• Keliru, Klaim Video Luhut Perintahkan Semua Masjid Disegel

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 03/08/2021

    Berita


    Video bangunan yang diklaim sebagai masjid ditutup balok kayu pada bagian pintunya beredar di media sosial. Video tersebut dibagikan dengan narasi bahwa Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memerintahkan semua masjid wajib.
    Di Facebook, video tersebut dibagikan akun ini pada 31 Juli 2021. Akun inipun menuliskan narasi:
    “VIRAL HARI INIBIADAB !! LUHUT PERINTAHKAN SEMUA MASJID WAJIB D SEGEL! LUHUT PKI ~ NEWS”.
    Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah mendapat lebih dari 2000 komentar dan dibagikan lebih dari 400.000 kali.
    Apa benar ini video Luhut saat memerintahkan semua masjid wajib disegel?
    Tangkapan layar video dengan klaim Video Luhut yang perintahkan semua masjid disegel

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo menelusuri pemberitaan terkait melalui swejumlah media kredibel. Hasilnya, tidak ditemukan pernyataan Luhut yang memerintahkan penyegelan semua masjid.
    Video identik pernah diunggah ke Youtube oleh kanal Poros Tengah pada 4 Juli 2021 dengan judul, “VIRAL HARI INI ~ BIADAB !! LUHUT PERINTAHKAN SEMUA MASJID WAJIB DI SEGEL ! LUHUT PKI ~ NEWS”.
    Dalam video berdurasi 11 menit dan 23 detik tersebut juga tidak ditemukan pernyataan Luhut yang mewajibkan menyegel masjid.
    Video itu hanya menampilkan thumbnail berupa gambar tangkapan layar dari situs berita, beritasatu.com yang dimuat pada 1 Juli 2021 dengan judul, “PPKM Darurat 3-20 Juli 2021, Tempat Ibadah Ditutup Sementara”. Artikel tersebut memuat foto Luhut.
    Gambar tangkapan layar tersebut ditampilkan pada bagian awal video yang diikuti dengan foto Jokowi. Selain gambar tangkapan layar, pada thumbnail video juga memuat gambar Ustad Abdul Somad (UAS).
    Situs beritasatu.com memang memuat artikel yang identik dengan gambar tangkapan layar pada thumbnail video di atas. Dalam artikelnya, Beritasatu.com memuat pernyataan Luhut tentang keputusan pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat pada 3-20 Juli 2021.
    Hal itu disampaikan Luhut dalam keterangan pers secara virtual Kamis, 1 Juli 2021. "Tempat ibadah apakah masjid, musala, gereja, pura, wihara, dan klenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah ditutup untuk sementara," katanya.
    Kemudian pada 10 Juli 2021 beritasatu.com memuat artikel dengan judul, “Revisi Aturan PPKM Darurat : Resepsi Ditiadakan, Tempat Ibadah Tak Ditutup”.
    Artikel tersebut menjelaskan bahwa pemerintah kembali merevisi aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Dalam aturan baru tersebut, tempat ibadah tidak lagi ditutup dan resepsi sepenuhnya ditiadakan.
    Perubahan itu tertuang dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) 19/2021 tentang Perubahan Ketiga Instruksi Mendagri 15/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat COVID-19 di Wilayah Jawa dan Bali.
    Adapun aturan yang dirubah huruf g dan huruf k adalah tentang penutupan tempat ibadah dan pelaksanaan resepsi pernikahan.
    Berikut perubahannya :
    Pada Huruf g, tempat ibadah (Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah), tidak mengadakan kegiatan peribadatan/ keagamaan berjamaah selama masa penerapan PPKM darurat dan mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah
    Kemudian pada Huruf k, pelaksanaan resepsi pernikahan ditiadakan selama penerapan PPKM Darurat.
    Dalam instruksi Mendagri 19/2021 itu tertulis aturan baru ini berlaku mulai 10 Juli sampai 20 Juli 2021. Instruksi baru ini sudah diteken oleh Mendagri Tito Karnavian.
    Dikutip dari Kompas.com, revisi Aturan PPKM Darurat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat terus berjalan sejak diberlakukan pada 3 Juli 2021, di tengah melonjaknya kasus Covid-19.
    Sejak kebijakan PPKM Darurat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat ditetapkan, pemerintah sudah merevisi sejumlah aturan pembatasan PPKM Darurat. Revisi itu dituangkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).
    Revisi aturan dalam penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 19 Tahun 2021.
    Adapun bagian yang direvisi yakni pada diktum ketiga huruf g dan k dalam Inmendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat di Wilayah Jawa dan Bali. Dalam Inmendagri yang baru poin g disebutkan bahwa masjid, gereja, pura, vihara, kelenteng dan tempat ibadah lainnya tidak lagi ditutup.
    Dilansir dari CNN Indonesia, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI merevisi aturan tempat ibadah agama selama PPKM darurat Jawa dan Bali diterapkan pada 3-20 Juli 2021. Pemerintah hanya meniadakan kegiatan keagamaan dari semula harus ditutup.
    Perubahan ini tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2021 tentang Perubahan Ketiga Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa Bali.
    Mengutip dokumen yang diberikan oleh Juru Bicara Kementerian Maritim dan Investasi Jodi Mahardi mengatakan perubahan aturan PPKM darurat Jawa Bali terkait dengan tempat ibadah dan acara resepsi pernikahan.
    Dirjen Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA juga telah mengonfirmasi aturan baru ini. Dalam aturan baru disebutkan tempat ibadah, seperti masjid, mushola, gereja, pura, vihara, dan klenteng tidak mengadakan kegiatan peribadatan atau keagamaan berjamaah selama penerapan PPKM darurat.
    "Dengan mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah," tulis salinan aturan tersebut, dikutip Ahad, 11 Juli 2021.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, video yang disertai klaim bahwa Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memerintahkan semua masjid disegel, keliru. Pernyataan Luhut alam keterangan pers secara virtual pada Kamis, 1 Juli lalu yang dimuat situs beritasatu.com yakni tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali pada 3-20 Juli 2021.
    Aturan PPKM Darurat kemudian mengalami beberapa perubahan yang tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2021. Salah satu aturan yang berubah yakni tempat ibadah termasuk masjid tidak ditutup. Revisi pertauran itu berlaku mulai 10 Juli sampai 20 Juli 2021.
    TIM CEK FAKTA TEMPO

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • Sesat, Klaim Video Air Keran Mengandung Covid-19

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 02/08/2021

    Berita


    Sebuah video yang memperlihatkan dua orang berseragam satpam tengah menguji alat tes rapid antigen dengan menggunakan air keran beredar di media sosial. Video tersebut dibagikan dengan narasi bahwa hasil uji alat rapid antigen menunjukkan air keran positif mengandung Covid-19.
    Di Facebook, video tersebut dibagikan akun ini pada 26 Juli 2021. Akun ini pun menuliskan narasi, “Viral satpam ini uji air keran pakai alat tes Covid19, hasilnya positif Covid19”.
    Dalam video berdurasi 3 menit itu terlihat seorang berpakaian satpam mengambil air keran dari kamar mandi. Disaksikan seorang rekannya, ia menuangkan air keran tersebut ke sebuah alat yang identik dengan alat rapid antigen. Beberapa saat kemudian alat tersebut menunjukkan hasil positif.
    Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah disaksikan lebih dari 5 ribu kali dan mendapat 9 komentar.
    Benarkah air keran mengandung Covid-19 setelah diuji alat rapid antigen ?
    Tangkapan Layar Unggahan dengan Klaim Video Air Keran Mengandung Covid-19

    Hasil Cek Fakta


    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Tempo, ahli patologi klinis dari Universitas Sebelas Maret (UNS) dr Tonang Dwi Ardyanto menjelaskan, hasil positif pada alat rapid test antigen bisa muncul akibat adanya kandungan pH atau derajat keasaman yang dideteksi oleh alat tersebut.
    Eksperimen serupa pernah dilakukan aktris Rina Nose dengan menggunakan sambal cireng. Beberapa saat kemudian alat rapid tes yang digunakan Rina Nose menunjukkan hasil positif.
    Dilansir dari Kompas.com, dr Tonang Dwi Ardyanto pun menanggapi hal itu menggunakan perumpamaan tes kehamilan atau tespek. "Tes kehamilan itu kalau ditetesi sembarang cairan juga (hasilnya) positif. Itu namanya menggunakan (alat tes) tidak pada tempatnya," katanya.
    dr Tonang menjelaskan alat rapid test antigen memiliki batas pH tersendiri untuk menunjukkan hasil positif atau negatif sebuah sampel yang di uji. "Jadi persoalannya tentang pH. Ada batas pH yang pas untuk pemeriksaan tersebut (Rapid Test Antigen)," kata Tonang.
    Apabila sampel pada alat tes yang digunakan sesuai, maka hasil yang muncul pun dapat dipertanggungjawabkan. Namun apabila sampel yang digunakan adalah sampel yang tidak semestinya, sehingga kandungan pHnya lebih rendah atau lebih tinggi, maka hasil yang muncul pun tidak kredibel.
    "Sampel yang pas, seperti swab, (jika) sudah diukur pada pH yang tepat (sesuai) tersebut, maka kit bekerja secara seharusnya. Tapi bila kita berikan sampel di luar pH tersebut, maka alat akan rusak. Akibatnya seolah-olah positif," papar dia.
    Eksperimen Rina Nose itu juga mendapat tanggapan dari dr. Arina Heidyana. Dia mengatakan bahwa hasil tes rapid bisa saja positif palsu. “Hasilnya bisa positif palsu karena penggunaannya tidak sesuai dengan instruksi untuk alat tersebut,” kata dr. Arina seperti dilansir dari klikdokter.com.
    Menurut dr. Arina, alat rapid test antigen dirancang untuk menguji virus corona dari swab nasofaring. Kalau sampelnya bukan dari swab nasofaring, alat tersebut bisa rusak.
    “Membran nitroselulosa alat pemeriksaan itu kan rapuh. (Lalu) dikasih sambal cireng, ya bisa rusak. Makanya bisa timbul positif palsu,” ujar dr. Arina menjelaskan.
    Di samping itu, kasus positif atau negatif palsu rapid test antigen juga marak diberitakan berbagai media. Rupanya, keterampilan petugas atau seseorang dalam mengambil spesimen swab dapat memengaruhi keakuratan hasil. Artinya, semakin tidak terampil seseorang dalam mengambil sampel, maka peluang mendapatkan hasil positif atau negatif palsu semakin lebar. Begitu pula sebaliknya.
    Eksperimen yang identik juga pernah dilakukan seorang anggota parlemen Austria, Michael Schnedlitz. Ia menggunakan Coca-Cola sebagai sampel pada alat rapid test antigen dan hasilnya positif.
    Menurutnya, eksperimen itu menunjukkan bahwa tes massal Covid-19 tidak berguna.
    Dikutip dari okezone.com, Michael Schnedlitz melakukan tes cepat (rapid test) virus corona pada segelas cola selama pidato berapi-api yang menuduh pemerintah melakukan tirani medis. Setelah beberapa menit, tes cepat itu menunjukkan hasil positif.
    Michael Schnedlitz, anggota Dewan Nasional Austria dan sekretaris jenderal Partai Kebebasan, mencela program skrining dan langkah-langkah pencegahan penyebaran virus corona pemerintah lainnya pada pidato yang disampaikan, Kamis, 10 Desember 2020.
    Selama pidatonya, Schnedlitz melakukan tes Covid-19 cepat pada segelas cola, menunjukkan kepada rekan-rekannya setelah beberapa menit bahwa minuman berkarbonasi manis itu dinyatakan positif terkena virus.
    Dia menyebut tes cepat itu “tidak berguna” dan mengatakan pengujian Covid-19 yang didanai publik adalah sebuah penyaluran besar-besaran uang pajak ke industri farmasi. Dia juga menuduh pemerintah menerapkan kediktatoran ringan dan merampas hak-hak dasarnya, seperti kebebasan sipil dan kebebasan berekspresi.
    Sebuah perusahaan yang memproduksi tes antigen, Dialab, menilai eksperimen politisi Austria tersebut tidak dilakukan secara benar, sehingga hasilnya positif. Dialab mendemonstrasikan bagaimana melakukan tes dengan benar sehingga tes pada Coca-cola memberikan hasil negatif. Video demonstrasi itu diunggah ke Youtube oleh kanal DIALAB GmbH pada 14 Desember 2020.
    Menurut Dialab, ada hal-hal diterapkan secara tidak benar saat pengetesan tersebut dilakukan. "Sampel" tidak diputar dalam cairan buffer. Padahal, jika pengujian dilakukan dengan benar, sampel seharusnya diaduk terlebih dahulu dalam cairan buffer yang menjaga nilai pH konstan.
    Jika Anda menerapkan "sampel" (dalam hal ini cola, yang memiliki nilai pH 2,5), seperti dalam kasus politisi, tanpa menggunakan buffer, Anda menghancurkan protein antibodi dari tes yang dikaitkan dengan respons Virus. Ini menghancurkan lapisan penyangga dan tanda positif menjadi terlihat. Hasil ini juga akan didapat menggunakan sampel lain jika pengaplikasiannya seperti itu.
    Jika Anda telah menggunakan tes dengan benar, seperti yang dijelaskan dalam sisipan paket, tes akan negatif. Untuk memberikan bukti ini, kami melakukan tes air cola dengan cara yang benar. Hasilnya negatif, seperti yang Anda lihat di video.
    Dialab juga menganjurkan agar tes Covid-19 selalu dilakukan oleh staf rumah sakit atau orang yang terlatih untuk menghindari hasil dan presentasi tersebut.
    Berdasarkan arsip berita Tempo, hasil evaluasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan atau lembaga independen yang ditetapkan Kemenkes kriteria produk RDT-Ag lain dengan sensitivitas yang berarti kemampuan tes untuk menunjukkan individu mana yang menderita sakit dari seluruh populasi yang benar-benar sakit hingga ≥ 80 persen dan spesifisitas berarti kemampuan tes untuk menunjukkan individu mana yang tidak menderita sakit dari mereka yang benar-benar tidak sakit ≥ 97 persen yang dievaluasi pada fase akut, walaupun demikian pemeriksaan rapid test tidak digunakan untuk diagnostik.
    Pemeriksaan Rapid Test Antigen menggunakan teknik swab Antigen dengan mengambil sampel lendir dari hidung atau tenggorokan, ludah, waktu pemeriksaannya cepat hanya sekitar 15 menit. Mengutip dari publikasi internasional WHO, tes diagnostik deteksi antigen dirancang untuk secara langsung mendeteksi protein SARS-CoV-2 yang dihasilkan oleh virus yang bereplikasi di sekresi saluran pernapasan. Tes ini dikembangkan untuk penggunaan berbasis laboratorium dan dekat pasien dan disebut tes diagnostik cepat, atau RDT.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, video dengan klaim bahwa air keran mengandung Covid-19 setelah diuji alat rapid antigen, menyesatkan. Menurut ahli patologi klinis dari Universitas Sebelas Maret (UNS) dr Tonang Dwi Ardyanto, hasil positif pada alat rapid test antigen bisa muncul akibat adanya kandungan pH atau derajat keasaman yang dideteksi oleh alat. Setiap alat tes sudah memiliki batasan pH tersendiri untuk menunjukkan hasil positif atau negatif sebuah sampel yang di uji. Menggunakan air sebagai sampel pada alat rapid tes juga tidak dibenarkan karena dapat menyebabkan alat tersebut rusak. Alat rapid test antigen dirancang untuk menguji virus corona dari swab nasofaring.
    TIM CEK FAKTA TEMPO

    Rujukan

    • Tempo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Air Nanas Panas Bisa Membunuh Sel Kanker

    Sumber: Instagram.com
    Tanggal publish: 02/08/2021

    Berita

    “Air nanas panas bisa menyembuhkan anda seumur hidup”
    AIR NANAS PANAS
    💫🍍 ✨
    🍍 AIR NANAS PANAS 🍍

    ```tolong sebarkan !! tolong sebarkan !!```

    Profesor Khairul Huseinn dari Rumah Sakit Umum Angkatan Darat Jakarta menekankan bahwa jika setiap orang yang menerima buletin ini dapat meneruskan sepuluh salinan kepada orang lain', pasti setidaknya satu kehidupan akan diselamatkan ...
    Saya telah melakukan bagian saya, semoga Anda juga dapat membantu bagian Anda. terima kasih!

    Air NANAS panas bisa menyelamatkan Anda seumur hidup

    Lihatlah lagi, lalu beri tahu yang lain,
    Sebarkan cinta keluar!

    Nanas panas ~ dapat membunuh sel kanker!

    Potong 2 hingga 3 serpihan NANAS tipis dalam secangkir, tambahkan air panas, itu akan menjadi "air alkali", tunggu hingga dingin kmudian minum. minum setiap hari, itu baik untuk siapa saja.

    Air NANAS panas melepaskan zat anti kanker, yang merupakan kemajuan terbaru dalam pengobatan kanker yang efektif di bidang medis.

    Sari buah NANAS panas memiliki efek untuk membunuh kista dan tumor. Terbukti untuk memperbaiki semua jenis kanker.

    Air nanas panas dapat membunuh semua kuman dan racun dari dalam tubuh akibat dari alergi

    Jenis pengobatan dengan ekstrak NANAS hanya menghancurkan sel-sel ganas, itu tidak mempengaruhi sel-sel sehat.

    Selain itu, asam amino dan polifenol NANAS dalam jus NANAS dapat mengatur tekanan darah tinggi, efektif mencegah penyumbatan pembuluh darah dalam, menyesuaikan sirkulasi darah dan mengurangi pembekuan darah.

    Setelah membaca, beri tahu yang lain, keluarga, teman, sebarkan cinta! Jaga kesehatan Anda sendiri.

    (DR. dr. Rahyussalim, SpOT) FK UI

    Semoga bermanfaat bagi yg memerlukan, Aamiin Yaa Robbal Alamiin 🤲🇮🇩🙏

    .

    https://kolegium-ioa.org/dosen/dr-dr-rahyussalim-sp-otk/
    Nanas obat kanker

    Hasil Cek Fakta

    Akun Instagram bernama @sehatyuks.id membagikan sebuah foto yang berisi informasi terkait manfaat air nanas panas yang dihasilkan dari rendaman potongan buah nanas dalam secangkir air panas yang dikatakan mampu menyembuhkan dan membunuh sel kanker karena air nanas panas tersebut akan mengubah PH air tersebut menjadi air alkali yang memiliki antioksidan tinggi.

    Selain itu, dalam postingan tersebut, dikatakan pula bahwa sari buah nanas memiliki efek untuk membunuh kista dan tumor, mampu pula membunuh semua kuman dan racun akibat reaksi alergi, dan kandungan asam amino serta polifenol pada jus nanas juga mampu mengatur tekanan darah tinggi, sehingga efektif mencegah penyumbatan pembuluh darah dalam, menyesuaikan sirkulasi darah, serta mengurangi pembekuan darah.

    Namun melansir dari kompas.com, Ketua DPP Bidang Ilmiah Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), Dr. Marudut Sitompul menjelaskan, bahwa penelitian terkait nanas terhadap kanker masih butuh penelitian lebih lanjut. Melansir pula dari cnn.com, Dokter ahli gizi klinis Luciana B. Sutanto juga mengatakan hal yang sama seperti Dr. Marudut. Informasi terkait nanas terhadap sel kanker tersebut tidaklah memiliki dasar ilmiah, karena belum ada bukti studi ilmiah yang menunjukkan bahwa air nanas dapat mengobati kanker serta mengkonsumsi buah nanas juga tidak serta merta langsung menurunkan tekanan darah.

    dr. Luciana juga menjelaskan bahwa buah nanas sendiri memang kaya akan vitamin, mineral, serat, dan mengandung antioksidan sehingga mampu mencegah masuknya radikal bebas. Namun air panas dapat merusak kandungan vitamin dan mineral yang ada dalam buah, misalnya vitamin C dan vitamin B karena vitamin tersebut larut dalam air.

    dr. Luciana juga menambahkan, kandungan dalam air nanas juga belum tentu mengandung antioksidan yang lebih tinggi daripada buahnya, sehingga ia berpendapat bahwa air nanas panas hasil rendaman potongan buah nanas tersebut hanya berfungsi selayaknya infuse water yang masih tetap memiliki berbagai kandungan seperti buah nanas namun kandungan tersebut tidaklah lebih besar dibandingkan kandungan yang terdapat pada buah nanas utuh. Seperti yang telah dijelaskan pula sebelumnya, air panas juga mampu menyebabkan kandungan yang larut dalam air seperti vitamin B dan C hilang.

    Lalu terkait air alkali, Dr. Marudut mengatakan bahwa informasi tersebut keliru. Ia menjelaskan bahwa nanas memiliki pH sekitar 4 dan bersifat asam. Apabila nanas direndam air dan difermentasi, maka bakteri lactic acid akan masuk ke dalamnya dan membuatnya menjadi semakin asam. Proses perendaman nanas inilah yang bisa jadi dimaksudkan untuk membuatnya memiliki kadungan antioksidan tinggi seperti cuka apel.

    Atas dasar tersebut, baik Dr. Marudut Sitompul, dr. Luciana B. Sutanto, maupun dr. Inge Permadhi sebagaimana dilansir dari kompas.com dan cnn.com menegaskan bahwa pengobatan kanker itu lebih kompleks sehingga tidak bisa dikatakan bahwa hanya dengan air nanas panas mampu mengobati penyakit kanker.

    Berdasarkan pada seluruh referensi, informasi terkait air nanas panas mampu menyembuhkan dan membunuh sel kanker adalah informasi yang salah atau masuk ke dalam kategori konten yang salah.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Novita Kusuma Wardhani (Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta). Informasi tersebut salah. Faktanya melansir dari kompas.com, Dokter Spesialis Gizi klinik Rumah Sakit Siloam Hospitals Semanggi, dr. Inge Permadhi menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar, sebab menurutnya penyakit dan sel kanker tidak bisa sembuh begitu saja karena mengkonsumsi nanas atau makanan lainnya.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dibuat Sejak 2018

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 02/08/2021

    Berita

    Beredar di media sosial postingan berisi gambar kardus kemasan vaksin covid-19 buatan AstraZeneca yang diklaim sudah dibuat pada tahun 2018. Postingan ini ramai dibagikan sejak pekan lalu.

    Salah satu yang mempostingnya adalah akun bernama Hurshida Yuldasheva. Dia mengunggahnya di Facebook pada 29 Juli 2021.

    Dalam postingannya terdapat gambar kardus kemasan vaksin covid-19 AstraZeneca. Di sisi kardus kemasan itu terdapat tulisan "2018.07.15"

    akun tersebut menambahkan narasi:

    "Kotak vaksin AstraZeneca Covid-19 tanggal rilis 15/07/2018. Covid-19 diluncurkan pada akhir 2019.

    Vaksin AstraZeneca Covid-19, box isi 10 botol. Bagi yang tidak bisa melihatnya, tanggal produksinya adalah 15/7/2018 (15 Juli 2018)."

    Hasil Cek Fakta

    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan mengetik kata kunci "Astrazeneca vaccines 2018 fact check" di mesin pencarian Google.

    Hasilnya ada artikel berjudul "Fact Check-The Oxford/AstraZeneca COVID-19 vaccine was not created in 2018" yang tayang di Reuters Fact Check pada 29 Juli 2021.

    Dalam artikel tersebut terdapat penjelasan dari juru bicara dari AstraZeneca yang membantah telah membuat vaksin covid-19 ataupun kemasannya sejak 2018.

    Selain itu dalam artikel tersebut, Reuters juga meminta penjelasan dari Dr Thorsten Beck, peneliti di Humboldt-Elsevier Advanced Data dan Pusat Teks (HEADT Center) di Berlin. Ia menjelaskan gambar yang beredar di postingan sudah dimanipulasi.

    "Tanggal pada foto kemasan vaksin AstraZeneca berbeda warnanya dari font lainnya, warna font di sini lebih kaya dan tidak ada pantulan cahaya. Akibatnya sisi yang ada tambahan tulisan itu seperti tidak alami," ujar Thorsten.

    "Urutan nomor juga dicetak sedikit miring dibandingkan dengan lipatan kemasan, yang juga menimbulkan pertanyaan. Kedua fitur tersebut dapat diartikan sebagai kecurigaan awal terhadap manipulasi citra. Perbandingan font juga menunjukkan bahwa tanggal kemudian dipasang pada gambar (perbandingan '1' pada 2018 dan '10 botol multidosis'). Namun, kualitas gambar yang buruk membuat analisis menjadi sulit."

    "Penyelidikan ke produsen mengungkapkan bahwa kemasan mencantumkan informasi tanggal kedaluwarsa (ditandai sebagai 'EXP'), tetapi bukan tanggal produksi. Oleh karena itu, informasi tanggal pada kemasan, yang dapat dilihat pada gambar, kemungkinan besar dapat dianggap palsu," katanya menjelaskan.

    Kesimpulan

    Postingan gambar yang mengklaim vaksin covid-19 AstraZeneca dibuat pada 15 Juli 2018 adalah tidak benar. Faktanya gambar dalam postingan itu sudah dimanipulasi.

    Rujukan

    • Liputan 6
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini