Beredar sebuah video yang diunggah melalui Facebook tentang kerusuhan di Inggris akibat kebijakan lockdown. Dalam unggahan tersebut juga disebutkan rakyat yang mulai kelaparan lalu bertindak menjadi brutal dan melakukan penjarahan. Berikut kutipan narasinya:
“Inggris mulai rusuh, Akibat Lockdown, Rakyat mulai Kelaparan & bertindak secara brutal, penjarahan dimana mana, demi mengisi perut lapar..”
[SALAH] Inggris Rusuh Akibat Lockdown
Sumber: facebook.comTanggal publish: 24/03/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, unggahan video Facebook tersebut adalah hasil dari potongan video yang dinarasikan ulang, berasal dari laman Youtube berjudul “Peckham Riot & Looting – 8 August 2011” diunggah pada 10 Agustus 2011 dengan akun bernama “peckhamriots”. Video tersebut dipotong pada menit 0:43—6:13.
Dalam penelusuran lain, melalui artikel berita dari bbc.co.uk, kerusuhan di jalan Peckham yang terdapat di dalam video merupakan kerusuhan yang disebabkan oleh matinya seorang warga lokal Tottenham, London bernama Mark Duggan yang ditembak oleh polisi pada 4 Agustus 2011. Peristiwa tersebut dikenal dengan nama “London Riots.”
Kerusuhan di Peckham, Inggris terjadi pada 8 Agustus 2011 dan merupakan salah satu rangkaian protes di tanggal 6—11 Agustus 2011.
Dalam penelusuran lain, melalui artikel berita dari bbc.co.uk, kerusuhan di jalan Peckham yang terdapat di dalam video merupakan kerusuhan yang disebabkan oleh matinya seorang warga lokal Tottenham, London bernama Mark Duggan yang ditembak oleh polisi pada 4 Agustus 2011. Peristiwa tersebut dikenal dengan nama “London Riots.”
Kerusuhan di Peckham, Inggris terjadi pada 8 Agustus 2011 dan merupakan salah satu rangkaian protes di tanggal 6—11 Agustus 2011.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, unggahan tentang Inggris rusuh akibat lockdown adalah informasi yang salah. Oleh sebab itu, unggahan tersebut masuk dalam Misleading Contentatau Konten Yang Menyesatkan.
Rujukan
- https://www.bbc.com/news/uk-england-london-14434318
- https://www.bbc.co.uk/news/uk-10321233
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4208293/cek-fakta-hoaks-video-viral-kerusuhan-di-inggris-yang-diklaim-dampak-lockdown-covid-19
- https://www.indiatoday.in/fact-check/story/fact-check-truth-behind-video-people-rioting-on-london-streets-fearing-coronavirus-lockdown-1658310-2020-03-22
- https://archive.fo/aSBas
[SALAH] Warga Dihimbau Tak Melintas di Depan Toko Spectra Dikarenakan Adanya ODP Akibat Virus Corona
Sumber: whatsapp.comTanggal publish: 24/03/2020
Berita
Utk sementara jngan lewat depan *Toko Spectra* pangarangan.. karena cina depan toko spectra yg jual elektronik udah *odp corona* dia habis dating dr *singapura* karena berobat…..dan dtetapkan odp oleh *Dinkes Sumenep* utk menghindari kejadian bs terjangkitnya penyakit corona mending jngn lewat sana dulu, info A1 dr *Kalebun pangarangan*.
Hasil Cek Fakta
Sebuah pesan berantai beradar di kalangan masyarakat dengan himbauan untuk masyarakat agar tidak melintas di depan toko spectra Pangarangan. Menurut si pembuat pesan, larangan tersebut ia sebarkan lantaran pemilik toko yang tokonya berada tepat di depan toko spectra ODP virus corona. Masyarakat kian resah pasca pembuat pesan menyematkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep.
Namun pasca dilakukan penelusuran lebih lanjut, belakangan diketahui bahwa informasi tersebut adalah palsu alias hoaks. Informasi tersebut diketahui setelah si pembuat pesan diamankan oleh pihak kepolisian akibat membuat informasi palsu alias hoaks. Melansir dari Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S dengan tegas menyatakan bahwa informasi tersebut adalah hoaks.
“itu tidak benar, hoaks, pungkasnya.
Pasca dilakukan penangkapan oleh pihak berwajib, pembuat hoaks tersebut yang belakangan diketahui adalah seorang perempuan meminta maaf kepada public. Ia juga meminta maaf kepada pemilik toko yang namanya ia catut dalam pesan tersebut. informasi tersebut mengacu kepada konten yang menyesatkan atau biasa disebut dengan misleading content.
Namun pasca dilakukan penelusuran lebih lanjut, belakangan diketahui bahwa informasi tersebut adalah palsu alias hoaks. Informasi tersebut diketahui setelah si pembuat pesan diamankan oleh pihak kepolisian akibat membuat informasi palsu alias hoaks. Melansir dari Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S dengan tegas menyatakan bahwa informasi tersebut adalah hoaks.
“itu tidak benar, hoaks, pungkasnya.
Pasca dilakukan penangkapan oleh pihak berwajib, pembuat hoaks tersebut yang belakangan diketahui adalah seorang perempuan meminta maaf kepada public. Ia juga meminta maaf kepada pemilik toko yang namanya ia catut dalam pesan tersebut. informasi tersebut mengacu kepada konten yang menyesatkan atau biasa disebut dengan misleading content.
Kesimpulan
Sebuah pesan berantai beredar di kalangan masyarakat, dalam pesan disebutkan bahwa untuk warga Pangarangan agar tidak melintas di depan toko spectra. Hal itu dilakukan agar masyarakat terhindar dari virus corona, akibat pemilik toko yang tokonya tepat berada di depan toko spectra ditetapkan ODP virus corona atau COVID-19 oleh Dinkes Sumenep. Tak lama informasi tersebut beredar, pembuat pesan langsung diamankan oleh pihak kepolisian lantaran membuat informasi yang tidak berdasar atau hoaks.
Rujukan
[SALAH] Peta Zona Merah Virus Corona Wilayah Purwokerto
Sumber: facebook.comTanggal publish: 24/03/2020
Berita
ZONA MERAH corona daerah purwokerto
Covid purwokerto
Covid purwokerto
Hasil Cek Fakta
Masyarakat Purwokerto dikejutkan dengan kemunculan informasi berupa tangkapan layar dengan klaim peta zona merah daerah terdampak virus corona atau Covid-19 di Purwokerto. Informasi yang beredar dalam beberapa waktu terakhir itu tersebar melalui media sosial Facebook dan juga pesan berantai Whatsapp.
Jika melihat dari tangkapan layar yang beredar, dalam gambar peta menujukkan wilayah zona merah dengan dikelilingi garis berwarna merah. Terlihat dalam gambar, beberapa wilayah yang dikelilingi garis zona merah antara lain Jalan dr Suharso, Jalan dr Angka dan Jalan Soeparno Selatan. Guna meluruskan informasi yang tidak sesusai dengan fakta, Bupati Banyumas pun angkat bicara.
Melansir dari kompas.com, Bupati Banyumas Achmad Husein yang sekaligus adalah Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Banyumas menyatakan bahwa tangkapan layar peta zona merah tersebut adalah tidak benar alias hoaks. Husein juga turus menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam mencerna informasi.
“Kami tidak mengeluarkan itu. Saya mengingatkan kepada seluruh masyarakat Banyumas agar tidak termakan berita hoaks,” tegas Husein.
Hoaks peta zona merah wilayah Purwokerto semakin diperkuat dengan pernyataan terkait dengan lima Kabupaten/Kota di Jawa Tengah yang masuk ke dalam zona merah Covid-19. Melansir dari idntimes.com, lima Kabupaten/Kota di Jawa Tengah yang masuk ke dalam zona merah Covid-19 adalah Kota Semarang, Kota Surakarta (Solo), Kabupaten Magelang, Kabupaten Banyumas dan Kota Pekalongan. Dapat disimpulkan bahwa, tangkapan layar zona merah wilayah Purwokerto adalah tidak benar alias hoaks. Unggahan tersebut mengacu kepada konten yang menyesatkan atau biasa disebut dengan misleading content.
Jika melihat dari tangkapan layar yang beredar, dalam gambar peta menujukkan wilayah zona merah dengan dikelilingi garis berwarna merah. Terlihat dalam gambar, beberapa wilayah yang dikelilingi garis zona merah antara lain Jalan dr Suharso, Jalan dr Angka dan Jalan Soeparno Selatan. Guna meluruskan informasi yang tidak sesusai dengan fakta, Bupati Banyumas pun angkat bicara.
Melansir dari kompas.com, Bupati Banyumas Achmad Husein yang sekaligus adalah Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Banyumas menyatakan bahwa tangkapan layar peta zona merah tersebut adalah tidak benar alias hoaks. Husein juga turus menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam mencerna informasi.
“Kami tidak mengeluarkan itu. Saya mengingatkan kepada seluruh masyarakat Banyumas agar tidak termakan berita hoaks,” tegas Husein.
Hoaks peta zona merah wilayah Purwokerto semakin diperkuat dengan pernyataan terkait dengan lima Kabupaten/Kota di Jawa Tengah yang masuk ke dalam zona merah Covid-19. Melansir dari idntimes.com, lima Kabupaten/Kota di Jawa Tengah yang masuk ke dalam zona merah Covid-19 adalah Kota Semarang, Kota Surakarta (Solo), Kabupaten Magelang, Kabupaten Banyumas dan Kota Pekalongan. Dapat disimpulkan bahwa, tangkapan layar zona merah wilayah Purwokerto adalah tidak benar alias hoaks. Unggahan tersebut mengacu kepada konten yang menyesatkan atau biasa disebut dengan misleading content.
Kesimpulan
Melalui media sosial Facebook dan pesan berantai Whatsapp, beredar unggahan yang disertai dengan tangkapan layar berupa peta yang diklaim merupakan daerah zona merah wilayah Purwokerto yang terdampak virus corona atau Covid-19. Dari unggahan tersebut, rupanya banyak masyarakat yang percaya dan mengunggahnya kembali di media sosial Facebook mereka. Menanggapi hal tersebut, Bupati Banyumas yang sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Banyumas menyatakan bahwa peta zona merah terdampak Covid-19 di Purwokerto adalah tidak benar alias hoaks.
Rujukan
- https://banyumas.tribunnews.com/2020/03/24/cek-fakta-peta-zona-merah-corona-di-purwokerto-begini-kata-bupati-achmad-husein
- https://regional.kompas.com/read/2020/03/23/18200371/hoaks-peta-zona-merah-virus-corona-di-purwokerto
- https://web.facebook.com/search/top/?q=zona%20merah%20corona%20di%20purwokerto&epa=SEARCH_BOX
- https://jateng.idntimes.com/news/jateng/dhana-kencana-1/5-daerah-di-jawa-tengah-masuk-zona-merah-virus-corona/full
[SALAH] Video “Penerbangan dari Italia ke ethiopia. Semua penumpang dinyatakan positif”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 24/03/2020
Berita
Akun Rose Zhang (fb.com/rosenyroseny) mengunggah sebuah video dengan narasi :
“Penerbangan dari Italia ke ethiopia. Semua penumpang dinyatakan positif. Polisi berusaha menangkap, Menembak mereka yang mencoba melarikan diri..”
“Penerbangan dari Italia ke ethiopia. Semua penumpang dinyatakan positif. Polisi berusaha menangkap, Menembak mereka yang mencoba melarikan diri..”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa video itu adalah penerbangan dari Italia ke Ethiopia dan semua penumpang dinyatakan positif adalah klaim yang salah.
Video itu BUKAN di Ethiopia dan TIDAK terkait dengan wabah virus corona COVID-19. Video itu adalah bagian dari ‘Simulasi Darurat Teroris’ di Bandara Internasional Blaise Diagne, Senegal pada November 2019.
Sesuai laporan ‘Dakaractu Tv’, pelatihan di Bandara Internasional Blaise Diagne dilakukan untuk mengevaluasi kapasitas para pejabat untuk menanggapi berbagai krisis yang mungkin timbul selama operasi di bandara.
Dalam video tersebut, penyelenggara latihan, Xavier Mary, Direktur Jenderal LAS (Limak-Aibd-Summa), mengucapkan terima kasih kepada Air Senegal atas penyediaan pesawat untuk ‘Latihan Darurat’.
“Kita sedang dalam proses kemajuan dalam hal manajemen krisis, dan latihan pagi ini benar-benar sukses” tambah Xavier Mary.
Sementara itu, Direktur Jenderal ANACIM menjelaskan bahwa ini sejalan dengan kepatuhan terhadap peraturan penerbangan sipil internasional.
“Ini adalah cara bagi semua pemangku kepentingan untuk berlatih menguji perangkat rencana darurat bandara dari sudut pandang teknis dan sumber daya manusia,” katanya.
Video itu BUKAN di Ethiopia dan TIDAK terkait dengan wabah virus corona COVID-19. Video itu adalah bagian dari ‘Simulasi Darurat Teroris’ di Bandara Internasional Blaise Diagne, Senegal pada November 2019.
Sesuai laporan ‘Dakaractu Tv’, pelatihan di Bandara Internasional Blaise Diagne dilakukan untuk mengevaluasi kapasitas para pejabat untuk menanggapi berbagai krisis yang mungkin timbul selama operasi di bandara.
Dalam video tersebut, penyelenggara latihan, Xavier Mary, Direktur Jenderal LAS (Limak-Aibd-Summa), mengucapkan terima kasih kepada Air Senegal atas penyediaan pesawat untuk ‘Latihan Darurat’.
“Kita sedang dalam proses kemajuan dalam hal manajemen krisis, dan latihan pagi ini benar-benar sukses” tambah Xavier Mary.
Sementara itu, Direktur Jenderal ANACIM menjelaskan bahwa ini sejalan dengan kepatuhan terhadap peraturan penerbangan sipil internasional.
“Ini adalah cara bagi semua pemangku kepentingan untuk berlatih menguji perangkat rencana darurat bandara dari sudut pandang teknis dan sumber daya manusia,” katanya.
Kesimpulan
BUKAN di Ethiopia dan TIDAK terkait COVID-19. Video itu adalah ‘Simulasi Darurat Teroris’ di Bandara Internasional Blaise Diagne, Senegal pada November 2019.
Rujukan
- https://factly.in/old-emergency-exercise-video-at-an-airport-in-senegal-is-falsely-shared-in-the-context-of-covid-19-outbreak/
- https://www.youtube.com/watch?v=lp4HRSBlP9g
- https://www.dakaractu.com/Diass-Test-grandeur-nature-du-plan-d-urgence-de-l-Aeroport-Dakar-Blaise-Diagne_a180088.html
- https://www.thiesinfo.com/exercice-a-laibd-la-securite-de-laeroport-en-demonstration-de-force
Halaman: 7543/8501



