Akun Facebook Zainal Arifin (fb.com/100040836774191) pada 17 Agustus 2021 mengunggah sebuah video yang memperlihatkan Bill Gates dilempar kue dengan narasi sebagai berikut:
“Biang covid bill gates kena timpuk dari orang yg geram padanya”
[SALAH] Video “Biang covid bill gates kena timpuk dari orang yg geram padanya”
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 22/08/2021
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, adanya video yang memperlihatkan Bill Gates dilempar kue yang dikaitkan dengan Covid-19 merupakan konten yang menyesatkan.
Faktanya, video itu merupakan aksi pelemparan kue ke wajah Bill Gates itu terjadi pada 1998. Tidak ada kaitannya dengan pandemi Covid-19.
Video yang identik, diunggah di kanal Youtube npshive pada 2 Januari 2010 dengan judul “Bill Gates Pie in Face”. Unggahan itu menyebutkan, penyerangan terhadap Bill Gates terjadi di Belgia
Dilansir dari JawaPos yang mengutip portal The Wall Street Journal, insiden pelemparan tersebut terjadi pada 5 Februari 1998. Setelah pelemparan itu, Gates menolak untuk mengajukan tuntutan. Polisi Belgia akhirnya membebaskan seorang pria dan seorang wanita yang melempar kue krim ke wajah sang bos Microsoft.
Faktanya, video itu merupakan aksi pelemparan kue ke wajah Bill Gates itu terjadi pada 1998. Tidak ada kaitannya dengan pandemi Covid-19.
Video yang identik, diunggah di kanal Youtube npshive pada 2 Januari 2010 dengan judul “Bill Gates Pie in Face”. Unggahan itu menyebutkan, penyerangan terhadap Bill Gates terjadi di Belgia
Dilansir dari JawaPos yang mengutip portal The Wall Street Journal, insiden pelemparan tersebut terjadi pada 5 Februari 1998. Setelah pelemparan itu, Gates menolak untuk mengajukan tuntutan. Polisi Belgia akhirnya membebaskan seorang pria dan seorang wanita yang melempar kue krim ke wajah sang bos Microsoft.
Kesimpulan
Aksi pelemparan kue ke wajah Bill Gates itu terjadi pada 1998. Tidak ada kaitannya dengan pandemi Covid-19.
Rujukan
[SALAH] John Cena Meninggal Dunia
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 22/08/2021
Berita
“(OUR MAN JOHN CENA) was involved in accident
Yesterday and he is died.our man JOHN CENA RIP.pls pray for him may her soul rest in perfect
Peace.
RIP JOHN CENA”.
Yesterday and he is died.our man JOHN CENA RIP.pls pray for him may her soul rest in perfect
Peace.
RIP JOHN CENA”.
Hasil Cek Fakta
Beberapa waktu lalu sempat beredar sebuah informasi pada berbagai media sosial, salah satunya Facebook terkait John Cena, pegulat profesional yang dikabarkan telah meninggal dunia. Dalam postingan di salah satu akun Facebook bernama U Sai Marma Jack, akun tersebut membagikan beberapa foto terkait John Cena dengan narasi foto yang menjelaskan bahwa John Cena telah meninggal dunia karena peristiwa kecelakaan mobil yang dialaminya. Dalam narasi foto tersebut juga disertakan ucapan turut berbela sungkawa atas meninggalnya John Cena.
Selain itu, foto-foto yang dibagikan oleh akun tersebut pula terdiri dari foto ucapan berbela sungkawa, foto tentang kegiatan sebelum prosesi pemakaman dilakukan yang dihadiri oleh banyak orang, salah satunya ialah Dwayne Johnson atau yang lebih dikenal dengan nama The Rock. Lalu memuat pula foto John Cena yang sedang terbaring di rumah sakit.
Namun setelah dilakukan penelusuran, foto-foto tersebut bukanlah foto yang berkaitan dengan meningganya John Cena. Foto yang menerangkan kegiatan sebelum prosesi pemakaman yang dihadiri oleh Dwayne Johnson bukanlah foto terkait kematian John Cena, karena melansir dari akun Instagram pribadi Dwayne Johnson yaitu @therock, foto tersebut adalah hasil tangkapan layar dari video terkait proses pemakaman ayah dari Dwayne Johnson. Lalu terkait dengan foto yang menampilkan sejumlah orang yang duduk dan menghadiri prosesi pemakaman pula bukanlah sejumlah orang yang hadir atas meninggalnya John Cena. Karena melansir dari apnews.com, foto tersebut ialah foto sejumlah orang dari Fox News Channel yang sedang menantikan pemakaman John Lewis pada tahun 2020 lalu.
Lalu terkait dengan foto oleh John Cena yang sedang terbaring di rumah sakit, melansir dari Youtube resmi WWE (World Wrestling Entertainment) dan melansir dari eonline.com, foto tersebut ialah foto terkait dengan keadaan John Cena setelah melakukan operasi terhadap benjolan besar yang ada di sikutnya pada tahun 2013 lalu.
Berdasarkan pada seluruh referensi, informasi meninggalnya John Cena masuk ke dalam kategori konten palsu.
Selain itu, foto-foto yang dibagikan oleh akun tersebut pula terdiri dari foto ucapan berbela sungkawa, foto tentang kegiatan sebelum prosesi pemakaman dilakukan yang dihadiri oleh banyak orang, salah satunya ialah Dwayne Johnson atau yang lebih dikenal dengan nama The Rock. Lalu memuat pula foto John Cena yang sedang terbaring di rumah sakit.
Namun setelah dilakukan penelusuran, foto-foto tersebut bukanlah foto yang berkaitan dengan meningganya John Cena. Foto yang menerangkan kegiatan sebelum prosesi pemakaman yang dihadiri oleh Dwayne Johnson bukanlah foto terkait kematian John Cena, karena melansir dari akun Instagram pribadi Dwayne Johnson yaitu @therock, foto tersebut adalah hasil tangkapan layar dari video terkait proses pemakaman ayah dari Dwayne Johnson. Lalu terkait dengan foto yang menampilkan sejumlah orang yang duduk dan menghadiri prosesi pemakaman pula bukanlah sejumlah orang yang hadir atas meninggalnya John Cena. Karena melansir dari apnews.com, foto tersebut ialah foto sejumlah orang dari Fox News Channel yang sedang menantikan pemakaman John Lewis pada tahun 2020 lalu.
Lalu terkait dengan foto oleh John Cena yang sedang terbaring di rumah sakit, melansir dari Youtube resmi WWE (World Wrestling Entertainment) dan melansir dari eonline.com, foto tersebut ialah foto terkait dengan keadaan John Cena setelah melakukan operasi terhadap benjolan besar yang ada di sikutnya pada tahun 2013 lalu.
Berdasarkan pada seluruh referensi, informasi meninggalnya John Cena masuk ke dalam kategori konten palsu.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Novita Kusuma Wardhani (Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta). Informasi tersebut salah. Faktanya melansir dari akun Twitter resminya yaitu @JohnCena, pada tanggal 17 Agustus 2021 ia mengabarkan bahwa saat ini ia yang sedang mempersiapkan dirinya untuk acara SummerSlam yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus 2021.
Rujukan
- https://www.eonline.com/news/482039/john-cena-has-major-surgery-and-nikki-bella-plays-nurse-on-total-divas-see-the-full-recap
- https://www.youtube.com/watch?v=AfZKSLmvB7g
- https://www.instagram.com/tv/B8SZSPGHgKx/?utm_source=ig_embed&ig_rid=daba5913-c1e6-47f8-b465-7f93193e9b9f
- https://apnews.com/article/entertainment-george-w-bush-bill-clinton-u-s-news-tv-a7f2d9f88e22f35dbc85fcfd2f54f386
- https://twitter.com/JohnCena/status/1427418855572377607
[SALAH] Mesin Jahit Milik Istri Nabi Muhammad, Aisyah binti Abu Bakar
Sumber: Twitter.comTanggal publish: 21/08/2021
Berita
حضرت عائشة (رض)كي سلائى مشين مبارك هو
*(terjemahan)
Hazrat Aisha (semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian)
*(terjemahan tulisan pada gambar)
Mesin jahit Hazrat Aisyah. Bagikan postingan dengan mengucapkan Alhamdulillah. Semoga Allah membalas mu.
*(terjemahan)
Hazrat Aisha (semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian)
*(terjemahan tulisan pada gambar)
Mesin jahit Hazrat Aisyah. Bagikan postingan dengan mengucapkan Alhamdulillah. Semoga Allah membalas mu.
Hasil Cek Fakta
Beredar postingan di Twitter oleh akun @SHAIKHSADRE2. Dalam postingannya, terdapat gambar mesin jahit dan narasi dalam gambar menggunakan Bahasa Arab yang menyatakan bahwa mesin jahit tersebut adalah milik Aisyah binti Abu Bakar, istri Nabi Muhammad.
Setelah dilakukan penelusuran fakta terkait, klaim @SHAIKHSADRE2 adalah hoaks. Aisyah binti Abu Bakar lahir dan meninggal pada abad ke-7 masehi yakni 613 M – 678 M. Sedangkan mesin jahit baru pertama kali ditemukam berabad-abad setelahnya, yakni pada abad ke-18 tepatnya pada tahun 1790 masehi.
Dilansir dari kumparan.com, mesin jahit awalnya ditemukan dan dipatenkan oleh orang Inggris bernama Thomas Saint, pada 1790. Mesin yang dibuat oleh Thomas Saint dapat melubangi kulit hewan yang kemudian dapat dimasukan jarum dan benang ke dalamnya. Namun mesin jahit pertama kali ini tidak beroperasi dengan baik sehingga tidak bisa diterima masyarakat.
Barulah pada tahun 1830, Barthelemy Thimonier berhasil membuat mesin jahit yang lebih praktis sehingga mudah diterima masyarakat, meski begitu karyanya mendapat respon negatif dari para penjahit lokal yang masih menggunakan metode manual, usaha mereka takut tersaingi oleh mesin jahit buatan Thimonier.
Mesin jahit yang lebih visioner dan masih digunakan di era modern saat ini ditemukan oleh orang Amerika bernama Elias Howe, ia berebut hak paten dengan Isaac Singer lantaran keduanya menemukan mesin jahit dengan sistem operasi yang kurang lebih sama. Isaac Singer sendiri membuat mesin jahit yang menggunakan pedal kaki sebagai alat bantu.
Dilansir dari Afp, tim pencari fakta menemukan gambar mesin jahit persis sebagaimana postingan @SHAIKHSADRE2, di website bernama dreamstime.com, tidak ada keterangan lebih lanjut dari foto tersebut selain caption bertuliskan “isolated brown antique sewing machine” (terjemahan: mesin jahit antik warna coklat yang terisolasi).
Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa klaim @SHAIKHSADRE2 adalah HOAX dan dikategorikan Konten yang Salah.
Setelah dilakukan penelusuran fakta terkait, klaim @SHAIKHSADRE2 adalah hoaks. Aisyah binti Abu Bakar lahir dan meninggal pada abad ke-7 masehi yakni 613 M – 678 M. Sedangkan mesin jahit baru pertama kali ditemukam berabad-abad setelahnya, yakni pada abad ke-18 tepatnya pada tahun 1790 masehi.
Dilansir dari kumparan.com, mesin jahit awalnya ditemukan dan dipatenkan oleh orang Inggris bernama Thomas Saint, pada 1790. Mesin yang dibuat oleh Thomas Saint dapat melubangi kulit hewan yang kemudian dapat dimasukan jarum dan benang ke dalamnya. Namun mesin jahit pertama kali ini tidak beroperasi dengan baik sehingga tidak bisa diterima masyarakat.
Barulah pada tahun 1830, Barthelemy Thimonier berhasil membuat mesin jahit yang lebih praktis sehingga mudah diterima masyarakat, meski begitu karyanya mendapat respon negatif dari para penjahit lokal yang masih menggunakan metode manual, usaha mereka takut tersaingi oleh mesin jahit buatan Thimonier.
Mesin jahit yang lebih visioner dan masih digunakan di era modern saat ini ditemukan oleh orang Amerika bernama Elias Howe, ia berebut hak paten dengan Isaac Singer lantaran keduanya menemukan mesin jahit dengan sistem operasi yang kurang lebih sama. Isaac Singer sendiri membuat mesin jahit yang menggunakan pedal kaki sebagai alat bantu.
Dilansir dari Afp, tim pencari fakta menemukan gambar mesin jahit persis sebagaimana postingan @SHAIKHSADRE2, di website bernama dreamstime.com, tidak ada keterangan lebih lanjut dari foto tersebut selain caption bertuliskan “isolated brown antique sewing machine” (terjemahan: mesin jahit antik warna coklat yang terisolasi).
Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa klaim @SHAIKHSADRE2 adalah HOAX dan dikategorikan Konten yang Salah.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Ani Nur MR (Universitas Airlangga).
Informasi Palsu. Aisyah istri Nabi Muhammad, lahir dan meninggal pada abad ke-7 M. Sedangkan mesin jahit pertama kali ditemukan dan dipatenkan oleh seorang dari Inggris bernama Thomas Saint pada abad ke-18 M.
Informasi Palsu. Aisyah istri Nabi Muhammad, lahir dan meninggal pada abad ke-7 M. Sedangkan mesin jahit pertama kali ditemukan dan dipatenkan oleh seorang dari Inggris bernama Thomas Saint pada abad ke-18 M.
Rujukan
- https://www.dreamstime.com/royalty-free-stock-photography-antique-sewing-machine-image17373417
- https://www.google.com/amp/s/m.kumparan.com/amp/potongan-nostalgia/asal-usul-penemuan-mesin-jahit-di-dunia
- https://factcheck.afp.com/
- http%253A%252F%252Fdoc.afp.com%252F9L78HA-1
- https://id.m.wikipedia.org/wiki/Aisyah
[SALAH] Hewan Mati Bergelimpangan karena Efek Radiasi 5G
Sumber: Telegram.comTanggal publish: 21/08/2021
Berita
ini masih efek radiasi 5G pada hewan,, bagaimana efek radiasi 5G terhadap manusia apalagi terhadap yang sdh difucksin bila 5G sdh aktif di Dunia/Indonesia ??
(narasi video berdurasi 33 detik)
“bukan hanya burung saja melainkan beberapa hewan lainnya juga terkena imbas dari uji coba jaringan 5G seperti bebek-bebek yang berenang di dekat tiang pemancar 5G bebek itu bereaksi sangat aneh secara bersamaan meletakkan kepala mereka di bawah air untuk menghindari radiasi sementara yang lain terbang mendarat di jalam atau di kanal. Semua informasi tersebut berasal dari halaman Facebook John Kuhles”.
Meninggal karena radiasi
(narasi video berdurasi 33 detik)
“bukan hanya burung saja melainkan beberapa hewan lainnya juga terkena imbas dari uji coba jaringan 5G seperti bebek-bebek yang berenang di dekat tiang pemancar 5G bebek itu bereaksi sangat aneh secara bersamaan meletakkan kepala mereka di bawah air untuk menghindari radiasi sementara yang lain terbang mendarat di jalam atau di kanal. Semua informasi tersebut berasal dari halaman Facebook John Kuhles”.
Meninggal karena radiasi
Hasil Cek Fakta
Beredar postingan di sebuah channel Telegram bernama “congor_istana”. Dalam postingannya disertai video berdurasi 33 detik memperlihatkan burung mati dan juga bebek yang menenggelamkan kepalanya di air. Dalam video tersebut, narator menjelaskan bahwa burung yang mati di jalanan disebabkan oleh radiasi jaringan 5G dan karena itu pula bebek menenggelamkan kepalanya untuk menghindari radiasi.
Lebih lanjut, narasi yang ditampilkan dalam postingan menambahkan klaim bahwa radiasi 5G juga berbahaya bagi manusia serta orang-orang yang sudah divaksin.
Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut semua klaim tersebut tidaklah benar.
Jaringan 5G merupakan teknologi nirkabel terbaru yang membawa frekuensi elektromagnetik yang cepat daripada versi sebelumnya sehingga membuatnya lebih cepat dan efisien dalam pengiriman data. Frekuensi elektromagnetik yang terdapat pada 5G menciptakan area yakni medan elektromagnetik atau Electromagnetic Field (EMF). Sebagian orang percaya bahwa EMF inilah yang mengakibatkan permasalahan kesehatan pada manusia dan hewan, sehingga mereka menganggap jaringan 5G berbahaya. Meski begitu, anggapan ini tidak didukung bukti ilmiah yang kuat.
Bersumber dari artikel kesehatan healthline.com, penelitian mengenai efek jaringan 5G pada manusia telah dilakukan sekitar tahun 2017 hingga yang terbaru tahun 2021. Efek 5G yang ditemukan di antaranya adalah pemanasan jaringan sel pada manusia, gangguan kognitif, dan kanker. Meski demikian, para peneliti belum mendapatkan konklusi yang konsisten, penelitian lebih lanjut masih perlu dilalukan. Hasil ini juga berlaku pada hewan, bahwa para peneliti masih perlu melalukan kajian lebih lanjut mengenai efek jaringan 5G pada hewan.
Klaim orang yang sudah divaksin akan mendapat efek negatif dari jaringan 5G juga tidak benar. Vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh manusia tidak akan menghasilkan gelombang elektromagnetik yang akan terhubung dengan jaringan 5G. Hoax ini telah dibantah berkali-kali utamanya berkaitan dengan kesalah pahaman bahwa vaksin Covid-19 mengandung microchip magnetik. Fakta sebenarnya adalah vaksin Covid-19 tidak mengandung bahan logam jenis apapun.
Pada video berdurasi 33 detik memperlihatkan beberapa cuplikan gambar, yang mana cuplikan pertama memperlihatkan orang memakai hazmat dan sedang memungut burung mati. Setelah dilakukan penelusuran menggunakan reverse image, gambar yang sama ditemukan di artikel bbc.com, yang membahas misteri kematian 3000 burung di Arkansas, Amerika Serikat, tahun 2011. Dilansir dari cnn.com, komisi perikanan Arkansas menyebut kematian massal disebabkan “blunt force trauma” yakni benturan burung-burung tersebut pada obyek keras seperti rumah, pohon, tiang listrik, saat mereka beterbangan.
Cuplikan gambar berikutnya pada video adalah fenomena kematian massal burung jalak di Huijgenspark, Den Haag, Belanda pada Oktober 2018. Fenomena ini beberapa tahun lalu juga menjadi konspirasi yang dikaitkan dengan efek jaringan 5G. Namun, klaim ini telah dibantah oleh otoritas setempat.
Menurut lembaga penelitian Wageningen Bioveterinary Research (WUF), menyebut kemungkinan besar penyebab utama kematian adalah keracunan buah yew. Lebih lanjut, biro antena pemerintah Belanda menyebut tidak ada pemasangan antena 5G di dekat taman Huijgenspark. Selain itu semua tiang transmisi di Belanda terikat oleh standar keselamatan serta pengukuran radiasi telah di bawah standar keselamatan.
Adapun cuplikan gambar yang memperlihatkan bebek mencelupkan kepalanya di air untuk menghindari radiasi, juga tidak benar. Perilaku bebek-bebek tersebut adalah hal yang alamiah. Bebek tersebut berjenis “Dabbling Duck” atau disebut bebek perenang. Mereka hidup di daerah air dangkal dan sesekali mencelupkan kepalanya di air untuk mengambil makanan seperti ikan atau serangga.
Mallards, northern shovelers, American wigeons, gadwalls, and cinnamon teals, semuanya termasuk spesies bebek perenang.
Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan, klaim hewan Mati bergelimpangan karena efek radiasi 5G adalah HOAX dan termasuk kategori Konten yang Menyesatkan.
Lebih lanjut, narasi yang ditampilkan dalam postingan menambahkan klaim bahwa radiasi 5G juga berbahaya bagi manusia serta orang-orang yang sudah divaksin.
Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut semua klaim tersebut tidaklah benar.
Jaringan 5G merupakan teknologi nirkabel terbaru yang membawa frekuensi elektromagnetik yang cepat daripada versi sebelumnya sehingga membuatnya lebih cepat dan efisien dalam pengiriman data. Frekuensi elektromagnetik yang terdapat pada 5G menciptakan area yakni medan elektromagnetik atau Electromagnetic Field (EMF). Sebagian orang percaya bahwa EMF inilah yang mengakibatkan permasalahan kesehatan pada manusia dan hewan, sehingga mereka menganggap jaringan 5G berbahaya. Meski begitu, anggapan ini tidak didukung bukti ilmiah yang kuat.
Bersumber dari artikel kesehatan healthline.com, penelitian mengenai efek jaringan 5G pada manusia telah dilakukan sekitar tahun 2017 hingga yang terbaru tahun 2021. Efek 5G yang ditemukan di antaranya adalah pemanasan jaringan sel pada manusia, gangguan kognitif, dan kanker. Meski demikian, para peneliti belum mendapatkan konklusi yang konsisten, penelitian lebih lanjut masih perlu dilalukan. Hasil ini juga berlaku pada hewan, bahwa para peneliti masih perlu melalukan kajian lebih lanjut mengenai efek jaringan 5G pada hewan.
Klaim orang yang sudah divaksin akan mendapat efek negatif dari jaringan 5G juga tidak benar. Vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh manusia tidak akan menghasilkan gelombang elektromagnetik yang akan terhubung dengan jaringan 5G. Hoax ini telah dibantah berkali-kali utamanya berkaitan dengan kesalah pahaman bahwa vaksin Covid-19 mengandung microchip magnetik. Fakta sebenarnya adalah vaksin Covid-19 tidak mengandung bahan logam jenis apapun.
Pada video berdurasi 33 detik memperlihatkan beberapa cuplikan gambar, yang mana cuplikan pertama memperlihatkan orang memakai hazmat dan sedang memungut burung mati. Setelah dilakukan penelusuran menggunakan reverse image, gambar yang sama ditemukan di artikel bbc.com, yang membahas misteri kematian 3000 burung di Arkansas, Amerika Serikat, tahun 2011. Dilansir dari cnn.com, komisi perikanan Arkansas menyebut kematian massal disebabkan “blunt force trauma” yakni benturan burung-burung tersebut pada obyek keras seperti rumah, pohon, tiang listrik, saat mereka beterbangan.
Cuplikan gambar berikutnya pada video adalah fenomena kematian massal burung jalak di Huijgenspark, Den Haag, Belanda pada Oktober 2018. Fenomena ini beberapa tahun lalu juga menjadi konspirasi yang dikaitkan dengan efek jaringan 5G. Namun, klaim ini telah dibantah oleh otoritas setempat.
Menurut lembaga penelitian Wageningen Bioveterinary Research (WUF), menyebut kemungkinan besar penyebab utama kematian adalah keracunan buah yew. Lebih lanjut, biro antena pemerintah Belanda menyebut tidak ada pemasangan antena 5G di dekat taman Huijgenspark. Selain itu semua tiang transmisi di Belanda terikat oleh standar keselamatan serta pengukuran radiasi telah di bawah standar keselamatan.
Adapun cuplikan gambar yang memperlihatkan bebek mencelupkan kepalanya di air untuk menghindari radiasi, juga tidak benar. Perilaku bebek-bebek tersebut adalah hal yang alamiah. Bebek tersebut berjenis “Dabbling Duck” atau disebut bebek perenang. Mereka hidup di daerah air dangkal dan sesekali mencelupkan kepalanya di air untuk mengambil makanan seperti ikan atau serangga.
Mallards, northern shovelers, American wigeons, gadwalls, and cinnamon teals, semuanya termasuk spesies bebek perenang.
Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan, klaim hewan Mati bergelimpangan karena efek radiasi 5G adalah HOAX dan termasuk kategori Konten yang Menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Ani Nur MR (Universitas Airlangga).
Informasi Palsu. Tidak ada bukti yang kuat bahwa efek jaringan 5G menyebabkan gangguan kesehatan ataupun kematian pada manusia dan hewan. Penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan.
Informasi Palsu. Tidak ada bukti yang kuat bahwa efek jaringan 5G menyebabkan gangguan kesehatan ataupun kematian pada manusia dan hewan. Penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan.
Rujukan
- https://www.healthline.com/health/is-5g-harmful#does-it-affect-health
- https://www.omroepwest.nl/nieuws/3716837/Weer-grote-groep-dode-spreeuwen-gevonden-in-Haags-Huijgenspark
- https://www.google.com/amp/s/mobile.reuters.com/article/amp/idUSKCN22A3D9
- https://www.bbc.com/news/world-us-canada-12135380
- http://edition.cnn.com/2011/US/01/27/arkansas.bird.mystery/index.html
- https://www.treehugger.com/fun-facts-about-ducks-4043231
- https://www.kompas.com/tren/read/2021/07/26/173000665/-hoaks-bekas-suntikan-vaksin-menimbulkan-radiasi-elektromagnet
Halaman: 6654/8684



