Kabar tentang mi instan Sarimi rasa bipang beredar di media sosial. Kabar tersebut beredar lewat sebuah foto yang diunggah akun Facaebook Alessandro Hutapea pada 25 Mei 2021.
Akun Facebook Alessandro Hutapea mengunggah foto kemasan mi instan Sarimi bertuliskan "RASA BIPANG". Akun Facebook Alessandro Hutapea kemudian menambahkan narasi dalam konten yang diunggahnya.
"Media kekinian Merekah tanpa batas, bahkan tak ada yang berani memprotes jika media memutarbalikkan fakta, Media membuat muslihat tipu daya, yang buruk menjadi mulia, dan yang mulia menjadi buruk rupa. Luar biasa kuatnya opini yang dibentuk media sehingga dapat mempengaruhi perekonomian, perpolitikan, sosial, budaya sebuah bangsa...
~Mystic" tulis akun Facebook Alessandro Hutapea.
Konten yang diunggah akun Facebook Alessandro Hutapea telah 22 kali direspons dan mendapat 33 komentar warganet.
[SALAH] Mi Instan Sarimi Rasa Bipang
Sumber: FacebookTanggal publish: 02/06/2021
Berita
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar tentang mi instan Sarimi rasa bipang. Penelusuran dilakukan dengan mengunjungi situs Sarimi di situs indofood.com.
Hasilnya dalam situs tersebut tidak ada mi instan Sarimi rasa bipang. Dalam situs indofood.com Sarimi memiliki 14 rasa. Di antaranya rasa sate ayam, pecel, ayam bawang, soto koya, hingga extra spicy.
Hasilnya dalam situs tersebut tidak ada mi instan Sarimi rasa bipang. Dalam situs indofood.com Sarimi memiliki 14 rasa. Di antaranya rasa sate ayam, pecel, ayam bawang, soto koya, hingga extra spicy.
Kesimpulan
Kabar tentang mi instan Sarimi rasa bipang ternyata tidak benar. Faktanya, Sarimi tidak pernah mengeluarkan varian mi instan rasa bipang. Foto yang disebarkan akun Facebook Alessandro Hutapea diduga merupakan hasil rekayasa digital atau editan.
Rujukan
[SALAH] Piramida Giza di Mesir Menampilkan Pancaran Lampu Bergambar Bendera Palestina
Sumber: twitter.comTanggal publish: 02/06/2021
Berita
[diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia]
“Mesir menampilkan bendera Palestina di piramida”
“Mesir menampilkan bendera Palestina di piramida”
Hasil Cek Fakta
Pengguna Twitter dengan nama pengguna Arabbeu mengunggah sebuah foto yang menunjukkan penampakan Piramida Giza di malam hari. Dalam foto tersebut, tampak Piramida Giza tengah menampilkan pancaran lampu bergambar bendera Palestina.
Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut merupakan hasil suntingan. Foto asli pertama kali diunggah oleh seorang fotografer bernama Ayah Ahmed pada 18 Agustus 2014 yang lalu, dengan judul karya “Sound and Light – Pyramids of Giza” atau “Suara dan Cahaya – Piramida Giza”. Melansir dari AFP, Kepala Pengurus Situs Bersejarah Giza, Ashraf Mohi menegaskan bahwa tidak ada penampilan pancaran lampu bergambar bendera Palestina di Piramida Giza.
Artikel dengan topik serupa juga pernah dimuat dalam situs AFP dengan judul artikel “This Image of the Giza Pyramids Lit with the Palestinian Flag Is Doctored”.
Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh pengguna Twitter dengan nama pengguna Arabbeu tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Dimanipulasi/Manipulated Content
Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut merupakan hasil suntingan. Foto asli pertama kali diunggah oleh seorang fotografer bernama Ayah Ahmed pada 18 Agustus 2014 yang lalu, dengan judul karya “Sound and Light – Pyramids of Giza” atau “Suara dan Cahaya – Piramida Giza”. Melansir dari AFP, Kepala Pengurus Situs Bersejarah Giza, Ashraf Mohi menegaskan bahwa tidak ada penampilan pancaran lampu bergambar bendera Palestina di Piramida Giza.
Artikel dengan topik serupa juga pernah dimuat dalam situs AFP dengan judul artikel “This Image of the Giza Pyramids Lit with the Palestinian Flag Is Doctored”.
Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh pengguna Twitter dengan nama pengguna Arabbeu tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Dimanipulasi/Manipulated Content
Kesimpulan
Foto tersebut merupakan hasil suntingan. Foto asli pertama kali diunggah oleh seorang fotografer bernama Ayah Ahmed pada 18 Agustus 2014 yang lalu.
Rujukan
- https://commons.wikimedia.org/wiki/File:%D8%A7%D9%84%D8%B5%D9%88%D8%AA_%D9%88%D8%A7%D9%84%D8%B6%D9%88%D8%A1_%D8%A7%D9%87%D8%B1%D8%A7%D9%85%D8%A7%D8%AA_%D8%A7%D9%84%D8%AC%D9%8A%D8%B2%D8%A9.jpg#/media/File:الصوتوالضوءاهرامات_الجيزة.jpg
- https://factcheck.afp.com/image-giza-pyramids-lit-palestinian-flag-doctored
- https://turnbackhoax.id/wp-content/uploads/2021/06/photo_2021-06-02_17-12-21-678x381.jpg
[SALAH] Video “Roket² al qassam menghantam wilayah Israel.. kejadian baru diperkirakan 650 korban Yahudi”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 02/06/2021
Berita
Akun Facebook Cempaka (fb.com/100062785002805) pada 14 Mei 2021 mengunggah sebuah video yang memperlihatkan sebuah kebakaran besar dengan narasi sebagai berikut:
“Roket² al qassam menghantam wilayah Israel.. kejadian baru diperkirakan 650 korban Yahudi..”
“Roket² al qassam menghantam wilayah Israel.. kejadian baru diperkirakan 650 korban Yahudi..”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, adanya video yang memperlihatkan sebuah kebakaran besar yang diklaim sebagai akibat roket yang menghantam wilayah Israel adalah konten yang salah.
Faktanya, bukan serangan roket di wilayah Israel. Kejadian di video itu sebenarnya adalah kebakaran besar yang terjadi di pipa minyak mentah Shuqair-Mostorod, Mesir pada tahun 2020.
Video yang identik, diunggah di kanal Youtube Global News pada 15 Juli 2020 dengan judul “Cars set ablaze after massive fire breaks out along pipeline in Egypt”.
Menurut keterangan di kanal tersebut, kebakaran besar itu terjadi di pipa minyak mentah Shuqair-Mostorod, Mesir. Dugaan awal, percikan api berasal dari mobil yang melaju di sepanjang jalan. Padahal, di jalan tersebut terdapat minyak yang keluar dari kebocoran pipa.
Dilansir dari JawaPos yang mengutip Reuters, katup pipa segera ditutup di sekitar area kobaran api dan api dapat dikendalikan. Namun, tidak ada penjelasan langsung dari pihak berwenang tentang penyebab pipa yang terletak sekitar 1,5 meter atau 5 kaki di dalam tanah itu bocor.
Beberapa saksi mata di tempat kejadian mengatakan, ada sekitar dua lusin mobil yang terbakar. Juru Bicara Kementerian Perminyakan Mesir Hamdy Abd El Aziz menyatakan bahwa pihaknya telah menutup pipa dan jalan ketika kebocoran ditemukan. Tetapi, pengendara tetap nekat melintas sehingga memicu kebakaran.
Dia tidak mengatakan secara detail kapan pengoperasian pipa dilanjutkan. Dia juga menolak untuk mengatakan bagaimana pipa bawah tanah bisa rusak. Dalam keterangan lain, jaksa penuntut mengirim tim untuk menyelidiki kasus kebakaran hebat atas pipa yang mengalir dari pelabuhan minyak di Laut Merah Shuqair ke kompleks Egyptian Refining Co (ERC) di Mostorod, Greater Cairo, itu.
Faktanya, bukan serangan roket di wilayah Israel. Kejadian di video itu sebenarnya adalah kebakaran besar yang terjadi di pipa minyak mentah Shuqair-Mostorod, Mesir pada tahun 2020.
Video yang identik, diunggah di kanal Youtube Global News pada 15 Juli 2020 dengan judul “Cars set ablaze after massive fire breaks out along pipeline in Egypt”.
Menurut keterangan di kanal tersebut, kebakaran besar itu terjadi di pipa minyak mentah Shuqair-Mostorod, Mesir. Dugaan awal, percikan api berasal dari mobil yang melaju di sepanjang jalan. Padahal, di jalan tersebut terdapat minyak yang keluar dari kebocoran pipa.
Dilansir dari JawaPos yang mengutip Reuters, katup pipa segera ditutup di sekitar area kobaran api dan api dapat dikendalikan. Namun, tidak ada penjelasan langsung dari pihak berwenang tentang penyebab pipa yang terletak sekitar 1,5 meter atau 5 kaki di dalam tanah itu bocor.
Beberapa saksi mata di tempat kejadian mengatakan, ada sekitar dua lusin mobil yang terbakar. Juru Bicara Kementerian Perminyakan Mesir Hamdy Abd El Aziz menyatakan bahwa pihaknya telah menutup pipa dan jalan ketika kebocoran ditemukan. Tetapi, pengendara tetap nekat melintas sehingga memicu kebakaran.
Dia tidak mengatakan secara detail kapan pengoperasian pipa dilanjutkan. Dia juga menolak untuk mengatakan bagaimana pipa bawah tanah bisa rusak. Dalam keterangan lain, jaksa penuntut mengirim tim untuk menyelidiki kasus kebakaran hebat atas pipa yang mengalir dari pelabuhan minyak di Laut Merah Shuqair ke kompleks Egyptian Refining Co (ERC) di Mostorod, Greater Cairo, itu.
Kesimpulan
BUKAN serangan roket di wilayah Israel. Kejadian di video itu sebenarnya adalah kebakaran besar yang terjadi di pipa minyak mentah Shuqair-Mostorod, Mesir pada tahun 2020.
Rujukan
Keliru, Klaim Ini Video Pemakaman Palsu Warga Palestina yang Jadi Korban Serangan Israel
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 02/06/2021
Berita
Video yang memperlihatkan sejumlah pria yang sedang mengusung mayat dengan tandu beredar di Facebook. Saat terdengar suara sirine, para pria itu malah menurunkan mayat tersebut dan kabur. Tak lama kemudian, orang yang menjadi mayat, yang ternyata masih hidup, itu juga terbangun dan kabur. Video ini diklaim sebagai video pemakaman palsu warga Palestina yang menjadi korban serangan Israel.
Akun ini membagikan video tersebut pada 12 Mei 2021. Aku itu menulis, "Penduduk Gaza Palestina membawa jenazah korban serangan Israel, dan ketika tiba-tiba ada sirine serangan udara, pengusung jenazah bubar, jenazahnya bangun melepas kafan dan kabur menyelamatkan diri.... wkwkwk." Hingga artikel ini dimuat, video dalam unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 350 kali.
Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim keliru terkait video yang diunggahnya. Video itu tidak ada kaitannya dengan konflik Israel-Palestina.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan verifikasi Tim CekFakta Tempo, video tersebut telah beredar di internet sejak Maret 2020 dan tidak terkait dengan konflik antara Israel dan Palestina yang memanas baru-baru ini. Video itu sengaja dibuat oleh sejumlah anak muda di Yordania pada 2020 saat otoritas setempat memberlakukan karantina dan jam malam untuk mencegah penularan Covid-19.
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut menjadi sejumlah gambar dengantoolInVID. Selanjutnya, gambar-gambar itu ditelusuri denganreverse image toolGoogle dan Yandex.
Hasilnya, ditemukan bahwa video tersebut pernah diunggah ke YouTube oleh kanal Jordan Trend pada 24 Maret 2020 dengan judul dalam Bahasa Arab yang jika diterjemahkan berarti “Pemakaman Palsu Selama Karantina Rumah di Yordania”. Video yang identik juga pernah diunggah ke YouTube oleh kanal Nicos Vlogs pada 26 Maret 2020 dengan judul "Pemakaman Palsu di Yordania, untuk Melanggar Jam Malam Virus Corona".
Situs media berbahasa Arab Alroeya.com pun pernah memuat video yang sama pada 24 Maret 2020 dalam artikelnya yang berjudul "Video pemakaman palsu untuk melanggar larangan di Yordania, dan sirine polisi membuat 'jenazah' kembali ke rumahnya".
Menurut Alroeya.com, video sekelompok orang di Yordania yang membawa mayat dengan tandu ke pemakaman untuk menguburkan mayat tersebut beredar di Twitter. Ternyata, video itu hanyalah video sekelompok anak muda yang berusaha melanggar larangan yang diberlakukan oleh otoritas Yordania karena khawatir akan merebaknya virus Corona.
Penjelasan yang sama dimuat oleh Alhurra.com. Video itu menunjukkan para pemuda yang mencoba melanggar jam malam yang diberlakukan oleh otoritas Yordania, dengan mengadakan pemakaman palsu. Saat mendengar sirine mobil polisi, mereka melarikan diri, meninggalkan orang yang berperan sebagai mayat di jalanan, yang ikut melarikan diri beberapa saat kemudian.
Dilansir dari In-24.com, pada 10 Mei 2021 lalu, video itu disebarkan kembali oleh penasihat Menteri Luar Negeri Israel, Dan Poraz, di Twitter. Dia menuduh warga Palestina memicu kekerasan dengan menggelar pemakaman palsu. Untuk mendukung klaimnya, dia membagikan video tersebut. “Haruskah kita tertawa atau menangis?” ujarnya. Video ini pun dibagikan oleh para warganet. Mereka menuduh Hamas telah memasang taktik untuk menimbulkan kemarahan komunitas internasional.
Namun, seperti dikutip dari AFP, peristiwa dalam video itu tidak ada hubungannya dengan meletusnya kekerasan di Jalur Gaza, Palestina. Video ini, yang direkam di Yordania, menunjukkan anak-anak muda yang menggunakan dalih pemakaman palsu untuk melarikan diri dari karantina yang diberlakukan karena pandemi Covid-19. Poraz pun menghapus cuitannya sekitar 18-20 Mei.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video tersebut adalah video pemakaman palsu warga Palestina yang menjadi korban serangan Israel, keliru. Video itu telah beredar sejak Maret 2020 dan tidak terkait dengan konflik Israel dan Palestina. Video itu sengaja dibuat sejumlah pemuda di Yordania yang menggunakan dalih pemakaman palsu untuk melarikan diri dari kebijakan karantina yang diberlakukan pemerintah setempat di tengah pandemi Covid-19.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/palestina
- https://archive.ph/qjvuW
- https://www.tempo.co/tag/yordania
- https://www.youtube.com/watch?v=C3PCfYOFqoQ
- https://www.youtube.com/watch?v=sE-U03MKGow
- https://www.alroeya.com/130-41/2122385-%D8%A8%D8%A7%D9%84%D9%81%D9%8A%D8%AF%D9%8A%D9%88-%D8%AC%D9%86%D8%A7%D8%B2%D8%A9-%D9%85%D8%B2%D9%8A%D9%81%D8%A9-%D9%84%D9%83%D8%B3%D8%B1-%D8%A7%D9%84%D8%AD%D8%B8%D8%B1-%D9%81%D9%8A-%D8%A7%D9%84%D8%A3%D8%B1%D8%AF%D9%86-%D9%88%D8%B5%D8%A7%D9%81%D8%B1%D8%A9-%D8%A7%D9%84%D8%B4%D8%B1%D8%B7%D8%A9-%D8%AA%D8%B1%D8%AF-%D8%A7%D9%84%D9%85%D9%8A%D8%AA-%D8%A5%D9%84%D9%89-%D9%85%D9%86%D8%B2%D9%84%D9%87
- https://www.tempo.co/tag/virus-corona
- https://www.alhurra.com/palestine/2021/05/19/%D8%A5%D8%B6%D8%A7%D8%A1%D8%A9-%D8%A8%D8%B1%D8%AC-%D8%A7%D9%84%D9%82%D8%A7%D9%87%D8%B1%D8%A9-%D9%88%D8%AC%D9%86%D8%A7%D8%B2%D8%A9-%D9%88%D9%87%D9%85%D9%8A%D8%A9-%D8%A3%D8%AE%D8%A8%D8%A7%D8%B1-%D9%85%D8%B2%D9%8A%D9%81%D8%A9-%D8%BA%D8%B2%D8%A9-%D8%AA%D9%86%D8%AA%D8%B4%D8%B1-%D9%85%D9%88%D8%A7%D9%82%D8%B9-%D8%A7%D9%84%D8%AA%D9%88%D8%A7%D8%B5%D9%84
- https://www.tempo.co/tag/covid-19
- https://www.tempo.co/tag/israel
Halaman: 6680/8582
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3469357/original/029287500_1622457207-Sarimi1.jpg)


