[...]Pilpres 2019 membuat JKW semakin nekat menambah semua kekuatan jin dengan jalan apapun dan tumbal apapun, karena dia sudah merasakan kekalah dan yakin kalah oada Pilpres 2019 [...]
"Sentuhan di dada sebelah kiri oleh para Ulama adalah mencontoh Rasulullah ————- *sedangkan sentuhan di kepala biasanya di ruqiyah #2019GantiPresiden,” cuit @MSApunya, Jumat (12/4).
[SALAH] Jokowi Diruqiyah dan Tambah Ilmu Ghaib untuk Menangi Pilpres 2019
Sumber: facebook.comTanggal publish: 20/04/2019
Berita
Hasil Cek Fakta
Unggahan akun Facebook @fahrulrazi87 dan cuitan akun Twitter @MSApunya yang menampilkan foto Jokowi mengenakan kemeja kotak-kotak dan kepalanya nampak dipegang oleh seorang Ustadz dengan inti pesan bahwa foto tersebut adalah prosesi ruqiyah, tidak benar adanya. Diketahui foto tersebut diambil tahun 2014, saat Jokowi sebagai Capres didoakan oleh Kiai Pondok Pesantren Jawiyah Samarangan di Garut, Jawa Barat.
Rujukan
[SALAH] “2014 Jokowi tidak di wakili suara rakyat menjadi presiden dengan kecurangan”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 20/04/2019
Berita
“Fakta 2014 lalu Jokowi tidak di wakili suara Tuhan (suara rakyat) sehingga menjadi presiden dengan kecurangan.
Di kala rakyat tertidur lelap, pukul 02:00 s/d 03:00 kotak suara di bongkar paksa, oleh KPU pusat, kertas suara di ganti dengan yang baru berisikan kertas suara yang sudah di coblos untuk jokowi.
Instansi pengamanan di tiadakan.
Berikut faktanya: …”, selengkapnya di (7) bagian REFERENSI.
Di kala rakyat tertidur lelap, pukul 02:00 s/d 03:00 kotak suara di bongkar paksa, oleh KPU pusat, kertas suara di ganti dengan yang baru berisikan kertas suara yang sudah di coblos untuk jokowi.
Instansi pengamanan di tiadakan.
Berikut faktanya: …”, selengkapnya di (7) bagian REFERENSI.
Hasil Cek Fakta
Secara hukum gugatan Prabowo-Hatta di 2014 seluruhnya ditolak oleh Mahkamah Konstitusi, selain itu klaim-klaim yang disebutkan di narasi juga salah. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Rujukan
Meme BJ Habibie Mengatakan “lawan berat Prabowo itu bukan Jokowi tp kecurangan”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 20/04/2019
Berita
Sebuah meme beredar dengan menampilkan karikatur Presiden Ketiga, BJ Habibie, dengan narasi “lawan berat Prabowo itu bukan Jokowi tp kecurangan.” Meme itu sudah dibagikan sebanyak 8,9 ribu kali.
Berikut kutipan narasinya:
Meme BJ Habibi, Lawan Berat Prabowo bukan Jokowi tapi kecurangan
“lawan berat Prabowo itu
bukan Jokowi
tp kecurangan”.
-BJ HABIBIE-
Berikut kutipan narasinya:
Meme BJ Habibi, Lawan Berat Prabowo bukan Jokowi tapi kecurangan
“lawan berat Prabowo itu
bukan Jokowi
tp kecurangan”.
-BJ HABIBIE-
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, klaim meme tersebut tidak benar. Sebab, BJ Habibie tidak pernah mengeluarkan pernyataan tersebut. Adapun, isu tersebut sudah Habibie mengeluarkan pernyataan itu sudah pernah muncul dan dibahas oleh Aribowo Sasmito pada tanggal 16 Agustus 2018.
Hasil debunk Aribowo itu menyimpulkan bahwa klaim pernyataan Habibie tentang Prabowo berasal dari hoaks yang berjudul “Lawan Berat Pak Jokowi itu bukan Prabowo.” Hanya saja, konteksnya diganti dari Jokowi menjadi Prabowo.
Selain itu, pembahasan tentang hoaks berjudul “Lawan Berat Pak Jokowi itu bukan Prabowo” juga sudah dikupas oleh tirto.id pada 15 Agustus 2018 dalam artikel berjudul “Periksa Fakta: Benarkah Habibie Mengatakan Prabowo Bukan Lawan Berat Jokowi?” Dalam artikel tersebut, ada disebutkan konfirmasi dari Sekretaris Pribadi Habibie, Rubijanto. Berikut kutipan pernyataan Rubijanto kepada tirto.id:
[…] Konfirmasi
Tirto menghubungi Sekretaris Pribadi Habibie, Rubijanto (14/5), menanyakan pesan berantai klaim pernyataan yang disebut sebagai Habibie. Rubijanto menegaskan bahwa klaim yang muncul bukanlah pernyataan ataupun tulisan Habibie. Rubijanto, mewakili Habibie, meminta agar pembaca ataupun penggunaan media sosial tidak mudah percaya dengan kabar dari media sosial. Apalagi situasinya terkait dengan kegiatan politik pemilihan.
"Kepada segenap handai taulan mohon tidak mudah terpancing berita di medsos [media sosial] terlebih pada musim menjelang pilpres atau pilkada yang baru lalu," terangnya.
Terlebih, menurut Rubijanto, konten palsu sangatlah mudah dibuat. Bahkan untuk kegiatan yang menghujat, mengadu domba dan menyalahkan pihak-pihak tertentu. […]
Adapun, berdasarkan penelusuran, orang yang memberikan pernyataan tentang “Lawan Berat Pak Jokowi itu bukan Prabowo” ialah Wakil Ketua ReJo (Relawan Jokowi) Mudhofir Khamid, dalam sambutan kegiatan deklarasi, pada 6 Mei 2018. Berikut kutipan pernyataan Mudhofir tersebut:
[…] Relawan Jokowi (Rejo) menggelar deklarasi dukungan kepada Presiden Joko Widodo untuk memimpin Indonesia dua periode di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (6/5/2018).
Dalam deklarasi, Rejo menilai bahwa lawan berat Presiden Jokowi di pemilihan presiden (Pilpres) 2019 bukanlah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
"Musuh sesungguhnya Pak Jokowi bukan Prabowo, tetapi fitnah sesungguhnya," ujar Wakil Ketua ReJo Mudhofir Khamid dalam sambutannya. […]
Atas dasar itu, postingan meme dengan narasi “lawan berat Prabowo itu bukan Jokowi tp kecurangan” bukan pernyataan Habibie. Adapun, hoaks ini dapat dikatakan sebagai tipe hoaks berulang.
Hasil debunk Aribowo itu menyimpulkan bahwa klaim pernyataan Habibie tentang Prabowo berasal dari hoaks yang berjudul “Lawan Berat Pak Jokowi itu bukan Prabowo.” Hanya saja, konteksnya diganti dari Jokowi menjadi Prabowo.
Selain itu, pembahasan tentang hoaks berjudul “Lawan Berat Pak Jokowi itu bukan Prabowo” juga sudah dikupas oleh tirto.id pada 15 Agustus 2018 dalam artikel berjudul “Periksa Fakta: Benarkah Habibie Mengatakan Prabowo Bukan Lawan Berat Jokowi?” Dalam artikel tersebut, ada disebutkan konfirmasi dari Sekretaris Pribadi Habibie, Rubijanto. Berikut kutipan pernyataan Rubijanto kepada tirto.id:
[…] Konfirmasi
Tirto menghubungi Sekretaris Pribadi Habibie, Rubijanto (14/5), menanyakan pesan berantai klaim pernyataan yang disebut sebagai Habibie. Rubijanto menegaskan bahwa klaim yang muncul bukanlah pernyataan ataupun tulisan Habibie. Rubijanto, mewakili Habibie, meminta agar pembaca ataupun penggunaan media sosial tidak mudah percaya dengan kabar dari media sosial. Apalagi situasinya terkait dengan kegiatan politik pemilihan.
"Kepada segenap handai taulan mohon tidak mudah terpancing berita di medsos [media sosial] terlebih pada musim menjelang pilpres atau pilkada yang baru lalu," terangnya.
Terlebih, menurut Rubijanto, konten palsu sangatlah mudah dibuat. Bahkan untuk kegiatan yang menghujat, mengadu domba dan menyalahkan pihak-pihak tertentu. […]
Adapun, berdasarkan penelusuran, orang yang memberikan pernyataan tentang “Lawan Berat Pak Jokowi itu bukan Prabowo” ialah Wakil Ketua ReJo (Relawan Jokowi) Mudhofir Khamid, dalam sambutan kegiatan deklarasi, pada 6 Mei 2018. Berikut kutipan pernyataan Mudhofir tersebut:
[…] Relawan Jokowi (Rejo) menggelar deklarasi dukungan kepada Presiden Joko Widodo untuk memimpin Indonesia dua periode di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (6/5/2018).
Dalam deklarasi, Rejo menilai bahwa lawan berat Presiden Jokowi di pemilihan presiden (Pilpres) 2019 bukanlah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
"Musuh sesungguhnya Pak Jokowi bukan Prabowo, tetapi fitnah sesungguhnya," ujar Wakil Ketua ReJo Mudhofir Khamid dalam sambutannya. […]
Atas dasar itu, postingan meme dengan narasi “lawan berat Prabowo itu bukan Jokowi tp kecurangan” bukan pernyataan Habibie. Adapun, hoaks ini dapat dikatakan sebagai tipe hoaks berulang.
Kesimpulan
Meme tersebut berasal dari hoaks pernyataan BJ Habibie yang sudah pernah di-debunk. Melalui penelusuran, Habibie tidak pernah memberikan pernyataan tersebut. Hoaks ini sudah dua kali muncul dan pertama kali muncul dengan judul “Lawan Berat Pak Jokowi itu bukan Prabowo.”
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/877585399240663/
- https://turnbackhoax.id/2019/04/20/salah-meme-bj-habibie-mengatakan-lawan-berat-prabowo-itu-bukan-jokowi-tp-kecurangan/
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/725021861163685/
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/650899468575925/
- https://turnbackhoax.id/2018/08/16/salah-bj-habibie-mengatakan-lawan-berat-pak-prabowo-itu-bukan-jokowi/
- https://tirto.id/benarkah-habibie-mengatakan-prabowo-bukan-lawan-berat-jokowi-cSEf
- https://nasional.kompas.com/read/2018/05/06/17044951/musuh-sesungguhnya-pak-jokowi-bukan-prabowo-tetapi-fitnah
Rayakan Kemenangan, Pendukung Jokowi Padati Jalan Proklamasi
Sumber:Tanggal publish: 19/04/2019
Hasil Cek Fakta
Kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin versi quick count Pilpres 2019 berbagai lembaga survei disambut gembira oleh para pendukungnya. Mereka langsung menggelar pawai dan memenuhi Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat.
Hampir seluruh pendukung paslon merayakan kemenangan sementara yang diperoleh Jokowi dan Ma'ruf dari hasil hitung cepat. Bendera PDIP dan bendera Merah Putih mendominasi suasana pesta yang meluber sampai ke tengah Jalan Proklamasi itu.
Beruntung pesta perayaan itu tak sampai menyebabkan antrean kendaraan yang mengular di sepanjang Jalan Proklamasi. Bahkan beberapa pengendara yang melintas pun menyempatkan diri untuk mengabadikan para pendukung yang tengah berjoget ria di bawah alunan musik yang diputar untuk memeriahkan suasana perayaan.
Salah seorang pendukung, Reginal, menyatakan ini sebagai bentuk suka cita pendukung sehingga menurutnya perayaan kecil layak dilakukan.
"Meskipun baru quick count tapi ini udah bentuk kemenangan dan harus dirayakan," kata Reginal saat ditemui di lokasi, Rabu (17/4) malam.
Salah seorang pengemudi ojek online, Suparno, menuturkan meski para pendukung meluber hingga ke badan jalan, mereka tetap memprioritaskan para pengendara yang hendak melintas. Sehingga baginya perayaan tersebut tak begitu berdampak terhadap kondisi lalu lintas di sekitar Jalan Proklamasi.
"Ya untungnya pada paham kalau ada motor mobil pada kasih lewat jadi enggak macet kan," kata Suparno.
Sementara itu, hasil quick count dari empat lembaga survei hampir mendekati final, suara masuk sudah hampir 100 persen. Empat lembaga survei tersebut menyatakan pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengungguli Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan kisaran selisih suara 9-11 persen.
Berikut hasil quick count dari 4 lembaga tersebut:
CSIS & Cyrus (94,20%): Jokowi - Ma'ruf: 55,60% Prabowo - Sandi: 44,40%
Indo Barometer (92%): Jokowi - Ma'ruf: 54,30% Prabowo - Sandi: 45,70%
Charta Politika (94,26%): Jokowi - Ma'ruf: 54,46% Prabowo - Sandi: 45,65%
LSI Denny JA (97%): Jokowi - Ma;ruf: 55,37% Prabowo - Sandi: 44,63%
Hampir seluruh pendukung paslon merayakan kemenangan sementara yang diperoleh Jokowi dan Ma'ruf dari hasil hitung cepat. Bendera PDIP dan bendera Merah Putih mendominasi suasana pesta yang meluber sampai ke tengah Jalan Proklamasi itu.
Beruntung pesta perayaan itu tak sampai menyebabkan antrean kendaraan yang mengular di sepanjang Jalan Proklamasi. Bahkan beberapa pengendara yang melintas pun menyempatkan diri untuk mengabadikan para pendukung yang tengah berjoget ria di bawah alunan musik yang diputar untuk memeriahkan suasana perayaan.
Salah seorang pendukung, Reginal, menyatakan ini sebagai bentuk suka cita pendukung sehingga menurutnya perayaan kecil layak dilakukan.
"Meskipun baru quick count tapi ini udah bentuk kemenangan dan harus dirayakan," kata Reginal saat ditemui di lokasi, Rabu (17/4) malam.
Salah seorang pengemudi ojek online, Suparno, menuturkan meski para pendukung meluber hingga ke badan jalan, mereka tetap memprioritaskan para pengendara yang hendak melintas. Sehingga baginya perayaan tersebut tak begitu berdampak terhadap kondisi lalu lintas di sekitar Jalan Proklamasi.
"Ya untungnya pada paham kalau ada motor mobil pada kasih lewat jadi enggak macet kan," kata Suparno.
Sementara itu, hasil quick count dari empat lembaga survei hampir mendekati final, suara masuk sudah hampir 100 persen. Empat lembaga survei tersebut menyatakan pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengungguli Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan kisaran selisih suara 9-11 persen.
Berikut hasil quick count dari 4 lembaga tersebut:
CSIS & Cyrus (94,20%): Jokowi - Ma'ruf: 55,60% Prabowo - Sandi: 44,40%
Indo Barometer (92%): Jokowi - Ma'ruf: 54,30% Prabowo - Sandi: 45,70%
Charta Politika (94,26%): Jokowi - Ma'ruf: 54,46% Prabowo - Sandi: 45,65%
LSI Denny JA (97%): Jokowi - Ma;ruf: 55,37% Prabowo - Sandi: 44,63%
Rujukan
Halaman: 7801/8475




