• [SALAH] Dana Bantuan Sosial dari Pemerintah Melalui Pertamina Sebesar Rp150 Juta

    Sumber: Pesan Singkat SMS
    Tanggal publish: 30/09/2021

    Berita

    Beredar SMS pemberian dana bantuan sosial pemerintah sebesar 150 juta mengatasnamakan pemerintah. Dalam pesan tersebut disematkan link dan juga PIN pemenang.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, link yang disematkan dalam pesan tersebut mengarah pada link blogspot bukan lama resmi pertamina yaitu https://mypertamina.id/. Melalui laman resminya, Pertamina menjelaskan tidak terlibat dalam undian atau pemberian hibah melalui e-mail/sms. Pertamina juga mengimbau untuk waspada terhadap segala bentuk penipuan termasuk hadiah dan pemberian melalui SMS/e-mail.

    Dilansir dari Pikiran Rakyat, Pejabat Sementara Senior (Pjs) Vice President Corporate Communication and Investor Relations Pertamina, Fajriyah Usman, menyatakan bahwa pesan berisi tautan cek uang tunai Rp150 juta dari Pertamina adalah hoaks. Info hadiah tersebut bukan bersumber dari saluran resmi Pertamina dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

    Hoaks serupa pernah muncul pada Juli dan Agustus 2021 kemarin dan telah dibahas dalam artikel periksa fakta Turnbackhoax.id dengan judul “[SALAH] SMS Hadiah 150 juta dari Pertamina”, “[SALAH] Subsidi Hadiah Nasional Berkah Energi Pertamina Periode 3”, “[SALAH] Subsidi 189 Juta dari Pertamina”.

    Dengan demikian, klaim dana bantuan sosial pemerintah melalui Pertamina adalah hoaks dengan kategori Konten Palsu.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Fathia Islamiyatul (Universitas Pendidikan Indonesia)

    Hoaks lama bersemi kembali. Info hadiah tersebut bukan bersumber dari saluran resmi Pertamina dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video Yang Menampilkan Tidak Ada Pesawat dalam Insiden 911 WTC pada 200

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 30/09/2021

    Berita

    Beredar sebuah video melalui unggahan di Facebook yang menunjukkan tidak ada pesawat yang menabrak gedung kembar WTC pada insiden 911 tahun 2001 silam. Unggahan video tersebut juga dilengkapi dengan narasi seolah perekam video tidak pernah menyebarkannya di media sosial.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, klaim tersebut salah. Faktanya video asli sudah lama beredar dan menjadi bukti bahwa pesawat menabrak gedung kembar WTC pada insiden 911 tahun 2001, dalam video tersebut menunjukkan adanya pesawat menabrak gedung kembar WTC.

    Dilansir dari AFP, video asli tersebut diambil oleh Keith Lopez, seorang jurnalis dari WPIX-TV New York yang secara kebetulan sedang berangkat dalam penugasannya untuk meliput Walikota Manhattan. Menanggapi video suntingan yang beredar tersebut Ia mengatakan bahwa itu hanya untuk menarik perhatian masyarakat dan meningkatkan engagement rate unggahannya “Selain untuk mendapatkan lebih banyak like atau pengikut di media sosial ini sangat melemahkan dalam skala martabat manusia,” katanya kepada AFP.

    Dengan demikian, klaim tidak ada pesawat dalam insiden 911 WTC pada 2001 merupakan hoaks dengan kategori Konten yang Dimanipulasi.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Fathia Islamiyatul (Universitas Pendidikan Indonesia)

    Klaim tersebut salah. Setelah ditelusuri video asli menunjukkan pesawat terbang menabrak Gedung WTC, video yang menunjukkan ledakan dari dalam Gedung WTC tanpa adanya tabrakan pesawat tersebut merupakan hasil suntingan.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [Cek Fakta] Benarkah Ketum PBNU Said Aqil Siradj Anak Tokoh PKI? Ini Faktanya

    Sumber: Whatsapp.com
    Tanggal publish: 30/09/2021

    Berita

    said aqil siraj anak pki

    Hasil Cek Fakta

    Dari penelusuran kami, klaim bahwa Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj merupakan anak dari tokoh PKI, Achmad Dasuki Siradj, adalah salah. Faktanya, ini hoaks lama yang kembali beredar di tengah masyarakat.

    Kesimpulan

    Klaim bahwa Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj merupakan anak dari tokoh PKI, Achmad Dasuki Siradj, adalah salah. Faktanya, ini hoaks lama yang kembali beredar di tengah masyarakat.

    Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.

    Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.

    Rujukan

    • Mafindo
    • Medcom.id
    • 2 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video “Ternyata kabel telkomsel dibawa laut di gigit hiu”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 30/09/2021

    Berita

    Akun Facebook Fitryana Manahau (fb.com/anha.cabby) pada 21 September 2021 mengunggah sebuah video yang memperlihatkan seekor ikan hiu menggigit kabel bawah laut dengan narasi “Ternyata kabel telkomsel dibawa laut di gigit hiu”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya video yang diklaim sebagai hiu yang menggigit kabel bawah laut Telkomsel merupakan klaim yang salah.

    Faktanya, video itu merupakan video yang sudah beredar sejak tahun 2010 dan tidak ada kaitannya dengan gangguan jaringan Telkomsel dan IndiHome yang terjadi sejak Minggu, 19 September 2021.

    Video yang identik, diunggah oleh kanal Youtube sudmike pada 23 April 2010 dengan judul “Shark attack on subcable.wmv.”

    Sementara itu, SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom Ahmad Reza mengatakan, video yang memperlihatkan seekor hiu diklaim menggigit kabel bawah laut milik TelkomGroup itu hoaks. “Dapat kami sampaikan bahwa video tersebut adalah hoaks,” kata Reza, ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (22/9/2021).

    Kesimpulan

    Video yang sudah beredar sejak tahun 2010 dan tidak ada kaitannya dengan gangguan jaringan Telkomsel dan IndiHome yang terjadi sejak Minggu, 19 September 2021.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini