• [SALAH] Ribuan Helikopter Turki Diterbangkan Membantu Ira

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 30/04/2026

    Berita

    Akun Facebook “Mazlan Sagiman” pada Sabtu, (4/4/2026) mengunggah video [arsip] yang memperlihatkan helikopter diterbangkan untuk membantu iran. Informasi itu disertai dengan narasi sebagai berikut:

    PERANG IRAN VS AMERIKA 

    RIBUAN HELIKOPTER TURKI. SUDAH BERANGKAT KE IRAN.

    TURKI BERSAMA IRAN

     🇬🇶 ✅

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memverifikasi video yang beredar dengan menggunakan fitur pencarian gambar serupa melalui Google Image Search. Hasil penelusuran mengarah pada unggahan saluran YouTube “Radmir_Groham” yang dipublikasikan pada Sabtu, (09/11/2024), dengan disertai keterangan bahwa video tersebut direkam di Korea.

    Menurut laporan Yuyongwon TV, kegiatan penerbangan tersebut merupakan bagian dari persiapan parade udara dalam rangka memperingati Hari Angkatan Bersenjata. Dengan demikian, video yang beredar sebenarnya memperlihatkan sesi latihan Angkatan Udara untuk mendukung acara tersebut.

    Namun, pada hari pelaksanaan peringatan, parade helikopter yang direncanakan tidak jadi digelar secara penuh dan dibatasi akibat kondisi cuaca buruk, seperti hujan dan angin kencang.

    Kesimpulan

    Video tersebut merupakan rekaman latihan Angkatan Udara Korea dalam rangka persiapan parade Hari Angkatan Bersenjata. Dengan demikian, unggahan video dengan klaim “ribuan helikopter Turki diterbangkan membantu Iran” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video "AS dan Israel Invasi Darat ke Iran"

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 30/04/2026

    Berita

    Akun Facebook “Carlos Mend” pada Kamis, (09/04/2026) mengunggah video [arsip] yang memperlihatkan AS dan Israel melakukan invasi darat ke Iran. Informasi itu disertai dengan narasi sebagai berikut:

    Sebagian pasukan AS Israel memasuki

    Kota Iran yang sudah hancur di bom pesawat siluman B2 

    Hingga artikel ini diterbitkan, unggahan tersebut telah dilihat lebih dari 18 ribu kali, mendapat 492 reaksi, menuai 76 interaksi komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 9 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari Kompas.com 

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa tidak ada satu pun media kredibel yang memuat visual maupun laporan terkait klaim invasi darat besar-besaran oleh pasukan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Hingga saat ini, konflik yang terjadi masih didominasi oleh serangan udara yang menargetkan fasilitas strategis, bukan operasi militer darat berskala penuh. 

    Meski terdapat laporan mengenai pengerahan ribuan personel Marinir AS ke kawasan sekitar, tidak ada konfirmasi resmi bahwa pasukan tersebut telah memasuki atau menduduki wilayah Iran. Laporan yang ada hanya menunjukkan adanya serangan militer yang bersifat terbatas, seperti serangan udara terhadap target strategis, bukan operasi darat skala penuh.

    Selain itu, tim pemeriksa fakta juga melakukan pengecekan terhadap keaslian video menggunakan Hive Moderation. Hasilnya menunjukkan bahwa video tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) dengan probabilitas sebesar 99,5%.

    Kesimpulan

    Sejauh ini, laporan yang ada hanya menunjukkan adanya serangan militer yang bersifat terbatas, seperti serangan udara terhadap target strategis, bukan operasi darat skala penuh, video tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) dengan probabilitas sebesar 99,5%. Dengan demikian, unggahan video dengan klaim “AS dan Israel invasi darat ke Iran” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Undian Berhadiah Bank Sulteng

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/04/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran undian berhadiah Bank Sulteng. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 28 April 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "Khusus Nasabah (BPD SULTENG) yang sudah menggunakan Sulteng Mobile Bangking, Undian Festival Berhadiah Hadir lagi jangan lewatkan kesempatan Anda untuk memenangkan hadiah Undian Bank Sulteng Berhadiah,
    Ayo Buruan Daftar dan Raih hadiah menarik sebagai penghargaan dari Bank Sulteng. Ingat untuk pendaftaran tidak dipungut biaya apapun ( 𝐆𝐑𝐀𝐓𝐈𝐒 )
    Silahkan 𝐊𝐥𝐢𝐤 𝐓𝐨𝐦𝐛𝐨𝐥 𝐃𝐀𝐅𝐓𝐀𝐑 ...!
    HADIAH UTAMA UNDIAN�
    - 20 Unit Mobil ALL NEW HONDA HR-V
    - 2 Unit Mobil Mercedes-Benz E 300
    - 14 Unit Mobil Jeep CHERY J6
    - 170 Unit Motor Honda Beat
    -2 Unit Mobile Alphard Auto 2000
    -2 Unit Mobile BMW 520i M Sport Lci
    -1 Unit Mobile BMW Grand 218i
    -15 Unit Rumah Gratis
    -20 Unit Honda Scopy -60 Tablet & Leptop
    -10 Paket Umroh Gratis
    -10 Paket Wisata Malaysia
    -Uang Tunai Rp, 600 Juta
    -20 emas batangan -20 Unit TV Led
    -790 Unit SMARTPHONE & HADIAH SERU LAINNTA
    Buruhan Klik (Daftar Sekarang) Juga"
    Unggahan disertai menu daftar. Ketika link tersebut diklik akan mengarah pada halaman situs yang meminta data pribadi seperti nama hingga nomor WhatsApp.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran undian berhadiah Bank Sulteng? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran undian berhadiah Bank Sulteng. Penelusuran mengarah pada Instagram story dari akun Instagram resmi Bank Sulteng pada Kamis (30/4/2026).
    Dalam story tersebut, Bank Sulteng menyatakan informasi tersebut adalah hoaks. Nasabah pun diminta waspada terhadap penipuan online. 
    Bank Sulteng meminta masyarakar jangan mengklik tautan yang mengatasnamakan pihaknya dalam klaim yang beredar.
     
     
    Penelusuran juga mengarah pada artikel berita dari radarpalu.jawapos.com berjudul "Bank Sulteng Minta Masyarakat Waspada, Beredar Hoaks Undian Berhadiah di Facebook"
    Dalam artikel ini, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan online yang mengatasnamakan Bank Sulteng. Modus terbaru beredar melalui platform Facebook berupa informasi palsu tentang “Gebyar Undian Berhadiah” yang disertai tautan pendaftaran mencurigakan. 
    Humas Bank Sulteng, Abduh Borman, menegaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks dan tidak berasal dari pihak bank.
    "Bank Sulteng tidak pernah menyelenggarakan program undian melalui tautan tidak resmi, apalagi meminta nasabah mengisi data pribadi melalui link yang tidak jelas sumbernya," tegas Abduh.
    Dia mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan kebenaran informasi melalui kanal resmi Bank Sulteng, seperti website dan akun media sosial terverifikasi. Selain itu, nasabah diminta tidak mudah tergiur dengan iming-iming hadiah besar tanpa kejelasan.
    Abduh juga mengingatkan bahwa seluruh layanan dan program resmi Bank Sulteng berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan serta dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan.
    "Jika menemukan informasi mencurigakan, segera konfirmasi ke call center resmi atau laporkan. Jangan sampai menjadi korban penipuan," kata dia.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran undian berhadiah Bank Sulteng , tidak benar.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Tidak Benar, Menag Larang Kurban Mandiri & Sarankan ke BAZNAS

    Sumber:
    Tanggal publish: 30/04/2026

    Berita

    tirto.id - Sebuah unggahan beredar di media sosial Facebook mengklaim Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA menyarankan agar masyarakat menyetor uang akikah atau kurban ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) atau pemerintah, daripada repot-repot memotong kambing sendiri.



    Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Mans Kreasi” (arsip) pada Selasa (28/04/2026). Unggahan tersebut menampilkan gambar Nasaruddin mengenakan jas dan peci, dikelilingi beberapa orang.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Breaking News. Menteri Agama menyarankan agar masyarakat menyetor uang akikah atau kurban ke Baznas atau dikelola pemerintah daripada repot-repot memotong kambing sendiri,” begitu narasi tertulis dalam gambar unggahan.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (30/04/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 891 likes, 2,4 ribu komentar, dan 64 kali dibagikan. Kolom komentar dipenuhi dengan kritik masyarakat terhadap saran tersebut. Beberapa komentar mengatakan lebih baik memotong kurban sendiri dan mengatakan akikah itu acara keluarga, bukan acara pemerintah.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    Baca juga:Bandung Siapkan 200 Petugas Pantau Peternakan & Kesehatan Kurban

    Periksa Fakta Kurban Dikelola Pemerintah. FOTO/Hotline Periksa Fakta Tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan video asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

    Kami justru diarahkan ke Instagram resmi @kemenag.kalteng yang menyatakan bahwa beredar video yang menyebut Menteri Agama Nasaruddin Umar melarang penyembelihan hewan kurban adalah tidak benar. Faktanya, Kementerian Agama menegaskan tidak ada larangan berkurban. Ibadah kurban tetap bisa dilakukan seperti biasa, baik secara mandiri maupun bersama.

    Adapun yang disampaikan Menag adalah gagasan agar pengelolaan kurban bisa lebih tertata dan memberi manfaat lebih luas, misalnya melalui lembaga seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

    Melansir laman Pos Sindo, foto Menteri Agama Nasaruddin Umar yang beredar diambil dalam acara penetapan awal 1 Ramadhan 1447 Hijriah usai memimpin Sidang Isbat 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026).

    “Indonesia sudah berpengalaman berbeda tapi tetap utuh dalam sebuah persatuan yang sangat indah,” begitu pernyataan Nasaruddin usai memimpin Sidang Isbat merespons adanya potensi perbedaan dimulainya waktu berpuasa di antara organisasi keagamaan.

    Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci “Menag sarankan kurban dan akikah ke Baznas” pada mesin pencarian Google. Hasilnya mengarah pada laman BAZNAS. Akikah dan kurban merupakan ibadah yang berdiri sendiri, namun dianggap serupa karena sama-sama menyembelih hewan ternak. Dalam pelaksanaannya, daging hewan yang disembelih tersebut dapat dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan kaum fakir miskin sebagai bentuk kebaikan dan berbagi rezeki.

    Melansir laman Instagram @kemenag_ri, beredar narasi lain yang mengklaim Menag sebutkan "Lebaran Kurban, gak boleh nyembelih hewan, suruh ganti uang". Kemenag menegaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks dan sama sekali tidak berdasar. Kementerian Agama tidak pernah mengeluarkan kebijakan demikian.

    Dalam rilis Kementerian Agama RI Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Thobib Al Asyhar menegaskan bahwa klaim yang menyebut Menteri Agama Nasaruddin Umar melarang penyembelihan hewan kurban serta meminta untuk menggantinya dengan uang adalah tidak benar.

    Menurut Thobib, Menag tidak pernah melarang warga menyembelih hewan kurban. Menag menyampaikan gagasannya terkait pengelolaan ibadah penyembelihan hewan kurban yang lebih tertata agar memberi manfaat lebih luas bagi umat, bukan untuk mengganti atau menghapus praktik ibadahnya. Menag tidak pernah mengatakan masyarakat tidak boleh menyembelih hewan kurban sendiri.

    Dalam gagasan tersebut, terdapat opsi kemudahan bagi masyarakat yang ingin menyerahkan pelaksanaan ibadah penyembelihan hewan kurban kepada lembaga profesional, seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) atau lembaga resmi lainnya.

    “Pernyataan Menag harus dipahami secara utuh, bahwa yang dibicarakan adalah gagasan awal pengelolaan agar lebih tertata dan memberi manfaat luas. Itu bukan berarti mengganti praktik ibadah yang sudah berjalan,” begitu pernyataan Thobib, Selasa (28/4/2026).

    “Tidak ada pernyataan Menag yang melarang praktik penyembelihan hewan kurban. Kementerian Agama memastikan praktik ibadah tetap berjalan seperti biasa,” begitu tambah Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama.

    Dengan demikian narasi yang menyebutkan Menag sarankan masyarakat menyetor akikah dan kurban ke BAZNAS atau dikelola pemerintah daripada repot-repot memotong kambing sendiri adalah narasi yang disampaikan secara tidak utuh sehingga dapat menyebabkan kesalahpahaman, kebingungan, atau konflik.

    Kemenag meminta masyarakat selalu mengecek ulang atau cross-check terhadap setiap informasi yang beredar dengan mengunjungi situs web resmi Kemenag.go.id.

    Baca juga:Program Kurban 2026 Dompet Dhuafa: Terjangkau & Global

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyebutkan Menag sarankan masyarakat menyetor akikah dan kurban ke BAZNAS atau dikelola pemerintah daripada repot-repot memotong kambing sendiri adalah informasi dengan konteks yang hilang (missing context).

    Gambar asli dalam unggahan yang beredar adalah saat Menteri Agama Nasaruddin Umar hadir dalam acara penetapan awal 1 Ramadhan 1447 Hijriah usai memimpin Sidang Isbat 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026).

    Menag tidak pernah melarang warga menyembelih hewan kurban sendiri. Menag menyampaikan pengelolaan ibadah penyembelihan hewan kurban agar terlaksana lebih tertata dan dapat memberi manfaat lebih luas bagi umat. Dalam pelaksanaannya dapat diserahkan kepada lembaga profesional, seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) atau lembaga resmi lainnya.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini