• [SALAH] Akun Facebook Bupati Lamongan “Yuhronur Efendi”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 26/05/2021

    Berita

    “ASSALAMUALAIKUM Wr. Wb. Saya dari bupati lamongan, akan memberikan bantuan kepada orang yang ingin meminjam dana, dan insyaallah saya akan memudahkannya, hanya untuk orang yang membutuhkannya saja, info selanjutnya WA 089628419114”.

    Hasil Cek Fakta

    Beredar akun Facebook Bupati Lamongan Yuhronur Efendi Akun tersebut membagikan postingan terkait bantuan modal dana untuk usaha dan mencantumkan nomor telepon sang Bupati agar dapat dihubungi.

    Berdasarkan hasil penelusuran, melansir dari suaraindonesia.co.id, Yuhronur mengonfirmasi melalui suaraindonesia.co.id, bahwa akun tersebut bukan miliknya, sehingga informasi yang dibagikan dalam akun tersebut adalah tidak benar.

    “Akun tersebut bukan milik saya, keluarga ataupun tim Pemkab Lamongan, alias palsu. Informasi yang diberikan juga tidak benar atau hoax,” ujar Yuhronur melalui suaraindonesia.co.id.

    Selain itu, Yuhronur mengajak masyarakat untuk jeli dan cerdas dalam menyaring informasi yang diperoleh dan semoga tidak ada yang menjadi korban penipuan.

    Dengan demikian, akun Facebook Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dapat dikategorikan sebagai Konten Tiruan/Imposter Content.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Rahmah an nisaa (Uin Sunan Ampel Surabaya).

    Bupati Yuhronur mengonfirmasi melalui suaraindonesia.co.id bahwa akun terebut palsu, bukan miliknya dan informasi yang dibagikan akun tersebut adalah hoaks.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] WhatsApp Mengubah Pengaturan Privasi Tanpa Pemberitahuan pada Mei 2021

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 26/05/2021

    Berita

    Beredar pesan berantai di WhatsApp yang menyatakan bahwa pada bulan Mei 2021, WhatsApp telah melakukan perubahan pengaturan privasi tanpa pemberitahuan. Perubahan ini menyebabkan setelan privasi grup berubah menjadi “Everyone” atau “Semua Orang”.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, WhatsApp pertama kali memperkenalkan fitur pengaturan privasi untuk grup melalui situs resminya pada tahun 2019 yang lalu. Lebih lanjut, melansir dari Forbes, pihak WhatsApp juga telah menjelaskan bahwa pengaturan privasi grup WhatsApp “Semua Orang” sudah ada sejak fitur tersebut diluncurkan di tahun 2019, bukan merupakan perubahan yang dilakukan oleh WhatsApp pada bulan Mei 2021.

    Artikel dengan topik serupa juga telah dimuat dalam situs Snopes, dengan judul artikel “Did WhatsApp Secretly Change Privacy Settings?”.

    Dengan demikian, pesan berantai yang beredar melalui WhatsApp tersebut dapat dikategorikan sebagai Konteks yang Salah/False Context.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).

    Pengaturan privasi grup WhatsApp “Semua Orang” sudah ada sejak fitur tersebut diluncurkan di tahun 2019, bukan merupakan perubahan yang dilakukan oleh WhatsApp pada bulan Mei 2021.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Menara Moshe Israel Meledak Akibat Rudal Hamas

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 25/05/2021

    Berita

    “Menara Moshe di Tel Aviv dihantam rudal Hamas.
    Menara Moshe adalah gedung tertinggi kedua di IsraHell.
    Janji Hamas terpenuhi.. Allahu Akbar ✊”

    Hasil Cek Fakta

    Akhir-akhir ini pemberitaan mengenai konflik Palestina dan Israel tengah menarik banyak perhatian masyarakat dunia. Media dan masyarakat kemudian aktif memberitakan kondisi terkini dari kedua negara. Namun dari sekian banyak informasi yang beredar, beberapa di antaranya ternyata merupakan informasi hoaks.

    Salah satu yang kemudian beredar adalah narasi dan gambar yang mengklaim bahwa menara Moshe di Tel Aviv Israel, hancur karena dihantam oleh rudal Hamas. Informasi ini diunggah melalui media sosial Facebook oleh akun bernama Herlan Verry. Dari gambar tampak sebuah menara dengan kondisi yang setengah terbakar. Kemudian ada gambar lain yang menunjukkan kondisi menara tersebut sebelum terbakar.

    Namun setelah melakukan penelusuran, ternyata gambar Menara Moshe yang terbakar adalah hasil suntingan. Melalui pencarian gambar Google, gambar menara yang diunggan oleh akun Facebook ini merupakan gambar yang pernah diunggah oleh situs phoenicia-ltd.

    Jika dilihat dengan lebih teliti, banyak kesamaan antara kedua gambar yang tidak mungkin terjadi di keadaan yang berbeda. Di gambar menara yang terbakar, terlihat bayangan gedung yang sama bentuk dan besarnya dengan gambar menara yang tidak terbakar. Padahal jika terjadi kebakaran besar, asap hasil kebakaran itu akan menutupi cahaya, dan menghasilkan bayangan yang lebih gelap di sekitar bangunan. Selain itu letak awan yang juga masih persis sama di antara keduanya.

    Sampai saat ini pun belum ada informasi yang menyatakan bahwa menara tertinggi di Israel ini mengalami kebakaran akibat ledakan rudal. Jadi dapat disimpulkan bahwa informasi yang mengklaim adanya serangan rudal Hamas yang mengakibatkan Menara Moshe Tel Aviv terbakar adalah informasi hoaks kategori manipulated content atau konten manipulasi.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)

    Faktanya gambar yang beredar tersebut merupakan gambar menara Moshe yang telah diedit. Sampai saat ini belum ada informasi yang menyatakan bahwa Menara Moshe telah meledak akibat rudal Hamas.

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini

  • [SALAH] Foto “Jokowi disalib”

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 25/05/2021

    Berita

    Akun Facebook (fb.com/yakub.pagur.5) pada 23 Mei 2021 mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan Paus Fransiskus membawa salib yang terapat patung dengan wajah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan narasi sebagai berikut:
    “SUDAHKAH SEMBAH TUHAN BIPANG ELU BOOONG”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya foto yang memperlihatkan Paus Fransiskus membawa salib yang terapat patung dengan wajah Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan konten yang dimanipulasi.

    Faktanya, foto itu merupakan foto hasil editan atau suntingan. Foto aslinya adalah foto saat Paus Fransiskus memimpin kebaktian Jumat Agung atau memperingati penyiksaan Yesus sebelum disalib di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Jumat (19/4/2019).

    Foto yang asli, salah satunya dimuat di situs penyedia foto, gettyimages.com pada 19 April 2019 dengan keterangan sebagai berikut:

    “VATICAN-POPE-GOOD-FRIDAY
    Pope Francis carries a crucifix during the Celebration of the Lord’s Passion on Good Friday at St Peter’s Basilica, on April 19, 2019 in the Vatican. – Christians around the world are marking the Holy Week, commemorating the crucifixion of Jesus Christ, leading up to his resurrection on Easter. (Photo by Tiziana FABI / AFP) / ALTERNATIVE CROP (Photo credit should read TIZIANA FABI/AFP via Getty Images)”

    Foto yang sama juga dimuat di artikel berjudul “Paus Fransiskus, Pimpin Jumat Agung dengan Penuh Khidmat” yang terbit di situs Tempo pada 20 April 2019.

    Kesimpulan

    Foto EDITAN. Foto aslinya adalah foto saat Paus Fransiskus memimpin kebaktian Jumat Agung atau memperingati penyiksaan Yesus sebelum disalib di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Jumat (19/4/2019).

    Rujukan

    • Mafindo
    • 1 media telah memverifikasi klaim ini