[SALAH] Infografis 7 Kebiasaan yang Dapat Merusak Otak oleh WHO
Sumber: facebook.comTanggal publish: 16/10/2020
Berita
Beredar postingan dari akun Facebook Rudesh Meru berupa sebuah foto tentang 7 kebiasaan yang dapat merusak otak yang diklaim berasal dari WHO. Postingan ini diposting pada 14 Oktober 2020.
Hasil Cek Fakta
Menurut artikel periksa fakta factcheck.afp.com, WHO menegaskan bahwa gambar tersebut tidak dikeluarkan oleh WHO dan menjelaskan ketujuh kebiasaan yang diklaim dapat merusak otak juga belum terbukti secara ilmiah. 7 kebiasaan tersebut memang menimbulkan efek negatif bagi kesehatan tetapi tidak ada penelitian atau laporan bahwa kebiasaan tersebut berdampak pada kerusakan otak. WHO juga menyarankan untuk menjaga pola makan seimbang, terhidrasi dengan baik, olahraga teratur, dan tidur yang cukup untuk menjaga kesehatan tubuh.
Melihat dari penjelasan tersebut, klaim 7 kebiasaan yang dapat merusak otak oleh WHO adalah tidak benar dan termasuk dalam Konten Palsu/Fabricated Content.
Melihat dari penjelasan tersebut, klaim 7 kebiasaan yang dapat merusak otak oleh WHO adalah tidak benar dan termasuk dalam Konten Palsu/Fabricated Content.
Rujukan
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4382948/cek-fakta-hoaks-grafik-who-yang-sebut-7-kebiasaan-buruk-merusak-otak
- https://factcheck.afp.com/hoax-who-graphic-circulates-online-philippines-warning-biggest-brain-damaging-habits
- https://www.rappler.com/newsbreak/fact-check/who-infographic-brain-damaging-habits
- https://factly.in/who-did-not-list-out-these-7-brain-damaging-habits/
[SALAH] Video 500 Ribu Warga Austria Antri Masuk Islam
Sumber: facebook.comTanggal publish: 15/10/2020
Berita
Melalui media sosial Facebook, pemilik akun Camba²City membagikan sebuah unggahan video yang memvisualisasikan ribuan orang di negara Austria berdemonstrasi menggunakan cadar. Unggahan dari pemilik akun Facebook Camba²City tersebut telah dibagikan sebanyak 9.983 kali, menuai sebanyak 1. 395 komentar dan 20.101 like dari pengguna facebook lainnya.
Hasil Cek Fakta
Setelah dilakukan penelusuran terkait dengan konten yang di tampilkan dalam video tersebut, diketahui bahwa informasi yang terdapat di dalamnya merupakan video demonstrasi WINA (Wanita Muslim) Austria yang menentang larangan penggunaan cadar dan kerudung di tempat umum.
Melalui mesin pencarian gambar milik Google, tangkapan layar yang digunakan dalam video tersebut diketahui tidak mewakili konteks yang diberitakan. Video pada unggahan tersebut diketahui merupakan video aksi demonstrasi 3000 warga Austria pada tahun 2017 silam yang turun ke jalan dengan mengenakan jilbab sebagai bentuk protes terhadap larangan yang ditetapkan oleh pemerintah Austria untuk mengenakan kerudung dan cardar di tempat umum untuk menutupi kepala.
Berdasarkan pada seluruh referensi yang ada, klaim video 500 ribu warga Austria antri masuk Islam itu termasuk hoaks dengan kategori konten yang salah.
Melalui mesin pencarian gambar milik Google, tangkapan layar yang digunakan dalam video tersebut diketahui tidak mewakili konteks yang diberitakan. Video pada unggahan tersebut diketahui merupakan video aksi demonstrasi 3000 warga Austria pada tahun 2017 silam yang turun ke jalan dengan mengenakan jilbab sebagai bentuk protes terhadap larangan yang ditetapkan oleh pemerintah Austria untuk mengenakan kerudung dan cardar di tempat umum untuk menutupi kepala.
Berdasarkan pada seluruh referensi yang ada, klaim video 500 ribu warga Austria antri masuk Islam itu termasuk hoaks dengan kategori konten yang salah.
Rujukan
[SALAH] Video Demonstrasi Buruh Tolak RUU Cipta Kerja
Sumber: facebook.comTanggal publish: 15/10/2020
Berita
Melalui media sosial Facebook, pemilik akun Yuliani mengunggah sebuah video yang memvisualisasikan ribuan orang berdemonstrasi dengan penggunaan caption “Corona Menangis Melihat Ini, Tetap Semangat Para Pejuang”. Unggahan dari pemilik akun Facebook Yuliani tersebut telah dibagikan 1.895 kali, menuai sebanyak 26 komentar dan 852 like dari pengguna facebook lainnya.
Hasil Cek Fakta
Setelah dilakukan penelusuran melalui mesin pencarian gambar milik Google, terkait dengan konten yang di tampilkan dalam video tersebut diketahui tidak mewakili konteks yang diberitakan. Video pada unggahan tersebut diketahui merupakan video aksi ribuan warga Sumatera Utara yang menolak pernyataan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi terkait pemusnahan babi, akibat wabah African Swine Fever (ASF) yang melanda provinsi tersebut.
Berdasarkan pada seluruh referensi yang ada, klaim video aksi demonstrasi penolakan RUU cipta kerja itu termasuk hoaks dengan kategori konten yang salah.
Berdasarkan pada seluruh referensi yang ada, klaim video aksi demonstrasi penolakan RUU cipta kerja itu termasuk hoaks dengan kategori konten yang salah.
Rujukan
[SALAH] Pelayanan Bank BNI Melalui Whatsapp
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 15/10/2020
Berita
Beredar pesan Whatsapp bahwa Bank BNI melakukan pelayanan melalui Whatsapp Messenger. Setelah dilakukan penelusuran, terkait dengan nomer whatsapp tersebut kepada pihak Bank BNI diketahui nomor tersebut adalah nomor penipuan yang mengatasnamakan Bank BNI.
Hasil Cek Fakta
Dilansir dari bni.emingko.com sampai dengan saat ini customer service bank BNI belum tersedia di layanan pesan instan WhatsApp. Bilamana masyarakat maupun nasabah mendapatkan pesan Whatsapp mengatasnamakan Bank BNI baik untuk informasi produk maupun promo bahkan memenangkan undian berhadiah harap berhati-hati.
Berdasarkan pada seluruh referensi yang ada, klaim nomor Whatsapp yang mengatasnamakan Bank BNI itu termasuk hoaks dengan kategori konten yang palsu.
Berdasarkan pada seluruh referensi yang ada, klaim nomor Whatsapp yang mengatasnamakan Bank BNI itu termasuk hoaks dengan kategori konten yang palsu.
Rujukan
Halaman: 7302/8694



