• [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Rekrutmen PLN 2026

    Sumber: tiktok.com
    Tanggal publish: 03/03/2026

    Berita

    Beredar video [arsip] pada Sabtu (14/2/2026) dari akun TikTok “SEPUTAR PLN” disertai takarir:

    REKRUTMEN PT PLN (PERSERO) 2026 RESMI DIBUKA!

    Saatnya jadi bagian dari energi perubahan untuk Indonesia!

    Pendaftaran Dibuka: 10 Januari - 27 Maret 2026

    Terbuka untuk: Lulusan SMA/SMK, D3/D4, S1, hingga S2

    Biaya Pendaftaran: GRATIS! (Tidak dipungut biaya apa pun)

    Bersama PLN, kamu bukan hanya bekerja kamu ikut menerangi negeri dan membangun masa depan energi yang lebih andal, hijau, dan berkelanjutan.

    Jangan lewatkan kesempatan emas ini!

    Siapkan berkas terbaikmu dan raih karier impian di perusahaan BUMN kebanggaan Indonesia. PLN - Energi untuk Masa Depan Indonesia.

    Dari pengamatan Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax), terdapat tautan yang disematkan dibio akun.

    Per Selasa (25/2/2026), unggahan tersebut telah mendapat 1.900-an tanda suka, puluhan komentar, dan dibagikan ulang lebih dari 2.521 kali.

    Hasil Cek Fakta

    TurnBackHoax memasukkan kata kunci “Pendaftaran PT PLN (Persero) 2026” ke mesin pencari Google. Hasilnya, tidak ditemukan berita kredibel yang berkaitan dengan klaim

    TurnBackHoax kemudian mengakses laman resmi rekrutmen PT PLN (Persero) rekrutmen.pln.co.id.

    Diketahui, hingga saat ini belum ada pembaruan terbaru terkait rekrutmen PT PLN (Persero). Rekrutmen terakhir yang dibuka adalah untuk jenjang S2 dan S1 Bidang Hukum PLN Group Tahun 2025, yang berlangsung November 2025.

    Mengutip dari wongkito.co “Hoaks: Lowongan Kerja PT PLN, Cek Faktanya” tayang Selasa (17/2/2026). Disebutkan bahwa tidak menemukan informasi tersebut secara spesifik yang mengarah ke pembukaan lowongan kerja PT PLN (Persero) tahun 2026.

    TurnBackHoax kemudian mengakses tautan di bio akun TikTok “SEPUTAR PLN”. Diketahui, tautan tersebut mengarah ke laman yang meminta pengisian data pribadi berupa nama, asal provinsi, serta nomor Telegram.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi tautan “pendaftaran rekrutmen PLN 2026” yang mengarah ke laman tak resmi itu merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] TNI Temukan 41 Ton Emas Ilegal dari Warga Negara Asing

    Sumber: X
    Tanggal publish: 03/03/2026

    Berita

    Akun X “Subur0204” pada Minggu (8/2/2026) mengunggah video [arsip] yang dilengkapi narasi:

    “TNI TEMUKAN 41 TON EMAS ILEGAL

    BULE ASING DAN 13 KKB TERTANGKAP”

    Pengunggah juga menambahkan narasi sebagai berikut:

    “41 Ton Emas ditemukan TNI dari Buke Asing dan 13 KKB tertangkap.

    41 ton = 41.000.000 gram

    Anggap saja 1 gram = 2 jt.

    81 TRILIUN BERARTI SUDAH SERING DIGARONG”.

    Hingga Selasa (3/3/2026), unggahan tersebut telah disukai 985 akun dan dilihat 99.700 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “41 ton emas” ke kolom pencarian situs resmi TNI. Tidak ditemukan artikel atau laporan resmi terkait terkait hal tersebut.

    Video tersebut kemudian dianalisis dengan Hive Moderation. Hasilnya menunjukkan probabilitas AI-Generated Speech sebesar 99%. TurnBackHoax juga mencari konteks asli video tersebut dengan InVID & WeVerify. Diketahui, “Subur0204” menggunakan potongan cuplikan video yang berbeda-beda yang beberapa konteksnya bersumber dari:

    • detik.com “Kronologi Anggota Brimob Disengat Lebah Dalam Hutan Saat Cari Iptu Tomi” yang tayang Selasa (29/4/2025), dan

      jakartaglobe.id “Indonesian Army to Establish Six New Regional Commands in Major Expansion” tayang pada Jumat (8/8/2025).

    Kesimpulan

    Video narasi berita tersebut merupakan konten buatan AI dan tidak ada media resmi serta kredibel yang memberitakan hal itu. Jadi, unggahan berisi narasi “TNI temukan 41 ton emas ilegal dari warga negara asing” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Pemutihan Denda Iuran BPJS

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 03/03/2026

    Berita

    Akun Facebook “Info Terupdate” pada Sabtu (21/2/2026) membagikan tautan [arsip] yang diklaim sebagai tautan pendaftaran program pemutihan denda iuran BPJS Kesehatan. Narasi sebagai berikut:

    “PEMUTIHAN DENDA IURAN BPJS KESEHATAN TELAH DIBERLAKUKAN!

    Kabar baik untuk masyarakat!
    Pemerintah memberikan pemutihan denda pembayaran iuran BPJS Kesehatan bagi peserta yang menunggak

    Tanpa denda keterlambatan
    Kesempatan mengaktifkan kembali BPJS Kesehatan
    Lebih ringan dan mudah

    Mari segera manfaatkan program ini dan aktifkan kembali BPJS Kesehatan Anda demi perlindungan kesehatan diri dan keluarga.

    Jangan tunda lagi, kesehatan adalah investasi utama!
    LINK PENDAFTARAN”.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “pemutihan denda iuran BPJS Kesehatan” ke mesin pencari Google. Hasilnya mengarah ke beberapa artikel yang membantah klaim tersebut, yakni:

    • liputan6.com “Cek Fakta: Tidak Benar Link Pendaftaran Pemutihan Denda Iuran BPJS Kesehatan 2026” yang tayang Selasa (24/2/2026), dan

    • infopublik.id “[HOAKS] Tautan Pendaftaran Pemutihan Denda Iuran BPJS Kesehatan 2026” yang tayang Kamis (26/2/2026).

    TurnBackHoax kemudian menelusuri tautan yang dibagikan “Info Terupdate” dengan urlscan.io. Hasilnya, tautan itu berdomain di Frankfurt dan tidak terafiliasi dengan kementerian Indonesia. Tautan tersebut juga meminta beberapa informasi personal seperti nama lengkap sesuai KTP dan nomor Telegram. 

    Melansir dari artikel hukumonline.com yang berjudul “Rencana Perpres Hapus Tunggakan BPJS Kesehatan PBPU dan BP, Legislator Minta Otomatis dan Humanis”, rencana penghapusan tunggakan BPJS masih dalam proses pembahasan internal pemerintah dan belum ditentukan secara rinci golongan mana saja yang dapat menerima bantuan tersebut.

    Kesimpulan

    Tautan yang dibagikan merupakan percobaan phishing dan belum ada keputusan final perihal penghapusan tunggakan BPJS Kesehatan. Jadi, unggahan berisi tautan “pendaftaran pemutihan denda iuran BPJS Kesehatan” merupakan konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Cek Fakta: Hoaks Link Pendaftaran Bantuan Bibit Ayam Periode 21 Februari - 30 April 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 03/03/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran bantuan bibit ayam periode 21 Februari - 30 April 2026. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 1 Maret 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "Program Pemerintah Tahun Anggaran 2026 Bantuan Bibit Ayam Kuota nasional terbatas 5.000 peserta
    Fasilitas Bantuan :
    - DOC ( Day Old Chick )
    - Pakan Ternak
    - Imunisasi Dan Pelatihan Beternak
    - Modal Usaha
    Syarat Peserta:
    - Warga Negara Indonesia
    - Memiliki lahan atau kandang ternak
    - Bersedia irtengikuti pelatihan resmi
    - Mengisi formulir pendaftaran online
    PERIODE PENDAFTARAN:
    21 Febuari - 30 April 2026
    DAFTAR SEKARANG: Pendaftaran Gratis Di Link 👇"
    Unggahan disertai menu daftar. Jika menu daftar diklik akan muncul link yang mengarah pada halaman situs tertentu. Situs ini meminta sejumlah identitas, seperti nama hingga nomor Telegram.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran bantuan bibit ayam periode 21 Februari - 30 April 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran bantuan bibit ayam periode 21 Februari - 30 April 2026. Penelusuran mengarah pada postingan dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) melalui akun Instagram resminya @ditjen_pkh.
    Dalam postingannya, Kementan meminta masyarakat untuk waspada terhadap penipuan berkedok bantuan ternak atau bibit ayam. 
    "Hati-hati ya! Jangan mudah percaya pada akun mencurigakan atau tautan pendaftaran yang tidak resmi," tulis Ditjen PKH Kementan yang dikutip pada Selasa 3 Maret 2026.
    Masyarakat diminta jangan pernah memberikan data pribadi seperti KTP, nomor rekening, atau identitas penting lainnya kepada pihak yang tidak dapat dipastikan kebenarannya.
    Kementan juga mengingatkan bahwa informasi hanya berasal dari akun resmi Kementerian Pertanian dan situs www.pertanian.go.id.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran bantuan bibit ayam periode 21 Februari - 30 April 2026 merupakan hoaks.
    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini