• [SALAH] Foto “Putri Presiden Rusia Vladimir Putin, Orang Pertama yang Sudah Divaksin Dengan Vaksin Tim Kedokteran Rusia”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 15/08/2020

    Berita

    Beredar unggahan foto dengan diklaim foto putri dari Presiden Rusia Vladimir Putin yang menjadi relawan untuk pengujian vaksin hasil temuan tim kedokteran Rusia. Foto perempuan tersebut terlihat menggunakan kaus berwarna merah.

    Berikut kutipan narasinya:

    “Putri Presiden Rusia Vladimir Putin ... orang pertama yg sdh divaksin dgn vaksin yg ditemukan oleh tim kedokteran #Rusia, bukan vaksin buatan Cina😝 dan ini keteladanan seorang pemimpin negara yg berani ambil resiko, putrinya divaksin terlebih dahulu sebelum di vaksinkan ke rakyatnya ... 👍👍👍”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, dilansir dari liputan6.com, diketahui bahwa foto tersebut berasal dari video pada laman rt.com dengan judul artikel “Covid-19 vaccine created by Russian military is closer to approval after last volunteers discharged from hospital (VIDEO).” Artikel itu diunggah pada tanggal 20 Juli 2020. Isi artikel itu mengenai proses pengujian klinis atas vaksin Covid-19 temuan Rusia.

    Proses pengujian itu melibatkan relawan yang terdiri dari anggota militer dan sipil. Namun, dalam artikel tersebut tidak disebutkan perempuan tersebut merupakan anak Presiden Putin.

    Mengacu kepada hasil laporan thequint.com, india.com, dan thelogicalindian.com, diketahui bahwa nama dari relawan perempuan berkaus merah tersebut ialah Natalia. Temuan itu berasal dari video dari kanal Youtube Vyacheslav KALININ yang diunggah pada 25 Juni 2020.

    Pada bagian keterangan video tersebut disebutkan bahwa perempuan itu bernama Natalia. Masih mengacu kepada keterangan video tersebut, diketahui bahwa Natalia merupakan tentara perempuan yang tengah menempuh pendidikan Kirov Military Medical Academy untuk menjadi dokter militer.

    Video serupa yang menampilkan sosok perempuan berkaus merah tersebut juga terdapat di laman newstube.mirtesen.ru. Pada artikel berjudul “When can the coronavirus vaccine be used?” (artikel diterjemahkan dari Bahasa Rusia ke Bahasa Inggris menggunakan Tools Google Translate), disebutkan pula perempuan tersebut bernama Natalia. Artikel yang ditulis oleh Mikhail Belyaev menyebutkan bahwa sosok perempuan dalam video itu bernama Natalia.

    Adapun, diketahui dari timesofindia.com pada artikel berjudul “Here's all you need to know about Vladimir Putin's family” yang tayang pada 11 Agustus 2020, Presiden Putin memiliki dua orang anak perempuan bernama Maria dan Katerina. Maria diketahui berprofesi sebagai peneliti sedangkan Katerina merupakan seorang penari.

    Presiden Putin memang mengklaim bahwa putrinya menjadi salah seorang sukarelawan untuk menguji vaksin Covid-19 buatan Rusia, Sputnik V. Namun, ia tidak menyebutkan siapa nama dari dua anaknya yang menjadi relawan.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penjelasan tersebut, foto yang tersebar merupakan foto Natalia, salah seorang relawan pengujian vaksin Covid-19 buatan Rusia yang berprofesi sebagai tentara, bukan foto anak perempuan Presiden Putin. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori False Context atau Konten yang Salah.

    Rujukan

    • Mafindo
    • Liputan 6
    • 2 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “Ka.Camat se DKI Jakarta menghimbau untuk menunda setiap rencana kegiatan yg mengumpulnya massa”

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 15/08/2020

    Berita

    Beredar pesan berantai melalui aplikasi WhatsApp yang berisi imbauan agar warga tidak menggelar kegiatan yang dapat mengumpulkan banyak massa, misalnya hajatan, arisan, dan perayaan keagamaan. Pesan ini mengatasnamakan Ka.Camat se DKI Jakarta.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya imbauan Ka.Camat se DKI Jakarta yang meminta masyarakat menunda yang dapat mengumpulkan banyak massa, misalnya hajatan, arisan, dan perayaan keagamaan.

    Faktanya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Biro Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta dan Bagian Pemerintahan Walikota Provinsi DKI Jakarta mengatakan informasi tersebut merupakan informasi palsu atau hoax.

    Berikut pesan palsu yang beredar di aplikasi percakapan Whatsapp tersebut:

    “Saya, Camat di DKI Jakarta
    dengan ini menghimbau kepada seluruh masyarakat , melalui Para Lurah

    Kepada masyarakat, saya minta dengan tegas, untuk menunda setiap rencana kegiatan yg mengumpulnya massa banyak seperti : Hajatan , Arisan, Perayaan Keagamaan, Dll, serta membubarkan diri setiap kumpulan/tongkrongan di mana pun berada (tongkrongan anak2 dan kebiasan nongkrong remaja di warung2)

    Karena kondisi negara kita, terlebih Provinsi DKI Jakarta, jumlah korban positif Corona terus meningkat sangat cepat. Agar menjadi perhatian kita semua.

    Sekarang fasilitas kesehatan sudah tidak lagi mampu menampung para penderita yang positif. Terlebih jumlah petugas kesehatan yg berada di garda terdepan dan paling beresiko terpapar juga sangat terbatas. Jika masih berkumpul yg tidak perlu, sangat rentan terjadinya penularan. Ketika sudah menjadi positif, kemana lagi kita akan diobati? Karena fasilitas kesehatan dan tenaga medis saat ini sudah sangat terbatas.

    Sekali lagi saya minta kepada Lurah dan jajaran, RW, RT, LMK, FKDM, 3 Pilar, Tokoh Masyarakat, Jumantik, para kader semuanya, juga kepada Para DKM Mesjid2, Musholla2, dan tempat ibadah lainnya, untuk berpartisipasi aktif mengikuti seruan Gubernur Provinsi DKI Jakarta dlm upaya memutus mata rantai penyebaran COVID- 19. Sampaikan kepada seluruh masyarakat kita untuk Tetap Dirumah dan Tidak Kumpul-kumpul

    Yang punya anak pelajar. agar distresing, libur bukan liburan. Tapi libur untuk mengamankan dari kemungkinan terpapar Virus Corona

    Pada semuanya, saya minta kesadaran yang tinggi.
    Ingat pesan pak Gubernur Bapak Anies Rasyid Baswedan
    JIKA ANDA INGIN MENJADI PAHLAWAN SAAT INILAH DENGAN DIAM DIRUMAH DAN BERAKTIFITAS DIRUMAH TIDAK PERLU HARUS BERTEMPUR SEPERTI PEJUANG DULU YANG MENGORBANKAN JIWA DAN RAGA SERTA HARTA. CUKUP BERADA DI RUMAH MAKA ANDA SAAT INI MENJADI PAHLAWAN

    Saya sangat peduli kepada masyarakat, agar jangan sampai jumlah korban COVID- 19 makin meningkat.

    Hari ini Beberapa wilayah Kecamatan, sudah ada kelurahan yg masuk ZONA MERAH Oleh karena itu, semua harus ikut bertanggung jawab untuk menyelamatkan saudara-saudara kita

    Demikian, atas perhatian dan kerja samanya saya ucapkan terima kasih.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
    Ka.Camat se DKI Jakarta”

    Kesimpulan

    Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Biro Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta dan Bagian Pemerintahan Walikota Provinsi DKI Jakarta mengatakan informasi tersebut merupakan informasi palsu atau hoax.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] “Berdasar Rekaman Video Infrared ternyata Ledakan di Libanon karena Dihantam Rudal Israel”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 14/08/2020

    Berita

    Akun Yan Ismahara (fb.com/yan.ismahara.71) mengunggah sebuah video dengan narasi sebagai berikut:

    “*Berdasar Rekaman Video Infrared ternyata Ledakan di Libanon karena Dihantam Rudal Israel*
    *Untuk menyamarkan maka lebih dulu diledakkan oleh para penyusup, lalu dihancurkan lagi pake rudal. Ingat, minimal ada dua ledakan besar.*
    (AK_N)
    ____________________
    Breaking News!
    *NAMPAK REKAMAN KAMERA INFRARED MENUNJUKKAN ADANYA SERANGAN RUDAL DARI LANGIT, DIDUGA PELAKU NYA ADALAH ISR43L* ( LAKNATULLAH ‘ALAIHIM AJMA’IN )
    WALLAHU A’LAM
    ALLAH BERFIRMAN :
    وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ..
    “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang dan ridho kepada kamu hingga kamu mengikuti millah mereka…(QS al-Baqarah [2]: 120 )
    *AYO BOIKOT SEMUA PRODUK YAHUDI, KITA MULAI DARI MAKANAN DAN MINUMAN YANG ADA DISEKITAR KITA*”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya video yang menunjukkan bahwa ledakan di Beirut, Lebanon karena dihantam rudal Israel adalah klaim yang salah.

    Faktanya, video itu adalah video editan atau suntingan. Video ini dilapisi dengan sejumlah grafik, termasuk gambar rudal. Lewat analisis bingkai demi bingkai, rudal tidak terlihat di semua bingkai, termasuk sebelum momen menghantam tanah. Video editan tersebut juga berkualitas lebih rendah ketimbang video aslinya.

    Video yang sama dengan kualitas yang lebih tinggi dan durasi yang lebih panjang pernah diunggah oleh kanal YouTube Youssef Kawtharani pada 5 Agustus 2020. Video itu diberi judul “Beirut Lebanon huge Explosion”. Namun, dalam video berdurasi 17 detik ini, tidak terlihat benda yang diklaim sebagai rudal oleh akun Yan Ismahara.

    Youssef Kawtharani pun mengunggah video itu ke Instagram pada hari yang sama dan telah disaksikan lebih dari 19.200 kali.

    Kantor berita Reuters juga telah memverifikasi video itu dan menyatakannya sebagai hasil suntingan. Video itu adalah potongan dari rekaman milik Youssef Kawtharani, yang dalam profil Instagram menyebut dirinya sebagai sukarelawan di palang merah Lebanon. Video aslinya diambil di Rue Chafaka, setengah mil dari lokasi ledakan, yang dikonfirmasi oleh Google Street View.

    Sebelumnya, beredar juga video yang diklaim sebagai rekaman kamera infrared menunjukkan adanya hantaman rudal dari langit tepat sebelum ledakan di Beirut, Lebanon.

    Video itu juga adalah video editan atau suntingan. Video itu adalah gabungan dari dua video yang diambil dari peristiwa ledakan di Beirut, Lebanon, yang kemudian ditempeli gambar rudal dan diberi efek film negatif.

    Kesimpulan

    Video editan / suntingan. Video ini dilapisi dengan sejumlah grafik, termasuk gambar rudal. Lewat analisis bingkai demi bingkai, rudal tidak terlihat di semua bingkai, termasuk sebelum momen menghantam tanah.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Info Lowongan Kerja Puskesmas Marganada

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 14/08/2020

    Berita

    Akun facebook bernama Silvi Herdianti mengunggah status pada tanggal 11/8/2020 di grup facebook ‘🇮🇩INFO LOWONGAN KERJA TEGAL (NEW)🇮🇩’ mengenai info lowongan pekerjaan di Puskesmas Marganada.

    Berikut kutipan narasinya:

    “INFO LOWONGAN KERJA
    PUSKESMAS MARGADANA
    Dibutuhkan Segera Dalam Posisi
    1. Tenaga Kesehatan
    ( D3 Keperawatan )
    2. Asisten Farmasi
    ( Perempuan ijazah SMK Sederajat )
    3. Staff Laboratorium Vaksin
    ( Perempuan SMK Sederajat )
    4. Tenaga Staff Kantor
    ( Perempuan SMK sederajat )
    * Perempuan (diutamakan)
    * Usia Maksimal 30 th
    * Jujur dan Niat Bekerja
    * Ijazah Menyesuaikan Posisi
    * Sehat Jasmani dan rohani
    Info Lengkap Bisa Hubungi
    Staff Admin
    085230172975
    Bu Indah
    Atau kirim CV ke UPTD PUSKESMAS MARGADANA
    Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo No.72, Sumurpanggang, Kec. Margadana, Kota Tegal, Jawa Tengah 52147
    *NB : Tanpa Di Pungut Biaya Masuk*”

    Hasil Cek Fakta

    Dari hasil penelusuran, info lowongan pekerjaan tersebut tidak benar. Melalui akun media sosial instagram Polsek Situbondo (@polsek_situbondo_kota) mengatakan informasi tersebut tidak benar berdasarkan hasil penelusuran dan laporan pengaduan pihak Puskesmas Situbondo. Hal serupa juga katakan oleh akun twitter Polsek Mlandingan (@PMlandingan) yang mengatakan informasi tersebut adalah hoaks.

    Sebelumnya diketahui akun Silvi Herdianti membagikan informasi lowongan kerja tersebut bukan satu kali saja, melainkan sudah beberapa kali dibagikan pada grup facebook lowongan pekerjaan yang lain. Nama dari puskesmas pun di ubah sesuai dengan tempat status dibagikan seperti ‘Puskesmas Tanjungsari’ pada grup facebook ‘__"Lowongan Kerja di Pacitan"__’ atau ‘Puskesmas Mojopanggung’ di grup ‘LOKER BANYUWANGI’. Namun akun, posisi tempat kerja dan nomor telepon yang tertera sama.

    Lebih lanjut Polsek Situbondo mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati karena modus diduga penipuan dengan cara meminta sejumlah uang.

    Kesimpulan

    Info lowongan kerja tersebut adalah hoaks. Polsek Situbondo melalui akun media sosial Instagram dan Polsek Mlandingan di media sosial Twitter mengatakan info tersebut tidak benar berdasarkan penelusuran dan laporan aduan dari pihak Puskesmas Situbondo.

    Rujukan

    • Mafindo
    • Liputan 6
    • 2 media telah memverifikasi klaim ini