Jokowi Berjanji Bahwa 2015 Tidak Ada Lagi Kebakaran Hutan
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 08/10/2015
Berita
Terdapat isu yang menyatakan bahwa salah satu janji dari Jokowi adalah pada tahun 2015 Tidak Ada Lagi Kebakaran Hutan
Hasil Cek Fakta
Itu adalah harapan dan keinginan Jokowi
Besar kemungkinan tersebar hoax ini karena ada ketidaksesuaian judul berita dengan isi berita/kutipan narasumber. Parahnya, salah satu sumber yg bisa dijadikan sumber adalah dari metro TV d link berikut:
Jokowi : 2015 Tidak Ada Lagi Kebakaran Hutan Dan Lahan
http://m.metrotvnews.com/play/2015/01/22/348382
Judul memang dbuat seolah itu merupakan pernyataan (yg bisa ditafsir sbg janji), padahal isi berita dan videonya, tidak memuat sama sekali pernyataan tsb, krn dlm video hanya memuat gambaran aktivitas yg diisi oleh penjelasan presenter berita tanpa menanyangkan momen saat presiden memberikan pernyataan terkait.
Sebuah sumber lain yg saya cari dan mengutip pernyataan presiden d peristiwa yg sama, salah satunya adalah sbb (kalau ada sumber lain yg memuat kutipan presiden nanti bisa ditambahkan):
http://beritakalimantan.co/di-kalbar-tidak-ada-kebakaran-h…/
Untuk itu Presiden Jokowi menunggu hasil kerja semua pihak yang terlibat dalam menangani masalah kebakaran hutan di Kalbar, “jangan ada lagi kebakaran serta asap khususunya di wilayah Kalbar,” pungkasnya.
Besar kemungkinan tersebar hoax ini karena ada ketidaksesuaian judul berita dengan isi berita/kutipan narasumber. Parahnya, salah satu sumber yg bisa dijadikan sumber adalah dari metro TV d link berikut:
Jokowi : 2015 Tidak Ada Lagi Kebakaran Hutan Dan Lahan
http://m.metrotvnews.com/play/2015/01/22/348382
Judul memang dbuat seolah itu merupakan pernyataan (yg bisa ditafsir sbg janji), padahal isi berita dan videonya, tidak memuat sama sekali pernyataan tsb, krn dlm video hanya memuat gambaran aktivitas yg diisi oleh penjelasan presenter berita tanpa menanyangkan momen saat presiden memberikan pernyataan terkait.
Sebuah sumber lain yg saya cari dan mengutip pernyataan presiden d peristiwa yg sama, salah satunya adalah sbb (kalau ada sumber lain yg memuat kutipan presiden nanti bisa ditambahkan):
http://beritakalimantan.co/di-kalbar-tidak-ada-kebakaran-h…/
Untuk itu Presiden Jokowi menunggu hasil kerja semua pihak yang terlibat dalam menangani masalah kebakaran hutan di Kalbar, “jangan ada lagi kebakaran serta asap khususunya di wilayah Kalbar,” pungkasnya.
Rujukan
Pemerintah Tidak Melakukan Apa-apa Untuk Mengatasi Bencana Asap Ini
Sumber: www.facebook.comTanggal publish: 07/10/2015
Berita
Beredar berita dalam sosial media bahwa Pemerintah Tidak Melakukan Apa-apa Untuk Mengatasi Bencana Asap
Hasil Cek Fakta
Bencana asap 2015 adalah bencana yang terburuk karena banyaknya titik hotspot kebakaran serta ditambah El Nino yang menyebabkan kekeringan berkepanjangan.
Namun pemerintah melalui BPNB, TNI, Polri, BPPT, Kemen-LHK dan organnya seperti Manggala Agni, bekerjasama dengan para relawan dari kampus dan masyarakat umum juga terjun untuk mengatasi bencana ini, termasuk mengirim sortie pesawat untuk menebar garam dan mengguyur air.
Namun pemerintah melalui BPNB, TNI, Polri, BPPT, Kemen-LHK dan organnya seperti Manggala Agni, bekerjasama dengan para relawan dari kampus dan masyarakat umum juga terjun untuk mengatasi bencana ini, termasuk mengirim sortie pesawat untuk menebar garam dan mengguyur air.
Rujukan
Harun Yahya, Salah Satu Pionir Hoax Umat Islam
Sumber:Tanggal publish: 05/10/2015
Hasil Cek Fakta
Salah satu pionir Hoax di umat Islam : Harun Yahya banyak membuat buku (bukan sekedar artikel) yang isinya tercampur aduk dengan sangat banyak hoax & pseudoscience.
Banyak orang awam yang terkecoh karena ini, dan jadi mengagumi ybs.
Padahal, di Turki dia sudah terkenal sebagai kriminal : membuat “cult” yang memuja dirinya, eksploitasi wanita dalam komunitas free-sex, menjiplak hasil karya orang lain, dst.
Banyak orang awam yang terkecoh karena ini, dan jadi mengagumi ybs.
Padahal, di Turki dia sudah terkenal sebagai kriminal : membuat “cult” yang memuja dirinya, eksploitasi wanita dalam komunitas free-sex, menjiplak hasil karya orang lain, dst.
Rujukan
Bayi Nabila Meninggal Karena Kabut Asap di Jambi
Sumber: www.facebook.comTanggal publish: 04/10/2015
Berita
Sebuah postingan di Facebook ramai diperbincangkan pekan lalu. Akun itu milik perempuan bernama Rhia, seorang ibu penjual nasi uduk di kawasan Pasir Putih, Jambi. Dalam postingan itu dia memasang duka saat putrinya Nabila yang berusia 15 bulan meninggal dunia. Di foto itu, bayi Nabila memakai masker, dan juga ada yang sudah berbungkus kafan.
‘Cukup anak hamba ya Allah yg jadi korban akibat asap yang tidak kunjung berhenti, jgan lagi ada korban lain, sesak nafas, batuk, pilek akibat kabut asap dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab’, demikian tulis Rhia dalam akun Facebooknya.
‘Cukup anak hamba ya Allah yg jadi korban akibat asap yang tidak kunjung berhenti, jgan lagi ada korban lain, sesak nafas, batuk, pilek akibat kabut asap dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab’, demikian tulis Rhia dalam akun Facebooknya.
Hasil Cek Fakta
Pihak Rumah Sakit Theresia Kota Jambi, Provinsi Jambi membantah bahwa anak pasangan Ahmad dan Khomariah warga RT 08, Kelurahan Pasir Putih, Kota Jambi, tersebut meninggal akibat kabut asap.
“Memang ada pasien anak balita yang meninggal pada Selasa (29/9) kemarin, tapi itu bukan karena kabut asap, melainkan kondisinya sudah sangat kritis,” kata Direktur RS Theresia Asianto Supargo di Jambi, Sabtu (3/10), dikutip dari Antara.
Dia menjelaskan, Nabila meninggal karena kegagalan multifungsi organ dan juga mengalami kegagalan kardiovaskular sehingga menyebabkan balita tersebut meninggal dunia.
“Asap tidak menyebabkan kematian secara langsung, saya kira kalau asap menyebabkan kematian secara langsung banyak balita lain yang kena asap juga meninggal,” ujar Asianto.
Menurutnya, anak balita tersebut tidak lama berada di rumah sakit. Saat tiba langsung dilakukan penanganan lebih lanjut, namun kondisinya sudah memang tidak bisa tertolong lagi.
“Pihak keluarga pasien minta tolong dan kita sudah berupaya untuk memberikan pertolongan, namun karena kondisi penyakitnya yang sudah parah sehingga tidak tertolong lagi,” jelasnya.
“Memang ada pasien anak balita yang meninggal pada Selasa (29/9) kemarin, tapi itu bukan karena kabut asap, melainkan kondisinya sudah sangat kritis,” kata Direktur RS Theresia Asianto Supargo di Jambi, Sabtu (3/10), dikutip dari Antara.
Dia menjelaskan, Nabila meninggal karena kegagalan multifungsi organ dan juga mengalami kegagalan kardiovaskular sehingga menyebabkan balita tersebut meninggal dunia.
“Asap tidak menyebabkan kematian secara langsung, saya kira kalau asap menyebabkan kematian secara langsung banyak balita lain yang kena asap juga meninggal,” ujar Asianto.
Menurutnya, anak balita tersebut tidak lama berada di rumah sakit. Saat tiba langsung dilakukan penanganan lebih lanjut, namun kondisinya sudah memang tidak bisa tertolong lagi.
“Pihak keluarga pasien minta tolong dan kita sudah berupaya untuk memberikan pertolongan, namun karena kondisi penyakitnya yang sudah parah sehingga tidak tertolong lagi,” jelasnya.
Rujukan
Halaman: 8668/8694



