• Cek Fakta: Tidak Benar Link Ini untuk Pendaftaran CPNS Kemenkes 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/02/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) 2026. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 28 Januari 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "šŸ‡®šŸ‡©āœØ PENDAFTARAN CPNS KEMENTERIAN KESEHATAN RI 2026 RESMI DIBUKA! āœØšŸ‡®šŸ‡©
    Kesempatan emas bagi putra-putri terbaik bangsa untuk bergabung dan mengabdi bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
    šŸ“Œ Formasi: Dokter, Perawat, Bidan
    šŸŽ“ Pendidikan: SMA/SMK, D3, S1
    šŸ“… Mulai Daftar: 19 Januari 2026
    āœ… GRATIS & RESMI
    āš ļø Waspada penipuan! Tidak dipungut biaya apa pun.
    Mari bersama wujudkan Indonesia yang lebih sehat dan kuat šŸ’ŖšŸ‡®šŸ‡©
    šŸ“² Daftar segera
    šŸš€ Jangan lewatkan kesempatan ini. Segera daftarkan diri Anda!
    #CPNS2026 #CPNSKemenkes #KemenkesRI #ASN2026 #InfoCPNS LowonganCPNS AbdiNegara IndonesiaSehat"
    Unggahan disertai menu pendaftaran. Saat link pendaftaran diklik akan mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital yang meminta identitas pribadi seperti nama sesuai KTP hingga nomor Telegram aktif.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran CPNS Kemenkes 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran CPNS Kemenkes 2026. Penelusuran mengarah pada artikel berita dari Liputan6.com berjudul "Bocoran Terbaru Rekrutmen CPNS 2026, Siap-Siap Daftar" yang tayang pada 7 Januari 2026.
    Artikel ini menerangkan, seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) atauĀ CPNS 2026Ā sedang dipersiapkan. Proses pengadaannya bakal diinisiasi oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), didukung oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan instansi terkait lainnya.
    Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, pembahasan terkait CASN 2026 sudah digulirkan. Namun pengadaannya masih menunggu kebutuhan formasi dari masing-masing instansi.
    "Itu sering kita bahas dalam berbagai forum. Masih menunggu permintaan formasi dari kementerian/lembaga, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota," ujar Zudan Arif kepada Liputan6.com, Rabu 7 Januari 2026.
    Penelusuran juga mengarah ke unggahanĀ Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) melalui akun Instagram resminya @kemenpanrb.
    KemenPANRB menyampaikan, hingga saat ini pemerintah belum mengeluarkan pengumuman resmi seputar seleksi Calon Aparatur Sipil Negara. Masyarakat diimbau tidak mudah percaya pada tautan atau unggahan tidak jelas sumbernya dan selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi instansi pemerintah.
    Sementara itu, berdasarkan penelusuran yang berasal dari artikel beritaĀ Liputan6.comĀ berjudul "Viral Pendaftaran Seleksi CPNS 2026, Simak Panduan Pendaftarannya", ditegaskan bahwa seluruh proses pendaftaran dan seleksi CPNS 2026 hanya akan dilakukan melalui portal resmi Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) milik BKN yakni https://sscasn.bkn.go.id.
    Ā 

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim pendaftaran CPNS Kemenkes 2026, tidak benar.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Hoaks Dana Bantuan DAP untuk Umat Kristen Disalurkan Kemensos

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/02/2026

    Berita

    tirto.id - Belakangan ini beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim adanya program ā€œDana Bantuan Kesejahteraan Umat Kristen dan Katolikā€. Unggahan tersebut menyebutkan bahwa bantuan berasal dari Christian Direct Aid Program (DAP) Australia dan disalurkan melalui Kementerian Sosial (Kemensos), dengan nilai bantuan mencapai dua miliar rupiah.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan yang dibagikan oleh akun bernama ā€œDana Bantuan Umat Kristen dan Katolikā€ (arsip) itu juga mencantumkan nomor pendaftaran serta menampilkan logo sejumlah lembaga negara, seperti Kementerian Sosial RI, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    ā€œDari Christian DAP (Direct Aid Program) Australia Di Salurkan Melalui Kemensos Dengan Total Dana Bantuan Dari Rp.250,000.000,00 Juta Hingga Rp.2.000.000.000 Miliar. Dana Di Ajukan Sesuai Dengan Kebutuhan Para Umat KRISTEN DAN KATOLIK. Puji Tuhan Yesus Memberkati,ā€ begitu keterangan dalam takarir.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Untuk mendapatkan bantuan, para calon pendaftar diarahkan untuk menghubungi nomor 0851-3503-6387.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Hingga artikel ini ditulis, unggahan tersebut sudah memperoleh 99 tanda suka dan 11 komentar. Klaim serupa juga ditemukan di akun Facebook bernama ā€œBantuan Umat Kristen No Muslimā€ (arsip), di dalam unggahan tersebut, terdapat seorang pembawa acara sedang memberitakan bahwa terdapat pencairan dana DAP melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Kristen.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    ADVERTISEMENT

    Baca juga:Hoaks Mahfud MD Sebut Pemerintah Adakan Bantuan Modal Usaha

    Periksa Fakta Dana Bantuan Kristen Katolik. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk mengetahui kebenaran klaim, pertama-tama Tirto mencari keterangan resmi dari lembaga terkait. Dari pencarian di Google, Tirto menemukan artikel di situs Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Tengah yang berjudul ā€œWaspada! Kemenag Tegaskan Info Bantuan DAP Australia Atas Nama Bimas Kristen Adalah Hoaksā€.

    Artikel tersebut membantah klaim bahwa terdapat bantuan Christian Direct Aid Program dari Australia. Ditjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung menegaskan bahwa Ditjen Bimas Kristen tidak pernah menerbitkan pengumuman, surat, ataupun informasi resmi seperti yang beredar di media sosial, termasuk klaim mengenai penyaluran bantuan dana dengan jumlah tertentu.

    ā€œDalam beberapa waktu terakhir kami menerima banyak laporan terkait penyebaran informasi palsu bantuan dana DAP dari Australia yang mengatasnamakan Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama. Informasi tersebut tidak benar dan menyesatkan,ā€ jelas Jeane Marie Tulung.

    Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen menegaskan bahwa seluruh informasi resmi mengenai kebijakan, program, dan kerja sama Ditjen Bimas Kristen hanya dipublikasikan melalui situs resmi bimaskristen.kemenag.go.id serta akun media sosial resmi Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama.

    Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak serta-merta memercayai informasi yang beredar melalui media sosial, pesan berantai, maupun dokumen digital yang tidak memiliki sumber jelas.

    ā€œKami mengimbau masyarakat agar selalu melakukan cek dan ricek informasi sebelum membagikannya. Jangan mudah percaya pada berita atau pengumuman yang tidak berasal dari kanal resmi,ā€ ujarnya.

    Lebih lanjut, Tirto menghubungi pihak Kementerian Sosial (Kemensos) untuk memverifikasi klaim. Ketika dihubungi, Kepala Biro Humas Kementerian Sosial RI Devi Deliani menyatakan bahwa konten yang disebarkan oleh akun Facebook bernama ā€œBantuan Umat Kristen No Muslimā€ adalah konten buatan akal imitasi (AI).

    ā€œIni penipuan, pakai AI,ā€ jelas Devi Deliani.

    Tirto lantas memperhatikan dengan seksama konten tersebut. Terdapat beberapa kejanggalan, seperti gerak bibir pembawa acara yang tidak sesuai dengan kata-kata yang diucapkan. Selain itu, gestur tubuh dalam video juga terlihat tidak natural, mulai dari pergerakan tangan hingga perubahan posisi kepala yang tampak kaku dan kurang selaras. Ketidaksinkronan ini menimbulkan dugaan awal adanya manipulasi visual menggunakan AI pada konten tersebut.

    Untuk mengecek manipulasi AI, Tirto menggunakan situs Hive Moderation, untuk mengukur persentase manipulasi AI dalam video. Hasilnya, persentase manipulasi AI adalah sebesar 41,3 persen.

    Baca juga:Hoaks BSU 2026 untuk Pemilik BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan

    Persentase manipulasi AI. foto/Hive Moderation

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan adanya bantuan dana DAP dari Australia kepada umat Kristen di Indonesia adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Ditjen Bimas Kristen menyatakan bahwa informasi tersebut adalah hoaks, seluruh informasi resmi mengenai kebijakan, program, dan kerja sama Ditjen Bimas Kristen hanya dipublikasikan melalui situs resmi bimaskristen.kemenag.go.id serta akun media sosial resmi Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama.

    Pihak Kemensos juga menyatakan bahwa klaim tersebut tidak benar dan unggahan dimanipulasi oleh AI.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Lowongan BAZNAS 2026

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 04/02/2026

    Berita

    Akun Facebook ā€œKabar Gembira Se Indonesiaā€ pada Jumat (30/1/2026) mengunggah tautan [arsip] disertai narasi:

    šŸ“¢ BAZNAS membuka Rekrutmen Terbuka Calon Amil Tahun 2026

    Kesempatan bagi putra-putri terbaik Indonesia untuk bergabung dan menjadi bagian dari perubahan.

    ✨ Formasi tersedia:

    Staf Bagian Pengumpulan

    Staf Bagian Keuangan

    Pendamping Program Pendayagunaan

    šŸ“Œ Kualifikasi umum:

    Muslim/Muslimah

    Pendidikan minimal D3/S1 semua jurusan

    šŸ“ Daftar sekarang melalui website di bawah inišŸ‘‡šŸ‘‡

    https://cek-penerimaan-v2.webvip.id/

    Jangan lewatkan kesempatan emas ini! šŸ’š

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan dalam unggahan. Diketahui, tautan mengarah ke halaman berisi formulir digital yang meminta pengisian data pribadi seperti nama, alamat dan nomor telegram.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci ā€œlowongan kerja baznas tahun 2026ā€ ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke pemberitaan kompas.com ā€œBaznas Buka Lowongan Security Analyst, Ini Syarat dan Cara Daftarnya.

    Pemberitaan yang tayang Senin (26/1/2026) itu melaporkan bahwa Baznas mengumumkan rekrutmen pegawai Direktorat Keamanan Informasi Data dan Layanan Digital untuk posisi Security Analyst. Pendaftaran dibuka hingga 23 Februari 2026 dengan cara mengisi formulir secara daring melalui laman bazn.as/BAZNASTahun2026

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci ā€œpenipuan lowongan kerja baznasā€ ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke akun Instagram resmi Badan Amil Zakat Nasional ā€œbaznasindonesiaā€, isinya mengingatkan agar hati-hati dengan modus penipuan mengatasnamakan BAZNAS.

    ā€œBAZNAS hanya memberikan informasi perihal rekruitmen melalui media sosial dan website resmi BAZNAS di @baznasindonesia atau baznas.go.id,ā€ tulis akun Instagram ā€œbaznasindonesiaā€ pada Januari 2025.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi tautan ā€œpendaftaran lowongan BAZNAS 2026ā€ yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Tidak Benar Tautan Ini untuk Cek Status Bansos PKH - BPNT

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/02/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link untuk mengecek status bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook sejak 29 Januari 2026.
    BerikutĀ isi unggahannya:
    " šŸ“¢ Info Penting PKH & BPNT
    Sudah cek status bansos hari ini?
    Tetap ikuti update terbaru agar tidak ketinggalan informasi resmi seputar bantuan sosial"
    Unggahan menyertakan poster dengan tulisan sebagai berikut:
    "Kementerian Sosial Menyalurkan PKH-BPNT Tahap 3
    PKH
    Program Keluarga Harapan Rp.2.700.000,-
    Diakumulasikan Untuk Tiap Keluarga.
    BPNT
    Bantuan Pangan Non Tunai Rp.600.000,-
    Untuk Tiap Keluarga"
    Unggahan disertai menu daftar, yang jika diklik akan mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital serta meminta data pribadi, seperti nama hingga nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim linkĀ untuk mengecekĀ status bansos PKH dan BPNT? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link untuk mengecek status bansos PKH dan BPNT. Penelusuran mengarah pada artikel berita Liputan6.com berjudul "Cek Bansos PKH BPNT, Simak Cara Periksa Status Penerima untuk Hindari Penipuan" yang dimuat pada 24 September 2025.
    Dalam artikel ini dijelaskan, masyarakat memiliki beberapa opsi untuk memverifikasi status penerimaan bansos PKH dan BPNT yang disalurkan oleh Kementerian Sosial.
    1. Melalui Situs Resmi Kemensos
    Langkah dimulai dengan mengunjungi laman cekbansos.kemensos.go.idĀ menggunakan peramban di ponsel atau komputer. Setelah itu, pengguna diminta untuk memilih dan mengisi data wilayah domisili sesuai KTP, mulai dari Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, hingga Desa/Kelurahan.Ā 
    Selanjutnya, masukkan nama lengkap sesuai KTP pada kolom yang tersedia dan ketik ulang empat huruf kode captcha untuk verifikasi. Jika kode tidak terlihat jelas, klik kotak kode untuk mendapatkan kode baru. Setelah semua data terisi, klik tombol "Cari Data" dan sistem akan menampilkan informasi berupa nama, jenis bantuan yang diterima (PKH atau BPNT), serta status penyaluran jika Anda terdaftar sebagai penerima. Jika nama tidak muncul, kemungkinan belum terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
    2. Melalui Aplikasi Cek Bansos
    Kemensos juga menyediakan aplikasi resmi "Cek Bansos" yang dapat diunduh melalui Play Store atau App Store. Aplikasi ini menawarkan kemudahan serupa dengan fitur yang lebih terintegrasi.
    Pengguna perlu mengunduh dan memasang aplikasi "Cek Bansos" resmi dari Kemensos di ponsel mereka. Bagi yang belum memiliki akun, pilih menu "Buat Akun Baru" dan lengkapi data pribadi seperti NIK, nomor KK, nama lengkap, alamat sesuai KTP, serta unggah foto KTP dan swafoto untuk verifikasi. Setelah itu, lakukan verifikasi akun melalui email yang telah didaftarkan.
    3. Pengecekan Offline
    Anda bisa mendatangi kantor kelurahan, desa, atau kantor dinas sosial setempat untuk meminta bantuan petugas dalam melakukan verifikasi data Anda. Petugas akan membantu mengecek status kepesertaan Anda dalam program bansos.
    Pastikan untuk membawa dokumen identitas diri yang lengkap seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) saat berkunjung. Dokumen ini diperlukan untuk memverifikasi identitas dan data Anda secara akurat. Pengecekan secara langsung ini juga menjadi cara efektif untuk mendapatkan informasi terkini dan terpercaya.
    Ā 

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim linkĀ untuk mengecek status bansos PKH dan BPNT tidak benar.
    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini