• Tidak Benar, Megawati Sebut Guru Honorer Sampah Negara

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/04/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook mengklaim Presiden Republik Indonesia yang kelima dan Ketua Umum DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengingatkan jika ingin melihat sampah negara maka lihatlah guru honorer.



    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Pecinta Nusantara” (arsip) pada Sabtu (29/04/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar Megawati dalam sebuah acara formal mengenakan baju merah dan selempang berwarna biru tua.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Megawati Soekarnoputri ingatkan kalo mau lihat sampah negara maka lihatlah guru honorer karena merekalah sampah negara. Bagaimana pendapat anda,” begitu narasi tertulis dalam gambar.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Pengunggah juga menambahkan narasi pada keterangan unggahan, “Guru honorer adalah sampah negara.”

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (29/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 30 likes, 124 komentar, dan 10 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi dengan kritik negatif masyarakat dan beberapa komentar menunjukkan kekecewaannya terhadap pembuat konten.

    Lantas, benarkah Megawati sebut guru honorer sebagai sampah negara?

    Baca juga:Megawati Usul KAA Jilid II untuk Atasi Masalah Geopolitik

    Periksa Fakta Guru Honorer Sampah Negara. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah klaim. Akun tersebut memiliki seribu pengikut dan menuliskan keterangan pada bio akun sebagai akun kreator digital. Kami juga menemukan beberapa unggahan terkait Megawati, seperti ini dan ini.

    Dari situ diketahui bahwa akun tersebut memang sering mengunggah konten yang mencatut nama Megawati. Akun tersebut bukanlah akun resmi dan tidak ada kaitannya dengan Megawati. Adapun akun Facebook resmi milik Megawati bernama “Megawati Soekarnoputri” memiliki 82 ribu pengikut dan aktif mengunggah informasi terkait kegiatan Megawati.

    Lebih lanjut, Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, mengarah pada akun Instagram @puanmaharaniri, yang menyatakan bahwa gambar asli Megawati tersebut merupakan penganugerahan gelar Doktor Kehormatan dari Fakultas Hukum Princess Nourah bint Abdulrahman University di Riyadh, Arab Saudi, pada 9 Februari 2026.

    “Selamat atas penganugerahan gelar Doktor Kehormatan dari Fakultas Hukum Princess Nourah bint Abdulrahman University kepada Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri di Riyadh, Arab Saudi, hari ini… ? Ibu Megawati menjadi tokoh pertama di dunia, di luar warga Arab Saudi, yang menerima gelar kehormatan dari PNU, atas dedikasi dan perjuangannya dalam memperjuangkan demokrasi, nilai-nilai kemanusiaan, serta pemberdayaan perempuan. Sebuah kehormatan besar untuk Indonesia… Alhamdulillah... Love you, Mam…❤️” Begitu keterangan Puan dalam unggahan Instagramnya.

    Sebagai informasi, Puan Maharani adalah anak kandung dari Megawati Soekarnoputri. Puan merupakan putri bungsu Megawati dari pernikahannya dengan almarhum Taufiq Kiemas. Di ranah politik, Megawati adalah Ketua Umum PDI Perjuangan, sementara Puan Maharani menjabat sebagai salah satu Ketua DPP di partai yang sama dan saat ini menjabat sebagai Ketua DPR RI.

    Melansir laman Kompas.com, Megawati pernah mengatakan dirinya adalah “Presiden sampah” ketika menjabat di masa lalu. Hal tersebut disampaikan Megawati dalam HUT ke-52 PDIP di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Jumat (10/1/2025).

    Hal itu disampaikan Megawati saat menyinggung peran besar yang diambilnya dalam menyelesaikan lima konflik di Indonesia, termasuk konflik di Kalimantan Barat. Megawati menyinggung program pemerintah Presiden Prabowo Subianto yang ingin membangun 3 juta rumah dan mengaku objektif dalam mengkritisi rencana pembangunan 3 juta rumah itu.

    “Pertanyaan saya sangat logis, objektif. Kalau seperti mau bikin 3 juta rumah, saya ingin tahu cara bangunnya gimana. Tanahnya tanah sopo. Cicilannya piro. Dengan korelasinya apa? Perekonomian kita bagaimana. Jangan lupa, saya pernah jadi Presiden. Semua urusan saya itu selesai. Saya dapat award lho, karena bisa selesaikan utang IMF. Haduh,” begitu yang disampaikan Megawati.

    Kemudian, barulah Megawati menyinggung dirinya sebagai “Presiden sampah”, karena dirinyalah yang menyelesaikan banyak konflik yang sekarang sudah tidak pernah terjadi lagi.

    “Waktu saya jadi Presiden, saya bilang, saya ini adalah Presiden sampah. Saya memberhentikan 5 konflik. Yang paling buat saya secara pribadi waktu Kalbar, haduh, hm, mana sekarang ada kayak begituan. Jangan dah. Aduh, capek juga ya,” begitu jelas Megawati.

    Senada dengan hal itu, laman Turn Back Hoax juga melaporkan bahwa tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Megawati Soekarnoputri sebut guru honorer adalah sampah negara.” Unggahan video berisi klaim “Megawati Soekarnoputri sebut guru honorer adalah sampah negara” merupakan konten palsu.

    Dengan demikian, foto yang beredar tidak ada kaitannya dengan pernyataan Megawati yang diklaim menyebut guru honorer sebagai sampah negara. Megawati tidak pernah menyampaikan narasi tersebut.

    Baca juga:Bertemu di Istana, Prabowo & Megawati Bahas Geopolitik-Krisis

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa narasi yang mencatut Megawati menyebut guru honorer adalah sampah negara bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Foto yang beredar adalah Megawati dalam acara penganugerahan gelar Doktor Kehormatan dari Fakultas Hukum Princess Nourah bint Abdulrahman University di Riyadh.

    Megawati pernah menyebut dirinya sebagai “Presiden Sampah” karena dirinyalah yang menyelesaikan banyak konflik yang sekarang sudah tidak pernah terjadi lagi. Megawati bukan dan tidak pernah menyebut guru honorer adalah sampah negara.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Tidak Benar, Megawati Sebut Guru Honorer Sampah Negara

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/04/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook mengklaim Presiden Republik Indonesia yang kelima dan Ketua Umum DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengingatkan jika ingin melihat sampah negara maka lihatlah guru honorer.



    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Pecinta Nusantara” (arsip) pada Sabtu (29/04/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar Megawati dalam sebuah acara formal mengenakan baju merah dan selempang berwarna biru tua.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Megawati Soekarnoputri ingatkan kalo mau lihat sampah negara maka lihatlah guru honorer karena merekalah sampah negara. Bagaimana pendapat anda,” begitu narasi tertulis dalam gambar.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Pengunggah juga menambahkan narasi pada keterangan unggahan, “Guru honorer adalah sampah negara.”

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (29/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 30 likes, 124 komentar, dan 10 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi dengan kritik negatif masyarakat dan beberapa komentar menunjukkan kekecewaannya terhadap pembuat konten.

    Lantas, benarkah Megawati sebut guru honorer sebagai sampah negara?

    Baca juga:Megawati Usul KAA Jilid II untuk Atasi Masalah Geopolitik

    Periksa Fakta Guru Honorer Sampah Negara. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah klaim. Akun tersebut memiliki seribu pengikut dan menuliskan keterangan pada bio akun sebagai akun kreator digital. Kami juga menemukan beberapa unggahan terkait Megawati, seperti ini dan ini.

    Dari situ diketahui bahwa akun tersebut memang sering mengunggah konten yang mencatut nama Megawati. Akun tersebut bukanlah akun resmi dan tidak ada kaitannya dengan Megawati. Adapun akun Facebook resmi milik Megawati bernama “Megawati Soekarnoputri” memiliki 82 ribu pengikut dan aktif mengunggah informasi terkait kegiatan Megawati.

    Lebih lanjut, Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, mengarah pada akun Instagram @puanmaharaniri, yang menyatakan bahwa gambar asli Megawati tersebut merupakan penganugerahan gelar Doktor Kehormatan dari Fakultas Hukum Princess Nourah bint Abdulrahman University di Riyadh, Arab Saudi, pada 9 Februari 2026.

    “Selamat atas penganugerahan gelar Doktor Kehormatan dari Fakultas Hukum Princess Nourah bint Abdulrahman University kepada Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri di Riyadh, Arab Saudi, hari ini… ? Ibu Megawati menjadi tokoh pertama di dunia, di luar warga Arab Saudi, yang menerima gelar kehormatan dari PNU, atas dedikasi dan perjuangannya dalam memperjuangkan demokrasi, nilai-nilai kemanusiaan, serta pemberdayaan perempuan. Sebuah kehormatan besar untuk Indonesia… Alhamdulillah... Love you, Mam…❤️” Begitu keterangan Puan dalam unggahan Instagramnya.

    Sebagai informasi, Puan Maharani adalah anak kandung dari Megawati Soekarnoputri. Puan merupakan putri bungsu Megawati dari pernikahannya dengan almarhum Taufiq Kiemas. Di ranah politik, Megawati adalah Ketua Umum PDI Perjuangan, sementara Puan Maharani menjabat sebagai salah satu Ketua DPP di partai yang sama dan saat ini menjabat sebagai Ketua DPR RI.

    Melansir laman Kompas.com, Megawati pernah mengatakan dirinya adalah “Presiden sampah” ketika menjabat di masa lalu. Hal tersebut disampaikan Megawati dalam HUT ke-52 PDIP di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Jumat (10/1/2025).

    Hal itu disampaikan Megawati saat menyinggung peran besar yang diambilnya dalam menyelesaikan lima konflik di Indonesia, termasuk konflik di Kalimantan Barat. Megawati menyinggung program pemerintah Presiden Prabowo Subianto yang ingin membangun 3 juta rumah dan mengaku objektif dalam mengkritisi rencana pembangunan 3 juta rumah itu.

    “Pertanyaan saya sangat logis, objektif. Kalau seperti mau bikin 3 juta rumah, saya ingin tahu cara bangunnya gimana. Tanahnya tanah sopo. Cicilannya piro. Dengan korelasinya apa? Perekonomian kita bagaimana. Jangan lupa, saya pernah jadi Presiden. Semua urusan saya itu selesai. Saya dapat award lho, karena bisa selesaikan utang IMF. Haduh,” begitu yang disampaikan Megawati.

    Kemudian, barulah Megawati menyinggung dirinya sebagai “Presiden sampah”, karena dirinyalah yang menyelesaikan banyak konflik yang sekarang sudah tidak pernah terjadi lagi.

    “Waktu saya jadi Presiden, saya bilang, saya ini adalah Presiden sampah. Saya memberhentikan 5 konflik. Yang paling buat saya secara pribadi waktu Kalbar, haduh, hm, mana sekarang ada kayak begituan. Jangan dah. Aduh, capek juga ya,” begitu jelas Megawati.

    Senada dengan hal itu, laman Turn Back Hoax juga melaporkan bahwa tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Megawati Soekarnoputri sebut guru honorer adalah sampah negara.” Unggahan video berisi klaim “Megawati Soekarnoputri sebut guru honorer adalah sampah negara” merupakan konten palsu.

    Dengan demikian, foto yang beredar tidak ada kaitannya dengan pernyataan Megawati yang diklaim menyebut guru honorer sebagai sampah negara. Megawati tidak pernah menyampaikan narasi tersebut.

    Baca juga:Bertemu di Istana, Prabowo & Megawati Bahas Geopolitik-Krisis

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa narasi yang mencatut Megawati menyebut guru honorer adalah sampah negara bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Foto yang beredar adalah Megawati dalam acara penganugerahan gelar Doktor Kehormatan dari Fakultas Hukum Princess Nourah bint Abdulrahman University di Riyadh.

    Megawati pernah menyebut dirinya sebagai “Presiden Sampah” karena dirinyalah yang menyelesaikan banyak konflik yang sekarang sudah tidak pernah terjadi lagi. Megawati bukan dan tidak pernah menyebut guru honorer adalah sampah negara.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Tidak Benar, Megawati Sebut Guru Honorer Sampah Negara

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/04/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook mengklaim Presiden Republik Indonesia yang kelima dan Ketua Umum DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengingatkan jika ingin melihat sampah negara maka lihatlah guru honorer.

    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Pecinta Nusantara” (arsip) pada Sabtu (29/04/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar Megawati dalam sebuah acara formal mengenakan baju merah dan selempang berwarna biru tua.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Megawati Soekarnoputri ingatkan kalo mau lihat sampah negara maka lihatlah guru honorer karena merekalah sampah negara. Bagaimana pendapat anda,” begitu narasi tertulis dalam gambar.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Pengunggah juga menambahkan narasi pada keterangan unggahan, “Guru honorer adalah sampah negara.”

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (29/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 30 likes, 124 komentar, dan 10 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi dengan kritik negatif masyarakat dan beberapa komentar menunjukkan kekecewaannya terhadap pembuat konten.

    Lantas, benarkah Megawati sebut guru honorer sebagai sampah negara?

    Baca juga:Megawati Usul KAA Jilid II untuk Atasi Masalah Geopolitik

    Periksa Fakta Guru Honorer Sampah Negara. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut, pertama-tama Tirto menelusuri akun pengunggah klaim. Akun tersebut memiliki seribu pengikut dan menuliskan keterangan pada bio akun sebagai akun kreator digital. Kami juga menemukan beberapa unggahan terkait Megawati, seperti ini dan ini.

    Dari situ diketahui bahwa akun tersebut memang sering mengunggah konten yang mencatut nama Megawati. Akun tersebut bukanlah akun resmi dan tidak ada kaitannya dengan Megawati. Adapun akun Facebook resmi milik Megawati bernama “Megawati Soekarnoputri” memiliki 82 ribu pengikut dan aktif mengunggah informasi terkait kegiatan Megawati.

    Lebih lanjut, Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, mengarah pada akun Instagram @puanmaharaniri, yang menyatakan bahwa gambar asli Megawati tersebut merupakan penganugerahan gelar Doktor Kehormatan dari Fakultas Hukum Princess Nourah bint Abdulrahman University di Riyadh, Arab Saudi, pada 9 Februari 2026.

    “Selamat atas penganugerahan gelar Doktor Kehormatan dari Fakultas Hukum Princess Nourah bint Abdulrahman University kepada Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri di Riyadh, Arab Saudi, hari ini… ? Ibu Megawati menjadi tokoh pertama di dunia, di luar warga Arab Saudi, yang menerima gelar kehormatan dari PNU, atas dedikasi dan perjuangannya dalam memperjuangkan demokrasi, nilai-nilai kemanusiaan, serta pemberdayaan perempuan. Sebuah kehormatan besar untuk Indonesia… Alhamdulillah... Love you, Mam…❤️” Begitu keterangan Puan dalam unggahan Instagramnya.

    Sebagai informasi, Puan Maharani adalah anak kandung dari Megawati Soekarnoputri. Puan merupakan putri bungsu Megawati dari pernikahannya dengan almarhum Taufiq Kiemas. Di ranah politik, Megawati adalah Ketua Umum PDI Perjuangan, sementara Puan Maharani menjabat sebagai salah satu Ketua DPP di partai yang sama dan saat ini menjabat sebagai Ketua DPR RI.

    Melansir laman Kompas.com, Megawati pernah mengatakan dirinya adalah “Presiden sampah” ketika menjabat di masa lalu. Hal tersebut disampaikan Megawati dalam HUT ke-52 PDIP di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Jumat (10/1/2025).

    Hal itu disampaikan Megawati saat menyinggung peran besar yang diambilnya dalam menyelesaikan lima konflik di Indonesia, termasuk konflik di Kalimantan Barat. Megawati menyinggung program pemerintah Presiden Prabowo Subianto yang ingin membangun 3 juta rumah dan mengaku objektif dalam mengkritisi rencana pembangunan 3 juta rumah itu.

    “Pertanyaan saya sangat logis, objektif. Kalau seperti mau bikin 3 juta rumah, saya ingin tahu cara bangunnya gimana. Tanahnya tanah sopo. Cicilannya piro. Dengan korelasinya apa? Perekonomian kita bagaimana. Jangan lupa, saya pernah jadi Presiden. Semua urusan saya itu selesai. Saya dapat award lho, karena bisa selesaikan utang IMF. Haduh,” begitu yang disampaikan Megawati.

    Kemudian, barulah Megawati menyinggung dirinya sebagai “Presiden sampah”, karena dirinyalah yang menyelesaikan banyak konflik yang sekarang sudah tidak pernah terjadi lagi.

    “Waktu saya jadi Presiden, saya bilang, saya ini adalah Presiden sampah. Saya memberhentikan 5 konflik. Yang paling buat saya secara pribadi waktu Kalbar, haduh, hm, mana sekarang ada kayak begituan. Jangan dah. Aduh, capek juga ya,” begitu jelas Megawati.

    Senada dengan hal itu, laman Turn Back Hoax juga melaporkan bahwa tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Megawati Soekarnoputri sebut guru honorer adalah sampah negara.” Unggahan video berisi klaim “Megawati Soekarnoputri sebut guru honorer adalah sampah negara” merupakan konten palsu.

    Dengan demikian, foto yang beredar tidak ada kaitannya dengan pernyataan Megawati yang diklaim menyebut guru honorer sebagai sampah negara. Megawati tidak pernah menyampaikan narasi tersebut.

    Baca juga:Bertemu di Istana, Prabowo & Megawati Bahas Geopolitik-Krisis

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyatakan bahwa narasi yang mencatut Megawati menyebut guru honorer adalah sampah negara bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Foto yang beredar adalah Megawati dalam acara penganugerahan gelar Doktor Kehormatan dari Fakultas Hukum Princess Nourah bint Abdulrahman University di Riyadh.

    Megawati pernah menyebut dirinya sebagai “Presiden Sampah” karena dirinyalah yang menyelesaikan banyak konflik yang sekarang sudah tidak pernah terjadi lagi. Megawati bukan dan tidak pernah menyebut guru honorer adalah sampah negara.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [PENIPUAN] Dedi Mulyadi Buka Program Beasiswa Garuda untuk Warga Jabar

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 30/04/2026

    Berita

    Beredar video [arsip] dari akun TikTok “beasiswagaruda” pada Kamis (23/4/2026) yang memperlihatkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sedang menuturkan narasi sebagai berikut:

    “kabar baik untuk warga Jawa Barat, beasiswa garuda sudah resmi dibuka, segera daftarkan diri anda”

    Unggahan disertai narasi:

    DEDI MULYADI GUBERNUR JAWA BARAT SUDAH MERESMIKAN PROGRAM BEASISWA GARUDA SUDAH DI BUKA MULAI HARI INI

    Dari pengamatan Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax), terdapat tautan pendaftaran di bio akun.

    Hingga Kamis (30/4/2026), konten itu mendapat lebih dari 48 tanda suka serta dibagikan ulang lebih dari 31 kali.

    Hasil Cek Fakta

    TurnBackHoax melakukan pencarian gambar terbalik dengan memanfaatkan Google Lens. Hasilnya, ditemukan gambar serupa dari laman pasjabar.com “Unpas Jawab Tantangan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di PKKMB 2025”.

    Artikel yang tayang pada Selasa (16/4/2025) tersebut menjelaskan bahwa Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, tengah menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025 di Sabuga, Kota Bandung. Sama sekali tidak ada kaitannya dengan Beasiswa Garuda.

    TurnBackHoax kemudian mengakses tautan yang tertulis di bio akun TikTok “beasiswagaruda”. Diketahui, tautan mengarah ke laman yang meminta pengisian data pribadi berupa nama, asal provinsi, hingga nomor Telegram.

    Dari pengamatan TurnBackHoax, terdapat indikasi rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam video unggahan akun TikTok “beasiswagaruda”. Hal itu terlihat dari gerakan mulut dan suara yang tidak selaras.

    TurnBackHoax lalu memasukkan video itu ke alat pendeteksi AI, Hive Moderation. Diketahui, suara dari video tersebut merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 91,1 persen.

    Sebagai informasi, berdasarkan laman beasiswagaruda.kemdiktisaintek.go.id, Beasiswa Garuda merupakan program beasiswa bergelar penuh (fully funded) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI untuk lulusan SMA/sederajat berprestasi.

    Pendaftaran gelombang 1 sudah berlangsung pada 15 Februari—15 Maret 2026, dan gelombang 2 dibuka sepanjang 25 Mei—25 Juni 2026 melalui laman beasiswalpdp-terintegrasi.kemenkeu.go.idKesimpulan

    Konten yang beredar adalah hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 91,1%. Jadi, unggahan video berisi klaim “Dedi Mulyadi buka program Beasiswa Garuda untuk warga Jabar” itu merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini