[SALAH] “3 hari kedepan Arus angin dari Utara ke arah Selatan yg membawa wabah (penyakit) akan melewati Indonesia menuju Australian”
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 03/07/2020
Berita
Bagaimana dengan kabar angin selatan yang membawakan virus SARS-COV-2?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa 3 hari kedepan akan ada arus angin dari Utara ke arah Selatan yang membawa wabah (penyakit) akan melewati Indonesia menuju Australia adalah klaim yang salah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa rumor yang beredar di media sosial mengenai akan datangnya arus angin dari utara ke selatan membawa wabah adalah hoaks.
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) juga telah membantahnya. “Tidak benar pada 10-12 April akan terjadi angin dari utara ke selatan yang kuat dan membawa wabah penyakit,” demikian pernyataan resmi dari Lapan pada 9 April 2020.
Menanggapi rumor itu, BMKG memastikan bahwa kabar tersebut bukan berasal dari BMKG selaku institusi yang berwenang mengumumkan hal-hal terkait meteorologi (cuaca).
“BMKG menegaskan bahwa saat ini sebagian besar wilayah Indonesia sedang berada pada peralihan musim hujan menuju musim kemarau,” ujar Plt. Bidang Meteorologi BMKG, Herizal dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Kamis (9/4/2020) malam.
“Sehingga sirkulasi angin tidak lagi didominasi angin dari utara atau dari Benua Asia,” tutur dia.
Herizal menyebutkan, beberapa wilayah di bagian selatan Indonesia bahkan kini sudah mulai berhembus angin dari timur-selatan, tepatnya dari Benua Australia. Oleh karena itu, rumor di media sosial bahwa angin akan datang dari utara ke selatan pada tiga hari ke depan tak memiliki pertanggungjawaban ilmiah.
Selain itu, berdasarkan prediksi Satellite-based Disaster Early Warning System (Sadewa) Lapan, angin selama tiga hari mendatang tidak didominasi oleh angin utara. Selain itu, hingga kini, belum ada penelitian yang mengaitkan wabah penyakit dengan angin lintas benua dan lautan atau angin monsun.
“Virus tidak ditularkan melalui udara, tapi melalui droplet yang jarak jangkaunya pendek, dan yang berbahaya adalah transmisi dari orang ke orang.” tulis LAPAN di akun instagram resmi LAPAN.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa rumor yang beredar di media sosial mengenai akan datangnya arus angin dari utara ke selatan membawa wabah adalah hoaks.
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) juga telah membantahnya. “Tidak benar pada 10-12 April akan terjadi angin dari utara ke selatan yang kuat dan membawa wabah penyakit,” demikian pernyataan resmi dari Lapan pada 9 April 2020.
Menanggapi rumor itu, BMKG memastikan bahwa kabar tersebut bukan berasal dari BMKG selaku institusi yang berwenang mengumumkan hal-hal terkait meteorologi (cuaca).
“BMKG menegaskan bahwa saat ini sebagian besar wilayah Indonesia sedang berada pada peralihan musim hujan menuju musim kemarau,” ujar Plt. Bidang Meteorologi BMKG, Herizal dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Kamis (9/4/2020) malam.
“Sehingga sirkulasi angin tidak lagi didominasi angin dari utara atau dari Benua Asia,” tutur dia.
Herizal menyebutkan, beberapa wilayah di bagian selatan Indonesia bahkan kini sudah mulai berhembus angin dari timur-selatan, tepatnya dari Benua Australia. Oleh karena itu, rumor di media sosial bahwa angin akan datang dari utara ke selatan pada tiga hari ke depan tak memiliki pertanggungjawaban ilmiah.
Selain itu, berdasarkan prediksi Satellite-based Disaster Early Warning System (Sadewa) Lapan, angin selama tiga hari mendatang tidak didominasi oleh angin utara. Selain itu, hingga kini, belum ada penelitian yang mengaitkan wabah penyakit dengan angin lintas benua dan lautan atau angin monsun.
“Virus tidak ditularkan melalui udara, tapi melalui droplet yang jarak jangkaunya pendek, dan yang berbahaya adalah transmisi dari orang ke orang.” tulis LAPAN di akun instagram resmi LAPAN.
Kesimpulan
BMKG dan LAPAN menyatakan informasi akan datangnya arus angin dari utara ke selatan membawa wabah adalah hoaks. Saat ini, sebagian besar wilayah Indonesia sedang berada dalam peralihan musim hujan menuju musim kemarau sehingga sirkulasi angin tidak lagi didominasi oleh angin dari utara atau dari Benua Asia.
Rujukan
[SALAH] Video “Jokowi & Mega Naik Pitam, Ternyata Hasto yang Bongkar Sebut RUU HIP Diusulkan PDIP”
Sumber: youtube.comTanggal publish: 03/07/2020
Berita
Beredar video dengan judul “'HAYO LO' JOKOWI & MEGAWATI NAIK PITAM! Ternyata HASTO yang BONGKAR Sebut RUU HIP DIUSULKAN PDIP.” Video berdurasi 10 menit tersebut membahas mengenai PDIP sebagai pengusung RUU HIP.
Berikut kutipan narasinya:
“'HAYO LO' JOKOWI & MEGAWATI NAIK PITAM! Ternyata HASTO yang BONGKAR Sebut RUU HIP DIUSULKAN PDIP”
Berikut kutipan narasinya:
“'HAYO LO' JOKOWI & MEGAWATI NAIK PITAM! Ternyata HASTO yang BONGKAR Sebut RUU HIP DIUSULKAN PDIP”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, konten narasi yang dibawakan dalam video tersebut berasal dari sejumlah pemberitaan. Adapun, pemberitaan itu di antaranya dari CNN Indonesia dengan judul “Hasto Akui RUU HIP Diusulkan PDIP” yang tayang pada 29 Juni 2020 dan “Demokrat Sebut Fraksi PDIP Inisiator RUU HIP” yang tayang pada 26 Juni 2020.
Lalu, pemberitaan Vivanews.com dengan judul “Wakil Ketua MPR: RUU HIP Usulan Fraksi PDIP” yang tayang pada 26 Juni 2020. Dan, pemberitaan suara.com dengan judul “Ternyata Trisila dan Ekasila di RUU HIP Ada di Visi dan Misi PDIP” yang tayang pada 24 Juni 2020.
Dari semua pemberitaan tersebut tidak ditemukan pernyataan Presiden Joko Widodo ataupun Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Lalu, pemberitaan Vivanews.com dengan judul “Wakil Ketua MPR: RUU HIP Usulan Fraksi PDIP” yang tayang pada 26 Juni 2020. Dan, pemberitaan suara.com dengan judul “Ternyata Trisila dan Ekasila di RUU HIP Ada di Visi dan Misi PDIP” yang tayang pada 24 Juni 2020.
Dari semua pemberitaan tersebut tidak ditemukan pernyataan Presiden Joko Widodo ataupun Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka video tersebut tidak membahas mengenai kemarahan Jokowi dan Megawati lantaran Hasto membeberkan RUU HIP diusulkan oleh PDIP. Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.
Rujukan
- https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/1224393931226473/
- https://turnbackhoax.id/2020/07/03/salah-video-jokowi-mega-naik-pitam-ternyata-hasto-yang-bongkar-sebut-ruu-hip-diusulkan-pdip/
- https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200629005536-32-518414/hasto-akui-ruu-hip-diusulkan-pdip
- https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200626175051-32-517974/demokrat-sebut-fraksi-pdip-inisiator-ruu-hip
- https://www.vivanews.com/berita/politik/53976-wakil-ketua-mpr-ruu-hip-usulan-fraksi-pdip?medium=autonext
- https://www.suara.com/news/2020/06/24/141052/ternyata-trisila-dan-ekasila-di-ruu-hip-ada-di-visi-dan-misi-pdip
[SALAH] Foto “Di jaman Jokowi… Monumen palu arit boleh berdiri”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 03/07/2020
Berita
Beredar sebuah unggahan melalui media sosial Facebook oleh akun @MujiHaryanto dengan narasi “Di jaman Jokowi… Monumen palu arit boleh berdiri”. Unggahan tersebut disispkan sebuah foto yang diklaim bahwa tugu dalam foto merupakan simbol palu arit. Hingga saat ini unggahan milik @MujiHaryanto telah mendapat 44 komentar dan 74 kali dibagikan oleh pengguna Facebook lainnya.
Hasil Cek Fakta
Pasca dilakukan penelusuran lebih lanjut, diketahui bahwa klaim @MujiHaryanto adalah tidak sesuai dengan fakta. Melansir dari idntimes.com, PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri menjelaskan bahwa bangunan yang berdiri tepat di Simpang Susun Gerbang Tol Madiun itu bukanlah monumen palu arit melainkan logo perusahaan miliknya. Pembuatan logo sendiri berdasar kepada perubahan nama PT yang sebelumnya Ngawi Kertosono Jaya (NKJ) menjadi Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) pada 9 Mei 2018 silam.
“Dilihat dari sisi sudut tertentu tugu iconic membentuk huruf J-N-K. Tugu menjulang vertical jika dilihat dari arah barat ke timur membentuk huruf J. Lengkung jalan tol yang melngkar jika dilihat dari atas akan membentuk huruf N. Serta yang terkahir, secara keseluruhan jika dilihat dari SS Madiun ke arah timur akan membentuk huruf K,” pungkas Dirketur Utama PT JNK Dwi Winarsa.
Lebih lanjut Dwi menjelaskan jika warna tugu juga berdasar pada PT JNK, yakni putih biru, putih dan kuning. Filosofi logo berbentuk lingkaran biru melambangkan perusahaan menjalankan bisnis sesuai dengan kaidah-kaidah universal yang berlaku Tugu putih menjulang melambangkan perusahaan berorientasi pada pertumbuhan shareholder value dan peningkatan prosperity stakeholder dengan memperhatikan prinsip good corporate governance. Lalu untuk lengkung jalan tol berwarna kuning melambangkan perusahaan senantiasa memberi pelayanan terbaik kepada pelanggan.
“Dilihat dari sisi sudut tertentu tugu iconic membentuk huruf J-N-K. Tugu menjulang vertical jika dilihat dari arah barat ke timur membentuk huruf J. Lengkung jalan tol yang melngkar jika dilihat dari atas akan membentuk huruf N. Serta yang terkahir, secara keseluruhan jika dilihat dari SS Madiun ke arah timur akan membentuk huruf K,” pungkas Dirketur Utama PT JNK Dwi Winarsa.
Lebih lanjut Dwi menjelaskan jika warna tugu juga berdasar pada PT JNK, yakni putih biru, putih dan kuning. Filosofi logo berbentuk lingkaran biru melambangkan perusahaan menjalankan bisnis sesuai dengan kaidah-kaidah universal yang berlaku Tugu putih menjulang melambangkan perusahaan berorientasi pada pertumbuhan shareholder value dan peningkatan prosperity stakeholder dengan memperhatikan prinsip good corporate governance. Lalu untuk lengkung jalan tol berwarna kuning melambangkan perusahaan senantiasa memberi pelayanan terbaik kepada pelanggan.
Kesimpulan
Bukan merupakan monumen palu arit. Tugu yang berdiri di Simpang Susun Gerbang Tol Madiun melambangkan sebuah logo perusahaan yakni PT JNK. Sejak resmi menyandang nama baru pada 9 Mei 2018, PT JNK menjadikan logo tersebut sebagai merek perusahaan, yang baik dari bentuk dan warnanya memiliki arti tersendiri.
Rujukan
- https://www.merdeka.com/peristiwa/bukan-lambang-palu-arit-ini-arti-tugu-di-gerbang-tol-madiun.html
- https://kumparan.com/kumparannews/viral-tugu-simpang-susun-tol-madiun-mirip-simbol-palu-arit-1soQpAa86KA/full
- https://sumut.idntimes.com/news/indonesia/lia-hutasoit-1/viral-tugu-mirip-palu-arit-pki-di-tol-madiun-begini-penjelasan-pt-jnk-regional-sumut/3
- https://bisnis.tempo.co/read/1306052/jasa-marga-bantah-tugu-tol-madiun-disebut-mirip-palu-arit
[SALAH] PHK Besar-Besaran BCA Segera Terjadi
Sumber: twitter.comTanggal publish: 03/07/2020
Berita
Beredarnya postingan dari akun Twitter @85albasrihasan yang membagikan link berita inews.id dengan judul "BCA Prediksi Kantor Cabang Tetap Ada, Mungkin Teller dan CS Akan Hilang" dengan narasi "PHK besar-besaran BCA segera terjadi, Teller dan CS akan dihilangkan. Seluruh Indonesia."
Berikut kutipan narasinya:
“PHK besar-besaran BCA segera terjadi, Teller dan CS akan segera dihilangkan. Seluruh Indonesia.”
Berikut kutipan narasinya:
“PHK besar-besaran BCA segera terjadi, Teller dan CS akan segera dihilangkan. Seluruh Indonesia.”
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, dalam berita tersebut tidak terdapat narasi yang mengatakan bahwa BCA akan melakukan PHK secara besar-besaran. Wakil Presiden Direktur BCA, Suwignyo Budiman mengatakan layanan bank selalu mengikuti kebutuhan nasabah.
Karena semakin banyaknya perbankan yang semakin serius merambah layanan berbasis digital, Suwignyo Budiman memperkirakan akan ada dua jenis pekerjaan yaitu customer service dan teller akan hilang beberapa tahun ke depan, tapi tidak semua layanan perbankan bisa dilakukan secara digital. Salah satunya yaitu penarikan atau penyetoran uang tunai secara besar.
"Kalau kita mau setor uang, kalau setornya sedikit Rp1-2 juta dia taruh di ATM setor dan tarik tunai, tapi kalau mau setor Rp100 juta mau nggak mau harus ke cabang, atau mau tarik Rp50 juta mau nggak mau harus datang ke cabang," ujar Suwignyo, Senin (15/6/2020).
Suwignyo memprediksi fungsi kantor cabang nantinya akan bergeser menjadi fokus layanan-layanan yang tidak bisa dilakukan oleh teknologi, yang jelas kata dia, pekerjaan yang bisa digantikan dengan teknologi akan hilang dalam dunia perbankan.
Karena semakin banyaknya perbankan yang semakin serius merambah layanan berbasis digital, Suwignyo Budiman memperkirakan akan ada dua jenis pekerjaan yaitu customer service dan teller akan hilang beberapa tahun ke depan, tapi tidak semua layanan perbankan bisa dilakukan secara digital. Salah satunya yaitu penarikan atau penyetoran uang tunai secara besar.
"Kalau kita mau setor uang, kalau setornya sedikit Rp1-2 juta dia taruh di ATM setor dan tarik tunai, tapi kalau mau setor Rp100 juta mau nggak mau harus ke cabang, atau mau tarik Rp50 juta mau nggak mau harus datang ke cabang," ujar Suwignyo, Senin (15/6/2020).
Suwignyo memprediksi fungsi kantor cabang nantinya akan bergeser menjadi fokus layanan-layanan yang tidak bisa dilakukan oleh teknologi, yang jelas kata dia, pekerjaan yang bisa digantikan dengan teknologi akan hilang dalam dunia perbankan.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka diketahui bahwa BCA hanya memperkirakan akan ada dua jenis pekerjaan yaitu customer service dan teller akan hilang beberapa tahun ke depan.
Rujukan
- https://turnbackhoax.id/2020/07/03/salah-phk-besar-besaran-bca-segera-terjadi/
- https://www.inews.id/finance/bisnis/bca-prediksi-kantor-cabang-tetap-ada-teller-hingga-cs-akan-hilang
- https://katadata.co.id/berita/2020/06/15/bank-ramai-beralih-ke-digital-bca-ramal-dua-pekerjaan-hilang
- https://www.merdeka.com/cek-fakta/cek-fakta-hoaks-phk-di-bank-bca-simak-faktanya.html
- https://duitologi.com/articles/2020/06/24/bca-tepis-adanya-isu-phk-besar-besaran/
Halaman: 7372/8519



