“INFO UP DATE
Vaksin di adakan setiap:
Hari. : Senin smp Jumat
waktu : Jam 07.00 – 14.00
Tempat : Gedung Gradika Bakti
Alamat. : Jln.Pahlawan no 9 Smg
Syarat. : Hanya bawa KTP, bisa langsung datang dan daftar nti akan di berikan no antrian
Kuota. : 1000 Orang/ hari
Usia. : 18 tahun smp 59 th
Untuk sejateng,jadi saudara teman yg di jateng bisa daftar.
Vaksin pertama dan ke 2 tempat harus sm.
Tempat nyaman,meskipun kuota 1000 tp yg melayani banyak, jadi aman dan nyaman
🌹Vaksinn mulai hari ini smp Desember🌹
Monggo yg mo vaksin 1 ato 2 saget”
[SALAH] Vaksin di Gedung Gradika Bakti ditujukan untuk 18-59 Tahun
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 24/08/2021
Berita
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook bernama Riana Lestari pada 14 Agustus 2021 memunggah informasi vaksin yang diselenggarakan di Gedung Gradika Bakti jam 07.00 – 14.00 dengan syarat hanya membawa KTP pada kesempatan ini vaksin diperuntukkan usia 18 tahun sampai 58 tahun.
Sentra Vaksinasi Jawa Tengah yang berlokasi di Gedung Gradhika Bakti Praja, Jl. Pahlawan No.9, Mugassari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang mengadakan vaksinasi yang memprioritaskan Pralansia (40-59 tahun) dan Lansia (≥60 tahun). Pendamping (≥18 tahun) hanya diperbolehkan mengikuti vaksinasi jika mendampingi 2 orang Lansia (≥60 tahun) ketika mendaftar.
Saat pelaksanaan vaksin harus wajib membawa KTP asli dan Bukti Pendaftaran (QR Code) yang didapat setelah pendaftaran berhasil, serta pastikan dalam kondisi sehat dan selalu menggunakan masker.
Dengan demikian informasi Sentra Vaksinasi Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bakti ditujukan kepada usia 18-59 salah. Vaksinasi diprioritaskan untuk Pralansia (40-59 tahun) dan Lansia (≥60 tahun) sedangkan untuk (≥18 tahun) baru diperbolehkan jika mendampingi 2 Lansia saat mendaftar dapat disimpulkan hal tersebut masuk dalam kategori konten yang salah.
Sentra Vaksinasi Jawa Tengah yang berlokasi di Gedung Gradhika Bakti Praja, Jl. Pahlawan No.9, Mugassari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang mengadakan vaksinasi yang memprioritaskan Pralansia (40-59 tahun) dan Lansia (≥60 tahun). Pendamping (≥18 tahun) hanya diperbolehkan mengikuti vaksinasi jika mendampingi 2 orang Lansia (≥60 tahun) ketika mendaftar.
Saat pelaksanaan vaksin harus wajib membawa KTP asli dan Bukti Pendaftaran (QR Code) yang didapat setelah pendaftaran berhasil, serta pastikan dalam kondisi sehat dan selalu menggunakan masker.
Dengan demikian informasi Sentra Vaksinasi Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bakti ditujukan kepada usia 18-59 salah. Vaksinasi diprioritaskan untuk Pralansia (40-59 tahun) dan Lansia (≥60 tahun) sedangkan untuk (≥18 tahun) baru diperbolehkan jika mendampingi 2 Lansia saat mendaftar dapat disimpulkan hal tersebut masuk dalam kategori konten yang salah.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Luthfiyah Oktari Jasmien (UIN Raden Mas Said Surakarta).
Vaksinasi diprioritaskan untuk Pralansia (40-59 tahun) dan Lansia (≥60 tahun) sedangkan untuk (≥18 tahun) baru diperbolehkan jika mendampingi 2 Lansia saat mendaftar.
Vaksinasi diprioritaskan untuk Pralansia (40-59 tahun) dan Lansia (≥60 tahun) sedangkan untuk (≥18 tahun) baru diperbolehkan jika mendampingi 2 Lansia saat mendaftar.
Rujukan
[SALAH] Foto “Pria gay di Iran beberapa menit sebelum mereka digantung”
Sumber: Twitter.comTanggal publish: 24/08/2021
Berita
Akun Twitter 99% OPPRESSED (WIKILEAKS) (twitter.com/Truthfully83) pada 13 Agustus 2021 mengunggah sebuah foto dengan narasi:
“Gay men in Iran. Few minutes before they were hanged. That is what their law says. Capital punishment by death for homosexuality.” atau jika diterjemahkan: “Pria gay di Iran. Beberapa menit sebelum mereka digantung. Itulah yang dikatakan hukum mereka. Hukuman mati untuk homoseksualitas.”
“Gay men in Iran. Few minutes before they were hanged. That is what their law says. Capital punishment by death for homosexuality.” atau jika diterjemahkan: “Pria gay di Iran. Beberapa menit sebelum mereka digantung. Itulah yang dikatakan hukum mereka. Hukuman mati untuk homoseksualitas.”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, adanya foto yang diklaim sebagai foto pria gay di Iran beberapa menit sebelum mereka dihukum gantung merupakan konten yang salah.
Faktanya, bukan di Iran. Foto itu memperlihatkan teatrikal dalam sebuah demonstrasi di Berlin, Jerman pada 4 Februari 2013.
Foto yang identik diunggah di situs reuters.com pad artikel yang berjudul “Iran’s Salehi says U.S. is changing approach to Tehran” yang terbit pada 4 Februari 2013. Foto itu diberi keterangan “People stage a mock hanging as they protest outside German Council on Foreign Relations in Berlin February 4, 2013, where Iran’s Foreign Minister Ali Akbar Salehi’s is due to deliver a speech.” atau yang jika diterjemahkan:
“Orang-orang menyimulasikan hukuman gantung saat mereka memprotes di luar Dewan Hubungan Luar Negeri Jerman di Berlin 4 Februari 2013, di mana Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi akan menyampaikan pidato.”
Faktanya, bukan di Iran. Foto itu memperlihatkan teatrikal dalam sebuah demonstrasi di Berlin, Jerman pada 4 Februari 2013.
Foto yang identik diunggah di situs reuters.com pad artikel yang berjudul “Iran’s Salehi says U.S. is changing approach to Tehran” yang terbit pada 4 Februari 2013. Foto itu diberi keterangan “People stage a mock hanging as they protest outside German Council on Foreign Relations in Berlin February 4, 2013, where Iran’s Foreign Minister Ali Akbar Salehi’s is due to deliver a speech.” atau yang jika diterjemahkan:
“Orang-orang menyimulasikan hukuman gantung saat mereka memprotes di luar Dewan Hubungan Luar Negeri Jerman di Berlin 4 Februari 2013, di mana Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi akan menyampaikan pidato.”
Kesimpulan
BUKAN di Iran. Faktanya, foto itu memperlihatkan teatrikal dalam sebuah demonstrasi di Berlin, Jerman pada 4 Februari 2013.
Rujukan
[SALAH] Jokowi Lepas Baju PDIP, Megawati Murka
Sumber: Youtube.comTanggal publish: 23/08/2021
Berita
“JOKOWI LEPAS BAJU PDIP. MEGAWATI MARAH JOKOWI TAK MAU LAKUKAN INI”
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah video Youtube dengan thumbnail/gambar sampul video Presiden Jokowi melepas seragam PDIP. Foto tersebut juga ditambahkan sedikit narasi yang menyatakan bahwa Megawati murka Jokowi lakukan ini. Video ini pun telah ditonton sebanyak 12 ribu kali dan berhasil mendapatkan banyak reaksi dari masyarakat.
Namun narasi yang menyebutkan bahwa Megawati murka kepada Jokowi karena melepas baju PDIP adalah informasi keliru. Faktanya foto Jokowi melepas baju/jas merah pada thumbnail tersebut adalah foto hasil editan.
Melalui pencarian gambar Google, foto asli yang digunakan tersebut adalah foto Megawati bersama Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) saat pendaftaran calon gubernur DKI Jakarta di tahun 2016. Melansir dari media CNN Indonesia, sesaat usai menyerahkan berkas pencalonan bakal cagub dan cawagub bersama Djarot Saiful Hidayat, Ahok kemudian memakai jas merah yang telah diberikan oleh Megawati.
Sementara jika melihat dari isi keseluruhan video, tidak ada satu pun informasi yang menyebutkan terkait kemarahan Megawati kepada Presiden Jokowi seperti yang dituliskan di dalam judul video. Video tersebut ternyata berisi narasi yang membahas terkait elektabilitas tokoh-tokoh yang diperkirakan akan maju pada Pilpres tahun 2024 mendatang.
Jadi dapat disimpulkan bahwa gambar video yang menyatakan bahwa Megawati murka Jokowi lepas baju PDIP adalah hoaks kategori manipulated content atau konten yang dimanipulasi.
Namun narasi yang menyebutkan bahwa Megawati murka kepada Jokowi karena melepas baju PDIP adalah informasi keliru. Faktanya foto Jokowi melepas baju/jas merah pada thumbnail tersebut adalah foto hasil editan.
Melalui pencarian gambar Google, foto asli yang digunakan tersebut adalah foto Megawati bersama Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) saat pendaftaran calon gubernur DKI Jakarta di tahun 2016. Melansir dari media CNN Indonesia, sesaat usai menyerahkan berkas pencalonan bakal cagub dan cawagub bersama Djarot Saiful Hidayat, Ahok kemudian memakai jas merah yang telah diberikan oleh Megawati.
Sementara jika melihat dari isi keseluruhan video, tidak ada satu pun informasi yang menyebutkan terkait kemarahan Megawati kepada Presiden Jokowi seperti yang dituliskan di dalam judul video. Video tersebut ternyata berisi narasi yang membahas terkait elektabilitas tokoh-tokoh yang diperkirakan akan maju pada Pilpres tahun 2024 mendatang.
Jadi dapat disimpulkan bahwa gambar video yang menyatakan bahwa Megawati murka Jokowi lepas baju PDIP adalah hoaks kategori manipulated content atau konten yang dimanipulasi.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)
Faktanya, gambar tersebut adalah gambar hasil editan. Di dalam video tidak ada informasi yang menyebutkan bahwa Megawati murla kepada Presiden Jokowi.
Faktanya, gambar tersebut adalah gambar hasil editan. Di dalam video tidak ada informasi yang menyebutkan bahwa Megawati murla kepada Presiden Jokowi.
Rujukan
Keliru, Video Milisi Taliban Menari untuk Merayakan Kemenangan
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 23/08/2021
Berita
Sebuah video sekelompok pria bersenjata tengah menari diklaim sebagai milisi Taliban yang sedang merayakan kemenangannya, diunggah ke Youtube pada 19 Agustus 2021. Berdurasi 1:02 menit, video itu menampakkan sejumlah pria berjoget sambil memegang senjata laras panjang.
“Tentara Taliban menari, merayakan kemenangannya merebut kembali negara Afganistan yang sudah 20 tahun dikuasai Amerika 2001-2021,” demikian keterangan pada video itu.
Video ini beredar setelah Taliban menguasai ibu kota Afghanistan, Kabul, pada 15 Agustus lalu.
Hasil Cek Fakta
Hasil pemeriksaan fakta oleh Tempo menunjukkan, video tersebut bukan tentara Taliban yang menari untuk merayakan kemenangannya atas Afganistan.
Untuk memverifikasi video tersebut, Tempo memfragmentasi video ke dalam sejumlah gambar, lalu menelusurinya dengan reverse image tool milik Google dan Yandex. Melalui cara ini, Tempo mendapatkan satu kanal Youtube yang mempublikasikan video tersebut pada 3 April 2021.
Video itu diunggah oleh kanal pie- pieceofinformation dan diberi judul When You invite Your PUBG friends On Your Wedding| Pakhtoon culture| Sorosh Moheb - Afshari Remix. Kanal ini memberikan lokasi di Peshawar, ibu kota negara Pakistan.
Namun beberapa komentar, menyebut bahwa event dalam video ini bukan di Peshawar, melainkan di Bannu, sebuah kota di Distrik Bannu, di Khyber Pakhtunkhwa selatan, Pakistan.
Dalam keterangannya tertulis beberapa kata antara lain tarian pernikahan Pashto, Attan, tarian senjata, budaya Pakhtoon, lagu pashto.
Dengan petunjuk itu, Tempo menelusuri Youtube dengan kata kunci “Pashto Bannu Wedding Dance” dan menemukan beberapa kanal mengunggah video yang sama.
Kesimpulan
Dari pemeriksaan fakta di atas, Tempo menyimpulkan video yang diklaim tentara Taliban menari merayakan kemenangannya merebut Afghanistan, adalah keliru. Video ini adalah tarian dalam acara pernikahan yang berlangsung di Kota Bannu, Pakistan, pada sekitar akhir Maret 2021.
Tim Cek Fakta Tempo
Rujukan
Halaman: 6652/8684



