“APAKAH 5 TAHUN KEDEPAN HARUS DISUGUHI KEBIJAKAN SEPERTI INI TERUS???”
Selanjutnya menyalin isi artikel “Darmono Sarankan Presiden Jokowi untuk Meniadakan Pendidikan Agama di Sekolah” oleh GELORA NEWS di http://bit.ly/2YDDGzi (arsip).
"Darmono sarankan Jokowi meniadakan pendidikan agama"
[SALAH] Kebijakan Peniadaan Pendidikan Agama di Sekolah
Sumber: facebook.comTanggal publish: 08/07/2019
Berita
Hasil Cek Fakta
Artikel yang dibagikan adalah saran dari praktisi yang disampaikan di acara bedah buku, sudah diklarifikasi oleh yang terkait bahwa pendidikan agama akan selalu dipertahankan. Isu ini adalah tema pelintiran yang sebelumnya sudah berulang kali diedarkan. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Rujukan
Satpol PP Surabaya Perketat Operasi Yustisi Tiga Kawasan
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 06/07/2019
Berita
"Info ttg operasi yustisi di Sby yg dilaksanakan tiap hr terutama bg warga yg berada diluar rumah diatas jam 22.00"
Hasil Cek Fakta
JawaPos.com – Tiga wilayah akan menjadi target utama dalam operasi yustisi setelah libur panjang Lebaran. Yakni, Surabaya bagian utara, barat, dan timur. Sebab, kawasan itu ditengarai diserbu banyak pendatang dari luar kota yang ingin mengadu nasib.
Mereka diperbolehkan datang ke Surabaya asalkan sudah memiliki pekerjaan dan tempat tinggal. Namun, mereka yang masih ingin mempertaruhkan keberuntungan untuk mendapatkan penghidupan di Surabaya akan dispulangkan ke daerah asal.
Kepala Satpol PP Surabaya Irvan Widyanto menyampaikan ultimatum tersebut kepada para pendatang. Sebab, para pendatang yang tak memiliki pekerjaan jelas serta tempat tinggal itu dikhawatirkan menjadi beban Surabaya. Bahkan, mereka berpotensi melakukan tindak kriminal.
“Yang paling sederhana, mereka menjadi pedagang kaki lima tapi berjualan di tempat yang dilarang perda. Misalnya, di trotoar. Ada yang seperti itu sampai kami pulangkan ke daerah asal melalui liponsos,” ujarnya kemarin (9/6).
Tahun lalu ada temuan di Kecamatan Tandes. Orang-orang dari luar kota sengaja didatangkan untuk menjadi pengemis. Mereka pun ketahuan dan dipulangkan ke daerah asal.
Operasi yustisi itu akan serentak dilakukan di Surabaya mulai pekan ini. Setiap kecamatan dan kelurahan akan terlibat aktif untuk operasi tersebut. Dalam operasi itu, turut dilibatkan pula dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil) dan dinas sosial.
Sementara itu, Satpol PP Kota Surabaya menambah anggota di tiga wilayah tersebut. Untuk wilayah barat, ada Kecamatan Benowo, Tandes, dan Pakal. Di utara, terdapat kecamatan Semampir, Pabean Cantian, dan Krembangan.
Untuk wilayah Surabaya Timur, yang menjadi atensi adalah Kecamatan Tambaksari, Mulyorejo, Sukolilo, Rungkut, dan Gununganyar. Wilayah tersebut ditengarai menjadi destinasi atau serbuan pendatang. “Sebab, banyak pabrik dan tempat tinggal karyawan atau buruh,” jelasnya.
Lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat tinggal para pendatang itu juga disisir. Bukan hanya kos-kosan, melainkan juga bantaran sungai hingga bawah jembatan. “Juga di jalur-jalur seperti pinggir rel kereta api,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Surabaya Agus Imam Sonhaji mengungkapkan bahwa pihaknya terlibat operasi yustisi tersebut untuk pendataan. Dia menyebutkan, akan ada koordinasi lanjutan dengan satpol PP, bakesbang, camat, dan lurah untuk operasi yustisi tersebut. “Direncanakan H+7 operasi yustisi dilaksanakan. Semoga sesuai rencana,” katanya kemarin.
Agus juga mengungkapkan, mulai hari ini (10/6), pelayanan publik di Surabaya kembali normal seperti biasa. Termasuk dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil). “Langsung aktif besok,” jelasnya.
Jam pelayanan pun diberlakukan normal, tidak seperti saat puasa. Pelayanan di dinas tersebut dimulai pukul 07.30 sampai 21.00. Saat Ramadan, pelayanan memang hanya sampai pukul 17.00. Semua jenis pelayanan publik di dinas tersebut juga akan kembali normal. “Semuanya (jenis pelayanan), mosok dicicil,” ungkapnya, lantas tersenyum.
Mereka diperbolehkan datang ke Surabaya asalkan sudah memiliki pekerjaan dan tempat tinggal. Namun, mereka yang masih ingin mempertaruhkan keberuntungan untuk mendapatkan penghidupan di Surabaya akan dispulangkan ke daerah asal.
Kepala Satpol PP Surabaya Irvan Widyanto menyampaikan ultimatum tersebut kepada para pendatang. Sebab, para pendatang yang tak memiliki pekerjaan jelas serta tempat tinggal itu dikhawatirkan menjadi beban Surabaya. Bahkan, mereka berpotensi melakukan tindak kriminal.
“Yang paling sederhana, mereka menjadi pedagang kaki lima tapi berjualan di tempat yang dilarang perda. Misalnya, di trotoar. Ada yang seperti itu sampai kami pulangkan ke daerah asal melalui liponsos,” ujarnya kemarin (9/6).
Tahun lalu ada temuan di Kecamatan Tandes. Orang-orang dari luar kota sengaja didatangkan untuk menjadi pengemis. Mereka pun ketahuan dan dipulangkan ke daerah asal.
Operasi yustisi itu akan serentak dilakukan di Surabaya mulai pekan ini. Setiap kecamatan dan kelurahan akan terlibat aktif untuk operasi tersebut. Dalam operasi itu, turut dilibatkan pula dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil) dan dinas sosial.
Sementara itu, Satpol PP Kota Surabaya menambah anggota di tiga wilayah tersebut. Untuk wilayah barat, ada Kecamatan Benowo, Tandes, dan Pakal. Di utara, terdapat kecamatan Semampir, Pabean Cantian, dan Krembangan.
Untuk wilayah Surabaya Timur, yang menjadi atensi adalah Kecamatan Tambaksari, Mulyorejo, Sukolilo, Rungkut, dan Gununganyar. Wilayah tersebut ditengarai menjadi destinasi atau serbuan pendatang. “Sebab, banyak pabrik dan tempat tinggal karyawan atau buruh,” jelasnya.
Lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat tinggal para pendatang itu juga disisir. Bukan hanya kos-kosan, melainkan juga bantaran sungai hingga bawah jembatan. “Juga di jalur-jalur seperti pinggir rel kereta api,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Surabaya Agus Imam Sonhaji mengungkapkan bahwa pihaknya terlibat operasi yustisi tersebut untuk pendataan. Dia menyebutkan, akan ada koordinasi lanjutan dengan satpol PP, bakesbang, camat, dan lurah untuk operasi yustisi tersebut. “Direncanakan H+7 operasi yustisi dilaksanakan. Semoga sesuai rencana,” katanya kemarin.
Agus juga mengungkapkan, mulai hari ini (10/6), pelayanan publik di Surabaya kembali normal seperti biasa. Termasuk dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil). “Langsung aktif besok,” jelasnya.
Jam pelayanan pun diberlakukan normal, tidak seperti saat puasa. Pelayanan di dinas tersebut dimulai pukul 07.30 sampai 21.00. Saat Ramadan, pelayanan memang hanya sampai pukul 17.00. Semua jenis pelayanan publik di dinas tersebut juga akan kembali normal. “Semuanya (jenis pelayanan), mosok dicicil,” ungkapnya, lantas tersenyum.
Rujukan
[SALAH] “CNN internasional bilang”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 06/07/2019
Berita
“The President of Indonesian, Mr. Jokowi does not made Conversation with the other leaders, because He can’t Speaks English Well”.
Hasil Cek Fakta
Tangkapan layar yang dibagikan adalah hasil suntingan. Selain tata bahasa yang berantakan, logo “CNN International” tidak sesuai dengan logo yang resmi digunakan oleh CNN. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Rujukan
[SALAH] “Kompak Resign, Forum Honorer K2 dan PNS Pendukung Prabowo Pilih Jadi Anggota FPI”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 06/07/2019
Berita
“Kompak resign, Forum Honorer K2 dan PNS pendukung Prabowo pilih jadi anggota FPI.”
Hasil Cek Fakta
Tangkapan layar yang dibagikan adalah hasil suntingan, pencarian ke situs berita menghasilkan artikel dengan tampilan yang berbeda. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Rujukan
Halaman: 7754/8484






