Info… Pernah viral sekarang “hidup” lagi…
Telah viral mengenai kasus Kondom Bekas yang diolah kembali menjadi permen karet
(HOAX) : Pembuatan Permen Karet Dari Kondom Bekas
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 14/07/2016
Berita
Hasil Cek Fakta
Berita ini sempat viral juga awal tahun 2016 lalu kembali marak beberapa jam yang lalu dibagikan ulang dengan tautan berbeda.
Kami telah coba juga telusuri ke situs berita jpnn.com tidak ada release resmi mengenai kabar tersebut. Terbukti lampiran tautan postingan tersebut palsu dan mencatut nama jpnn.com padahal merujuk ke situs lain yang di blok oleh sebagian browser, kemungkinan besar karena terdapat malware atau terlalu berat oleh iklan.
Sebelum membagikan ulang suatu berita atau kabar marilah kita senantiasa mencari dahulu kebenarannya atau bila ragu, silakan diskusikan di group
Kami telah coba juga telusuri ke situs berita jpnn.com tidak ada release resmi mengenai kabar tersebut. Terbukti lampiran tautan postingan tersebut palsu dan mencatut nama jpnn.com padahal merujuk ke situs lain yang di blok oleh sebagian browser, kemungkinan besar karena terdapat malware atau terlalu berat oleh iklan.
Sebelum membagikan ulang suatu berita atau kabar marilah kita senantiasa mencari dahulu kebenarannya atau bila ragu, silakan diskusikan di group
Rujukan
(HOAX) : Hati -hati Panggilan Telpon Nomor Tidak Dikenal !!
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 13/07/2016
Berita
Pagi ini saya menerima hoax dari group Whatsapp:
*U R G E N T*
INFO DARI BNN
Banyak orang menerima telpon dari nomor2 berikut ini :
+37560260528
+37127913091
+37178565072
+56322553736
+37052529259
+255901130460
ATAU dari nomor lain dgn kode awalan :
+375
+371
+381
Berdering satu kali & ditutup.
*Jangan ditelpon kembali – jika Anda menelpon kembali: *
1. Anda akan kena charge US $ 15 – 30 per panggilan.
2. Dalam 3 detik, contact list Anda akan dicopy.
3. Detil info tentang bank / credit card Anda (jika ada di dalam hp tsb), juga akan dicopy!
+375 : nomor kode dari Belarus Afganistan
+371 : Lativa
+381 : Serbia
+563 : Valparaiso
+370 : Vilnius
+255 : Tanzania
*Panggilan telpon dengan nomor2 kode di atas bisa jadi berasal dari ISIS – jangan ditelpon kembali!*
JIKA SESEORANG MEMINTA ANDA MENELPON KE NOMOR KODE :
#09
atau
#90
*Jangan lakukan itu* – ini adalah *perusahaan fiktif* dengan *motif PENIPUAN*
Harap edarkan info ini — URGENT !
Ini adalah *TRICK BARU TERORIS* untuk *MENJEBAK* orang.
Sekali Anda pencet nomor2 di atas (#09 atau #90), mereka dapat :
– *Menggunakan nomor hp Anda*
– *Biaya telpon menjadi tanggungan Anda*
SINGKATNYA :
*Berhati-hatilah menerima panggilan telpon dari nomor2 yang tidak Anda kenal*
SEBARKANLAH INFO INI — URGENT !!
☘?????????????
*U R G E N T*
INFO DARI BNN
Banyak orang menerima telpon dari nomor2 berikut ini :
+37560260528
+37127913091
+37178565072
+56322553736
+37052529259
+255901130460
ATAU dari nomor lain dgn kode awalan :
+375
+371
+381
Berdering satu kali & ditutup.
*Jangan ditelpon kembali – jika Anda menelpon kembali: *
1. Anda akan kena charge US $ 15 – 30 per panggilan.
2. Dalam 3 detik, contact list Anda akan dicopy.
3. Detil info tentang bank / credit card Anda (jika ada di dalam hp tsb), juga akan dicopy!
+375 : nomor kode dari Belarus Afganistan
+371 : Lativa
+381 : Serbia
+563 : Valparaiso
+370 : Vilnius
+255 : Tanzania
*Panggilan telpon dengan nomor2 kode di atas bisa jadi berasal dari ISIS – jangan ditelpon kembali!*
JIKA SESEORANG MEMINTA ANDA MENELPON KE NOMOR KODE :
#09
atau
#90
*Jangan lakukan itu* – ini adalah *perusahaan fiktif* dengan *motif PENIPUAN*
Harap edarkan info ini — URGENT !
Ini adalah *TRICK BARU TERORIS* untuk *MENJEBAK* orang.
Sekali Anda pencet nomor2 di atas (#09 atau #90), mereka dapat :
– *Menggunakan nomor hp Anda*
– *Biaya telpon menjadi tanggungan Anda*
SINGKATNYA :
*Berhati-hatilah menerima panggilan telpon dari nomor2 yang tidak Anda kenal*
SEBARKANLAH INFO INI — URGENT !!
☘?????????????
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penjelasan dari snopes.com: “It’s certainly not true, as stated in the example cited above, that the mere act of calling a particular number would allow a phone user’s contacts and banking information to be stolen by someone else.
That sort of information would be compromised only if another party somehow hacked into the user’s phone (via a malicious app or other code) and/or the user actively did something to enable access to it. (In either case, there’s no obvious reason why such a scheme would require the victim to place a call to the information-stealer rather than the other way around”. Tips tambahan untuk mengamankan Smartphone:
“1. SET A PIN OR PASSWORD
2. ONLY INSTALL TRUSTED APPS
3. STOP ADVERTISERS AND MORE FROM TRACKING YOU
4. ENABLE REMOTE LOCATION AND WIPING
5. STAY SAFE ON PUBLIC WI-FI NETWORKS
6. WIPE YOUR OLD GADGET BEFORE DONATING, SELLING OR RECYCLING”
That sort of information would be compromised only if another party somehow hacked into the user’s phone (via a malicious app or other code) and/or the user actively did something to enable access to it. (In either case, there’s no obvious reason why such a scheme would require the victim to place a call to the information-stealer rather than the other way around”. Tips tambahan untuk mengamankan Smartphone:
“1. SET A PIN OR PASSWORD
2. ONLY INSTALL TRUSTED APPS
3. STOP ADVERTISERS AND MORE FROM TRACKING YOU
4. ENABLE REMOTE LOCATION AND WIPING
5. STAY SAFE ON PUBLIC WI-FI NETWORKS
6. WIPE YOUR OLD GADGET BEFORE DONATING, SELLING OR RECYCLING”
Rujukan
(HOAX) : Modus Perampokan Dengan Pisau Kartu Nama
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 12/07/2016
Berita
Entah siapa yang membuat dan menyebarkannya. Lagi-lagi pesan hoax yang meresahkan beredar.
Isinya pesan hoax itu lagaknya sih memberitahu masyarakat agar berhati-hati ada perampokan modus baru. Jadi si pelaku dengan memakai kartu nama mengetuk kaca mobil, ketika kaca dibuka si pelaku menyilet pengendara dengan silet di balik kartu nama. Lalu si pelaku merampok.
Isinya pesan hoax itu lagaknya sih memberitahu masyarakat agar berhati-hati ada perampokan modus baru. Jadi si pelaku dengan memakai kartu nama mengetuk kaca mobil, ketika kaca dibuka si pelaku menyilet pengendara dengan silet di balik kartu nama. Lalu si pelaku merampok.
Hasil Cek Fakta
Dalam pesan hoax itu disebutkan peristiwa ini sudah terjadi 6 kali di wilayah Jakarta Timur. Pesan yang menyebar itu ditegaskan hoax oleh Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo.
Kepada kumparan (kumparan.com), Minggu (4/6), Andry menyampaikan sama sekali tidak ada peristiwa itu.
“Berita ini sudah beredar sekitar setahun yang lalu, dan kami sudah melakukan pengecekan baik di Polres maupun di Polsek jajaran namun untuk laporan terkait kejadian di atas nihil,” tegas Andry.
Andry mengingatkan agar masyarakat tak mudah percaya dengan pesan yang beredar. Kuncinya cek dan ricek.
(Analisis) :
– pertama, modus mengeluarkan silet dibalik kartu nama memang ada, tapi kayaknya silet yg digunakan adalah silet cutter atau silet cukur, bukan cardsharp seperti yg ditampilkan dalam gambar. Memang pisau lipat tsb bisa “menyamar” seperti kartu kredit/kartu nama, tapi bukan berarti bisa digunakan utk pura2 jadi kartu nama kemudian menyilet korban, krn utk merubah dr bentuk kartu menjadi pisau, harus melipat dan membutuhkan beberapa tahap, juga ada penguncinya, jd tidak mungkin dalam sekejap pura2 jadi kartu kemudian jd silet dan melukai korban.
– kedua, di situ disebutkan foto cardsharp tersebut adalah foto barang bukti pelaku. Bukan, itu bukan foto barang bukti, tapi foto demonstrasi atau foto pajangan produk utk ditempatkan di lapak penjual. Coba cek tokopedia atau bukalapak, banyak yg jual dan foto2nya menggunakan foto seperti yg tertera di posting tsb. Bagaiman mungkin foto “brosur” disebut barang bukti?
Saya cm pengen meluruskan supaya orang2 yg punya pisau lipat tsb utk keperluan utility tidak dianggap sebagai penjahat tukang nyilet. Menjadikan image negarif bagi pemiliknya.
Kepada kumparan (kumparan.com), Minggu (4/6), Andry menyampaikan sama sekali tidak ada peristiwa itu.
“Berita ini sudah beredar sekitar setahun yang lalu, dan kami sudah melakukan pengecekan baik di Polres maupun di Polsek jajaran namun untuk laporan terkait kejadian di atas nihil,” tegas Andry.
Andry mengingatkan agar masyarakat tak mudah percaya dengan pesan yang beredar. Kuncinya cek dan ricek.
(Analisis) :
– pertama, modus mengeluarkan silet dibalik kartu nama memang ada, tapi kayaknya silet yg digunakan adalah silet cutter atau silet cukur, bukan cardsharp seperti yg ditampilkan dalam gambar. Memang pisau lipat tsb bisa “menyamar” seperti kartu kredit/kartu nama, tapi bukan berarti bisa digunakan utk pura2 jadi kartu nama kemudian menyilet korban, krn utk merubah dr bentuk kartu menjadi pisau, harus melipat dan membutuhkan beberapa tahap, juga ada penguncinya, jd tidak mungkin dalam sekejap pura2 jadi kartu kemudian jd silet dan melukai korban.
– kedua, di situ disebutkan foto cardsharp tersebut adalah foto barang bukti pelaku. Bukan, itu bukan foto barang bukti, tapi foto demonstrasi atau foto pajangan produk utk ditempatkan di lapak penjual. Coba cek tokopedia atau bukalapak, banyak yg jual dan foto2nya menggunakan foto seperti yg tertera di posting tsb. Bagaiman mungkin foto “brosur” disebut barang bukti?
Saya cm pengen meluruskan supaya orang2 yg punya pisau lipat tsb utk keperluan utility tidak dianggap sebagai penjahat tukang nyilet. Menjadikan image negarif bagi pemiliknya.
Rujukan
(DISINFORMASI) : Kaos Kaki Jokowi
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 12/07/2016
Berita
“Orang yang SUDAH TERBIASA SHALAT, dia TIDAK akan pakai kaos kaki lagi setelah wudhu.” < Apakah artinya Jonru YAKIN Pak Jokowi tidak terbiasa salat? Tahu dari mana dan atau siapa, bagaimana caranya?
“Artinya, secara normal seharusnya dia tidak pakai kaos kaki lagi setelah wudlu.” < Pejabat lain yang sebelumnya mendukung kubu yang didukung Jonru ada juga yang sholat memakai kaos kaki, silahkan dicari informasinya. Apakah Jonru pernah membahas mereka juga?
Apakah saya perlu menegur teman saya juga, padahal saya tahu ilmu agamanya lebih tinggi daripada saya? Apakah Jonru waras? Apakah…#ahsudahlah sebelum semakin melantur sebaiknya saya sudahi saja. Sekian dari saya, terimafitnah eh… terimakasih.
“Artinya, secara normal seharusnya dia tidak pakai kaos kaki lagi setelah wudlu.” < Pejabat lain yang sebelumnya mendukung kubu yang didukung Jonru ada juga yang sholat memakai kaos kaki, silahkan dicari informasinya. Apakah Jonru pernah membahas mereka juga?
Apakah saya perlu menegur teman saya juga, padahal saya tahu ilmu agamanya lebih tinggi daripada saya? Apakah Jonru waras? Apakah…#ahsudahlah sebelum semakin melantur sebaiknya saya sudahi saja. Sekian dari saya, terimafitnah eh… terimakasih.
Hasil Cek Fakta
Setelah sebelumnya Indonesian Hoax Busters membahas tentang Klaim dari pihak tak bertanggung jawab tentang pencitraan saat shalat Id, kali ini kami mengulas klaim lainnya tentang sholat dengan kaus kaki, entah pernyataan tersebut adalah murni karena ketidaktahuan pihak penyebar, atau memang disengaja untuk menggiring opini publik.
Begini kutipan pernyataannya:
“Lagi-lagi terbukti, Shalat di Padang cuma pencitraan. Bahkan shaf sengaja dimundurkan agar wartawan mudah memotret adegan shalatnya.
Dan ups… Ternyata dia shalat masih pakai kaos kaki. Ya sudah, positif thinking saja. Semoga sebelumnya sudah wudhu, dan kaos kaki dipakai lagi (walau ini bukan kebiasaan yang lazim)
NB: Jika Anda menuduh foto ini hoax, silahkan cek langsung ke sumber beritanya.”
Sumber pernyataan: https://web.facebook.com/jonru.page/photos/a.143624529728.103413.68286339728/10154426143544729/?type=3
Mengenai pernyataan penyebar berita yang menyatakan shaf sholat yang di geser mundur pada sholat Ied Presiden Jokowi di Padang kemarin adalah demi pencitraan, Indonesian Hoax Busters sudah membahas itu pada postingan ini :
https://web.facebook.com/IndoHoaxBuster/posts/1146089332123208
Isi pernyataan kedua adalah mengenai shalat dengan masih mengenakan kaos kaki. Apakah boleh bila shalat mengenakan kaos kaki?
Selama kaos kaki tersebut terbebas dari najis sebenarnya sah-sah saja sholat dengan masih mengenakan kaos kaki. Jangankan kaos kaki, bahkan sholat dengan mengenakan alas kaki pun pernah dilakukan oleh Nabi.
Piyungan Online yang notabene media yang kerap bersebrangan dengan Jokowi pun pernah mengangkat hadits-hadits tentang hal ini.
Bahkan founding father kita Bung Karno dan Roeslan Abdulgani pun pernah sholat dengan masih mengenakan kaos kaki ketika berkunjung ke Amerika Serikat tahun 1956.
Jadi sebenarnya sholat Id Presiden Jokowi di Padang kemarin adalah hal yang biasa-biasa saja tanpa tendensi apapun demi pencitraan.
Marilah #berinternetBijak #berinternetSehat #berinternetCerdas#beSmart#stophoax #stoppropaganda #stoppembodohanmassalbersama Indonesian Hoax Busters
Begini kutipan pernyataannya:
“Lagi-lagi terbukti, Shalat di Padang cuma pencitraan. Bahkan shaf sengaja dimundurkan agar wartawan mudah memotret adegan shalatnya.
Dan ups… Ternyata dia shalat masih pakai kaos kaki. Ya sudah, positif thinking saja. Semoga sebelumnya sudah wudhu, dan kaos kaki dipakai lagi (walau ini bukan kebiasaan yang lazim)
NB: Jika Anda menuduh foto ini hoax, silahkan cek langsung ke sumber beritanya.”
Sumber pernyataan: https://web.facebook.com/jonru.page/photos/a.143624529728.103413.68286339728/10154426143544729/?type=3
Mengenai pernyataan penyebar berita yang menyatakan shaf sholat yang di geser mundur pada sholat Ied Presiden Jokowi di Padang kemarin adalah demi pencitraan, Indonesian Hoax Busters sudah membahas itu pada postingan ini :
https://web.facebook.com/IndoHoaxBuster/posts/1146089332123208
Isi pernyataan kedua adalah mengenai shalat dengan masih mengenakan kaos kaki. Apakah boleh bila shalat mengenakan kaos kaki?
Selama kaos kaki tersebut terbebas dari najis sebenarnya sah-sah saja sholat dengan masih mengenakan kaos kaki. Jangankan kaos kaki, bahkan sholat dengan mengenakan alas kaki pun pernah dilakukan oleh Nabi.
Piyungan Online yang notabene media yang kerap bersebrangan dengan Jokowi pun pernah mengangkat hadits-hadits tentang hal ini.
Bahkan founding father kita Bung Karno dan Roeslan Abdulgani pun pernah sholat dengan masih mengenakan kaos kaki ketika berkunjung ke Amerika Serikat tahun 1956.
Jadi sebenarnya sholat Id Presiden Jokowi di Padang kemarin adalah hal yang biasa-biasa saja tanpa tendensi apapun demi pencitraan.
Marilah #berinternetBijak #berinternetSehat #berinternetCerdas#beSmart#stophoax #stoppropaganda #stoppembodohanmassalbersama Indonesian Hoax Busters
Rujukan
Halaman: 8642/8702





