Polisi dikabarkan merazia tempat penyablonan kaos #2019GantiPresiden. Informasi tersebut ditayangkan oleh akun Facebook Arrasyid Hakim.
Dalam postingannya, Arrasyid Hakim menayangkan tampilan gambar yang diambil dari instagram. Dalam tampilan gambar itu terdapat foto seorang polisi yang tersenyum di depan sebuah toko sablon.
Dari tampilan gambar tersebut, terdapat juga tulisan terkait polisi yang melarang produksi dan penjualan kaos #2019GantiPresiden. Berikut narasi lengkapnya;
“Tempat sablon kaos saya pun didatangi polisi jika ada yang buat kaos #2019GantiPresiden harus izin dari polisi dulu. Yang mesen baju harus diminta KTP dan nomor HPnya,” tulis dalam postingan itu.
[SALAH] “Polisi Melarang Produksi dan Penjualan Kaos #2019GantiPresiden”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 24/04/2018
Berita
Hasil Cek Fakta
Tak menunggu waktu lama, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto membantah isu yang mengatakan seorang polisi melarang produksi dan penjualan kaos #2019GantiPresiden itu. Ia menyatakan hal tersebut tidak benar adanya.
“Tidak pernah, tidak pernah. Hoax kali itu,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto, menjawab INDOPOS, Senin (23/4).
Irjen Setyo pun menegaskan bahwa tidak ada perintah pimpinan di level manapun di Polri, yang melarang kaos tersebut. “Tidak ada larangan. Tidak ada. Tidak benar itu. Kabar itu dari mana? Siapa yang melarang dan kapan?,” pungkas Irjen Setyo.
“Tidak pernah, tidak pernah. Hoax kali itu,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto, menjawab INDOPOS, Senin (23/4).
Irjen Setyo pun menegaskan bahwa tidak ada perintah pimpinan di level manapun di Polri, yang melarang kaos tersebut. “Tidak ada larangan. Tidak ada. Tidak benar itu. Kabar itu dari mana? Siapa yang melarang dan kapan?,” pungkas Irjen Setyo.
Rujukan
[BERITA] “PKS Luruskan Hoax Kader Komentar ‘Kartini Pemuas Seks Belanda'”
Sumber:Tanggal publish: 24/04/2018
Berita
Sebuah komentar di akun media sosial bernama Ahmada Al Fatih, menulis kalimat yang tak senonoh, yakni "Kartini pemuas sex Belanda sekarang jadi pahlawan... pembodohan sejarah syg sekali...hahahaah,". Di bawah komentar tersebut, terdapat foto seorang pria memakai jas PKS dengan latar logo PKS. Pengguna media sosial menganggap Ahmada Al Fatih ialah kader PKS.
Hasil Cek Fakta
Wakil Sekjen PKS, Abdul Hakim pada Senin (23/4/2018), menegaskan bahwa hal tersebut adalah hoax. Ia mengatakan foto kader PKS Aceh Timur tersebut dibajak dan sedang dalam investigasi.
Rujukan
[BERITA] “Ketik #Aktif di Facebook Kembalikan Foto Profil yang Hilang, Hoaks atau Fakta?”
Sumber:Tanggal publish: 24/04/2018
Berita
Sebuah akun facebook yang mengatasnamakan “Facebook Indonesia”, pada laman “Pengguna FB Lite Indonesia”, menggaungkan isu bahwa beberapa pengguna layanan hemat data “Facebook Lite” mengalami masalah, yakni hilangnya foto profil mereka. Terdapat tiga tahapan solusi, yakni like, share, dan tulis komentar #aktif.
Hasil Cek Fakta
Dilansir dari Kompas.com, masalah "foto profil yang hilang tiba-tiba” tidak pernah eksis. Informasi yang dipaparkan laman tersebut bisa dipastikan tidak benar alias hoaks. … Terlebih, tiga tahap solusi yang diberikan laman “Pengguna FB Lite Indonesia” identik dengan pengumbar hoaks yang sudah-sudah.”
Rujukan
[BERITA] “Video Jokowi Bagi-Bagi Duit 2016 Dipelintir”
Sumber:Tanggal publish: 24/04/2018
Berita
Beredar video Jokowi bagi-bagi uang di sebuah grup media sosial. Anggota grup bernama Al Fatih Mujahid, menuliskan kalimat "Perhatikan baik2 kayak cacing kepanasan. Berbagai cara yg mau di lakuka jokowi dan relawan2nya mulai dari fb yg mau di blokir. Dan Memasukkan warga asing dr tiongkok Dan bagi2 uwang dan makanan di pinggir jalan saking takut nya tumbang dari kkedu2kan nya apa kayak gini Yg dinamakan jantel man". Sontak video tersebut viral dan disebarkan oleh sejumlah akun lainnya.
Hasil Cek Fakta
Dari penelusuran yang dilakukan Jawa Pos, video tersebut sebenarnya sudah lama. Sejak 2016 sudah beredar di media sosial.
Rujukan
Halaman: 8076/8392




