• [SALAH] Gambar Tangkapan Layar Liputan6.com “Anies Baswedan Masuk Daftar sindikat pencucian uang sebelum formula e”

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 11/10/2021

    Berita

    “Anies Baswedan Masuk Daftar sindikat pencucian uang sebelum formula e”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Facebook Markonah II mengunggah tangkapan layar dari salah satu artikel milik Liputan6.com dengan judul “Anies Baswedan Masuk Daftar sindikat pencucian uang sebelum formula e” pada 5 Oktober 2021 pukul 07.46. Postingan tersebut diunggah pada grup Anies Baswedan For Presiden 2024-2029.

    Setelah ditelusuri, pada website resmi Liputan6.com tidak ditemukan artikel dengan judul “Anies Baswedan Masuk Daftar sindikat pencucian uang sebelum formula e”. Namun jika ditelusuri berdasarkan tannggal pengunggahan yang tertera di tangkapan layar yaitu 30 April dengan waktu 17.17 terdapat artikel asli yang berjudul “Anies Baswedan Masuk Daftar Tokoh Masa Depan”. Kesamaan juga terdapat pada gambar di bawah judul berupa foto Anies dan logo “SCTV”. Kesamaan yang lain adalah baik gambar pada postingan Facebook dan artikel asli Liputan6.com sama-sama masuk dalam kategori politik.

    Dengan demikian gambar tangkapan layar yang berjudul “Anies Baswedan Masuk Daftar sindikat pencucian uang sebelum formula e” merupakan suntingan. Artikel asli yang terdapat di website resmi Liputan6.com berjudul “Anies Baswedan Masuk Daftar Tokoh Masa Depan” dengan beracuan pada tanggal pengunggahan dan foto yang ada sehingga masuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Luthfiyah Oktari Jasmien (UIN Raden Mas Said Surakarta).

    Gambar tersebut merupakan suntingan. Faktanya, artikel asli yang Liputan6.com berjudul “Anies Baswedan Masuk Daftar Tokoh Masa Depan” telah disunting menjadi “Anies Baswedan Masuk Daftar sindikat pencucian uang sebelum formula e”.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Surat Rekrutmen PLN Untuk Lulusan SMA hingga S1

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 11/10/2021

    Berita

    “tolong beritahu seluruh orang yang ada di sebelah kalian, setelah makan kepiting jangan minum susu, juga tidak boleh makan pisang, bisa beracun, semestinya sudah ada di berita, ada anak yang belum sampai rumah sakit sudah meninggal, tidak peduli kalian sesibuk apapun harus memfoward pesan ini, tidak lebih dari semenit kok.”

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah akun facebook bernama La Ode Miran, mengunggah sebuah informasi disertai gambar seorang anak kecil yang diklaim meninggal dunia setelah mengonsumsi pisang dan susu usai memakan kepiting. Akun tersebut juga meminta agar informasi itu disebarkan.

    Berdasarkan penelusuran, Pakar Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr. Inge Permadi MS, SpGK membantah klaim tersebut.

    “Itu bohongan banget. Kalau keselek pisang mungkin bisa menyebabkan kematian,” kata dr. Inge saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (10/10/2021).

    Menurut dia, baik susu maupun pisang, keduanya mengandung gizi besar. Prinsipnya, jelas dr. Inge, apa pun makanannya jika tidak beracun, tentu tidak akan menyebabkan kematian.

    “Kalau misalnya menimbulkan penyakit hiperkolesterol sih bisa. Kalau tidak menimbulkan toxin, kenapa menyebabkan kematian,” jelas dia.

    Sementara itu, foto bocah yang diklaim meninggal karena mengonsumsi pisang dan susu setelah memakan kepiting adalah salah. Berdasarkan pencarian menggunakan yandex, ditemukan beberapa artikel terkait bocah tersebut, salah satunya adalah solopos.com.

    Bocah tersebut bernama Shaka yang menderita Sleeping Beauty Syndrome dan tertidur sejak usianya 8 bulan. Balita yang sempat viral pada pertengahan 2020 tersebut dinyatakan meninggal dunia pada 8 Oktober 2020, setelah tertidur selama satu tahun.

    Kesimpulan

    Informasi salah. Pakar Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr. Inge Permadi MS, SpGK membantah klaim tersebut dan menyebut hal tersebut adalah salah. Sementara foto balita yang ditambahkan dalam unggahan tersebut tidak ada hubungannya dengan narasi. Bayi tersebut bernama Shaka bocah yang terkena sindrom putri tidur sejak usia 8 bulan.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video Dampak Buruk Minuman Energi

    Sumber: Twitter.com
    Tanggal publish: 11/10/2021

    Berita

    “Minuman Tenaga Bahaya (1)”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Twitter dengan nama pengguna “arifsetia2013d” mengunggah sebuah video yang menunjukkan dampak minuman energi terhadap benda sehari-hari, seperti membuat sayuran menjadi lunak dan membuat telur goreng menjadi elastis. Unggahan tersebut juga disertai dengan narasi yang menyatakan bahwa video tersebut menunjukkan bahaya dari minuman energi.

    Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut bukan merupakan video yang menunjukkan bahaya dari minuman energi, melainkan merupakan video trik sulap yang diunggah oleh seorang pesulap asal Amerika, Rick Lax. Video serupa pertama kali telah diunggah oleh Rick dalam kanal YouTube resminya, “Rick Lax” pada 18 Januari 2020. Video tersebut berjudul “LIFE HACKS WITH ENERGY DRINKS YOU NEVER KNEW EXISTED (Parody Magic Hacks from Rick Lax)”.

    Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Twitter dengan nama pengguna “arifsetia2013d” tersebut dapat dikategorikan sebagai Konteks yang Salah/False Context.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).

    Faktanya, video tersebut merupakan video trik sulap yang diunggah oleh seorang pesulap asal Amerika, Rick Lax.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH]: Situs Pedulilindungiq.com dan Minta Dana Rp1 Juta Untuk Vaksin Covid-19

    Sumber: Website
    Tanggal publish: 10/10/2021

    Berita

    “Pasokan vaksin covid-19 sudah diatur, dengan dana sebesar 1000000 rupiah, dan bisa langsung membuat janji untuk sukses dan mengatur inokulasi rumah sakit terdekat dalam waktu sepuluh hari

    Nama:
    Bank:
    Account:”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar kembali di tengah masyarakat sebuah situs dengan domain dan tampilan yang hampir mirip situs resmi milik pemerintah pedulilindungi.id. Situs tersebut yaitu pedulilindungiq.com. Dalam situs tersebut, para target dimintai dana sebesar 1 juta rupiah untuk mendapatkan vaksinasi.

    Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Dedy Permadi menyatakan, situs pedulilindungiq.com merupakan situs palsu. Situs itu bukan merupakan situs yang digunakan pemerintah terkait Covid-19.

    “Situs pedulilindungiq.com merupakan situs palsu. Seluruh isi dan informasi dalam situs pedulilindungiq.com tidak terkait dengan situs Pedulilindungi.id,” ujar Dedy, seperti diberitakan Kompas.com, Rabu (6/10/2021).

    Agar situs tersebut tidak mengecoh orang lain, Kominfo melakuka pemutusan akses terhadap situs pedulilindungiq.com yang menggunakan atribut logo, gambar, dan tema menyerupai situs resmi, pedulilindungi.id.

    Mengenai adanya permintaan dana Rp 1 juta kepada pengguna melalui situs pedulilindungiq.com, Dedy menjelaskan, situs Pedulilindungi.id yang resmi sama sekali tidak melakukan pemungutan biaya.

    “KemenKominfo mengimbau agar masyarakat hanya mengakses situs resmi pedulilindungi.id serta mengunduh aplikasi resmi Pedulilindungi yang tersedia di AppStore dan Google PlayStore,” lanjut dia.

    Sebelumnya, hoaks yang sama terkait situs pedulilindungi tiruan juga sudah pernah dibantah oleh laman turnbackhoax.id pada 12 September 2021 berjudul “[SALAH] Link Peduli Lindungi (pedulilindungia.com)” dengan narasi dan modus yang sama.

    Kesimpulan

    Situs palsu dan penipuan. Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Dedy Permadi menyatakan, situs pedulilindungiq.com merupakan situs palsu. Kominfo sendiri telah melakukan pemutusan akses terhadap situs pedulilindungiq.com yang menggunakan atribut logo, gambar, dan tema menyerupai situs resmi, pedulilindungi.id.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini