• Cek Fakta: Tidak Benar Maladewa Putus Hubungan Diplomatik dengan Israel Akibat Konflik Iran - AS

    Sumber:
    Tanggal publish: 12/03/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan Maladewa yang memutus hubungan diplomatik dengan Israel setelah adanya perang Iran - AS tahun 2026. Postingan ini beredar sejak pekan ini.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 10 Maret 2026.
    Dalam postingannya terdapat foto Presiden Maladewa, Mohamed Muizzu dengan narasi sebagai berikut:
    "Maldives resmi memutus hubungan dengan Israel dan melarang semua produk Israel"
    Akun itu menambahkan narasi:
    "Pemerintah Maladewa dilaporkan memutus seluruh hubungan dengan Israel dan memblokir masuknya semua produk Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina. Langkah tersebut juga mencerminkan sikap politik pemerintah Maladewa yang secara terbuka mendukung perjuangan Palestina di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah."
    Lalu benarkah postingan Maladewa yang memutus hubungan diplomatik dengan Israel setelah adanya perang Iran - AS tahun 2026?
    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel dari Reuters Fact Check berjudul "Fact Check: The Maldives cut diplomatic relations with Israel in 1974, not over Iran war" yang tayang pada 10 Maret 2026.
    Dalam artikel itu juru bicara Kepresidenan Maladewa menjelaskan melalui email:
    "Maladewa menjalin hubungan diplomatik dengan Israel pada tahun 1965. Hubungan ini diputus pada tahun 1974, dan hubungan diplomatik tetap ditangguhkan sejak saat itu," ujarnya.
    Penelusuran dilanjutkan dengan mengunjungi situs resmi Kementerian Luar Negeri Maladewa, Foreign.gov.mv. Di sana terdapat daftar negara yang punya hubungan diplomatik dengan Maladewa.
    Di sana terdapat keterangan bahwa hubungan diplomatik dengan Israel masih ditangguhkan. Sementara Maladewa juga melarang masuknya produk dari Israel sejak 26 Juli 2014.
    Di sisi lain Maladewa melarang pemegang paspor Israel sejak 15 April 2025. Mereka menegaskan keputusan ini karena menolak aksi agresi Israel pada warga Palestina.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan


    Postingan Maladewa yang memutus hubungan diplomatik dengan Israel setelah adanya perang Iran - AS tahun 2026 adalah tidak benar.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran THR Keagamaan

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 12/03/2026

    Berita

    Akun Facebook “berita terkini” pada Jumat (6/3/2026) membagikan tautan [arsip] dengan narasi berikut:

    “Informasi Program Bantuan THR Keagamaan 2026 🙏

    Pemerintah menyediakan berbagai program bantuan untuk masyarakat.

    Cek informasi lengkap dan cara pendaftarannya di sini”.

    Hingga Kamis (12/3/2026), unggahan tersebut telah disukai 423 akun, menuai 169 komentar dan dibagikan ulang 6 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri tautan yang dibagikan “berita terkini” dengan urlscan.io. Hasilnya, tautan itu adalah milik CLOUDFLARENET dan berdomain di Ascension Island, tidak terafiliasi dengan pemerintah Indonesia. Tautan tersebut juga meminta beberapa informasi personal seperti nama lengkap sesuai KTP dan nomor Telegram.

    TurnBackHoax kemudian mencari mekanisme distribusi THR 2026. Melansir dari artikel hukumonline.com berjudul “Aturan Pemberian THR 2026 untuk Karyawan Swasta” yang tayang Rabu (4/3/2026), THR adalah hak pekerja yang wajib dibayarkan oleh perusahaan/pemberi kerja, bukan bantuan sosial pemerintah.

    Kesimpulan

    Tautan yang dibagikan merupakan percobaan phishing dan THR dibayarkan oleh perusahaan/pemberi kerja, bukan didaftar oleh masyarakat secara mandiri. Jadi, unggahan berisi tautan “pendaftaran THR keagamaan” merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Dokumentasi "Bandara Israel Hancur Lebur Dirudal Iran"

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 12/03/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun Facebook “Haedir Diran” pada Rabu (4/3/2026). Unggahan beserta narasi :

    “Bandara Israel di rudal Iran. Hancur lebur Israel”

    Hingga Kamis (8/3/2026) unggahan telah mendapatkan 4 tanda suka.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta (TurnBackHoax) mengunduh video tersebut dan menganalisisnya dengan alat pendeteksi AI, Bit Mind. Hasilnya, konten tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), probabilitas atau kemungkinannya mencapai 81 persen. 

    TurnBackHoax kemudian melakukan pencarian dengan memasukkan kata kunci “bandara Israel hancur lebur dirudal Iran” ke mesin pencarian Google. Hasil pencarian mengarah ke pemberitaan The Jerusalem Post  “Israel to gradually reopen airspace on Thursday under new plan to return stranded Israelis” (Israel akan secara bertahap membuka kembali wilayah udaranya pada Kamis berdasarkan rencana baru untuk memulangkan warga Israel yang terlantar) pada Selasa (3/3/2026). Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa Menteri Perhubungan Israel Miri Regev telah mulai membuka kembali wilayah udara secara bertahap.

    Kesimpulan

    Faktanya, video yang beredar merupakan hasil manipulasi AI dengan probabilitas mencapai 81 persen. Unggahan berisi klaim “bandara Israel hancur lebur dirudal Iran” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] AS dan Israel Menyerah kepada Iran dan Minta Gencatan Senjata

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 12/03/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun Facebook “Pabilsum” pada Sabtu (7/3/2026). Unggahan beserta narasi :

    “Di gempur habis habisan oleh Iran,as dan Israel akhirnya menyerah dan minta gencatan senjata

    Tapi di tolak menta menta oleh Iran”

    Hingga Kamis (12/3/2026) unggahan telah mendapatkan 878 tanda suka, 91 komentar dan telah dibagikan ulang 18 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta (TurnBackHoax) menelusuri tangkapan layar dari video melalui Google Lens. Hasil pencarian mengarah ke unggahan akun X ‘StateDept_NEA’ pada Senin (24/6/2024) yang menampilkan tangkapan layar unggahan Donald Trump di platform Truth Social.

    Diketahui, unggahan tersebut berkaitan dengan konflik yang dikenal sebagai “perang 12 hari” antara Iran dan Israel pada Juni 2025. Pernyataan tersebut membahas kesepakatan gencatan senjata antara kedua pihak untuk mengakhiri konflik. Tidak ada kaitannya dengan konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.

    Kesimpulan

    Tangkapan layar yang dibagikan merujuk pada unggahan Donald Trump di platform Truth Social mengenai kesepakatan gencatan senjata untuk mengakhiri konflik yang dikenal sebagai “perang 12 hari” antara Iran dan Israel pada Juni 2025. Unggahan berisi klaim “AS dan Israel menyerah kepada Iran dan minta gencatan senjata” adalah konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini