• Hoaks Trump Panik saat Dengar Suara Takbir

    Sumber:
    Tanggal publish: 25/02/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar sebuah video yang menampilkan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terlihat panik saat tengah berpidato. Dalam narasi yang beredar, kepanikan tersebut diklaim terjadi karena ada seseorang di tengah kerumunan yang meneriakkan takbir “Allahu Akbar”, sehingga pihak keamanan segera melakukan evakuasi.

    ADVERTISEMENT

    Video ini beredar melalui akun Instagram @berbagisemangat (arsip) pada Kamis (19/2/2026). Dalam unggahan tersebut, terdapat video Donald Trump yang berpidato di atas podium dengan kerumunan orang yang mengelilinginya. Saat tengah bicara, tiba-tiba terdengar teriakan "Allahu Akbar" yang diklaim membuatnya terlihat panik dan langsung dievakuasi.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Hal ini tertulis dalam narasi yang dimunculkan pada video. Berikut narasi selengkapnya:

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    “Trump panik pas pidato, ada yang teriak AllahuAkbar. Pihak keamanan gercep (gerak cepat) evakuasi..”

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Periksa Fakta Trump Panik Dengar Takbir. foto/hotline periksa fakta tirto

    Melalui keterangan unggahan, pengunggah menjelaskan bahwa suara teriakan takbir tersebut membuat Trump berhenti berbicara dan terlihat bingung di atas podiumnya. Hal ini menunjukkan rasa waswas yang kini tengah ramai diperbincangkan di media sosial.

    ADVERTISEMENT

    Hingga Senin (23/2/3036), unggahan tersebut telah ditonton hingga sekitar 1,6 juta kali dan mendapatkan sekitar 30,6 ribu tanda suka, 2,8 ribu komentar, 2,2 ribu kali diposting ulang, serta 2,8 ribu kali dibagikan.

    Baca juga:Paspampres AS Tembak Mati Pria yang Menyusup di Rumah TrumpBerubah Lagi, Trump Naikkan Tarif Impor Jadi 15% ke Semua Negara

    Unggahan dengan video dan klaim serupa juga ditemukan di beberapa platform dan akun lainnya, seperti ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Lantas, benarkah Trump panik saat mendengar suara takbir di tengah pidatonya?

    Hasil Cek Fakta

    Kami memulai penelusuran dengan mencari sumber asli video menggunakan aplikasi Google Lens. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video tersebut merupakan potongan dari peristiwa lama, yakni saat Donald Trump berkampanye pada 12 Maret 2016 di Dayton, Ohio, Amerika Serikat.

    Rekaman lengkap peristiwa itu disiarkan secara langsung oleh akun YouTube @NBC6 Miami Tracking Irma yang ditayangkan secara langsung pada 12 Maret 2016. Dalam video siaran penuh tersebut, potongan yang beredar di media sosial terlihat pada durasi sekitar 59:20 sampai dengan 59:35 menit. Pada momen itu, Trump memang tampak menghentikan pidatonya dan terlihat kebingungan, sementara petugas keamanan segera bergerak ke arah podium.

    Baca juga:7 Poin Positif Indonesia dari Pembatalan Tarif Resiprokal Trump

    Namun, dalam rekaman asli tidak terdengar teriakan "Allahu Akbar" seperti yang diklaim dalam video yang beredar. Audio pada siaran langsung menunjukkan suasana riuh khas acara kampanye, tanpa adanya teriakan takbir.

    Baca juga:Dosen UIII: Indonesia Kena "Jebakan Batman" Masuk Board of Peace

    Penelusuran lebih lanjut menemukan video dari sudut pandang berbeda yang diunggah oleh akun YouTube @imaginemedia07 pada 13 Maret 2016 dengan judul Attempted attack on Donald Trump at Dayton Ohio March 12, 2016. Dalam video tersebut terlihat jelas bahwa kepanikan terjadi karena seorang pria dari kerumunan melompati pagar pembatas dan berusaha mendekati panggung.

    Petugas keamanan yang melihat tindakan tersebut langsung bergerak cepat, meringkus pria itu, dan membentuk barikade di sekitar Trump untuk mengantisipasi potensi ancaman. Situasi inilah yang membuat Trump berhenti berbicara dan tampak terkejut, bukan karena teriakan takbir.

    Melalui dua video dokumentasi tersebut, tidak ditemukan adanya teriakan takbir seperti yang diklaim dalam unggahan yang beredar di media sosial. Audio dalam kedua rekaman hanya memperdengarkan kegaduhan umum di lokasi serta respons petugas keamanan terhadap seseorang yang mencoba menerobos pembatas.

    Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa suara teriakan "Allahu Akbar" dalam video yang beredar merupakan hasil penyuntingan (editan) yang ditambahkan pada potongan video asli. Klaim bahwa Trump panik karena mendengar teriakan takbir tidak benar dan tidak berasal dari kejadian sebenarnya.

    Kesimpulan

    Klaim yang menyebut Donald Trump panik dan dievakuasi karena mendengar teriakan "Allahu Akbar" saat berpidato adalah tidak benar dan berpotensi menyesatkan (false and misleading).

    Faktanya, video tersebut merupakan rekaman lama saat kampanye Trump pada 12 Maret 2016 di Dayton, Ohio, ketika seorang pria dari kerumunan mencoba menerobos pembatas menuju panggung sehingga petugas keamanan segera melakukan pengamanan. Tidak ditemukan adanya teriakan takbir dalam rekaman asli dari berbagai sudut dokumentasi. Suara "Allahu Akbar" yang terdengar dalam video yang beredar merupakan hasil penyuntingan yang ditambahkan dan tidak berasal dari kejadian sebenarnya.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Mulai 2027, Biaya Parkir digabung dengan STNK

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 25/02/2026

    Berita

    Beredar unggahan foto [arsip] dari akun Facebook “Visit Karanganyar” pada Selasa (17/2/2026) berisi narasi: 

    Wacana Biaya Parkir Digabung dengan STNK Mulai 2027, Publik Bereaksi

    Rencana penggabungan biaya parkir dengan perpanjangan STNK mulai 2027 menuai sorotan. Dalam skema ini, pemilik motor diperkirakan membayar Rp365 ribu per tahun, sedangkan mobil Rp730 ribu per tahun.

    Dengan sistem tahunan tersebut, pengguna kendaraan diklaim bisa parkir di seluruh area kelolaan pemerintah tanpa bayar harian. Kebijakan ini akan diterapkan bersamaan dengan sistem administrasi kendaraan yang terintegrasi.

    Hingga Rabu (25/2/2026) unggahan tersebut telah mendapatkan 20-an tanda suka, serta 90-an komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “kebijakan biaya parkir digabung dengan stnk berlaku di seluruh indonesia” ke mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan informasi valid dari pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “wacana biaya parkir digabung dengan stnk” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah pemberitaan, antara lain:
    • Berita detik.com “Bayar Parkir di Makassar Akan Digabung Pajak Kendaraan, Segini Biayanya”. Perusahaan Daerah (PD) Parkir Makassar mewacanakan skema pembayaran pajak kendaraan bermotor yang terintegrasi dengan biaya parkir tahunan dalam satu transaksi saat membayar STNK. Plt Direktur Utama PD Parkir Makassar Adi Rasyid Ali mengatakan skema pembayaran parkir tahunan ini bertujuan memberikan kemudahan bagi masyarakat, sekaligus menghilangkan kewajiban membayar parkir berulang setiap kali kendaraan berhenti di lokasi berbeda. Dalam rancangan awal, tarif parkir tahunan dipatok sebesar Rp365.000 untuk sepeda motor dan Rp730.000 untuk mobil. Jika dihitung per hari, besaran tersebut setara dengan  Rp1.000 untuk sepeda motor, dan Rp2.000 untuk mobil.
    • Artikel Cek Fakta kompas.com “Belum Ada Aturan Parkir Tahunan Melalui STNK Mulai 2027”. Artikel yang tayang pada Rabu (18/2/2026) itu membeberkan bahwa biaya parkir tahunan yang ditagihkan melalui pelaporan STNK mulai 2027 masih sebatas wacana yang diusulkan oleh PD Parkir Makassar.
    Sebagai informasi, melansir dari detik.com, retribusi parkir diatur dan dikelola oleh pemda (baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota) melalui dinas perhubungan atau dinas pendapatan daerah setempat. Pemungutan ini didasarkan pada peraturan daerah untuk layanan parkir di tepi jalan umum atau tempat khusus yang disediakan pemda.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan informasi valid dari pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim. Jadi, unggahan berisi klaim “mulai 2027, biaya parkir digabung dengan STNK” itu merupakan konten dengan konteks yang salah (false context).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Kemenag Mau Maksimalkan Zakat untuk Program MBG

    Sumber: threads.com
    Tanggal publish: 25/02/2026

    Berita

    Akun Threads “trend_politik.id” pada Kamis (19/2/2026) mengunggah foto [arsip] berisi narasi:

    “Kementerian Agama Maksimalkan Zakat dan Wakaf untuk DUkung Program MBG”

    Hingga Rabu (25/2/2026), unggahan telah disukai 6 akun, dibagikan ulang 1 kali, serta menuai 2 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Kemenag maksimalkan zakat dan wakaf untuk program MBG” di laman pencarian google. Hasilnya di pencarian teratas merujuk pada pemberitaan antaranews.com “Kemenag tegaskan zakat tidak untuk program MBG”.

    Berita yang tayang Jumat (20/2/2026) itu menyatakan bahwa Zakat hanya ditujukan kepada delapan golongan Asnaf atau mereka yang berhak menerima manfaat zakat sebagaimana termaktub dalam Q.S At-Taubah ayat 60. Yakni bagi fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil.

    Kesimpulan

    Kemenag menegaskan bahwa Zakat hanya diperuntukkan bagi delapan golongan Asnaf. Jadi, unggahan berisi klaim “Kemenag mau memaksimalkan zakat untuk program MBG” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video "Pertemuan Putin dengan Presiden Palestina Menolak Board of Peace"

    Sumber: X
    Tanggal publish: 25/02/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun X “@CakKhum” pada Selasa (3/2/2026). Dalam video ini terdapat narasi yang berbunyi:

    “Vladimir Putin tiba-tiba memberi pesan mengerikan untuk Israel. Saat bertemu Presiden Palestina Mahmoud Abbas baru-baru ini, ada sesuatu yang dikatakan Putin, yang akan membuat Israel dan sekutunya Amerika keringat dingin. Putin menerima kedatangan Abbas dengan hangat di Moscow baru-baru ini.

    Pernyataan singkat, pertama, Putin mengatakan bahwa Rusia telah mengakui negara palestina sejak tahun 1988, dan hal itu tidak akan berubah hingga saat ini. Putin mengatakan kepada Amerika, tidak usah repot repot membentuk Dewan Perdamaian Gaza, karena bagi Rusia, satu-satunya solusi dama yang adalah kemerdekaan palestina, dan Israel segera angkat kaki dari gaza dan seluruh wilayah tepi barat.”

    Hingga Rabu (25/2/2026) unggahan telah mendapatkan 601 tanda suka, 12 komentar dan telah dibagikan ulang 267 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memastikan dari mana sumber asli video pertemuan Putin dan Abbas tersebut dengan menggunakan bantuan alat pencarian Google Lens.

    Dari hasil pencarian, ditemukan sebuah video serupa yang diunggah kanal Youtube “Bloomberg-News” yang tayang Selasa (13/8/2024). Pertemuan yang terjadi pada 2024 lalu tersebut Putin hanya menyampaikan dukungan kepada Palestina, pada waktu itu Amerika Serikat belum menginisiasi pembentukan Board of Peace atau Dewan Perdamaian.

    Adapun pertemuan terbaru Putin dengan Abbas adalah pada pada Kamis (22/1/2026). Dilansir dari artikel LeetMedia berjudul “Langsung Bertemu Presiden Palestina, Putin Siap Kirim Rp17 Triliun Untuk Bantu Rekonstruksi Gaza” yang tayang Jumat (30/1/2026), disebutkan bahwa di pertemuan ini Putin mengatakan Rusia siap mengalokasikan dana sebesar US$1 miliar dari aset yang dibekukan di Amerika Serikat untuk mendukung Dewan Perdamaian. Dana tersebut disebut akan difokuskan untuk membantu rakyat Palestina dan mendukung upaya penyelesaian konflik di Jalur Gaza.

    Dari penelusuran tersebut, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Putin yang menyatakan penolakannya terhadap pembentukan Board of Peace.

    Kesimpulan

    Video yang beredar adalah rekaman lama pertemuan Putin dengan Abbas di tahun 2024 lalu, selain itu tidak ada juga pernyataan bahwa Putin menolak Board of Peace. Konten video berisi klaim “Pertemuan Putin dengan Presiden Palestina menolak Board of Peace” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini