Kedatangan Presiden Jokowi ke Tana Toraja dikabarkan untuk meresmikan patung Yesus Memberkati. Informasi itu diunggah oleh akun Sep Zm Santri Pelajar di Facebook pada 28 Desember 2018.
Akun itu menulis:
tgl 23 desember... Jokowi diam2 meresmikan patung yesus... Di toraja.. Tetapi tida di liput oleh media karna takut namanya ter coreng di kalangan umat muslim...
Ges lah pokonamah2019 ganti presiden...
Selain mengunggah tulisan itu, akun tersebut juga memposting empat buah foto. Foto pertama adalah foto patung Yesus Memberkati yang dibangun di Tana Toraja. Kedua adalah foto Jokowi saat bersama pemuka adat dan agama. Ketiga adalah foto Jokowi bersalaman dengan pendeta dan terakhir adalah foto plakat yang tertulis peresmian Patung Yesus Memberkati oleh Presiden Jokowi di Makale 23 Desember 2018.
Hingga 30 Desember 2018, postingan itu telah dibagikan 392 kali di Facebook.
Benarkah Jokowi meresmikan Patung Yesus Memberkati?
Benarkah Jokowi meresmikan Patung Yesus Memberkati?
Sumber: facebook.comTanggal publish: 04/01/2019
Berita
Hasil Cek Fakta
Hadiri Perayaan Natal dan resmikan bandara
Presiden Jokowi memang berkunjung ke Tana Toraja pada Minggu 23 Desember 2018. Akan tetapi kedatangannya, bukan untuk meresmikan Patung Yesus Memberkati akan tetapi untuk menghadiri perayaan Natal Oikumene di Bundaran Kolam Makale, Kabupaten Tana Toraja.
Ia datang dengan mengenakan pakaian adat Toraja lengkap dengan penutup kepalanya, Passapu. Jokowi disambut 27 pendeta di Gereja Hati Maria Tak Bernoda. Hadir pula pemuka agama Islam, tokoh adat, dan tokoh masyarakat. Penyambutan dilakukan di alang, bangunan beratap khas Toraja tempat menerima tamu.
Setelah menghadiri perayaan Natal Oikumene, sebagaimana diberitakan tempo.co tanggal 24 Desember 2018, Presiden Jokowi langsung meresmikan lima bandar udara (bandara) yang ditandai dengan penekanan tombol sirine di Bandar Udara Syukuran Aminuddin Amir di Kota Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Selain Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk, empat bandara lainnya yang diresmikan Jokowi adalah Bandara Morowali di Kabupaten Morowali (Sulawesi Tengah), Bandara Aroeppala di Kabupaten Kepulauan Selayar (Sulawesi Selatan) dan Bandara Lagaligo di Kabupaten Luwu, (Sulawesi Selatan). Selain itu ada juga Bandara Betoambari di kota Bau-Bau, (Sulawesi Tenggara).
2. Patung Yesus Memberkati belum diresmikan
Pemda Tana Toraja sejatinya memang meminta Presiden Jokowi untuk meresmikan patung Yesus Memberkati yang dibangun di puncak Buntu (Bukit) Burake. Akan tetapi, agenda itu belum disetujui oleh Protokol Istana.
“Pemda Tana Toraja sudah usulkan rencana ini tapi belum disetujui pihak protokol Istana," ucap Staf Humas dan Protokoler Pemda Tana Toraja, Chici Permatasari Baan, dikutip dari Detik, Jumat 28 Desember 2018.
Sementara, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Istana Kepresidenan, Bey Machmudin, menjelaskan, permintaan Pemkab Tana Toraja itu belum bisa dipenuhi Jokowi karena pembangunan patung belum sepenuhnya siap.
"Hingga hari H-1 pukul 17.00, bangunan utama dan fasilitas pendukung pada kawasan sekitarnya belum tuntas 100 persen fisiknya," ujar Bey, Jumat (28/12).
Menurut Bey, item yang belum selesai itu antara lain proses finishing bangunan Patung Yesus, dinding tebing penyangga, tangga, jalan akses, dan lahan parkir.
Patung Yesus raksasa itu dibangun setinggi 40 meter, dengan landasan setinggi 17 meter dan tinggi patung 23 meter. Pembangunan patung yang menelan anggaran Rp 22 miliar itu berdiri di puncak Buntu Burake yang tingginya sekitar 1.100 meter dari permukaan laut (dpl).
Presiden Jokowi memang berkunjung ke Tana Toraja pada Minggu 23 Desember 2018. Akan tetapi kedatangannya, bukan untuk meresmikan Patung Yesus Memberkati akan tetapi untuk menghadiri perayaan Natal Oikumene di Bundaran Kolam Makale, Kabupaten Tana Toraja.
Ia datang dengan mengenakan pakaian adat Toraja lengkap dengan penutup kepalanya, Passapu. Jokowi disambut 27 pendeta di Gereja Hati Maria Tak Bernoda. Hadir pula pemuka agama Islam, tokoh adat, dan tokoh masyarakat. Penyambutan dilakukan di alang, bangunan beratap khas Toraja tempat menerima tamu.
Setelah menghadiri perayaan Natal Oikumene, sebagaimana diberitakan tempo.co tanggal 24 Desember 2018, Presiden Jokowi langsung meresmikan lima bandar udara (bandara) yang ditandai dengan penekanan tombol sirine di Bandar Udara Syukuran Aminuddin Amir di Kota Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Selain Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk, empat bandara lainnya yang diresmikan Jokowi adalah Bandara Morowali di Kabupaten Morowali (Sulawesi Tengah), Bandara Aroeppala di Kabupaten Kepulauan Selayar (Sulawesi Selatan) dan Bandara Lagaligo di Kabupaten Luwu, (Sulawesi Selatan). Selain itu ada juga Bandara Betoambari di kota Bau-Bau, (Sulawesi Tenggara).
2. Patung Yesus Memberkati belum diresmikan
Pemda Tana Toraja sejatinya memang meminta Presiden Jokowi untuk meresmikan patung Yesus Memberkati yang dibangun di puncak Buntu (Bukit) Burake. Akan tetapi, agenda itu belum disetujui oleh Protokol Istana.
“Pemda Tana Toraja sudah usulkan rencana ini tapi belum disetujui pihak protokol Istana," ucap Staf Humas dan Protokoler Pemda Tana Toraja, Chici Permatasari Baan, dikutip dari Detik, Jumat 28 Desember 2018.
Sementara, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Istana Kepresidenan, Bey Machmudin, menjelaskan, permintaan Pemkab Tana Toraja itu belum bisa dipenuhi Jokowi karena pembangunan patung belum sepenuhnya siap.
"Hingga hari H-1 pukul 17.00, bangunan utama dan fasilitas pendukung pada kawasan sekitarnya belum tuntas 100 persen fisiknya," ujar Bey, Jumat (28/12).
Menurut Bey, item yang belum selesai itu antara lain proses finishing bangunan Patung Yesus, dinding tebing penyangga, tangga, jalan akses, dan lahan parkir.
Patung Yesus raksasa itu dibangun setinggi 40 meter, dengan landasan setinggi 17 meter dan tinggi patung 23 meter. Pembangunan patung yang menelan anggaran Rp 22 miliar itu berdiri di puncak Buntu Burake yang tingginya sekitar 1.100 meter dari permukaan laut (dpl).
Kesimpulan
Dari fakta-fakta di atas bisa disimpulkan, kabar bahwa Jokowi meresmikan patung Yesus Memberkati itu adalah keliru. Plakat peresmian yang tertera nama Jokowi adalah hasil suntingan.
Rujukan
[DISINFORMASI] “masa lewat got sampai nyungsep segitunya”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 04/01/2019
Berita
“Ada jalan tol om….masa lewat got sampai nyungsep segitunya….gak lucu kelesss……wkwkkkk
#2019-02 NYUNGSEP”
#2019-02 NYUNGSEP”
Hasil Cek Fakta
Post sumber menggunakan foto hasil suntingan, warna mobil di foto asli adalah putih polos, tidak ada hubungannya dengan Gerindra. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Rujukan
[DISINFORMASI] Tangkapan Layar di Cuitan “Satu lagi kebohongan @sandiuno”
Sumber: twitter.comTanggal publish: 03/01/2019
Berita
“Satu lagi kebohongan @sandiuno .
RT! Agar bangsa ini tercerahkan dan terbebas dari kemungkinan dipimpin para pendusta.”
RT! Agar bangsa ini tercerahkan dan terbebas dari kemungkinan dipimpin para pendusta.”
Hasil Cek Fakta
Cuitan mencampurkan tangkapan layar artikel berita dari detik dengan tulisan dari sumber lain, selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Rujukan
[DISINFORMASI] TNI-Polri Pose Dua Jari Dukung Prabowo-Sandiaga
Sumber: twitter.comTanggal publish: 03/01/2019
Berita
narasi:
Ini skrang lagi viral foto Kapolri dan panglima TNI nunjukin jempolnya, apakah benar TNI dan POLRI tidak netral?
Tanpa Ragu lagi, #PrabowoSandiMenang2019 . Para perwira ini menunjukkan keinginan berdsrkan hati dan akal sehatnya memilih no 02 @prabowo , @sandiuno @mey_inez @ketelawungu @AsFairus @doc_tetty88 @tawajkt @d_LoNeLiNess @BasukiAyu @SaidRahmad @RRabrusun @tolakfitnah29 @Novera_12
Ini skrang lagi viral foto Kapolri dan panglima TNI nunjukin jempolnya, apakah benar TNI dan POLRI tidak netral?
Tanpa Ragu lagi, #PrabowoSandiMenang2019 . Para perwira ini menunjukkan keinginan berdsrkan hati dan akal sehatnya memilih no 02 @prabowo , @sandiuno @mey_inez @ketelawungu @AsFairus @doc_tetty88 @tawajkt @d_LoNeLiNess @BasukiAyu @SaidRahmad @RRabrusun @tolakfitnah29 @Novera_12
Hasil Cek Fakta
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto membantah bahwa foto dengan ibu jari dan telunjuk merupakan bentuk dukungan TNI-Polri kepada Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres dan Cawapres) Nomor Urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Ia menjelaskan, pose ibu jari dan telunjuk itu merupakan kode yang menandakan solidaritas yang digunakan Akabri lefting 87, angkatan 92, dan Alumni Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XX Lemhannas tahun 2015. “Simbol yang digunakan oleh lefting 87, angkatan 92 serta Lemhannas XX itu adalah simbol untuk kebersamaan dan tidak ada maksud lain, karena foto tersebut diambil sebelum pasangan calon mengambil nomor urut,” ujarnya
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/810893099243227/
- https://turnbackhoax.id/2019/01/03/salah-tni-polri-pose-dua-jari-dukung-prabowo-sandiaga/
- https://www.facebook.com/PENERANGAN.TNI/posts/1953798191356674
- https://tni.mil.id/view-143623-panglima-tni-foto-simbol-ibu-jari-dan-jari-telunjuk-tidak-terkait-dengan-capres.html
- https://sulteng.antaranews.com/berita/47061/panglima-tni-kapolri-kompak-klarifikasi-soal-foto-dua-jari
- https://news.detik.com/berita/4368587/panglima-tni-dan-kapolri-kompak-jelaskan-soal-foto-2-jari
- http://poskotanews.com/2019/01/02/panglima-tni-foto-simbol-ibu-jari-dan-telunjuk-tidak-terkait-capres/
- https://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/19/01/02/pkpche377-panglima-tni-dan-kapolri-klarifikasi-soal-salam-dua-jari
Halaman: 8024/8587




