• Tidak Benar Prudential Alami Kebangkrutan

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/11/2024

    Berita

    tirto.id - Banyak informasi beredar di media sosial mengenai kondisi suatu perusahaan. Salah satu yang terkadang muncul adalah isu kebangkrutan perusahaan.

    Tirto menemukan sebuah unggahan yang menyebut perusahaan asuransi Prudential mengalami kebangkrutan. Unggahan tersebut berasal dari akun "Maria Trihartati" pada 2 Agustus 2024 lalu (arsip).

    Tidak ada bukti ataupun fakta yang mendasari klaim tersebut. Namun, tulisan singkat tersebut mendapat cukup banyak reaksi, yakni 106 impresi (emoticons dan likes) dan 51 komentar.

    Lalu, bagaimana faktanya? Apakah benar klaim Prudential bangkrut?

    Hasil Cek Fakta

    Tirto mencoba mengakses situs resmi Prudential di Indonesia. Kami menemukan kinerja perusahaan pada kuartal III tahun 2024 yang dipublikasikan pada 15 November 2024. Dalam laporan tersebut, Prudential menyebut kondisi keuangan yang sehat dan kuat. Per kuartal III 2024, Prudential Indonesia mencatat total aset sebesar Rp61,1 triliun dan dipercaya untuk mengelola total aset investasi sebesar Rp56 triliun.

    Prudential dalam laporannya juga menyebut, hingga kuartal III 2024, perusahaan asuransi ini telah membayar lebih dari 1,1 juta klaim senilai Rp13,6 triliun, meningkat 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Kondisi keuangan perusahaan juga disebut masih sehat dan kuat, tercermin dari tingkat solvabilitas (Risk Based Capital) di kuartal III/2024 sebesar 476 persen, di atas ketentuan yang telah ditetapkan oleh regulator. RBC yang di atas ketentuan regulator ini menunjukkan kemampuan Prudential untuk dapat membayarkan klaim secara berkelanjutan hingga jangka panjang.

    Perlu diketahui, Risk Based Capital adalah suatu ukuran yang menginformasikan tingkat keamanan finansial atau kesehatan suatu perusahaan asuransi.

    Dalam laporan tersebut, Prudential juga disebut mencatatkan pertumbuhan bisnis yang positif. Prudential terekam meraup pendapatan premi Rp15,5 triliun pada kuartal III 2024, meningkat 4,4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini disebabkan oleh pertumbuhan dari premi bisnis baru sebesar 7 persen, serta pertumbuhan produk asuransi tradisional sebesar 29 persen.

    Pertumbuhan positif ini, ditambah RBC yang di atas ketentuan regulator, menjadi indikasi Prudential masih beroperasi secara sehat sebagai perusahaan dan belum mengalami kebangkrutan.

    Lebih lanjut, informasi di situs resmi Prudential juga menunjukkan masih ada beragam aktivitas yang perusahaan langsungkan periode Oktober sampai Desember 2024 dengan tajuk PRUActive Family 2024. Hal ini menunjukkan kalau perusahaan masih beroperasi hingga akhir tahun 2024 ini.

    Akun media sosial Prudential di Instagram, @id_prudential juga terlihat aktif masih aktif per 20 November 2024.

    Kesimpulan

    Hasil pemeriksaan fakta menunjukkan narasi Prudential bangkrut yang tersebar di media sosial bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

    Prudential masih aktif melangsungkan kegiatan sampai Desember 2024, berdasar informasi di situs resmi mereka. Selain itu, berdasar laporan kinerja perusahaan pada 15 November 2024, Prudential juga mengalami pertumbuhan positif pada Kuartal III tahun 2024 dan memiliki Risk Based Capital di atas ketentuan regulator.

    Rujukan

    • Tirto.id
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [HOAKS] Video Maarten Paes Lancar Berbicara Menggunakan Bahasa Indonesia

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/11/2024

    Berita

    KOMPAS.com- Beredar video yang menampilkan kiper Maarten Paes lancar berbicara dalam bahasa Indonesia.

    Paes merupakan kiper kelahiran Belanda yang dinaturalisasi sebagai pemain timnas Indonesia. Ia menjadi warga negara Indonesia (WNI) setelah menjalani pengambilan sumpah di Jakarta pada 30 April 2024.

    Namun, setelah ditelusuri video tersebut merupakan hasil manipulasi.

    Video yang menampilkan Maarten Paes lancar berbicara dalam bahasa Indonesia muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini dan ini.

    Dalam video tersebut Paes membagikan pengalamannya ketika pertama kali bermain untuk timnas Indonesia. Berikut keterangan teks yang dituliskan:

    Part II

    Kiper Timnas Indonesia dan Dallas FC "Maarten Paes" berbicara dengan menggunakan Bahasa Indonesia

    Paes Bangga saat berada di Stadion Utama Gelora Bung Karno

    Maarteen paes sudah lancar bahasa Indonesia #maartenpaes #pssi#timnasindonesia

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook, video Maarten Paes lancar berbicara dalam bahasa Indonesia

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarakan penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang menampilkan Maarten Paes identik dengan unggahan akun Instagram FC Dallas pada 2 Oktober 2024.

    Dalam video aslinya, Maarten Paes berbicara dalam bahasa Inggris, bukan bahasa Indonesia.

    Maarten Paes membagikan pengalamannya ketika untuk kali pertama memperkuat timnas Indonesia. 

    Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian mengecek suara Maarten Paes menggunakan AI Voice Detector.

    Hasilnya, suara Paes berbicara menggunakan bahasa Indonesia terdeteksi dihasilkan oleh kecerdasaan buatan atau artificial intelligence (AI). Probabilitasnya mencapai 98.27 persen. 

    Paes sendiri sampai saat ini masih belajar bahasa Indonesia.

    Diberitakan Kompas.id, ia mengaku setiap hari menyempatkan waktu untuk menambah kosakata baru bahasa Indonesia. 

    Selain itu, Maarten mendapat bantuan dari bek sayap kanan, Sandy Walsh untuk belajar bahasa Indonesia. Sandy memperkenalkan beberapa kata hingga kalimat bahasa Indonesia kepada Paes. 

    Kesimpulan

    Video yang menampilkan Maarten Paes lancar berbicara dalam bahasa Indonesia merupakan hasil manipulasi.

    Dalam video aslinya, Paes berbicara menggunakan bahasa Inggris.

    Ketika dicek menggunakan AI Voice Detector suara Paes terdeteksi dihasilkan oleh kecerdasan buatan.

     

    Rujukan

    • Kompas
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [HOAKS] Artikel Deddy Corbuzier Ditangkap

    Sumber:
    Tanggal publish: 19/11/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar tautan atau link di Facebook menampilkan thumbnail artikel dari Detik.com.

    Pada thumbnail tersebut tampak Deddy Corbuzier memakai kemeja oranye dan ada aparat di belakangnya, seolah menggambarkan momen penangkapan.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu hoaks.

    Artikel menggambarkan penangkapan Deddy Corbuzier disebarkan oleh akun Facebook ini pada 11 November 2024. Arsipnya dapat dilihat di sini.

    "Tuduhan terhadap Deddy Corbuzier telah dikonfirmasi," tulis akun tersebut.

    Sementara, berikut judul artikel pada thumbnail:

    DEDDY CORBUZIER TIDAK TAHU MIKROFON MENYALA, KAMI MENGUCAPKAN SELAMAT TINGGAL UNTUK SELAMANYA

    INI ADALAH HARI YANG MENYEDIHKAN BAGI SELURUH INDONESIA

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek judul artikel yang beredar di portal berita Detik.com.

    Tidak ditemukan artikel dengan judul seperti thumbnail di Facebook. Hasil pencariannya dapat dilihat di sini.

    Ketika diklik, tautan juga tidak mengarah ke alamat domain Detik.com.

    Hasil pelacakan melalui URL Scan menunjukkan, tautan justru mengarah ke situs jual beli.

    Pemimpin Redaksi Detik.com, Alfito Deannova Ginting memastikan tautan yang beredar di Facebook bukanlah produk dari Detik.com.

    "Bahan domain Detik banyak dibajak orang sebagai nama portal tanpa hak dan sifatnya pelecehan terhadap hak intelektual," kata Alfito kepada Kompas.com, Selasa (19/11/2024).

    Ia memastikan, medianya mengedepankan pedoman dan etika jurnalistik.

    Alfito mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap upaya phishing di media sosial.

    "Perlu kedewasaan bagi penikmat konten di social media untuk tidak menelan bulat-bulat apa yang disebarluaskan," imbuh dia.

    Kesimpulan

    Thumbnail tautan di Facebook menampilkan artikel Detik.com soal penangkapan Deddy Corbuzier merupakan hoaks.

    Tidak ada artikel yang dimaksud di portal berita Detik.com. Tautan yang disebarkan justru mengarah ke situs jual beli.

    Rujukan

    • Kompas
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [HOAKS] Informasi Tarif Denda Tilang yang Beredar pada November 2024

    Sumber:
    Tanggal publish: 19/11/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar informasi tarif denda tilang terbaru. Informasi itu memuat tarif denda untuk berbagai jenis pelanggaran lalu lintas.

    Informasi itu juga memuat narasi yang menyebutkan bahwa polisi sengaja memancing warga untuk menyuap petugas di jalan raya.

    Sebab, petugas yang berhasil membuktikan ada warga yang melakukan suap akan mendapatkan bonus dari Kapolri sebesar Rp 10 juta per satu orang.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi itu hoaks.

    Informasi tarif denda tilang terbaru dibagikan oleh akun Facebook ini pada Selasa (19/11/2024). Berikut narasi yang dibagikan:

    *INFORMASI LALU LINTAS*

    Instruksi Kapolri*BIAYA tilang terbaru di Indonesia Kapolri baru mantap

    1. Tidak ada STNK Rp. 50,0002. Tidak bawa SIM Rp. 25,0003. Tidak pakai Helm Rp. 25,0004. Penumpang tidak pakai Helm Rp. 10,000

    5. Tidak pakai sabuk Rp. 20,000

    6. Melanggar lampu lalin- Mobil Rp. 20,000- Motor Rp. 10.000

    7. Tidak pasang isyarat mogok Rp. 50,0008. Pintu terbuka saat jalan Rp. 20,000

    9. Perlengkapan mobil Rp. 20,00010. Melanggar TNBK Rp. 50,00011. Menggunakan HP/SMS Rp. 70,000

    12. Tidak miliki spion, klakson- Motor Rp. 50,000- Mobil Rp. 50,00013. Melanggar rambu lalin Rp. 50,000.

    Dicopy dari Mabes PolriInformasi yang hrs dipublikasikan dan mungkin bermanfaat !

    JANGAN MINTA DAMAI

    Segala pelanggaran di jalan Raya baik berkendara motor/mobil, "JANGAN MINTA DAMAI DAN MEMBERI UANG, KARENA ITU BERARTI MENYUAP"

    Jadi, walaupun Polisi menawarkan damai, TOLAK SAJA karena itu HANYA PANCINGAN / JEBAKAN.

    Dan "Lebih baik minta di tilang, lalu nanti di urus di pengadilan" Ini adalah Instruksi KAPOLRI kepada seluruh jajaran Polisi bahwa

    "Bagi POLISI yang bisa membuktikan ada warga yang menyuap Polisi, Polisi tersebut mendapatkan BONUS sebesar Rp. 10.000.000/1 warga dan Penyuap kena hukuman 10 tahun"

    (Nah, lebih besar bukan ?daripada uang damai yang hanya 50.000 s/d 100,000, jelas saja akan ada oknum Polisi yang lebih pilih menjebak karena uangnya lebih besar).

    INFORMASI INI PENTING HARAP jangan MAIN-MAIN, karena info tersebut diatas banyak yang tidak tahu.

    Waspadai bila sekarang ada oknum Polisi sedang mencari-cari KELEMAHAN / KELENGAHAN agar kita terpancing untuk menyuap mereka dan mereka mendapat Bonus besar.

    Beberapa teman mengatakan bahwa di JKT / SBY sudah banyak yang kena jebakan ini, karena banyak orang yang tidak tahu instruksi baru dari Kapolri ini.

    Sebarkan berita ini ke siapa saja yang anda kenal dan kasihi, agar tidak terkena jebakan seperti ini.

    WASPADALAH WASPADALAH

    "Semoga bermanfaat

    Screenshot Hoaks, informasi tarif denda tilang yang beredar pada November 2024

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, informasi tarif denda tilang dan narasi polisi sengaja memancing warga untuk menyuap petugas merupakan hoaks yang pernah beredar pada 2021.

    Divisi Humas Polri melalui unggahan Instagram pada 30 Januari 2021, memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar atau hoaks.

    "Divisi Humas Polri memastikan bahwa informasi yang beredar itu adalah tidak benar atau hoaks. Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., tidak pernah memberikan instruksi atau perintah seperti informasi tersebut," demikian bantahan Divisi Humas Polri.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tarif denda tilang dan narasi polisi sengaja memancing warga untuk menyuap petugas merupakan hoaks.

    Informasi itu merupakan hoaks yang pernah beredar pada 2021, dan telah dibantah oleh Divisi Humas Polri melalui unggahan Instagram resmi.

    Rujukan

    • Kompas
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini