• [SALAH] Survei LSI: 85% Masyarakat Setuju Jokowi Kembali Jadi Presiden

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 03/02/2026

    Berita

    Pada Kamis (29/1/2026) akun Facebook “Sultan” membagikan foto [arsip] berupa tangkapan layar dari artikel berjudul:

    Survei LSI Kepuasan Rakyat Terhadap Mantan Presiden Joko Widodo Meningkat Mencapai 85% Rakyat Setuju Presiden Joko Widodo Presiden Lagi 2029

    Hingga Selasa (3/2/2026) unggahan tersebut telah mendapatkan 620-an tanda suka, 1.000-an komentar, serta dibagikan ulang hampir 10 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “hasil survey LSI 85% masyarakat setuju Jokowi kembali jadi presiden” ke mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan informasi valid dari pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim.

    TurnBackHoax lalu memanfaatkan Google Lens untuk memeriksa potret dalam unggahan. Penelusuran mengarah ke sejumlah artikel dengan foto yang sama.

    TurnBackHoax lalu mencocokkan nama media serta tanggal terbit. Hasilnya, ditemukan artikel gelora.co “Diterpa Banyak Kasus, Kegelisahan Jokowi Tidak akan Usai”, tayang Kamis (29/1/2026).

    Artikel itu menuliskan Rocky Gerung (pengamat politik) menyampaikan bahwa Jokowi diyakini tak akan bisa hidup tenang selama kasus-kasus yang terkait Jokowi belum terbukti melalui proses hukum.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim “hasil survei LSI: 85% masyarakat setuju Jokowi kembali jadi presiden”.

    Kesimpulan

    Konten yang beredar adalah hasil suntingan dari artikel gelora.co “Diterpa Banyak Kasus, Kegelisahan Jokowi Tidak akan Usai”. Jadi, unggahan berisi klaim “hasil survei LSI: 85% masyarakat setuju Jokowi kembali jadi presiden” merupakan konten yang dimanipulasi (manipulated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Undian BRImo Festival

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 03/02/2026

    Berita

    Akun Facebook “Undian Berhadian Di Brimo Festival Bank BRI 2026” pada Minggu (1/2/2026) mengunggah tautan [arsip] disertai narasi:

    Khusus Seluruh Nasabah BANK BRI,, yang aktif menggunakan Simpedes/BritAma (BRImo Mobile)

    Bank BRI memberi Apresiasi di tahun 2026, Apresiasi Bank BRI, Festival Gebyar Undian Berhadiah Meriah di tahun 2026,Biaya Pendaftaran (GRATIS)..

    Hadiah Utama  👇👇👇

    15 Unit Mobil Brio

    10 Unit Mobil Fortune

    10 Unit Mobil Pajero Sport 

    30 Unit Honda Scopy

    Uang Tunai Rp.10-125juta

    Paket Umroh Gratis/100 Orang

    20 Paket Wisata Luar Negeri

    Berlaku untuk seluruh nasabah Bank BRI

    Hingga Selasa (3/2/2026) unggahan tersebut telah mendapatkan lebih dari 60 tanda suka, serta belasan komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) mengakses tautan dalam unggahan. Diketahui, tautan mengarah ke halaman berisi formulir digital yang meminta pengisian data pribadi seperti nama, alamat dan nomor telegram.

    TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “undian brimo bank bri festival tahun 2026” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke akun Instagram resmi BRI “bankbri_id”, isinya mengingatkan banyaknya penipuan dengan modus undian mengatasnamakan BRImo festival.


    Penipuan lewat media sosial semakin marak, salah satunya dengan modus undian berhadiah yang mengatasnamakan BRImo FSTVL. Penipu biasanya mengirim tautan palsu dan meminta data pribadi atau bahkan uang transfer. Pastikan beberapa hal berikut ya!

    Jangan bagikan Informasi pribadi seperti PIN atau OTP.

    Dapatkan informasi dari channel resmi BRI.

    Selalu pastikan keaslian link dan pesan yang diterima.

    Selalu waspada dan jangan mudah tergiur dengan tawaran hadiah dari sumber yang tidak jelas.

    Lindungi data dan keamanan finansial kalian ya!, tulis akun Instagram “bankbri_id” pada November 2024.

    Perusahaan melalui laman bri.co.id menuliskan ciri-ciri penipuan program undian yang palsu adalah tidak menggunakan laman resmi, meminta informasi pribadi, serta menjanjikan keuntungan yang besar.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi tautan “pendaftaran undian BRImo festival” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • Cek Fakta: Video Gibran Beri Bantuan Dana Rp 40 Juta Tidak Benar dan Hasil AI

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/02/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan bantuan dana sebesar Rp 40 juta. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 31 Januari 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "Spesial Untuk warga Indonesia kami berikan Bantuan Dana sebesar Rp 40.000.000
    𝗦𝗬𝗔𝗥𝗔𝗧 & 𝗞𝗘𝗧𝗘𝗡𝗧𝗨𝗔𝗡
    Suka dan bagikan postingan ini 😊🙏"
    Unggahan berisi video yang menyertakan pidato Gibran, berikut isinya:
    "Teruntuk semua rakyat Indonesia, siapa saja yang belum pernah kebagian bansos, hari ini dilaksanakan bansos tunai, syaratnya asalkan belum pernah dapat bansos sesimpel itu, tekan love dan panah untuk mendukung acara ini. saya mohon bantuan ini hanya untuk penerima yang belum pernah dapat bantuan,"
    Lalu benarkah klaim video Wapres Gibran memberikan bantuan dana sebesar Rp 40 juta? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Wapres Gibran memberikan bantuan dana sebesar Rp 40 juta. Penelusuran dengan tangkapan layar ditemukan, foto dalam video klaim tersebut identik dengan aktivitas Gibran menghadiri buka puasa bersama pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Maret 2025 seperti yang tayang di situs berita Kompas.com.
    Saat itu, Gibran Rakabuming Raka meminta para pengusaha untuk terus mengembangkan industri padat karya yang berorientasi ekspor.
    Penelusuran juga mengarah pada video dari akun Youtube Wakil Presiden Republik Indonesia @Setwapres dengan judul Wapres Gibran Rakabuming Hadiri Buka Bersama Kadin Indonesia. 
    Dia berpesan kepada kadin untuk selalu memberdayakan petani, nelayan, dan juga UMKM. Dia juga menyoroti urgensi hilirisasi industri. Gibran menilai, hilirisasi merupakan langkah penting untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah.
    Dalam video tersebut, Gibran tidak menyinggung mengenai bantuan dana hingga bansos seperti dalam video klaim yang beredar di media sosial.
    Cek Fakta Liputan6.com pun menelusuri klaim dengan menangkap audio untuk dijadikan bahan penelusuran menggunakan perangkat pendeteksi AI lewat situs hivemoderation.com.
    Dari hasil penelusuran lewat situs hivemoderation.com, audio dalam video klaim Wapres Gibran menunjukkan 81 persen hasil buatan AI atau deepfake.
     
     
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Wapres Gibran memberikan bantuan dana sebesar Rp 40 juta, tidak benar.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Pendaftaran BSU 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/02/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran BSU 2026, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 2 Februari 2026.
    Klaim link pendaftaran BSU 2026 berupa poster digital bertuliskan.
    "BSU 2025
    KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN MENYALURKAN BANTUAN SUBSIDI UPAH
    SENILAI
    Rp 600.000
    CEK STATUS ANDA UNTUK PENERIMA BANTUAN SUBSIDI UPAH"
    Poster tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
    "Dukung Kesejahteraan Pekerja dengan BSU Rp. 600.000Program BSU kembali disalurkan untuk membantu meringankan beban ekonomi pekerja Indonesia.
    Pastikan Anda termasuk penerima BSU Terjamin resmi & aman karena terkoneksi langsung dengan sistem Kementerian Ketenagakerjaan RI.
    Silahkan daftar dan dapatkan sekarang"
    Dalam unggahan terdapat menu daftar, jika diklik akan muncul link berikut.
    "https://bantuan.bsu2026.my.id/?fbclid=IwY2xjawPuWupleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFEYzMycFBreWc0bk5PWmNOc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHoMXHAGUssFj6o1_R4L9GBclT1rIlPqVInliIyRGKUTkXddUBHH3evj3SDSE_aem_3Amq_-tq87dwKuiPr2ViNQ"
    Benarkah klaim link pendaftaran BSU 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran BSU 2026, penelusuran mengarah pada judul artikel "Link BSU 2026 Bermunculan di Media Sosial, Simak Fakta dari Kemnaker" yang dimuat situs Liputan6.com, pada 7 Januari 2026.
    Dalam artikel Liputan6.com, Kepala Biro Humas Kemnaker Faried Abdurrahman Nur Yuliono, mengatakan beredar berbagai unggahan di media sosial, pesan berantai yang mencatut Program BSU 2026, sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat.
    “Kami mengimbau masyarakat tidak mudah percaya pada hoaks dan disinformasi tentang BSU, khususnya yang mengarahkan pendaftaran melalui tautan tidak resmi, karena BSU tidak memerlukan pendaftaran mandiri,” kata Faried, dikutip dari Antara, Rabu (7/1/2025
    Sebagai informasi, penyaluran BSU terakhir dilakukan pada tahun 2025 dengan jumlah penerima sebanyak 16.048.472 pekerja/buruh sesuai ketentuan yang berlaku.
    Faried menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat kebijakan maupun informasi resmi terkait penyaluran BSU pada tahun 2026.
    “Perlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini belum ada informasi apa pun terkait BSU tahun 2026. Jika ke depan terdapat kebijakan baru, Kemnaker akan menyampaikannya secara terbuka melalui kanal resmi,” kata Faried.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran BSU 2026 tidak benar.
    Penyaluran BSU terakhir dilakukan pada tahun 2025 dengan jumlah penerima sebanyak 16.048.472 pekerja/buruh sesuai ketentuan yang berlaku. Hingga saat ini belum terdapat kebijakan maupun informasi resmi terkait penyaluran BSU pada tahun 2026.
    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini