• [SALAH] Susu Kental Manis Tidak Boleh Diseduh dengan Air Panas

    Sumber: Tangkapan Layar Story Facebook
    Tanggal publish: 19/09/2021

    Berita

    (narasi dalam gambar)

    “5 FAKTA SUSU KENTAL MANIS NGGAK BOLEH DISEDUH AIR PANAS

    Menurut Deputi Badan Pengawasan Pengolahan Pangan Olahan Rita Endang dalam dialog bersama Pro 3 RRI, meminum susu kental manis (SKM) dengan diseduh air panas adalah kebiasaan yang salah

    SKM tidak dianjurkan untuk bayi di bawah 12 bulan, karena tidak bisa mencukupi asupan gizi.
    Kandungan gula yang tinggi kurang baik dikonsumsi tiap hari.
    Karena bukan susu murni, SKM tidak dianjurkan dikonsumsi seperti biasa layaknya susu UHT.
    SKM sudah lama dianjurkan untuk dikonsumsi sebagai topping makanan saja.
    Larangan menyeduh SKM jadi minuman sudah tertuang pada peraturan BPOM nomor 31 tahun 2018 lalu.”

    pengganti susu kental manis
    susu kental manis boleh diseduh

    Hasil Cek Fakta

    Beredar sebuah narasi dalam story Facebook yang mengatakan bahwa susu kental manis (SKM) tidak boleh diseduh dengan air panas. Dalam narasi tersebut juga mencantumkan bahwa Deputi Bidang Badan Pengawas Pangan Olahan, Rita Endang menegaskan bahwa meminum SKM dengan diseduh air panas adalah kebiasaan yang salah.

    Setelah melakukan penelusuran, hal tersebut tidak benar. Melansir dari laman Kompas, Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Rita Endang menegaskan bahwa SKM tidak bisa dijadikan sebagai pengganti susu karena kandungan gula yang terkandung dalam SKM tinggi. Apabila dikonsumsi layaknya susu pada umumnya, akan memicu risiko diabetes. Di samping itu, Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tidak mengatur tentang pelarangan konsumsi SKM sebagai pengganti susu, melainkan tentang pelabelan bahan pangan.

    Dengan demikian, narasi dalam story Facebook yang mengatakan bahwa SKM tidak boleh diseduh dengan air panas tidak sesuai dengan fakta dan masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Nadine Salsabila (Universitas Diponegoro)

    Pernyataan tersebut tidak benar. Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Rita Endang tidak mengatakan bahwa susu kental manis tidak boleh diseduh dengan air panas, melainkan mengatakan bahwa susu kental manis tidak bisa dijadikan sebagai pengganti susu.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Muncul Ular Bertanduk Tanda Kiamat

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 18/09/2021

    Berita

    Beredar postingan Facebook berupa tangkapan layar dengan klaim muncul ular bertanduk sebagai tanda kiamat. Dalam postingan tersebut terlihat foto ular yang aneh.

    kiamat 2021

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa foto ular tersebut bukanlah foto ular bertanduk, melainkan foto ular dengan kelainan Siklopia atau Cyclopia. Foto ular tersebut juga diketahui berasal dari laman Newsweek dengan judul artikel “Mutant ‘Cyclops’ Snake Discovered in Mississippi Has Two Eyes in One Socket” yang tayang pada 12 Maret 2018.

    Adapun, postingan mengenai ular bertanduk juga sudah pernah diperiksa faktanya di turnbackhoax.id dengan artikel berjudul [SALAH] “Ular yang bertanduk” yang tayang pada 9 Oktober 2018. Dapat dikatakan pula bahwa postingan itu merupakan hoaks lama yang muncul kembali.

    Berdasarkan hal tersebut, maka konten postingan itu masuk ke dalam kategori Konten yang Salah.

    Kesimpulan

    Bukan ular bertanduk, melainkan ular dengan kelainan langka yang disebut Siklopia atau Cyclopia.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video Langit Bertemu Laut

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 18/09/2021

    Berita

    Beredar sebuah video di Twitter yang memperlihatkan awan yang terjatuh ke lautan.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, video tersebut salah. Peristiwa tersebut bukan merupakan peristiwa nyata.

    Dilansir dari hoaxeye, video tersebut adalah simulasi CGI oleh “orphicframer”. Di keterangan media sosialnya, Orphicframer menuliskan keterangan “CGI/VFX” dan konten yang diunggahnya berisi editan-editan serupa.

    Video tersebut diunggah dikanal Youtube pribadinya dengan judul “Tornado in Jersey, Channel Islands (CGI Simulation) (TikTok)”.

    Dengan demikian, video dengan judul “When the Oceans Meets The Sky” adalah hoaks dengan kategori konten yang salah.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Fathia Islamiyatul Syahida (Universitas Pendidikan Indonesia)

    Bukan peristiwa nyata. Video tersebut adalah simulasi CGI oleh “orphicframer”.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Video Kura-Kura Berlarian dengan Cepat

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 18/09/2021

    Berita

    Beredar sebuah unggahan di Twitter dengan klaim kura-kura berlarian, diunggah pada 4 September 2021.

    Dalam video tersebut menunjukkan sejumlah kura-kura berlarian dengan cepat.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, klaim tersebut salah. Faktanya video tersebut merupakan hasil suntingan dari CGI/VFX artwork yang terlansir dalam Hoaxeye.com, dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa video tersebut diunggah pertama kali oleh akun Instagram VernBestInTheWorld yang aktif membagikan video hasil suntingan CGI/VFX artwork untuk konten hiburan.

    Kemudian penjelasan tambahan, untuk kura-kura cangkang keras yang ditampilkan di video memang tidak ada yang bisa berlari cepat, namun ada spesies kura-kura cangkang lunak yang bisa berlari dengan cepat.

    Video tersebut disematkan dengan narasi yang dapat membuat penonton memaknai bahwa video tersebut menunjukkan kura-kura berlarian.

    Dengan demikian, klaim kura-kura berlarian adalah hoaks dengan kategori Konten yang Menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Fathia Islamiyatul Syahida (Universitas Pendidikan Indonesia)

    Klaim tersebut salah, faktanya video tersebut merupakan video hasil CGI/VFX artwork bukan video yang menunjukkan kura-kura berlarian.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini