• Hoaks! Kemenag umumkan bantuan dari Australia sambut Nataru 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 29/12/2025

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) - Sebuah video di Facebook beredar dua hari jelang peringatan Natal 2025, yang menampilkan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI Jeane Marie Tulung.

    Dirjen Bimas Kristen Jeane, dalam rekaman tersebut, mengumumkan adanya bantuan dari Australia bagi masyarakat Indonesia, khususnya yatim piatu dan fakir miskin.

    Program bantuan yang diklaim dikeluarkan untuk menyambut Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 juga disebut menyasar tempat ibadah, yang bisa dimanfaatkan sebagai modal usaha.

    Cuplikan yang sudah dikomentari 77 kali ini turut mendapatkan respon hingga lebih dari 300 kali sampai Sabtu (27/12) ini.

    "Shalom

    Untuk menyambut hari Natal dan Tahun Baru

    DAP BIMAS AUSTRALIA menyalurkan dana bantuan

    Daftarkan diri anda sekarang juga

    Bantuan dari DAP BIMAS AUSTRALIA

    Untuk saudara/saudari keristen maupun non keristen

    Bantuan modal usaha dan tempat ibadah,yatim piatu, fakir miskin dll

    Cara daftar silahkan chat melalui messenger," demikian isi narasi yang disertakan dalam unggahan Facebook itu.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Namun, benarkah Kemenag keluarkan pengumuman soal bantuan dari Australia untuk menyambut Nataru?



    Hasil Cek Fakta

    Setelah video tersebut ditelusuri dengan menggunakan pendeteksi kecerdasan buatan (AI deterctor) Hive Moderation, didapatkan kesimpulan bahwa 99 persen isi rekaman tersebut adalah hasil rekayasa.

    Gambar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Jeane Marie Tulung dalam video di Facebook itu, serupa dengan tampilannya di artikel milik Kemenag pada 16 November 2023 ini.



    ANTARA turut mencatat bahwa narasi bantuan dari Australia ini ternyata sudah marak beredar sejak Juni 2025.

    Sementara pada November 2025, narasi bantuan yang juga mengatasnamakan Kemenag serta Kedubes Australia beredar dalam bentuk tautan di Facebook.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Dirjen Jeane Marie Tulung merespon maraknya penyebaran informasi palsu tersebut dengan mengajak masyarakat bijak menggunakan media sosial.

    “Seluruh informasi resmi Ditjen Bimas Kristen hanya disampaikan melalui kanal resmi, yakni website bimaskristen.kemenag.go.id dan media sosial resmi Ditjen Bimas Kristen Kemenag,” kata Jeane dalam artikel yang dikeluarkan situs Kemenag.

    Klaim: Kemenag umumkan bantuan dari Australia sambut Nataru 2026

    Rating: Hoaks

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2025

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

    • ANTARA News
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Ferdy Sambo Meninggal di Penjara

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 29/12/2025

    Berita

    Beredar unggahan foto [arsip] dari akun Facebook “Umy Zaleha” pada Selasa (16/12/2025) disertai narasi sebagai berikut:

    “Vir4l‼️⁉️

    INNALILLAHI, Ditemukan Meninggal di Dalam Penjara, Ferdy Sambo di Makamkan Hari Ini”

    Hingga Senin (29/12/2025) unggahan telah mendapatkan 54 tanda suka dan menuai 27 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “Ferdy Sambo meninggal di penjara” ke mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim. 

    TurnBackHoax kemudian menelusuri foto tersebut dengan menggunakan Google Lens. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa foto prosesi pemakaman yang melibatkan sejumlah anggota kepolisian berasal dari pemberitaan tribratanewsntt.com berjudul “Penghormatan Terakhir Polres Kupang Kota” yang tayang Sabtu (9/9/20217). Foto itu merupakan dokumentasi upacara pemakaman Bripka Yermia Simson Abelo, anggota Satuan Lalu Lintas Polres Kupang, yang berlangsung pada tahun 2017.

    Sementara itu, foto yang menampilkan Putri Candrawati sedang menangis diketahui berasal dari artikel inilah.com berjudul “Keluar Ruang Sidang, Putri Candrawathi Tertunduk Menangis” yang tayang Senin (12/12/2022). Foto tersebut diambil pada momen ketika Putri Candrawati menangis usai memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Joshua di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tahun 2022. 

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan sumber kredibel yang mendukung klaim tersebut. Dengan demikian, unggahan berisi klaim “Ferdy Sambo meninggal di penjara” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video Mahasiswa UI Desak DPR RI Periksa Komnas HAM Terkait Isu Papua

    Sumber: Tiktok.com
    Tanggal publish: 29/12/2025

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun TikTok “ssazy.affilate” pada Sabtu (23/11/2025). Isinya memperlihatkan seorang mahasiswa Universitas Indonesia meminta DPR RI memeriksa Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dengan menuding Komnas HAM kerap berpihak kepada kelompok kriminal bersenjata dan Organisasi Papua Merdeka yang disebut sebagai musuh negara. Video disertai narasi sebagai berikut:

    “Saya mewakili teman-teman mahasiswa minta kepada anggota DPR untuk menyelidiki lembaga Komnas HAM. Sudah bertahun-tahun lembaga terlihat lebih condong membela musuh negara yaitu anggota KKB dan OPM. Kenapa di saat aparat negara banyak yang gugur? Mereka semua diam. Tapi di saat para musuh negara tumbang, mereka dengan lantang dan menuduh aparat negara melanggar HAM. Sebenarnya mereka itu siapa?”

    Hingga Senin (29/12/2025) unggahan telah mendapatkan 4.069 tanda suka, menuai 343 komentar dan telah dibagikan ulang sebanyak 249 kali oleh pengguna TikTok lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menganalisis konten menggunakan alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, video merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,9 persen.

    TurnBackHoax kemudian melakukan penelusuran dengan memasukkan kata kunci “Mahasiswa UI desak DPR RI periksa Komnas HAM terkait isu Papua” ke mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,9 persen. Dengan demikian, unggahan video berisi klaim “Mahasiswa UI desak DPR RI periksa Komnas HAM terkait isu Papua” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Christian Panucci Resmi Jadi Pelatih Timnas

    Sumber: Tiktok.com
    Tanggal publish: 29/12/2025

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun TikTok “sport.bola5” pada Sabtu (6/12/2025). Unggahan disertai narasi sebagai berikut:

    “Pelatih baru timnas Indonesia christian panucci”

    Hingga Senin (29/12/2025) unggahan telah mendapatkan 131.400 tanda suka, menuai 3.657 komentar dan telah dibagikan ulang 3281 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan tangkapan layar dari video ke Google Lens. Diketahui video berasal dari akun TikTok ‘rans.entertainment’ pada Kamis (4/12/2025). 

    Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa kedatangan Christian Panucci ke Indonesia adalah untuk menghadiri acara olahraga yang diselenggarakan oleh RANS Entertainment, bukan untuk menjabat sebagai pelatih Tim Nasional Indonesia.

    Hingga saat ini, PSSI masih belum menyampaikan pengumuman resmi terkait sosok pelatih baru yang akan menempati posisi pelatih Timnas Indonesia.

    Kesimpulan

    Faktanya, Christian Panucci ke Indonesia untuk menghadiri turnamen olahraga padel yang diadakan RANS Entertainment. Dengan demikian, unggahan berisi klaim “Christian Panucci resmi jadi pelatih Timnas” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini