.com/english/health/fact-check-this-video-claiming-three-eyed-baby-born-in-germany-is-digitally-edited/
- https://thelogicalindian.com/fact-check/baby-3-eyes-germany-sage-prediction-22331
- https://www.youtube.com/watch?v=z10cu700xhg
- http://www.wajradiology.org/article.asp?issn=1115-3474;year=2018;volume=25;issue=1;spage=79;epage=83;aulast=Yahaya
[SALAH] Gedung KPK Terbakar
Sumber: facebook.comTanggal publish: 25/08/2020
Berita
Sebuah akun Facebook bernama Iin Lebay membagikan video berdurasi 49 detik dengan tulisan “Bkn kebakaran... Tapi lgi pemutihan :joy::joy::joy: KEREN lgi gedung KPK nya ikutan kebakar :laughing::laughing::laughing:”
Hasil Cek Fakta
Sedangkan dalam video yang dibagikannya, perekam video tersebut mengatakan "Hey abang-abang tanggal 22 Agustus jam 7 malam terjadi kebakaran di Gedung Kejaksaan Blok M. Untuk yang melintas untuk mencari jalur lain dulu ya, karena pasti akan terjadi penutupan jalan di sini. Untuk sementara ini blanwir belum sampai di lokasi, sementara di amankan oleh petugas setempat untuk clear area.”
Ada pun klaim mengenai pemutihan, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Hari Setiono mengatakan gedung yang terbakar adalah lantai 5 dan 6 yang merupakan wilayah kerja biro kepegawaian. "Itu data kepegawaian, ada beberapa biro yang ada di bidang pembinaan. tidak ada berkas penanganan perkara di sana, korupsi khusus maupun umum," kata Hari saat dihubungi CNN Indonesia, Sabtu (22/8).
Hari mengklaim berkas perkara kasus tindak pidana khusus atau korupsi tidak ada yang terbakar pasca kebakaran hebat Gedung Kejaksaan Agung di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Sabtu (22/8/2020) malam. "Berkas perkara yang terkait tindak pidana korupsi 100 persen aman tidak ada masalah," kata Hari di Kejagung, Minggu (23/8/2020).
Sehingga, klaim kebakaran gedung KPK karena pemutihan perkara tidak benar. Faktanya, dalam tayangan video tersebut merupakan kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung di Jalan Sultan Hasanudin Dalam, Kelurahan Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Ada pun klaim mengenai pemutihan, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Hari Setiono mengatakan gedung yang terbakar adalah lantai 5 dan 6 yang merupakan wilayah kerja biro kepegawaian. "Itu data kepegawaian, ada beberapa biro yang ada di bidang pembinaan. tidak ada berkas penanganan perkara di sana, korupsi khusus maupun umum," kata Hari saat dihubungi CNN Indonesia, Sabtu (22/8).
Hari mengklaim berkas perkara kasus tindak pidana khusus atau korupsi tidak ada yang terbakar pasca kebakaran hebat Gedung Kejaksaan Agung di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Sabtu (22/8/2020) malam. "Berkas perkara yang terkait tindak pidana korupsi 100 persen aman tidak ada masalah," kata Hari di Kejagung, Minggu (23/8/2020).
Sehingga, klaim kebakaran gedung KPK karena pemutihan perkara tidak benar. Faktanya, dalam tayangan video tersebut merupakan kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung di Jalan Sultan Hasanudin Dalam, Kelurahan Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Kesimpulan
Hoaks ini termasuk dalam kategori konten yang salah karena narasi yang disampaikan berbeda dengan video yang ditampilkan.
Rujukan
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4338471/cek-fakta-tidak-benar-dalam-video-ini-kebakaran-gedung-kejaksaan-agung-pemutihan-perkara
- https://www.kompas.com/tren/read/2020/08/23/141000865/5-fakta-kebakaran-gedung-kejaksaan-agung?page=all
- https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200822210511-20-538197/kejagung-pastikan-gedung-berkas-perkara-jauh-dari-kebakaran
- https://nasional.okezone.com/read/2020/08/23/337/2266244/gedung-kejagung-terbakar-kapuspenkum-berkas-perkara-korupsi-100-persen-aman
[SALAH] Korlap FPI Sebut Imam Besar Kami Punya Penangkal Virus Corona
Sumber: facebook.comTanggal publish: 25/08/2020
Berita
Akun Facebook bernama Raden Kemulan Sarung mengunggah status pada tanggal 24 Agustus 2020 di grup facebook ‘*BERANDA JOKOWI DUA PERIODE*’ berupa sebuah gambar dengan narasi ”Di tanya soal virus corona korlap FPI: hanya imam besar kami yg punya penangkal virus corona,karna imam besar kami cucu nabi.”
Berikut kutipan narasinya:
“Tebak.....
Kira2 apa isi otak orang ini ?
Cuma kawatir , jangan2 gk punya otak.”
“Di tanya soal virus corona korlap FPI: hanya imam besar kami yg punya penangkal virus corona,karna imam besar kami cucu nabi”
Berikut kutipan narasinya:
“Tebak.....
Kira2 apa isi otak orang ini ?
Cuma kawatir , jangan2 gk punya otak.”
“Di tanya soal virus corona korlap FPI: hanya imam besar kami yg punya penangkal virus corona,karna imam besar kami cucu nabi”
Hasil Cek Fakta
Dari hasil penelusuran melalui laman turnbackhoax.id, diketahui gambar tersebut pernah diperiksa kebenarannya melalui artikel berjudul “[SALAH]”Di tanya soal virus corona korlap FPI: hanya imam besar kami yg punya penangkal virus corona,karna imam besar kami cucu nabi”” pada tanggal 19 Maret 2020 lalu. Dalam artikel disebutkan bahwa foto asli pada gambar adalah foto Presiden Jokowi pada saat memimpin Rapat Terbatas tentang Promosi Penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018, di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (04/5/2018).
Foto tersebut diunggah oleh akun Instagram resmi Sekretaris Kabinet (@sekretaris.kabinet) pada tanggal 4 Mei 2018. Dalam narasinya disebutkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menekankan pentingnya promosi, publikasi, dan marketing dari penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018 agar dari waktu ke waktu terus dikerjakan.
Dilansir dari laman setkab.go.id, Rapat Terbatas itu dihadiri oleh Jokowi didampingi oleh Jusuf Kalla serta jajaran menteri kabinet presiden Joko Widodo pada periode sebelumnya. Sementara itu tidak ditemukan pernyataan apapun dari FPI mengenai penangkal virus corona yang beredar di media.
Foto tersebut diunggah oleh akun Instagram resmi Sekretaris Kabinet (@sekretaris.kabinet) pada tanggal 4 Mei 2018. Dalam narasinya disebutkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menekankan pentingnya promosi, publikasi, dan marketing dari penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018 agar dari waktu ke waktu terus dikerjakan.
Dilansir dari laman setkab.go.id, Rapat Terbatas itu dihadiri oleh Jokowi didampingi oleh Jusuf Kalla serta jajaran menteri kabinet presiden Joko Widodo pada periode sebelumnya. Sementara itu tidak ditemukan pernyataan apapun dari FPI mengenai penangkal virus corona yang beredar di media.
Kesimpulan
Gambar suntingan atau editan. Foto asli adalah Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas tentang Promosi Penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018, di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (04/5/2018).
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2020/08/25/salah-korlap-fpi-sebut-imam-besar-kami-punya-penangkal-virus-corona/
- https://turnbackhoax.id/2020/03/19/salahdi-tanya-soal-virus-corona-korlap-fpi-hanya-imam-besar-kami-yg-punya-penangkal-virus-coronakarna-imam-besar-kami-cucu-nabi/
- https://www.instagram.com/p/BiV1gbnnXst/?utm_source=ig_embed&utm_campaign=loading
- https://setkab.go.id/presiden-jokowi-kembali-tekankan-promosi-asian-games-2018-terus-digencarkan/
- https://www.kominfo.go.id/content/detail/25185/hoaks-hanya-rizieq-shihab-yang-memiliki-penangkal-virus-korona/0/laporan_isu_hoaks
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Putri Putin Tewas Usai Terima Dosis Ke-2 Vaksin Covid-19 Rusia?
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 24/08/2020
Berita
Klaim bahwa putri Presiden Rusia Vladimir Putin meninggal usai menerima dosis kedua vaksin Covid-19 Rusia beredar di internet dalam beberapa hari terakhir. Menurut klaim itu, putri Putin yang bernama Katerina Tikhonova itu tewas pada 14 Agustus 2020.
Situs yang paling awal memuat informasi tersebut adalah Toronto Today, yakni pada 15 Agustus 2020, dalam artikel yang berjudul "Vladimir Putin's daughter DIES aftesr second dose of COVID vaccine". Menurut artikel itu, Putri Putin mengalami efek samping yang tidak terduga dari vaksin Covid-19 buatan Rusia, Sputnik V, dan meninggal di Moskow.
Artikel itu menyebut, berdasarkan sumber di lingkaran dalam Rusia, Katerina mengalami kenaikan suhu tubuh tidak lama setelah mendapatkan dosis kedua vaksin Sputnik V. Ia pun mengalami kejang. Menurut artikel tersebut, dokter tidak bisa menangkal efek samping vaksin itu dan Katerina dinyatakan meninggal pada 14 Agustus malam.
Gambar tangkapan layar artikel di situs Toronto Today.
Apa benar putri Presiden Rusia Vladimir Putin meninggal usai menerima dosis kedua vaksin Covid-19 Rusia?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula memeriksa sumber resmi pemerintah Rusia. Dalam akun Twitter resmi Kremlin, @KremlinRussia, tidak ditemukan penjelasan apapun tentang meninggalnya putri Putin akibat vaksin Sputnik V. Selain itu, tidak ditemukan pemberitaan dari media kredibel seputar meninggalnya putri Putin.
Dilansir dari organisasi cek fakta Filiphina, Vera Files, menurut Kedutaan Besar Rusia di Manila, informasi itu palsu. Dalam emailnya kepada Vera Files, Sekretaris Pers Kedubes Rusia di Manila, Natalia Linovitskaya, menyatakan, "Don't r(e)ad fake news."
Organisasi cek fakta Amerika Serikat, Snopes, pun telah memverifikasi klaim tersebut dan menyatakannya "salah". Informasi itu tidak bersumber dari pernyataan resmi Kremlin maupun Putin atau laporan dari media kredibel, melainkan dari situs bernama Toronto Today yang dibuat hanya beberapa minggu sebelum artikel tersebut diterbitkan.
Selain itu, "bukti" yang diberikan oleh situs ini untuk mendukung klaim tersebut tidak kredibel. Toronto Today menawarkan dua sumber untuk mendukung klaim itu. Pertama, "sumber di lingkaran dalam Rusia" yang tidak disebutkan namanya sehingga tidak menyuguhkan detail tentang insiden tersebut. Kedua, video YouTube tentang pembacaan kartu Tarot.
Saat ini, video kartu Tarot tersebut telah dihapus. Namun, terarsip bahwa video itu diberi disclaimer yang berbunyi "bacaan Tarot tunduk pada interpretasi dan tidak boleh dianggap mutlak" dan bahwa informasi dalam video tersebut "mungkin tidak akurat".
Sejauh ini, seperti dilansir dari artikel di kantor berita Rusia Tass pada 11 Agustus 2020, Putin hanya menyatakan bahwa salah satu putrinya telah menguji vaksin Covid-19 Rusia pada dirinya sendiri dan dia merasa sehat. Putin pun menuturkan bahwa vaksin Covid-19 ini membentuk sel dan kekebalan antibodi yang stabil.
"Saya tahu betul, karena salah satu putri saya divaksinasi. Jadi, dalam hal ini, dia ikut serta dalam tes," kata Putin. Dia mencatat, setelah suntikan pertama, putrinya mengalami demam dengan suhu 38 derajat Celcius, dan pada hari berikutnya, demamnya sekitar 37 derajat Celcius. "Setelah suntikan kedua, dia kembali sedikit demam. Tapi kemudian semuanya baik-baik saja, dia merasa sehat dan memiliki jumlah (antibodi) yang tinggi."
Vaksin Covid-19 Rusia
Dilansir dari Kompas.com, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan bahwa Rusia telah menjadi negara pertama yang memberikan persetujuan regulasi untuk vaksin Covid-19 pada 11 Agustus 2020. Vaksin yang diberi nama Sputnik V ini merupakan vaksin yang dikembangkan oleh lembaga penelitian Gamaleya yang bekerja sama dengan kementerian pertahanan Rusia. Vaksin Sputnik V menggunakan galur-galur adenovirus, sebuah virus yang umumnya menyebabkan flu biasa, untuk memicu respon imun tubuh.
Tapi, dilansir dari BBC, pemerintah Rusia menyetujui penggunaan vaksin ini sebelum dilakukan percobaan pada ribuan orang, yang dikenal sebagai uji coba fase ketiga. Para ahli menganggap uji coba fase ketiga ini merupakan bagian penting dari proses pengembangan vaksin. Menteri Kesehatan Rusia, Mikhail Murashko, menyatakan uji klinis yang melibatkan beberapa ribu peserta akan menyusul.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan bahwa pihaknya menantikan untuk meninjau uji klinis. Ahli virologi Rusia pun memperingatkan bahwa vaksin itu bisa berbahaya bagi orang-orang yang memiliki antibodi terhadap virus Corona penyebab Covid-19. Dikutip dari BBC, pada 11 Agustus 2020, WHO menyatakan telah berbicara dengan otoritas Rusia mengenai peninjauan vaksin Sputnik V.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa putri Presiden Rusia Vladimir Putin meninggal usai menerima dosis kedua vaksin Covid-19 Rusia keliru. Tidak ditemukan sumber resmi ataupun pemberitaan media kredibel yang menyatakan bahwa putri Putin meninggal setelah diberi suntikan kedua vaksin Sputnik V. Informasi itu berasal dari situs bernama Toronto Today yang dibuat hanya beberapa minggu sebelum artikel tersebut diterbitkan. Bukti yang diberikan oleh situs ini pun tidak kredibel. Kedutaan Besar Rusia di Manila, Filipina, juga telah membantah klaim itu dan menyatakannya sebagai informasi palsu.
ZAINAL ISHAQ
Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/vaksin-covid-19-rusia
- https://web.archive.org/web/20200823024314/
- https://www.torontotoday.net/2020/08/15/vladimir-putins-daughter-dies-after-second-dose-of-covid-vaccine/
- https://twitter.com/KremlinRussia
- https://www.tempo.co/tag/vaksin-sputnik-v
- https://verafiles.org/articles/vera-files-fact-check-report-putins-daughter-dying-russias-c
- https://www.snopes.com/fact-check/putins-daughter-die-covid-vaccine/
- https://www.youtube.com/watch?v=NCnFw4GU4Ic
- https://tass.com/society/1188135
- https://www.tempo.co/tag/vaksin-covid-19
- https://www.tempo.co/tag/putin
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/954/fakta-atau-hoaks-benarkah-ini-foto-putri-presiden-putin-yang-pertama-terima-vaksin-covid-19
- https://bbc.in/31j6wbZ
- https://www.tempo.co/tag/vladimir-putin
Halaman: 7254/8524



